Photo mb/ara
PRILAKU – Beragam latar belakang kehidupan, beragam pula prilaku anak-anak, diperlukan ketulusan dan kesabaran untuk mengasuh
PA Puteri Muhammadiyah Aisyah
Tekankan Pembinaan Mental Dan Rohani Anak-Anak
SETIAP perubahan usia pada anak-anak, apalagi yang memasuki pubertas, akan semakin beragam perilakunya. Perubahan-perubahan perilaku itulah yang harus dikenali dan diketahui, dalam membimbing dan mengasuh, serta pembinaan mental dan rohani mereka.
Selain itu, karena latar belakang kehidupan dan rumah tangga anak-anak yang berbeda, tentunya berbeda-beda pula sifatnya, kami di sini membuat mereka agar menjadi lebih baik.“ ungkap Faridah, ketua pengurus Panti Asuhan kepada Mata Banua.
Panti Asuhan (PA) Puteri Muhammadiyah Aisyah, yang berada di Jl Pangeran Rt 10, didirikan pada 2002. Dan Faridah (67) menjadi ketua pengurus PA semenjak 2006, ia adalah pensiunan guru di salah satu SDN yang berada di Batola.
Faridah, kemudian bercerita “ada anak yang sudah dua tahun ini diasuh disini dan paling muda, umurnya sekarang 10 tahun. Orang tuanya bercerai, ibunya kawin lagi dan bapaknya tidak tahu kemana perginya.
Karena kurang kasih sayang, dan kehidupan keluarganya yang tidak mampu, si anak tidak sekolah dan menjadi anak jalanan. Pendidikan yang kurang, membuat ia tidak pandai berbicara. Setelah diantar kemari (PA Puteri Muhammadiyah Aisyah), lalu kami sekolahkan, sekarang ia sudah pandai berbicara dan berprilaku yang cukup baik.
Jumlah anak yang di asuh PA Puteri Muhammadiyah Aisyah ada 21 anak, dengan tingkat pendidikan, SD ada 9 anak, SLTP ada 6 anak, dan SLTA ada 9 anak. Anak yang sekolahnya jauh, naik sepeda. Sedangkan yang sekolahnya dekat, jalan kaki saja. Dan tahun ini ada 2 anak yang lulus SMA, salah satunya mempunyai prestasi yang baik, yaitu rangking 3 disekolahnya.
Setelah 9 tahun PA Puteri Muhammadiyah Aisyah di didirikan, sudah cukup banyak anak-anak yang purna asuh dan masing-masing telah berkeluarga. Semua anak yang di asuh di sini, bukan panti yang mencari, tapi diantar orang, yang paling jauh ada anak dari Pulau Pisau” ujarnya.
Faridah melanjutkan “aktifitas sehari-hari anak-anak, bila selesai sholat Ashar dilanjutkan dengan belajar bersama, lalu tadarus Al Qur’an. Kemudian setelah sholat Isya dilanjutkan lagi dengan belajar bersama. Selain itu ada puasa Senin dan Kamis, sholat Tahajut dan satu bulan sekali diadakan ceramah agama. Tapi kalau bulan Ramadhan, ceramah agamanya tiap malam sehabis sholat tarawih berjamaah.
Anak-anak boleh nonton TV kalau sedang libur sekolah, apabila mereka nakal tentunya akan diberi sangsi. Di sini ada 6 kamar, tiap kamar tidak tentu jumlah anaknya, ada yang 3 orang ada yang 4 orang atau lebih. Yang lebih kecil, dikumpulkan menjadi satu di kamar pertama agar mudah mengawasi.
Untuk biaya makan rata-rata Rp100 ribu sehari, satu bulan sekitar Rp3 juta, ditambah dengan bayar listrik, air leding dan telepon, kurang lebih Rp700 ribu per bulan, kemudian biaya SPP anak-anak, keperluan sekolah dan lain-lain. Tapi Alhamdulillah, dari pemasukan tiap bulan ada saja lebihnya. Saat ini kami lagi merehab kamar mandi, WC dan musholla. Cukup banyak biaya yang diperlukan, sekitar Rp59 juta” katanya.
Menurut Faridah “anak-anak yang sudah purna asuh dan sudah berkeluarga, kadang sering datang berkunjung, walau tidak untuk memberi sumbangan, kami sudah senang, artinya mereka masih ingat dengan pengasuh-pengasuhnya yang ada di sini” . ara/mb05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar