Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Minggu, 25 Desember 2011

100211-kamis(jumat)-sisa tari gandut.2


PENARI GANDUT MERUPAKAN PROFESI YANG UNIK

BANJARMASIN – Melacak sisa-sisa catatan tentang Tari Gandut, melalui sumber-sumber secara lisan maupun tertulis tidaklah mudah, karena Tari Gandut saat ini hanya tersisa sejarah.
Menurut tokoh tari Kalimantan Selatan Sirajul Huda, beberapa waktu yang lalu, mengatakan “ Tari Gandut sejak tahun 1960-an sudah tidak berkembang lagi. Faktor agama merupakan penyebab utama hilangnya jenis kesenian ini, ditambah lagi dengan gempuran jenis kesenian modern lainnya.
Tari Gandut adalah jenis tari tradisional berpasangan, yang di masa lampau merupakan tari yang menonjolkan erotisme penarinya, mirip dengan tari tayub di Jawa dan ronggeng di Sumatera.
Tari Gandut ini pada mulanya hanya dimainkan di lingkungan istana kerajaan, baru pada kurang lebih tahun 1860-an tari ini berkembang ke pelosok masyarakat dan menjadi jenis kesenian yang disukai oleh golongan rakyat biasa. Tari ini dimainkan setiap ada keramaian, misalnya acara malam perkawinan, hajad, pengumpulan dana kampung dan sebagainya” ujarnya.
Dilain pihak pemerhati budaya Mukhlis Maman, pada Rabu (9/2) mengisahkan “ Gandut merupakan profesi yang unik dalam masyarakat dan tidak sembarangan wanita mampu menjadi Gandut. Selain syarat harus cantik dan pandai menari, seorang Gandut juga wajib menguasai seni bela diri dan mantera-mantera tertentu.
Ilmu tambahan dalam seni beladiri dan mantera-mantera ini sangat penting untuk melindungi dirinya sendiri dari tangan-tangan usil penonton yang tidak sedikit ingin memikatnya memakai ilmu hitam.
Dahulu banyak Gandut yang diperistri oleh para bangsawan dan pejabat pemerintahan, disamping paras cantik mereka juga diyakini memiliki ilmu pemikat hati penonton yang dikehendakinya.
Pada masa kejayaannya, arena tari Gandut sering pula menjadi arena persaingan adu gengsi para lelaki yang ikut menari. Persaingan ini bisa dilihat melalui cara para lelaki tersebut mempertontonkan keahlian menari dan besarnya jumlah uang yang diserahkan kepada para Gandut” kata Mukhlis.
Mata Banua menanyakan dengan Sirajul Huda, apakah Tari Gandut masih bisa dimainkan dimasa sekarang? Jawabnya “ya, masih bisa. Hanya saja, siapa yang mampu menarikannya dan sejauh mana dukungan dari tokoh tari yang lain serta dinas pariwisata!
Kalaupun Tari Gandut masih bisa dimainkan, tetapi tidak lagi sebagai tarian aslinya, hanya sebagai pengingat dalam pelestarian kesenian tradisional Banjar” pungkasnya. ara/mb05

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar