Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Panti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2012

080112-minggu(senin)-panti Harus Memenuhi Standar.doc

Photo: Dra Maria Sri Sulisetyaningsih

Lembaga Pelayanan Sosial Harus Memenuhi Standar


BANJARMASIN – Panti adalah sebuah lembaga pelayanan sosial, oleh karena itu harus mempunyai standar pelayanan. Dan Dinas Sosial (Dinsos) sudah menetapkan standar pelayanan bagi panti, yang penilaiannya melalui sertifikasi serta akreditasi.
Hal ini diungkapkan oleh Dra Maria Sri Sulisetyaningsih, Kabid pembinaan kesejahteraan sosial, Dinsos Kota Banjarmasin, beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, sertifikasi dan akreditasi di nilai oleh pusat. Apakah panti itu memang benar-benar layak atau tidak untuk sebuah panti.
Penilaian sertifikasi dan akreditasi antara lain sebuah panti harus lengkap administrasinya, mempunyai pekerja sosial, mempunyai ruang belajar, mempunyai asrama, harus mempunyai dapur, tidak berada di jalur hijau dll. Dua panti berada dalam wilayah jalur hijau, yaitu Panti Al Hidayah dan Al Asri.
Apabila di nilai tidak layak ada, kemungkinan panti itu tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Di kota Banjarmasin, ada 5 panti yang telah mengikuti sertifikasi dan akreditasi.
Dinsos kota Banjarmasin sudah berupaya agar panti memenuhi standar penilaian, terutama melalui sumber daya manusianya (pengurus dan pengasuh) melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan.
Maria juga menyayangkan adanya panti yang tidak bergabung dalam Forum Panti se Kota Banjarmasin. Ada tiga panti yang memang sudah terdaftar di Dinsos kota Banjarmasin, tapi tidak melakukan pertanggung jawaban, atau melaporkan semua kegiatan yang dilaksanakan ke Dinsos. Dan juga tidak mau bergabung dalam forum.
Beberapa masalah lain pada panti yaitu mengenai administrasi. Seperti panti Al Asri yang sudah habis ijin operasionalnya, tapi tidak memperpanjangnya.
“Padahal banyak nilai positif yang diperoleh dalam forum, agar keadaan panti menjadi lebih baik. Ini juga mempermudah Dinsos kota Banjarmasin untuk memberikan pembinaan dan pelatihan” ujarnya. ara/mb05

Jumat, 17 Februari 2012

020112-senin(selasa)-2012 Ada 16 Panti di Banjarmasin Mendapat Bantuan Rehab

Photo: Dra Maria Sri Sulisetyaningsih

2012 Ada 16 Panti di Banjarmasin Mendapat Bantuan Rehab


BANJARMASIN – Panti Asuhan (PA) tidak hanya untuk memberikan makan, dan tempat tidur bagi anak-anak asuhnya. Tapi PA adalah sebagai tempat untuk membentuk karakter anak. Peningkatan pelayanan untuk PA di 2012 yang berkaitan pembinaan karakter anak ini yang menjadi fokus Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin.
Hal ini diungkapkan oleh Dra Maria Sri Sulisetyaningsih, Kabid pembinaan kesejahteraan sosial, Dinsos Kota Banjarmasin.
Menurutnya, dari hasil monitoring Dinsos Kota Banjarmasin, sebenarnya keperluan dari PA yang mendasar adalah mengenai sarana dan prasarana, seperti asrama dan rehab bangunan.
Maka realisasi bantuan dari sarana dan prasarana tersebut rencananya disalurkan di 2012. Ada 16 PA di kota Banjarmasin yang akan mendapat bantuan dari Pemko kota Banjarmasin, yang disalurkan melalui Dinsos Kota Banjarmasin.
“Dari 20 panti yang telah terdaftar di Dinsos kota Banjarmasin dan menjadi anggota Forum Panti se Kota Banjarmasin (FPKB), hanya 16 panti yang memasukkan proposal, lainnya tidak ada, jadi hanya 16 ini yang mendapat bantuan” ujarnya.
Dilain pihak, Eni Rahnisa Yanti, staf Kesra Pemko Banjarmasin, mengatakan bahwa bantuan uang makan untuk anak yang pada 2011 hanya Rp 3500 per anak per hari, pada 2012 rencananya akan dinaikan.
Hal ini sebagai jawaban atas harapan yang dilontarkan oleh ketua FPKB. Agar ada peningkatan bantuan dana di 2012 dari Kesra Pemko Banjarmasin, bagi bantuan uang makan untuk PA yang diberikan setiap tiga bulan sekali. Sebab kata M Zaini SPd, ketua FPKB, tiap tahun biaya anak akan terus meningkat, Bantuan sebesar Rp 3500 per anak sudah tidak mencukupi lagi. ara/mb05

Sabtu, 31 Desember 2011

291211-kamis(jumat)-Ajukan Program Pelatihan Keterampilan Anak Asuh Panti

Ajukan Program Pelatihan Keterampilan Anak Asuh Panti

BANJARMASIN – Pelatihan keterampilan merupakan sesuatu yang penting bagi bekal kemandirian anak-anak Panti Asuhan (PA). Tapi bagi sebagian PA, biaya pendidikan/sekolah dan biaya hidup anak-anak panti saja sudah cukup berat. Dalam hal ini, keberadaan Forum Panti se Kota Banjarmasin (FPKB), cukup membantu mencari solusi permasalahan yang ada.
            Menurut Ketua FPKB, M Zaini SPd beberapa waktu yang lalu kepada Mata Banua. Program pelatihan bagi anak asuh panti, menjadi salah satu program yang akan di usulkan kembali di 2012 oleh forum ke Dinas Sosial (Dinsos) kota Banjarmasin.
            Beberapa program lainnya antara lain yaitu mengusulkan bantuan kebutuhan dasar, bantuan berupa sarana dan prasarana, dan mengadakan studi banding dengan panti yang dianggap lebih baik.
            Selain itu ada pula usulan bantuan rehab secara rutin untuk pemeliharaan panti.
Seperti kerusakan rehab kerusakan ringan, dan diproriataskan kepada panti yang lebih membutuhkan.
Serta mengadakan kembali lomba-lomba untuk anak-anak panti. Terakhir kegiatan lomba untuk anak panti yang diadakan oleh Kesra Pemko Banjarmasin, pada 2007 dan 2008. Beberapa lomba untuk anak panti selanjutnya, hanya atas prakarsa dari forum agar silaturahmi panti tertap terjaga dan untuk meningkatkan semangat anak-anak panti.
            Pada 2007, melalui Dinsos pula FPKB pernah bekerja sama dengan panti milik Dinsos Prov Kalsel yaitu PSAA Budi Mulia dan PSBR di Landasan Ulin, Banjarbaru. Kerjasama pelatihan elektronik dan pertukangan, yang diperuntukkan bagi anak panti yang sudah purna asuh.
Hingga 2009, pelatihan seperti ini tidak dilaksanakan/ dilanjutkan lagi. Pada 2011, program yang diberikan Dinsos hanya pelatihan untuk pengasuh panti, yang sebatas pembuatan pelaporan dan bimbingan motivasi.  FPKB berharap ada kemitraan, baik dari perusahaan, atau pemerintah dalam mengadakan pelatihan keterampilan untuk anak panti.
            “Pelatihan keterampilan untuk anak asuh memang menjadi salah satu keluhan dari panti. Kami berharap pula Pemko ada menganggarkan semacam kegiatan pelatihan untuk anak panti. Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak setelah purna asuh, dan menjadi bekal untuk mandiri” ujar Zaini. ara/mb05

