Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

201211-selasa(rabu)-bakuntau SMPN4 Banjarbaru

Photo: mb/ara
KUNTAU – Kegiatan kenaikan tingkat/sabuk SMPN 4 Banjarbaru di Tahura Mandiangin untuk mengenalkan dasar-dasar seni beladiri tradisional Banjar yaitu Kuntau

Menanamkan Seni Beladiri Tradisional Sejak Dini

BANJARBARU – Orang Banjar mempunyai seni beladiri tradisional yang di sebut dengan Kuntau. Seiring perkembangan zaman dan semakin banyaknya seni beladiri dari negara lain berkembang di bumi Lambung Mangkurat, seni beladiri Kuntau namanya semakin tergeser.
Hal ini diungkapkan oleh Edhi S Mukaffa SAg, saat kenaikan tingkat dan sabuk Perguruan Seni Beladiri Garda Sejati Indonesia (PSBD – GSI) di SMPN 4 Banjarbaru, pada Minggu (18/12) siang.
Edhi adalah guru seni beladiri  di SMPN 4 Banjarbaru. Ia mendirikan GSI di SMPN 4, semenjak 2006 dan menjadi kegiatan eskul di sekolah tersebut. Rutinitas latihan GSI dilakukan setiap sore Selasa dan Kamis.
Dalam mengenalkan seni beladiri tradisional di SMPN 4, Edhi tidak sendiri. Tetapi dibantu oleh dua rekannya sesama pesilat yaitu Alex dan Bain yang lebih khusus pada seni beladiri tradisional Banjar.
            Secara umum dan nasional, seni beladiri Kuntau adalah salah satu cabang aliran seni beladiri yang termasuk dalam organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Organisasi ini bertanggung jawab penuh terhadap pelestarian seni silat Indonesia.
            Secara nasional pula Pencak Silat mempunyai jurus-jurus yang telah dibakukan atau diseragamkan, dan menjadi salah satu cabang olahraga nasional yang dipertandingkan setiap tahun.
            Setiap daerah di nusantara mempunyai seni beladiri tradisional masing-masing, dengan ciri khas dan nama sendiri. Kuntau sebagai seni beladiri tradisional Banjar lebih digolongkan sebagai seni budaya tradisional, begitupula seni beladiri tradisional lainnya.
            Dewasa ini Sangat sedikit sekolah-sekolah yang mengenalkan seni beladiri Kuntau kepada siswa-siswanya. Inilah yang menyebabkan Edhi memperkenalkan Kuntau di SMPN 4 Banjarbaru, dimana ia mengajar pula sebagai guru agama.
Menurut Edhi, seni beladiri tradisional Banjar yang dikenalkan kepada pelajar di SMPN 4 memang hanya dasar-dasarnya saja, yang disebut dengan bunga atau mambunga. Selebihnya lagi dengan jurus-jurus Pencak silat.
“Walaupun hanya dasar-dasar Kuntau yang di kenalkan, paling tidak anak-anak mengenal sejak dini dengan seni beladiri tradisional daerahnya. Hari ini (Minggu) anak-anak mengikuti uji kenaikan tingkat/sabuk, dan menguasai bunga merupakan salah satu materi ujian.
Agar anak-anak tidak jenuh dengan rutinitas di sekolah, maka ujiannya dilakukan di tempat wista, Tahura (Taman Hutan Raya) Mandiangin yang terletak di kabupaten Banjar, sekaligus sebagai rekreasi bagi mereka” ujarnya. ara/mb05


101011-senin(selasa)-tinju korem (di sportivitas)

Photo: mb/ara – mb/mahfuz

PHOTO - Ruben Manakane (kanan) VS Espinos Sabu (kiri), photo bersama Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Komaruddin Simanjutak S IP, saat timbang badan satu hari sebelum pertandingan

Satu-Satunya Pertandingan Tinju Profesional Di Atas Sungai

BANJARMASIN - Espinos Sabu berhasil mempertahankan gelar kelas terbang versi KTI 50,8 kg, dalam pertandingan tinju profesional kejuaraan Indonesia 12 ronde di atas air, dalam rangka HUT ke-66 TNI Korem 101/Antasari, yang dilaksanakan pada pada Minggu malam 9 Oktober 2011, dimulai dari pukul 19.00 Wita. Dengan tema Boxing In The Martapura Riverside Championship dan sebagai promotor pertandingan adalah Finon Manullang.
            Sebelumnya dalam konferensi pers yang dilaksanakan Korem 101/Antasari, pada Sabtu (8/10) siang, direncanakan pertandingan akan digelar di siring sungai Martapura, depan Makorem 101/Antasari Jl Jenderal Sudirman Banjarmasin.
            Danrem 101/Antasari, Kolonel Inf Komaruddin Simanjutak S IP mengatakan, ia menyukai tinju, karena sering melihat tinju di sasana di di Semarang.
“Tinju diatas air pernah saya laksanakan pada ulang tahun Kodam, karena banyak respon positif maka dilaksanakanlah yang lebih besar lagi di Banjarmasin. Kalau kemaren hanya satu tongkang sebagai tempat ring tinju, sekarang dengan 5 tongkang untuk kejuaraan tingkat nasional. Ini menjadi kejuaraan tinju di atas air yang pertama kali terbesar di dunia” ujarnya.
            Kemudian Finon Manullang dari NON-M Promotions menceritakan bahwa, 22 tahun yang lalu pada 12 Agustus 1989, di Stadion 17 Mei Banjarmasin, ia pernah datang Banjarmasin atas undangan promoter Eddy Rumpoko.
“Saat itu saya mewakili Majalah Tinju Indonesia, menyaksikan 12 petinju bertarung. Partai utama 12 ronde, Wongso Indrajit (Indonesia) tumbang TKO ronde 10 di tangan Lorimer Pontino (Filipina), tidak bisa mempertahankan gelar WBC Intercontinental. Dan hari ini untuk yang kedua kalinya saya kembali ke Banjarmasin, sekarang sebagai promotor tinju.
Ada tiga pertandingan yang dilaksanakan, terdiri atas dua pertandingan tambahan dan satu pertandingan utama. Pertandingan tambahan adalah perbaikan peringkat nasional kelas bulu 57,1 kg dan kelas bulu yunior 55,3 kg masing-masing 10 ronde. Dan partai utama yakni kejurnas kelas terbang versi KTI 50,8 kg dengan 12 ronde
Acara ini dikemas dengan unik, karena digelar di atas Sungai Martapura dan akan dimasukkan dalam buku rekor dunia serta di Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai satu-satunya pertandingan tinju profesional di atas sungai” katanya.
            Di lain pihak, via SMS Ketua Harian Pertina Kalsel yang juga Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli mengatakan, pelaksanaan pertandingan tinju pro ini juga sekaligus untuk meningkatkan kualitas tinju di Kalsel agar tidak hanya berkutat di amatir, tapi harus masuk dalam tinju pro.
            Dari pantauan Mata Banua, pada malam pertandingan, lokasi ring tinju di atas tongkang sedikit bergeser dari yang pertama direncanakan, yaitu di depan masjid Raya Sabilal Muhtadin. Mengingat siring sungai Martapura di depan masjid Raya Sabilal Muhtadin, memang lebih memungkinkan bagi masyarakat Banjarmasin untuk menyaksikan pertandingan.
            Terlihat penonton terpusat memenuhi Jl Jenderal Sudirman (di depan masjid Raya Sabilal Muhtadin), sebagian lagi menyaksikannya dari atas jembatan Merdeka dan siring seberang sungai Martapura di Jl Kapten P Tendean.
            Perebutan Sabuk Emas 777 J-Han Management, kelas Bulu 10 ronde. Antara Ryan Lebong (20) dari sasana KPJ Bulungan Jakarta, yang selumnya menang 6 kali, kalah 3 kali dan draw 1 kali. Dengan pelatih Little Holmes, dan di manajeri oleh Anton Baret.
Ryan tidak berhasil mempertahankan gelarnya, kalah TKO pada ronde ke 7 oleh penantangnya, yaitu Asmania Buru (21) dari sasana Lubana Tangsel Banten, yang prestasi sebelumnya, telah menang 9 kali, tanpa ada kalah dan draw. Dengan pelatih dan manajer Bosih J.
            Perebutan Sabuk Emas Danrem 101/Antasari, kelas Bulu Yunior 10 ronde. Antara Philipus Rangga (24) dari sasana Garuda Jaya Jakarta, yang sebelumnya telah menang 13 kali, kalah 2 kali, tanpa ada draw. Dengan pelatih Bristol Simangunsong, dan dimanajeri oleh Indra Sulisno. Tidak berhasil pula mempertahankan gelarnya.
Philipus kalah TKO pada ronde ke 5 oleh penantangnya, yaitu Andy Letding(25) dari sasana Alor Tangerang, yang prestasi sebelumnya, telah menang 12 kali, kalah 3 kali, tanpa ada draw. Dengan pelatih Titus DS, dan manajeri oleh David Tuang.
            Sementara pada pertandingan utama, Kejuaraan Indonesia Sabuk KTI, kelas Terbang 12 ronde. Antara Espinos Sabu (22) dari sasana RE Boxing Sulut, yang sebelumnya telah menang 8 kali, kalah 1 kali dan draw 2 kali. Dengan pelatih Bernard Lahinda, dan manajeri oleh Buddy Towoliu.
Espinos kali ini berhasil mempertahankan gelarnya, dengan menang angka mutlak, melawan penantangnya yaitu Ruben Manakane (18) dari sasana Nelson Nainggolan Jakarta, yang prestasi sebelumnya menang 4 kali, kalah 2 kali dan draw 1 kali. Dengan pelatih Said Iskandar, dan di manajeri oleh Nelson Nainggolan. ara

031011-senin(selasa)-lomba basket anak p'ifan (Dm.di Sportivitas hal.13)

Photo: mahfuz

Justice League Basketball Competition 2011

BANJARMASIN – Sebagai dukungan untuk Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI), dan menyemarakkan kompetisi bola Basket di Banjarmasin, maka Fakultas Hukum (FH) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) menyelenggarakan Justice League Basketball Competition  (JLBC) 2011” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Rizky Yosfia Ruswita, yang akrab di sapa dengan Yoyos.
“Babak penyisihan dimulai pada 03 sd 16 Oktober 2011 di Gor Suria Sport Hall, dan Grand Final pada 23 Oktober 2011 di Suria Arena. Tujuan lain dari pelaksanaan JLBC ini, adalah untuk menjaring atlet-atlet muda pe-Basket daerah.
Ada 54 klub bola basket yang ikut serta, yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat mahasiswa, SMA dan putri. Tingkat masiswa dan SMA adalah untuk putra, sedangkan tingkat putri itu gabungan.
Tingkat mahasiswa di ikuti oleh klub-klub bola Basket dari Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Banjarmasin dan Banjarbaru, dan tingkat SMA di ikuti hingga beberapa daerah di Kalsel.
Hari ini, pertandingan pertama antara SMKN 1 Banjarmasin dan SMAN 1 Rantau. Satu hari ada enam pertandingan, di mulai dari pukul 01.00 sd 23.00 Wita. Total hadiah selain trophy juga ada uang pembinaan puluhan juta rupiah.
Serta ada pemilihan atlet terbaik atau Mandiri Bina Prestasi (MBP) yang di nilai secara tim, bukan berdasarkan banyaknya jumlah angka yang di cetak oleh seorang pemain. Untuk apa pencetak angka terbanyak, tapi kalau bermain secara tim tidak kompak” tuturnya.
Menurut Yoyos, sudah sepuluh tahun tidak ada kegiatan Basket di FH “baru kali ini kami memulainya lagi. Mudah-mudahan, ini bisa menjadi event tahunan FH Unlam” pungkasnya. ara

090911-jumat(sabtu)-Disdik pelepasan LPI ke Nas

Photo: mb/ara
LPI – Pelepasan SMAN 4 dan MTsN Mulwarman di halaman Disdik Banjarmasin untuk berangkat mewakili Kalsel dalam pertandingan LPI di tingkat nasional

Disdik Banjarmasin Melepas Kontingen LPI Ke Bandung

BANJARMASIN – Menjadi harapan yang besar untuk kita, bagi kedua kontingen Liga Pendidikan Indonesia (LPI), yang sekarang akan berangkat mewakili Kalsel di tingkat nasional” ujar Kabid Pendidikan Menengah Drs H Murlan M MPd, saat pelepasan secara simbolis pada Jumat (9/9) pagi di halaman Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.
            Kepada Mata Banua, seusai pelepasan Murlan menjelaskan ”SMAN 4 dan MTsN Mulwarman telah lolos putaran pertama tingkat daerah, dan lolos putaran ke dua tingkat provinsi, sekarang ke tingkat nasional.
Jadwal keberangkatan pada 12 September 2011, dan pertandingannya dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, pada 14-19 September 2011. Kota Bandung akan menjadi penyelenggara Grup C dan Grup D di tingkat SMP, SMA dan PT. Untuk Grup C tingkat SMP akan bertanding SMP 13 Yogyakarta (D.I.Yogyakarta), SMPN 1 Punggur Lampung Tengah (Lampung), MTS Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan SMP Selimbau (Kalimantan Barat).
Grup D, SMP 2 Ciasem (Jawa Barat), SMP 8 Sekayu (Sumatera Selatan), SMPN 254 Jakarta (D.K.I Jakarta) dan SMP 4 Semarang (Jawa Tengah). Di tingkat SMA Grup C, SMA 25 Bandung (Jawa Barat), SMAN 1 Seputih Agung (Lampung), SMA 1 SKD Hilir (Kalimantan Barat) dan SMAN 97 Jakarta (D.K.I. Jakarta). Grup D, SMA 1 Sekayu (Sumatera Selatan), SMA 11 Semarang (Jawa Tengah), SMAN 4 Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan SMA 1 Banguntapan (D.I.Yogyakarta).           
Pada tingkat nasional, LPI telah memasuki dua musim liga, sedangkan Kalsel baru mengikutinya di liga musim ke dua tahun ini. Tentunya banyak kekurangan-kekurangan yang akan di evaluasi di tahun mendatang 2012, agar persiapan kita menjadi lebih baik” ujarnya.
            Menurut Murlan “oleh karena itu, harapan besar kita tidak muluk-muluk. Walau tidak masuk final, lolos saja hingga grup dua, sudah merupakan prestasi yang luar biasa, apalagi bisa mewakili wilayah III. Karena lawan yang akan mereka hadapi di grup dua, semuanya cukup berat, lawan-lawan yang sebagian sudah berpengalaman mengikuti kompetisi di tahun sebelumnya” ujarnya.
            Lanjut Murlan “kami harapkan dengan adanya kegiatan ini, tidak banyak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, dan di harapkan pengertian dari guru-guru di sekolah, karena mereka membawa nama daerah, dan kalau mereka berprestasi yang menikmati prestasi mereka tentunya sekolah juga.
            Bagi anak-anak sendiri, waktu dua hari setibanya di Bandung, semoga di manfaatkan sebaik mungkin untuk latihan, dan penyesuaian kondisi iklim yang jelas berbeda dengan di Banjarmasin. Tugas utama mereka adalah bermain dulu, baru bersenang-senang” pungkasnya. ara/mb05

Jumat, 30 Desember 2011

240411-minggu(senin)-lomba senan anak dispar prov


Photo: mb/ara
CERIA – Lomba senam kreasi/ senam irama ceria siswi TK se Kalsel, dan lomba senam kreasi/ senam sehat bangsaku guru TK se Kalsel, yang dilaksanakan Disporbudpar Kalsel

Menanamkan Kesehatan Sejak Dini

BANJARMASIN – Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Bila jiwa sehat maka kecerdasan, prestasi dan keceriaan menjadi bagian aktifitas sehari-hari.
            Untuk mengenalkan dan meningkatkan kesehatan sejak dini tersebut, Disporbudpar Kalsel mengadakan lomba senam kreasi/ senam irama ceria siswi TK se Kalsel, dan lomba senam kreasi/ senam sehat bangsaku guru TK se Kalsel, yang dilaksanakan selama dua hari pada 20 sd 21 April 2011 yang lalu. Rangkaian lomba yang juga sebagai peringatan Hari Kartini.
Kepada Mata Banua pada Rabu (20/4), Kepala Disporbudpar Kalsel Drs H Muhandas HH, mengatakan “peserta kegiatan ini adalah perwakilan dari setiap kabupaten/ kota yang sudah diseleksi oleh masing-masing daerah.
Kegiatan ini setiap tahun kami selenggarakan, yang juga bisa dilaksanakan selain dari instansi pemerintah, juga oleh masyarakat, dan lembaga swasta. Pemerintah akan selalu memberikan suport dan motifasi agar bisa terbangun dan termasalkan di semua elemen masyarakat.
Kebugaran anak-anak sejak dini harus kita bentuk. Bila anak-anak TK kita sudah sehat, maka generasi kita kedepannya tumbuh lebih baik dan tahan menghadapi persaingan kehidupan, baik mental maupun intelegensinya” ujarnya.           
Peserta lomba senam kreasi/ senam irama ceria siswi TK se Kalsel, antara lain di ikuti dari Tk Kotabaru, TK Bhayangkari 01, TK Kabupaten Tapin, TK Mandiri Banjarmasin, TK Kabupaten Tanah Laut, dan TK Pembina Balangan. Sedangkan yang berhasil mendapat juara pertama diraih oleh siswi TK Pembina Banjarmasin, juara kedua diraih oleh siswi TK Kabupaten Banjar I, juara ketiga diraih oleh siswi TK Kabupaten Batola, juara keempat diraih siswi oleh TK Pembina HSU, dan juara kelima diraih oleh siswi TK Kabupaten Banjar II.
Untuk peserta lomba senam kreasi/ senam sehat bangsaku guru TK se Kalsel, antara lain di ikuti dari Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten HSU, Kabupaten HST, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten HSU-2, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, dan Kota Banjarmasin-1. Sedangkan yang berhasil mendapat juara pertama diraih oleh Guru TK Sei Tabuk Kabupaten Banjar, juara kedua diraih oleh Guru TK Kabupaten Banjar-A, juara ketiga diraih oleh Guru TK Kabupaten Batola, juara keempat diraih oleh Guru TK Kabupaten Banjar-B, dan juara kelima diraih oleh Guru TK Kabupaten Kotabaru.
Masing-masing pemenang mendapat hadiah dan uang pembinaan, untuk juara satu sebesar Rp 5 juta, juara kedua Rp 4 juta, juara ketiga Rp 3 juta, juara keempat Rp 2,5 juta dan juara kelima Rp.2 juta. Dengan tim juri yaitu Supratikno SPd, Zaini SPd, Akhmad Riduan SPd, Supiadi SPd. Sedang juri dari sanggar senam yaitu Murniati dan Delina.
Hari terakhir kegiatan pada Kamis (21/4) saat sambutan penutupan lomba, Muhandas mengatakan “semuanya terwujud dari kerjasama dan kekompakkan, maka hasil jerih payah yang sudah dilakukan ini, untuk ditingkatkan lagi dan agar terus dikembangkan di daerah masing-masing. Guru-guru yang sehat, akan menjadi contoh bagi siswa dan siswinya. Peserta yang telah berhasil dan terpilih, nantinya kalau ada perlombaan tingkat nasional, akan kita kirim mewakili provinsi” pungkasnya. ara/mb05

