Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan Tradisional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

280812-Rapat Dinkes Tentang TCM



Photo: mb/ara
RAPAT – Dinkes Kalsel lakukan Rapat Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan bersama Dinkes Kota Banjarmasin, BBPOM, KPID Kalsel, Ombudsman RI Kalsel, dan PWI Kalsel.

Dinkes Kalsel Diskusikan Persoalan Iklan TCM

BANJARMASIN – Menyikapi persoalan iklan beberapa pengobatan Tradisional China Medicine (TCM), yang dianggap telah melanggar aturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Iklan TCM ini telah ditayangkan di media televisi nasional dan televisi lokal di Kalsel. Memang penayangannya telah dihentikan, namun perlu diambil tindakan lain serta antisipasi agar tidak terulang lagi.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi) Kalsel melakukan Rapat Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan, pada Selasa (28/8) siang. Rapat bertempat di Aula Batatamba Dinkes Kalsel, dimulai dari sekitar pukul 14.30 hingga pukul 16.30 Wita.
Instansi dan lembaga terkait yang turut menghadiri rapat antara lain Dinkes Kota Banjarmasin, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin, Komisioner KPID Kalsel, Ombudsman RI Kalsel, dan PWI Kalsel.
Rapat yang dihadiri oleh masing-masing pimpinan instansi dan lembaga tersebut, adalah untuk meminta masukan dan saran. Serta bersama-sama mencari solusi, bagaimana cara menyelesaikannya dan tindakan apa yang mesti dilakukan. Baik terhadap iklan kesehatan yang dianggap menyalahi peraturan, maupun terhadap tempat pengobatan tradisionalnya.
            Seusai rapat, Kepala Dinkes Kalsel, Rosihan Adhani menjelaskan. Bahwa ia berharap agar masing-masing pihak, nantinya menindak lanjuti dari apa yang telah didiskusikan.
Antara lain, Dinkes Kota Banjarmasin melakukan penertiban ijin terdaftar yang diberikan kepada pengobatan tradisional. Karena sudah ada aturan yang harus diacu..
Seperti ijin yang diberikan, hanyalah surat ijin pengobat tradisional dan surat terdaftar pengobat tradisional. Jadi tidak dibolehkan melakukan tindakan medis.
Lalu dari BBPOM akan melakukan pengambilan sampel, untuk melihat apakah ada bahan-bahan berbahaya lain yang dikandung dari ramuan yang dijual. Atau ada produk-produk dari cina yang dikemas tanpa ijin edar.
Kemudian KPID sendiri, dengan mekanisme penyiarannya akan melakukan langkah-langkah sesuai aturan UU No 23 dan mengacu pada Peraturan Menteri Keseharan (Permenkes) RI  No1787 tahun 2010.
Selain itu “melakukan himbauan atau teguran kepada media penyiaran untuk melakukan revisi terhadap materi iklan yang dianggap tidak layak, atau tidak didukung oleh data-data ilmiah” kata Rosihan. ara/mb05

121212-Obat Tradisional Demam Panas Dingin



Pengobatan Tradisional Banjar Untuk Demam Panas Dingin

Hujan dan panas silih berganti, terkadang secara tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Pada situasi tertentu, kehujanan tidak bisa dihindari lagi. Sehingga demamlah yang akan dirasakan.
            Menurut Budayawan Kalsel, Drs H Syarifuddin R, demam panas dingin dalam bahasa Banjar disebut mariap dingin. Ada beberapa pengobatan tradisional Banjar untuk demam panas dingin.
“Sebagian pengobatan tradisional Banjar ini, memang menggunakan ramuan tumbuhan atau tanaman sebagai obatnya. Tapi sebagian lagi, bercampur dengan kepercayaan dan ritual tertentu sebagai syaratnya” ucapnya.
            Cara pertama menggunakan Brotowali, yang dalam bahasa Banjarnya disebut Penawar Sampai. Tanaman ini mempunyai kemiripan dengan tanaman sirih, sama-sama menjalar dan tumbuh liar. Bahkan daunnya dan batangnya juga mirip, hanya saja batang penawar sampai lebih besar.
Bagi yang pernah merasakannya, penawar sampai sangatlah pahit. Lebih pahit dari empedu, namun khasiatnya sangatlah banyak. Tidak hanya untuk mengobati demam panas dingin, tapi juga beragam penyakit lainnya. Oleh karena itu orang Banjar menyebutnya penawar sampai, yang artinya bisa menawarkan atau menyembuhkan banyak penyakit. Baik penyakit dalam maupun penyakit luar, seperti luka, gatal-gatal dll.
Khusus untuk mengobati demam panas dingin, potong batang penawar sampai kira-kira 5 cm. Kemudian batang yang telah dipotong tadi, direndam dengan air panas atau direbus. Lalu air rendamannya diminum.
Cara kedua menggunakan ramuan asam kamal. Cara mengolah obatnya, asam kamal dicampur dengan kapur sirih, lalu diremas sampai menjadi satu. Kemudian remasan tadi dibentuk bulatan-bulatan kecil atau seperti pil. Selanjutnya ramuan pil ini ditelan tiga kali sehari.
Cara ketiga menggunakan ramuan tumbuhan paku rait. Cara pengolahan obatnya, daun paku rait dihaluskan (dipirik) dengan gram hingga lumat. Kemudian ramuan ini dibalurkan kesekujur tubuh orang yang demam panas dingin.
Pelaksanaan pengobatan ramuan paku rait ini, berdasarkan kepercayaan orang Banjar, pembaluran ramuannya harus dilakukan menjelang matahari terbenam. Agar demam panas dinginnya segera sembuh.
Cara keempat menggunakan sejenis rumput menjalar atau rumput bilaran. Cara pengolahan obatnya, akar bilaran dibersihkan, kemudian direndam sekitar 3 jam. Cara pengobatannya, air rendaman akar bilaran diminumkan dengan yang sakit demam panas dingin.
Cara kelima menggunakan daun lambai-lambai. Cara pengolahan obatnya, daun lambai-lambai direbus. Setelah airnya dingin, masukkan pisau dan batu sebagai syarat. Cara pengobatannya, air rendaman tadi dimandikan.
Cara keenam pengobatannya lebih kepada kepercayaan, yaitu orang yang sakit demam panas dingin diminta untuk duduk di akar (di punggur) pohon kelapa (pohon nyiur) yang belum berbuah. Kemudian kepala si sakit diguyur dengan air. ara/mb02

141212-Obat Tradisional Sakit Gigi



Kayu Ulin Obat Sakit Gigi

Sakit gigi sangatlah tidak menyenangkan, semua yang dilakukan menjadi serba salah. Bahkan mendengar orang lain tertawa saja, membuat gigi yang sedang sakit terasa semakin menggigit hingga ke kepala. Sakit gigi bisa disebabkan oleh gigi yang berlubang, atau terjadi infeksi pada gusi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh budayawan Kalsel, Drs H Syarifuddin R. Ternyata kayu ulin atau dikenal pula dengan nama kayu besi, digunakan oleh orang Banjar tempo dulu untuk mengobati sakit gigi. Kayu ulin ternyata tidak hanya menjadi kayu khas Kalimantan, tapi juga manjur untuk mengobati sakit gigi.
Pengobatan tradisional Banjar untuk sakit gigi dengan menggunakan kayu ulin ini, ada dua macam campuran yang menggunakan tambahan ramuan tumbuhan lain yang berbeda.
Ramuan pertama dengan kayu ulin, dengan serai dan garam. Cara pengolahan obatnya, potong kayu ulin sebesar dan sepanjang jari tangan. Lalu ditambah sebatang serai dan sesendok garam dapur. Ketiga bahan ini kemudian direbus dalam panci.
Cara pengobatannya, ramuan air rebusan kayu ulin, serai dan garam ini, dalam keadaan masih hangat-hangat kuku,  dikumur-kumurkan. Lakukan beberapa kali, hingga airnya habis.
Ramuan kedua dengan kayu ulin, dengan daun ginalu (benalu), dan garam. Ketiga bahan direbus dalam panci hingga air mendidih. Cara pengobatannya sama dengan ramuan pertama.
Pengobatan tradisional Banjar lainnya untuk sakit gigi, selain menggunakan kayu ulin, yaitu:
Menggunakan ramuan pupur biji (pupur atau bedak yang terbuat dari beras). Pupur biji dicampur dengan garam dan air secukupnya. Lalu diaduk hingga menyatu dan kental. Cara pengobatan, balurkan ramuan pupur biji ini pada bagian gigi yang sakit atau bengkak.
Menggunakan ramuan dari daun pulut-pulut tahi bayi dan bawang putih. Cara mengolah obatnya, kedua bahan dihaluskan atau dipirik. Cara pengobatannya, ramuan ini dioleskan pada bagian gigi yang sakit atau bengkak.
Menggunakan tempurung kelapa (nyiur). Cara pengolahan obatnya, tempurung kelapa dibakar. Buih yang keluar dari tempurung tersebut, dioleskan pada bagian gigi yang sakit atau bengkak.
Menggunakan belimbing tunjuk (belimbing wuluh) dan garam. Cara pengolahan obatnya, belimbing wuluh dimakan sebanyak 5 biji, dicampur dengan garam dan lebih baik saat mulai gigi terasa sakit.
Menggunakan getah papaya yang masih muda. Cara pengobatannya, papaya muda ditoreh agar getahnya keluar. Lalu diambil dengan menggunakan kapas, kemudian tempelkan kapas tadi pada bagian gigi yang sakit.
Menggunakan kapas yang dibakar, terutama untuk gigi yang berlobang. Cara pengobatannya, kapas sebesar lubang gigi dicelupkan dalam minyak kelapa. Kemudian letakkan dalam piring dan sulut dengan api pada kapas tersebut. Kapas yang dibakar tadi jangan sampai hangus. Saat kapas masih panas, dimasukkan ke dalam lubang gigi yang sakit.
Menggunakan ramuan daun sirih, kapur, sebiji cengkeh dan gambir. Cara pengolahan obatnya, semua bahan ditumbuk dalam lesung kuningan. Cara pengobatan, ramuan dikunyah seperti makan sirih atau menginang.
Menggunakan ramuan janar dan garam. Cara pengolahan obatnya, kedua bahan dihaluskan. Cara pengobatan, ramuan ini dimasukkan ke dalam gigi yang berlubang.
Pengobatan tradisional Banjar berikutnya untuk sakit gigi, adalah menggunakan brotowali atau penawar sampai. Potong bagian batang penawar sampai, getah yang keluar dari batang penawar sampai diteteskan dalam lubang gigi yang sakit. Atau rendam potongan batang penawar sampai, dalam air panas atau direbus. Kemudian air rendaman, dikumur-kumurkan. ara/mb02

281112-Obat Tradisional Untuk Gatalan



Siap-Siap Menghadapi Gatalan di Musim Hujan

Musim hujan telah datang, saluran air yang tidak baik akan menyebabkan genangan air dalam jumlah yang cukup banyak. Banjir akan kembali menjadi fenomena Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya.
Genangan air dan banjir akan mendatangkan penyakit bagi masyarakat. Salah satu penyakit ini adalah gatal-gatal. Apakah ada pengobatan tradisional Banjar untuk mengatasi gatal-gatal?
Menurut Budayawan Kalsel, Drs H Syarifuddin R, bahwa gatal-gatal dalam bahasa Banjar disebut gatalan. Biasanya tanda-tanda penyakitnya, seperti timbul bintik-bintik merah. Bintik-bintik yang apabila digaruk hingga terkelupas pun, rasa gatalnya tidak akan hilang.
Dalam pengobatan tradisional Banjar, ada beberapa ramuan untuk menghilangkan penyakit gatalan, antara lain:
Ramuan pertama, menggunakan bahan ramuan cabai, pinang muda dan sirih. Cara pengolahan obat, ketiga bahan ditumbuk hingga halus. Kemudian dibungkus dengan kain bersih. Bungkusan ini dalam bahasa Banjar disebut jajarangan. Bungkusan direbus dalam panci dengan sedikit air, sampai mendidih.
Cara pengobatannya, jajarangan yang masih hangat dikompreskan pada bagian yang terasa gatal, lakukan berulang-ulang hingga rasa gatalnya hilang.
Ramuan kedua, menggunakan pupur dingin (pupur biji dari beras) yang dicampur dengan sedikit garam. Cara membuat obatnya, kedua bahan diaduk rata, lalu dioleskan pada bagian yang terasa gatal.
Ramuan ketiga, menggunakan buah kemiri (kaminting) dan kunyit (janar). Sediakan beberapa biji dari daging buah kemiri yang sudah dikupas dari kulitnya. Serta siapkan kunyit sebesar ibu jari.
Cara pengolahan obatnya, kedua bahan tadi dipanggang bersama-sama diatas perapian. Lalu ditumbuk atau dipirik hingga halus. Cara pengobatannya, oleskan ramuan pada bagian yang terasa gatal.
Ramuan keempat, menggunakan batang keladi. Cara pengolahannya, batang keladi dipotong-potong. Kemudian dipanggang diatas api. Apabila sudah panas, segera usapkan pada bagian yang terasa gatal berulang kali, hingga hilang rasa gatalnya.
Sementara itu, untuk mengobati gatal yang diakibatkan oleh daun jalatang (rumput yang gatal). Yaitu cukup dengan menggosokkan beberapa lembar daun ketela pohon (gumbili kayu), pada bagian yang gatal akibat daun jalatang..
Sedangkan gatal yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk atau serangga, cukup dioleskan dengan kapur sirih. Atau menggunakan akar tuba, yang ditumbuk hingga mengeluarkan getah atau air. Getah akar tuba inilah yang dioleskan pada bagian yang gatal. ara/mb02