281211-rabu(kamis)-Forum panti Bjm pertanyakan standarisasi

Forum Pertanyakan Standarisasi Panti

BANJARMASIN – Standarisasi panti yang mendapat bantuan pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) provinsi, Dinsos kota dan Kesra Pemko Banjarmasin, adalah telah berdiri/ beroperasi minimal dua tahun, mempunyai akta notaris, mempunyai akses kekayaan panti, dan tidak terletak di jalur yang dilarang pemerintah atau tidak dijalur hijau.
            Hal ini diungkapkan oleh Ketua Forum Panti se Kota Banjarmasin (FPKB), M Zaini SPd beberapa waktu yang lalu kepada Mata Banua. Menurutnya persyaratan dua tahun berdiri adalah dari Dinsos prov.
Selain standarisasi tersebut masih ada peraturan lain yang akan diberlakukan, yaitu uji kompetensi panti. “Stadarisasi lain, dapat kami terima, tapi peraturan uji kompetensi inilah yang kami pertanyakan?” kata Zaini.
            Ada 20 Panti Asuhan (PA) yang tergabung dalam FPKB, dari 20 panti yang masih belum mendapat bantuan yaitu PA Al Mu’awanah. Realisasi bantuan untuk PA Al Mu’awanah pada 2012. Sementara PA Al Hidayah dan PA Al Asri dianggap Depsos masih belum memenuhi standarisasi persyaratan yang ditentukan, dan belum bergabung dengan forum.
            FPKB mengadakan pertemuan satu bulan sekali. Forum menjadi tempat untuk silaturahmi dan saling bertukar informasi antar panti. Baik mengenai kepengasuhan, kelembagaan dll, sehingga antara satu panti dengan lainnya saling berbagi pengalaman. Serta mengarahkan kepada dermawan untuk memberi bantuan kepada panti yang lebih membutuhkan.
            Forum pernah melaksanakan pengasuhan anak secara bergantian antar panti. Apabila salah satu panti sudah tidak bisa mengasuh/ membina anak asuhnya yang nakal, maka akan dipindah kepanti lain.
Rupanya cara seperti ini mendatangkan efek negatif bagi panti lain, sebab si anak membanding-bandingkan antara satu panti dengan panti lainnya (menjelek-jelekkan panti lain). Sehingga pengasuhan model ini tidak dilakukan lagi, apabila si anak memang sudah tidak bisa di bina lagi oleh suatu panti, akan langsung dipulangkan ke keluarganya.
            Bantuan dari Kesra kota Banjarmasin berupa bantuan dana, sebesar Rp 3500 per anak per hari yang diserahkan tiga bulan sekali, langsung kepada ketua panti. Bantuan ini diperuntukkan untuk bantuan biaya makan dan tambahan gizi  Sedangkan bantuan berupa barang dari Dinsos kota Banjarmasin.
Untuk bantuan dari kementrian sosial melalui Dinsos prov juga dalam bentuk dana sebesar Rp 3000 per anak per hari yang di transfer langsung ke rekening masing-masing panti, satu tahun sekali. Bantuan ini diperuntukkan untuk tambahan biaya pendidikan, kebutuhan dasar (tambahan gizi), dan kesehatan.
“Kalau ditotal bantuan dari pemerintah ada Rp 6500 per anak per hari, idealnya bagi satu orang anak adalah Rp 17500 per hari. Paling besar biaya pendidikan, belum lagi ditambah dengan operasional panti, seperti telepon, PLN dll” ujarnya.
FPKB menilai kontribusi Dinsos selama ini kepada panti di kota Banjarmasin yang tergabung dalam forum, sudah lebih baik. Walau ia berharap untuk lebih baik lagi. ara/mb05


211211-rabu(kamis)-penyerahan bantuan kepada panti dari kesra kota

Photo: mb/ara
BANTUAN – Penyerahan bantuan dana dari Kesra Pemko Banjarmasin untuk Panti Asuhan

Bantuan Terakhir Kesra Kota Banjarmasin Untuk Panti

BANJARMASIN – 19 Panti Asuhan (PA) yang tergabung dalam Forum Panti se-Kota Banjarmasin (FPKB), mendapat bantuan dana dari Kesra Pemko Banjarmasin, pada Rabu (21/12) Siang.
Menurut  Eni Rahnisa Yanti, staf Kesra Pemko, bantuan uang makan untuk PA diberikan setiap tiga bulan sekali. Besarnya bantuan Rp 3500 per anak per hari. Jumlah bantuan PA yang telah diberikan Pemko Banjarmasin untuk 2011, sekitar Rp 755 juta. “Hari ini (Rabu) adalah penyerahan bantuan terakhir di tahun anggaran 2011. kebetulan penyerahannya bertempat di PA Harapan Ibu.
Setiap penyerahan bantuan dari Kesra Pemko Banjarmasin tempatnya tidak di satu panti saja, tapi bergantian di setiap panti yang ada di Banjarmasin” ujarnya seusai menyerahkan bantuan dana.
Sementara Ketua Forum Panti se Kota Banjarmasin, M Zaini SPd menjelaskan, bahwa ia dan panti yang lain yang tergabung dalam FPKB merasa bersyukur mendapat bantuan dana dari Pemko Banjarmasin melalui Kesra. “Desember adalah bulan yang banyak pengeluaran dana pendidikan bagi anak-anak di panti. Di bulan ini setiap pengambilan raport anak-anak asuh, pihak sekolah biasanya menekankan agar melunasi uang komite dll” ujarnya.
Zaini berharap bantuan panti yang telah dimulai dari 2009 ini terus berkelanjutan, dan ada peningkatan di 2012. ara/mb05