160411-minggu(senin)-LPI Bjm penutupan


Photo: mb/ara
SUGUHAN – Penampilan seni dari beberapa pelajar dalam penutupan LPI, mendapat perhatian dari tamu undangan.

Kuda Lumping Meriahkan Penutupan LPI Kota Banjarmasin

BANJARMASIN Kegembiraan dari peserta dan sporter pemenang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) kota Banjarmasin, mendapat suguhan Dram Band dari SMPN 3, tari Kuda Gepang dari SMPN 23 dan tari kreasi Cup-cup Bimbi dari SMP 27.
            Suguhan penampilan seni dari pelajar ini mendapat perhatian pula dari undangan yang berhadir yaitu Walikota Banjarmasin dan wakilnya, Sekda kota Banjarmasin, Dandim, Kapolresta, Kadisdik kota Banjarmasin, unsur Muspida, Camat dan dari Koni.
            LPI Kota Banjarmasin dimulai dari Senin 4 April 2011 di lapangan SKB Mulawarman Banjarmasin, dan hari terakhir babak final pada Jumat 15 April 2011 di lapangan 17 Mei Banjarmasin. Kalau hari pertama liga dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, maka penutupannya di lakukan oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin H Irwan Anshari, yang berpesan agar semua peserta untuk lebih meningkatkan prestasinya.
Setelah 12 hari liga antara 54 regu peserta, yaitu 32 peserta dari SMP/sederajat dan 22 regu dari SMA/sederajat. Akhirnya untuk tingkat pelajar SMP, juara satu diraih oleh MTsN Mulawarman, juara dua diraih oleh SMPN 13, dan juara tiga (bersama) diraih oleh SMPN 23 dengan SMPN 15. Untuk tingkat SMA, juara satu diraih oleh SMAN 4, juara dua diraih oleh SMK Bina Banua, dan juara tiga (bersama) diraih oleh SMKN3 dengan SMAN2. Masing-masing pemenang mendapat tropy, uang pembinaan  dan piagam dari wali kota dan wakil wali kota
Sebelumnya, pada pembukaan LPI Kota Banjarmasin, saat wawancara dengan wartawan, H Muhidin mengatakan “mulai saat ini akan lebih kita tingkatkan pembinaan pemain dari sejak dini, sehingga pemain terbaik yang terpilih, akan terus kita bina. Tidak terkecuali khusus guru olahraganya, juga harus bermain bola minimal sebulan sekali. Dengan program ini, mudah-mudahan kota Banjarmasin akan mempunyai pemain sepak bola yang handal” katanya.
Dilain pihak Kadisdik kota Banjarmasin Drs Muhammad Amin MT, berkata “harapan walikota mengenai ekskul sepak bola yang intensif, akan dibicarakan lebih lanjut dengan semua kepala sekolah di kota Banjarmasin” ujarnya.
Seusai acara penutupan, menanggapi pertanyaan dari Mata Banua, H Muhidin berkata “melihat dari segi permainan, kita optimis kota Banjarmasin akan mewakili provinsi ke tingkat nasional. Hanya saja perlu persiapan fisik yang maksimal” pungkasnya. ara/mb05
.