131211-selasa(rabu)-PA Al Ashr

Photo:mb/ara
MANDIRI - Walau masih belum mendapat bantuan sosial, PA Al Ashr akan terus berusaha mandiri dan membina anak-anak asuhnya

PA Al Ashr
Sudah 5 Tahun Belum Mendapat Bantuan Pemerintah

Panti Asuhan (PA) Yatim Piatu dan Dhuafa Putera dan Puteri Yayasan Al Ashr Banjarmasin, didirikan dan di akte notariskan pada 30 juli 2007. Namun hingga 2011 masih belum mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos).
            PA Al Ashr mempunyai dua asrama yaitu untuk putra dan untuk putri. Asrama putra berada di jl Tembus Perumnas Kayu Tangi Ujung, dan asrama putri berada di jl Perdagangan, komplek HKSN Permai.
            Berdasarkan daftar yang tertempel di dinding asrama, yaitu anak asuh asrama putera ada 14 anak, dari umur 8 sd 18 tahun. Dengan tingkat pendidikan untuk MI/SD ada 7 anak, MTs/SMP ada 5 anak, SMA ada 1 anak, dan kuliah ada 1 anak.
Anak asuh asrama puteri ada 14 anak, dari umur 4 sd 18 tahun. Dengan tingkat pendidikan untuk MI/SD ada 5 anak, MTs/SMP ada 3 anak, SMA/SMK ada 3 anak, kuliah ada 2 anak, Satu anak belum sekolah.
Anak asuh diluar asrama ada 11 anak, dari umur 5 sd 12 tahun. Anak laki-laki ada 7 dan anak perempuan ada 4 anak. Dengan tingkat pendidikan untuk TK ada 1 anak, MI/SD ada 8 anak, SMP ada satu anak, 1 anak belum sekolah.
            Menurut Syarifah (28), pengasuh di asrama putri. Asrama putri mempunyai dua  kamar. Tiap kamar mempunyai koordinator yang mengatur pembagian tugas. Ada yang bertugas di seksi pendidikan, ada yang di seksi kebersihan dll. Rata-rata anak-anak meraih prestasi di sekolah masing-masing, dan meraih peringkat yang tinggi.
            Selain pelajaran di sekolah, di asrama anak-anak mendapat pula pelajaran agama tambahan, yang dilaksanakan hampir tiap malam. Seperti pelajaran Aqidah Akhlak, Fiqih, Tajwid dll. Kemudian ada kebiasaan puasa senin kamis yang ditanamkan, dan kewajiban shalat berjamaah.
            Dilain pihak, untuk memperjelas permasalahan bantuan dan keadaan asrama putra. Mata Banua menyambangi ketua PA Al Ashr di asrama putra, M Rasyid Ridho SAg.
Ia menjelaskan bahwa asrama putra mempunyai 5 kamar. Tidak berbeda dengan asrama putri, masing-masing kamar di asrama putra juga mempunyai koordinator. Mengenai dana bantuan dari Dinsos, katanya PA Al Ashr sudah memasukkan berkas ke Dinsos semenjak dua tahun yang lalu. Tapi tidak ada tanggapan dan respon.
            M Syarifudin, salah satu pembina panti menambahkan. “Mungkin berkas PA Al Ashr terselip ditumpukan arsip Dinsos, mereka kan punya banyak kerjaan.
Kalau pemerintah membantu, alhamdulillah. Walau masih belum ada bantuan, kami akan terus berusaha mandiri dan terus membina anak-anak” ujarnya. araska

051211-senin(selasa)-panti jompo (Dm.131211)

Photo:mb/ara
LANSIA – Situasi bersantai para lansia Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera di jl A Yani km 27 Landasan Ulin Banjarbaru

Panti Jompo
Perlu Perda Yang mengatur sangsi bila tidak memberi pelayanan sosial

Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan  Lanjut Usia. BAB IX, Ketentuan Pidana Dan Sanksi Administrasi, pasal 26 berbunyi:
Setiap orang atau badan/atau organisasi atau lembaga yang dengan sengaja tidak melakukan pelayanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (3), Pasal 19 ayat (2) dan ayat (3), padahal menurut hukum yang berlaku baginya ia wajib melakukan perbuatan tersebut, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 1 (satu) tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Panti asuhan lanjut usia (lansia) terlantar atau atau panti jompo yang disebut dengan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera, yang di kelola Dinas Sosial Provinsi (Dinsos Prov) Kalsel terdapat di dua tempat. Pertama PSTW di jl A Yani km 27 Landasan Ulin Banjarbaru dan PSTW jl A Yani km 38 di Martapura.
Menurut Drs H Asmullah, kepala PSTW Budi Sejahtera. Resminya berdasarkan otonomi daerah pada 2002, kewenangan PSTW pengelolaannya berada dibawah dinas sosial provinsi. Baik masalah kepegawaian, fasilitas, dan termasuk juga anggarannya. Sebelumnya PSTW milik Kanwil Depsos. PSTW di Banjarbaru dibangun pada 1982, dan PSTW di Martapura dibangun pada 1962.
            PSTW di Banjarbaru mempunyai 13 wisma dengan kapasitas ada 110 lansia, sedangkan PSTW di Martapura mempunyai 7 wisma dengan kapasitas ada 60 lansia. Dari jumlah keseluruhan, 60 persen lansia wanita.
Lansia paling tua yang ada di PSTW berusia 90 tahun. Penempatan lansia pada wisma (kelompok) tergantung dari masalah lansia tersebut. Baik dari segi sosialisasinya, motivasinya dll.
            Kebanyakan dari lansia yang ada PSTW Budi Sejahtera sudah tidak mempunyai keluarga lagi, yang mempunyai keluarga hanya 30 persen. Sebagian lansia diantar oleh Dinsos Kabupaten/Kota, sebagian lagi hasil dari rajia razia gelandangan dan pengemis. Ada pula yang datang sendiri, karena merasa di kampungnya tidak mempunyai sanak keluarga.
            Banyak kegiatan yang dilakukan dalam PSTW. Seperti bimbingan mental keagamaan (ceramah agama, yasinan, maulid habsyi dll). Ada bimbingan sosial seperti kerja kelompok, terapi kelompok, hubungan dengan masyarakat, hubungan dengan lingkungan. Ada bimbingan kesehatan dan rekreasi sosial.
Ada pula bimbingan keterampilan, seperti menjahit, menyulam, menganyam, membuat kue dll. Untuk keterampilan ini hanya sebagai pengisi waktu lowong para lansia. Sebab faktor  usia lanjut membuat lansia cepat merasa lelah. Tapi ada pula lansia yang rajin membuat kerajinan, sehingga bisa untuk dijual.
            H Asmullah yang telah menjadi Kepala PSTW Budi Sejahtera dari 2003. Pada akhir perbincangan ia mengatakan.
“Tugas di sini adalah ibadah, sebab tidak mudah merawat para lansia. Sementara masih banyak lansia yang terlantar di luar sana.
Saat ini ada UU RI yang mengatur sanksi, bagi yang dengan sengaja tidak melakukan pelayanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial lansia. Sayangnya UU RI ini tidak di perkuat dengan peraturan daerah (tidak ada perda untuk pelayanan dan sanksi bagi lansia)” ujarnya. araska

281111-senin(selasa)-PPC YPPC Mtp

Photo: mb/ara
PRESTASI – Anak-anak panti YPPC Keraton mempunyai segudang prestasi

Panti Penyandang Cacat YPPC Keraton
Mempunyai Anak asuh Yang Berprestasi Dalam Olahraga

Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional, no 20 tahun 2003 Bab IV Pasal 5 ayat 2 dinyatakan, bahwa warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelaktual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami kelainan sedemikian rupa baik fisik, mental, sosial maupun kombinasi dari ketiga aspek tersebut, sehingga untuk mencapai potensi yang optimal ia memerlukan Pendidikan Luar Biasa (PLB).
Panti Penyandang Cacat – Yayasan Penyantun Penyandang Cacat (YPPC) Keraton didirikan pada 2006, beralamat di Jl Menteri Empat Rt 12 Komplek PLB, Sei Paring Martapura.
Menurut Sutra Ali (59) pendiri yayasan dan pembina panti, sebelumnya hanya ada SDLB. Tapi setelah didirikan YPPC baru terjadi perkembangan yang lebih baik, yaitu mulai dibangun panti, SMPLB, dan SMALB. Selain dari anak-anak cacat mental dari panti yang bersekolah, ada pula anak-anak cacat mental dari masyarakat di Martapura dan Banjarbaru.
Tujuan pendirian panti, pada dasarnya untuk membantu anak-anak cacat mental yang tidak mampu atau tidak mempunyai biaya. YPPC sekarang membina 30 anak asuh tunarungu dan tunagrahita, dengan tingkat pendidikan SMALB ada 10 anak, SMPLB ada 5 anak, dan sisanya di SDLB.
Anak-anak berasal dari Banjarmasin, Rantau, Barabai dan Kotabaru. Diantara 30 anak, terdapat 3 anak putri. Karena kapasitas asrama terbatas, sebagian anak menyewa di rumah penduduk yang berada di sekitar SLB.
Selama 5 tahun panti didirikan, sudah lebih dari 20 anak yang purna asuh dan hidup mandiri (bekerja). Beberapa anak mengabdikan diri dengan bekerja sebagai Tata Usaha di SDLB.
Di SMALB anak-anak diajarkan beragam keterampilan, dari memasak, potong rambut, membuat sandal, menjahit dll. “Beberapa tahun yang lalu, dari Dinas Sosial memberi bantuan modal berupa peralatan usaha untuk anak yang telah lulus sekolah. Seperti alat membuat batako, mesin jahit dll. Tapi sekarang tidak ada lagi” katanya kepada Mata Banua.
Tidak sedikit pula anak-anak panti yang berprestasi di SLB. Begitupula dalam olahraga, ada yang berprestasi dalam bulu tangkis, lari, bahkan ada yang mewakili Indonesia dalam Olimpiade Tunagrahita di Athena Yunani pada Juni 2011 yang lalu.
Pada pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional (Popcanas) di Riau, 19-21 Oktober 2011, salah satu anak panti YPPC meraih medali emas dalam cabang olahraga renang.
Selain di sekolah, di asrama panti anak-anak juga diajarkan tentang disiplin. Ada peraturan untuk mereka, seperti waktu sholat, jam tidur, siapa yang mendapat giliran kebersihan, bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat dll.
“Disiplin di sini, tentu berbeda dengan anak normal, tapi paling tidak ada peraturan yang harus mereka taati. Apabila melanggar hukumannya juga hanya nasehat. Mengurus anak cacat mental sangat memerlukan kesabaran. Anak-anak yang sudah purna asuh dan mandiri, apabila liburan sering datang berkunjung ke panti” ujar Sutra Ali yang sudah 20 tahun mengajar di SLB sebagai guru Agama. araska

211111-senin(selasa)-PA Puteri Nahdlatul Ulama

Photo: mb/ara
LATIHAN – Karena rajin latihan maulid tarbang, PA Puteri NU sering diundang masyarakat pada acara selamatan, hingga ke Banjarbaru