120411-selasa(rabu)-LPI.Bjb.1


Disdik Banjarbaru Belajar Dari LPI Daerah Lain

BANJARBARU – Setiap pelaksanaan suatu event yang besar tidak terlepas dari permasalahan yang timbul saat diselenggarakan. Agar permasalahan tersebut tidak terulang, belajar dari persoalan yang dihadapi daerah lain, merupakan sebuah antisipasi yang paling baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Drs Firdaus Hazairin saat di temui Mata Banua di ruang kerjanya pada Rabu (6/4) siang, mengatakan “persiapan pelaksanan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) kota Banjarbaru, akan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga.
Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Banjarbaru, sudah mempersiapkan tim panitia yang akan melaksanakannya. Kami juga sudah meminta ke pada masing-masing sekolah di kota Banjarbaru untuk melakukan seleksi dan rekrutmen tim pemain masing-masing” ujarnya.
Firdaus mengakui adanya kendala pendanaan untuk penyelenggaraan LPI, karena memobilisir siswa, pelatih dan sebagainya perlu biaya yang besar. Sedangkan dana LPI tidak teranggarkan dalam sistem keuangan daerah, sehingga sangat memerlukan bantuan dari pemerintah pusat. Maka, ungkap Firdaus “bagaimanapun kami akan berusaha mencari jalan keluar agar event ini terselenggara dengan baik”.
Menurut Firdaus “secepatnya dalam bulan April ini juga LPI kota Banjarbaru akan dilaksanakan. Ada untungnya, Banjarbaru agak belakangan melaksanakan LPI. Sehingga kami bisa mengantisifasi segala sesuatu yang mungkin terjadi dalam pelaksanaannya.
Beberapa masalah telah mengemuka pada penyelenggaraan yang lebih dulu dilakukan beberapa daerah lain. Entah itu keluhan dari peserta dan guru-guru, baik dari segi pengamanan, tim pemain gabungan maupun tentang masalah pemantau bakat. Hal-hal inilah yang berusaha kami selesaikan disini” katanya.
Lanjut Firdaus “sesuai peraturan dari pusat tentang penyelenggaraan LPI, bahwa tim yang menang yang akan mewakili daerah. Tapi, dilain pihak kami juga akan membentuk tim sepakbola pelajar kota Banjarbaru perwakilan dari beberapa sekolah.
Akan kami invetarisir bakat-bakat yang mempunyai potensi, dibina dan nantinya menjadi tim yang akan memperkuat kota Banjarbaru pada event-event olahraga yang lain. Seleksinya melalui pengawas (pemantau bakat) yang akan dibentuk dari tenaga di Disdik Banjarbaru sendiri. Karena kami mempunyai staf yang berasal dari guru olahraga.
Untuk LPI tahun ini, kami tidak muluk-muluk membuat target tingkat provinsi. Sebab kami mengetahui potensi dari daerah lain dan mengukurnya dengan kemampuan kami sendiri, paling tidak target kami adalah masuk nominasi” pungkasnya. ara/mb05

050411-selasa(rabu)-LPI Bjm.pengamanan


Photo: Kombes Drs Hilman Thayib

Pengamanan LPI Belum di Kordinasi

BANJARMASIN – Pelajar sangat rentan perkelahian, sehingga dalam suatu kegiatan yang mengumpulkan banyak pelajar dari beragam sekolah, sangat perlu pengamanan dengan sebaik-baiknya.
Kadisdik kota Banjarmasin Drs Muhammad Amin MT, saat wawancara dengan wartawan seusai pembukaan LPI pada Senin (4/4) siang, berkata” Kegiatan ini sudah lama dikordinasikan, dan kami berharap semuanya berjalan dengan baik dan lancar hingga akhir.
Sementara itu walikota Banjarmasin H Muhidin, berpesan dengan peserta LPI ”bermainlah dengan sportifitas yang tinggi tanpa ada pertengkaran dilapangan. Bersama-sama untuk memajukan dunia olahraga di kota Banjarmasin.
Apabila ada insiden dalam permainan sepak bola ini, berarti gurunya yang kurang dalam mengajarnya, hingga perlu perhatian Kadisdik. Mengenai kordinasi kegiatan ini, antara panitia dengan Pemko, baru kemaren dilakukan” katanya.
Senada dengan walikota, Kombes Drs Hilman Thayib dari Kapolresta Banjarmasin, berkata “kami baru saja tahu ada kegiatan ini, sehingga belum maksimal pengamanannya. Saat ini baru dari Polsek yang datang, nantinya akan kami tingkatkan hingga Polres.
Hingga kini surat permohonan pengamanan belum ada masuk ke Polres, jadi belum ada kordinasi, maka belum bisa memaksimalkan pengamanan. Kalau surat permohonan itu ada, kami bisa membicarakannya dengan jajaran Polres, bagaimana pengaturan pengamanan yang sebaik-baiknya. Kita tahu pelajar itu rawan perkelahian, untuk sementara ini yang harus dilakukan adalah berkordinasi dengan guru-guru mengenai pengamanan siswanya masing-masing” ujarnya.
Dilain pihak, salah satu guru olah raga yang berhadir dalam pembukaan LPI, berkomentar “para guru saat ini masih sibuk mengawaji ujian, tidak bisa sepenuhnya mengawasi.siswa yang berhadir di pertandingan.
Bukankah sebelumnya saat teknikal meting, panitia mengatakan sudah ada jaminan pengamanan dari Kapolsek, entah kemudian kelanjutannya dilapangan. Apakah ada suratnya atau tidak, kami belum tahu.
Dari sekolah hanya menyiapkan tim official saja yaitu manager dan tim kesehatan, tidak ada tim pengamanan. LPI ini, sudah ada kepanitiaannya, jadi tugas pengamanan adalah tanggung jawab panitia, sedang sekolah hanya peserta” pungkasnya. ara/mb05

050411-selasa(rabu)-LPI Bjm.eskul


Photo: H Muhidin

Walikota Programkan Eskul Sepak Bola untuk Siswa dan Guru

BANJARMASIN - Tujuan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) adalah untuk meningkatkan persepakbolaan Indonesia, karena saat ini sepak bola Indonesia hanya mencari pemain dari luar negeri” ujar Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, saat memberikan sambutan dalam pembukaan LPI pada Senin 4 April 2011, kemaren.
Muhidin juga mengatakan “penyebab mencari pemain dari luar negeri, mungkin karena belum menyentuh kedaerah-daerah dalam mencari bibit-bibit yang potensial dan berbakat. Sekarang LPI menjadi program pemerintah pusat, jadi kita di daerah juga harus mendukungnya. Untuk itulah kota Banjarmasin akan memprogramkan ekstra kulikuler (eskul) sepak bola di sekolah-sekolah.
Tidak terkecuali khusus guru olahraganya, juga harus bermain bola minimal sebulan sekali. Dengan program ini, mudah-mudahan kota Banjarmasin akan mempunyai pemain sepak bola yang handal” katanya.
Saat wawancara dengan wartawan, walikota lebih menekankan kepada pembinaan, katanya “olah raga ini (sepak bola) satu bentuk untuk membesarkan dan mengharumkan nama daerah dan Negara. Mulai saat ini akan lebih kita tingkatkan dengan pembinaan dari sejak dini, sehingga pemain terbaik yang nantinya terpilih, akan terus kita bina.
Sedangkan penghargaan bagi yang berprestasi, saat ini memang belum sepenuhnya ada, tapi akan kita programkan. Oleh karena itu eskul sepak bola perlu ditingkatkan di sekolah-sekolah dari tahun ketahun. Permasalahn dana, Pemda akan berusaha membantu” ungkapnya.
Dilain pihak, Kadisdik kota Banjarmasin Drs Muhammad Amin MT, berkata “harapan walikota mengenai ekskul sepak bola, akan dibicarakan lebih lanjut dengan semua kepala sekolah di kota Banjarmasin.
Karena LPI ini program dari pemerintah pusat, maka akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk tingkat kabupaten/kota memperebutkan piala bupati/walikota dan piala wakil bupati/wakil walikota. Untuk tingkat provinsi memperebutkan piala gubernur, kemudian tingkat nasional memperebutkan piala presiden” ujarnya.
Lanjut Amin “sistem pertandingan LPI yaitu sistem gugur, dan tim yang menang yang akan mewakili daerah. Tapi akan kami bicarakan nantinya, apakah boleh ada tim gabungan dari pemain terbaik di tiap sekolah untuk mewakili daerah. Sedangkan hadiah pembinaan bagi tim pemenang, masih belum kami bicarakan. Karena kendala dana yang terbatas, namun tetap diusahakan.
Terkait keinginan walikota, untuk melaksanakan pertandingan semi final dan finalnya dilapangan 17 Mei. Saat ini kemampuan panitia pelaksana hanya dilapangan SKB, di sini kami pinjam. Sedangkan menggunakan lapangan 17 Mei harus sewa, dan kami tidak ingin membebankan walikota mengenai masalah itu, jadi panitia sudah berusaha sebaik mungkin” pungkasnya. ara/mb05