PA Puteri Nahdlatul Ulama
Membekali Anak Asuh Dengan Beragam Keterampilan

Lamat-lamat terdengar irama pukulan rebana, atau yang dikenal dengan nama tarbang sebagai pengiring pembacaan syair dalam Maulid Habsy, dari musholla yang berada di depan asrama Panti Asuhan Puteri Nahdlatul Ulama (PA Puteri NU). Rupanya beberapa anak-anak putri panti yang masih belia, dengan asiknya berlatih memainkan maulid tarbang.
PA Puteri NU didirikan sekitar 9 tahun yang lalu. Anak-anak asuh, selain dibekali dengan pendidikan agama, juga dilatih dengan beragam keterampilan” ungkap Hj Saniam, ibu asrama PA Puteri NU yang beralamat di Jl Irigasi Teluk Sanggar, Desa Bincau Kecamatan Martapura.
Menurut Saniam (64), tingkat pendidikan anak asuh, ada yang di Madrasah Ibtidaiyah/SD, Madrasah Tsanawiyah/SMP, dan Madrasah Aliyah/SMA. Jumlah keseluruhan anak asuh yang berada di asrama ada 45 anak putri, dan yang berada diluar asrama (tinggal bersama keluarganya) ada 6 anak putri.
            Apabila ada anak asuh yang sudah menyelesaikan studi di Madrasah Aliyah, dan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, ia sudah harus mandiri. Karena panti hanya bisa membiayai hingga di Madrasah Aliyah.
Sudah banyak anak asuh PA Puteri NU yang berdikari, ada yang kuliah sambil bekerja, dan ada pula yang sudah berkeluarga. Bagi yang rumahnya tidak jauh dari panti, selalu datang menjenguk adik-adiknya di panti, minimal tiga bulan sekali.
            Asrama PA Puteri NU di beri nama Siti Aisyah, lantai dasar mempunyai 9 kamar tidur untuk anak-anak, sedangkan lantai dua tanpa kamar (los), khusus untuk tempat tidur anak-anak yang baru masuk panti. Setelah satu hingga dua tahun tinggal di panti, baru pindah ke kamar dilantai dasar.
            Untuk melaksanakan tugas kebersihan, memasak dll, di bagi perkelompok secara bergilir dengan jadwal yang telah ditentukan, satu kelompok terdiri dari 5 anak. PA Puteri NU juga mempunyai Pondok Pesantren (Ponpes) untuk tingkat pendidikan Madrasah Diniyah.
Ponpes ini, baru beberapa bulan di buka. Sebagai sekolah tambahan di sore hari, bagi anak-anak panti dan anak-anak di sekitar panti. Pelajaran di Ponpes ada Tahfizul Qur’an dan pelajaran agama, seperti tajwid, fiqih, tasawuf dll.
Sedangkan aktivitas lainnya, diluar madrasah dan ponpes, di sela-sela waktu senggang dalam seminggu, di isi dengan keterampilan membuat kue, berkebun, memelihara ternak ayam dll. Kemudian malamnya seusai sholat Magrib dengan membaca Burdah dan Maulid Habsy.
“Semua anak-anak dipanti ini, kuanggap seperti cucu sendiri, sehingga lebih mudah untuk membinanya” ujar Saniam. araska

141111-senin(selasa)-PA Al Irsyad Mtp

Photo: mb/ara
MEMBERI – Bisa memberi makan dan memberi pendidikan yang layak untuk anak-anak saja, sudah Alhamdulillah

PA Al Irsyad
Kesenjangan Bantuan Bagi Panti asuhan Yang Di Pedesaan

MINIMNYA bantuan sangat dirasakan oleh Panti Asuhan (PA) yang berada jauh dari kota. Panti yang berada di kota, bisa mendapat sumbangan masyarakat jutaan setiap bulannya, namun panti yang di pedesaan sebaliknya.
            PA Al Irsyad, didirikan pada 1987, beralamat di jl Syeckh Muhammad Arsyad Al Banjari, kampung Sungai Tuan, kecamatan Astambul, kabupaten Banjar.
Menurut Wahyan Haniah (35), yang sudah 10 tahun menjadi pengasuh PA Al Irsyad, jumlah anak laki-laki ada 5 orang, dan anak perempuan ada 40 orang. Jenjang pendidikan anak panti, untuk Madrasah Ibtidaiyah/SD ada 3 orang, paling muda duduk di kelas IV. Untuk Madrasah Tsanawiyah/SMP ada 20 orang, dan sisanya Madrasah Aliyah/SMA. Anak-anak berasal dari daerah Aranio, Galam Rabah, Jorong dll.
Asrama putra dan putri terpisah. Dulu anak putra lebih banyak, tapi semenjak asramanya tidak layak huni, dan hanya satu kamar yang bisa ditempati.
Untuk asrama putri mempunyai 3 kamar, dalam satu kamar terdiri dari anak yang paling muda hingga yang dewasa, dan ada satu anak sebagai ketuanya. Secara bergiliran tiap kelompok kamar melaksanakan tugas, dari memasak, membersihkan ruangan dll.
Kegiatan seusai belajar disekolah, yaitu setelah sholat wajib di isi dengan pengajian kitab tauhid, fiqih, nahwu, shorof, tajwid dll. Sedangkan sore Kamis pembacaan Burdah, dan sore Senin pembacaan Maulid Habsyi.
Di tempat terpisah, di rumah kediaman ketua panti H Amrun (60) yang berada di jl Pendidiakan, Martapura, ia menambahkan.
“Sudah 5 tahun, asrama putra rusak parah, sampai ini kami belum ada biaya untuk merehabnya. Maka, anak asuh yang laki-laki terpaksa menempati ruangan seadanya. Walau begitu, prestasi mereka disekolah cukup baik, begitu pula dengan anak putri, tidak keluar dari 10 besar, karena kegiatan belajar di panti lebih teratur.
Bisa memberi makan dan memberi pendidikan yang layak untuk anak-anak saja, sudah Alhamdulillah. Karena panti kami berada di pedesaan, oleh karena itu bantuan dari masyarakat sekitar panti, tentu sangat minim.
Terjadi kesenjangan antara panti yang ada di perkotaan, dengan panti yang di pinggiran (pedesaan), bantuan masyarakat juga akan jauh lebih banyak pada panti yang di kota.
Selain itu, inisiatif dari Dinas Sosial untuk mencari pemecahan permasalahan panti, sangat tidak aktif. Kami juga berharap diadakan lagi pelatihan keterampilan untuk anak-anak asuh” ungkapnya. araska