040411-senin(selasa)-pembukaan LPI


Photo: mb/ara
LIGA - 32 regu peserta dari SMP/ sederajat dan 22 regu dari SMA/ sederajat bertanding untuk menentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang mewakili Liga Sepakbola Pelajar di tingkat provinsi Kalsel

LPI Kota Banjarmasin Resmi di Buka

BANJARMASIN – Jangan salah menafsirkan, LPI bukan berarti Liga Primer Indonesia, tetapi Liga Pendidikan Indonesia” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah, Drs.H.Murlan,M.MPd, saat ditemui Mata Banua diruang kerjanya pada awal Maret (17/3) yang lalu.
            Senin 4 April 2011, LPI resmi dibuka Wali Kota Banjarmasin H Muhidin di lapangan SKB Mulawarman. Liga akan berlangsung hingga 15 April. Pembukaan dimeriahkan dengan Marching Band persembahan dari SMPN3 Banjarmasin. Kemudian dilanjutkan dengan persembahan tari Radap Rahayu oleh tiga siswi perwakilan SMKN4, SMAN3 dan SMPN23 Banjarmasin.
            Seusai sambutannya, Muhidin melakukan pencabut nomer peserta yang akan bertanding pertama kali, dan terpilih SMAN13 melawan SMAN10. Pertandingan dimulai setelah Walikota Banjarmasin melakukan tendangan pertama ditengah lapangan SKB Mulawarman.
Mengenai LPI, sebelumnya Murlan menjelaskan “di Dikmen ada menyelenggarakan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) yaitu pertandingan sepak bola pelajar. Liga ini juga dibawah kendali dari Menpora.
LPI kota Banjarmasin ada 54 regu peserta, yaitu 32 peserta dari SMP/sederajat dan 22 regu dari SMA/sederajat. Sementara anak-anak kelas 3 ujian, anak-anak kelas 1 dan 2 kan libur jadi kita manfaatkan untuk pertandingan sepak bola. Batasan usia peserta dari SMP maksimal 16 tahun, dan untuk SMA maksimal 18 tahun.
Tiap sekolah menyertakan satu regu sepak bolanya. Pertandingannya tidak secara acak, tetapi tingkat SMA dengan SMA, dengan jadwal pertandingan pada pagi hari. Dan tingkat SMP dengan SMP, dengan jadwal pertandingan pada sore hari. Liga ini sudah berjalan selama 2 tahun dan sistemnya berjenjang. Dimulai dari liga daerah (kabupaten/kota), juara daerah bertanding di liga provinsi yang direncanakan pelaksanaannya pada Mei. Kemudian juara provinsi mewakili di liga pendidikan nasional, dari 33 provinsi di Indonesia” ujarnya.
Menurut Murlan “kalau kita lihat, yang berprestasi di sepak bola dari kalangan pelajar itu banyak, hanya tinggal pembinaan yang perlu ditingkatkan. Yang jelas, prestasi anak-anak di Liga ini tidak akan sia-sia, banyak keuntungan bagi diri mereka sendiri.
Bagi tim yang telah masuk Liga provinsi, nilai tambahnya untuk mereka masuk ke jenjang sekolah lebih tinggi akan sangat membantu, karena penerimaan siswa baru ada jalur prestasi, yaitu juara tingkat kota dan provinsi.
Untuk kepanitian kita gabungan, ada dari Disbudparpora kota, Disdik, KONI, kesehatan dan keamanan dari kepolisian. Karena pelajar rawan perkelahian, keamanan sangat berperan agar selama pertandingan bisa terkendali, terutama suporternya.
Mudah-mudahan kota Banjarmasin bisa berbicara ditingkat provinsi, itu target kita. Serta bisa mewakili provinsi di tingkat nasional. Kalau Kalsel itu dulu kalah selalu, mudah-mudahan berubah bisa mengalahkan selalu.
Saya predeksi, 80 persen kota Banjarmasin akan masuk provinsi, target kita menyabet juara satu atau dua. Untuk tingkat nasional, agak berat juga” pungkasnya. ara/mb05