071111-senin(selasa)-panti rehabilitasi narkoba inabah (Dm.091111)

Photo: mb/ara
BANTUAN – PRNPI sangat memerlukan bantuan dan dukungan dari masyarakat, baik bantuan materil, maupun dukungan moril bagi binaannya

Panti Rehabilitasi Narkoba Inabah
Perlu Dukungan Dari Masyarakat

TIDAK BANYAK masyarakat yang mengetahui akan keberadaan Panti Rehabilitasi Narkoba, secara umum masyarakat hanya tahu dengan RSJ Sambang Lihum, yang juga menjadi tempat pembinaan dan pengobatan untuk pecandu narkoba.
Menurut Adi Riatmoko (30), peanggung jawab masalah medis Panti Rehabilitasi Narkoba Pondok Inabah (PRNPI), berada di bawah naungan Yayasan Serba Bakti Banjarmasin, didirikan pada 2000.
Awalnya PRNPI masih satu atap dengan Rumah Sakit Jiwa Tamban (RSJT), kemudian saat RSJT di pindah lokasinya ke Km 17, dan berganti nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Kemudian pada 2002, PRNPI memisahkan diri dan berdiri sendiri, serta berpindah tempat ke Jl Benua Anyar Banjarmasin.
            PRNPI beraffiliasi dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya di Tasikmalaya. PRNPI tersebar di banyak daerah di Indonesia, bahkan sampai ke negeri Malaysia. Inabah adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab yaitu anaba-yunibu (mengembalikan), sehingga inabah berarti pengembalian atau pemulihan, maksudnya proses kembalinya seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan yang mendekat ke Allah.
            Pimpinan Ponpes Suryalaya, KH Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom, menggunakan nama inabah menjadi metode bagi program rehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.
Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja, adalah mengembalikan orang dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat, kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat.
            Anak binaan ditempatkan pada pondok inabah, guna mengikuti program Inabah sepanjang 24 jam. Kurikulum pembinaan ditetapkan oleh Abah Anom, mencakup mandi dan wudhu, shalat dan dzikir, serta ibadah lainnya.
Disamping kegiatan-kegiatan tersebut diatas, juga diberikan kegiatan tambahan berupa pelajaran membaca Al-Qur’an, berdoa, tata cara ibadah, ceramah keagamaan dll. Setiap anak binaan di evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kesehatan jasmani dan rohaninya. Evaluasi diberikan dalam bentuk wawancara atau penyuluhan, oleh ustadz atau oleh para pembina inabah yang bersangkutan.
Adi mengatakan, sampai saat ini, PRNPI di Banjarmasin sudah membina kurang lebih 300 orang. Dari semua yang dibina 70 persen sembuh total, sisanya harus kembali dibina, karena kembali menjadi pemakai narkoba. Rata-rata yang di bina di PRNPI di Banjarmasin, adalah dari kalangan usia produktif dan remaja.
Biaya pembinaan dan pengobatan ditanggung oleh keluarga binaan, dan ada sedikit bantuan dari Dinas Sosial untuk biaya makan, serta bantuan operasional dari BNN.
“Lama pembinaan, ada yang tiga bulan dan ada pula yang lebih, dengan metode religi Islami rohani dan secara medis. Kebanyakan keluarganya yang mengantar ke PRNPI, tapi sering kali kami yang harus menjemputnya. Kebanyakan binaan berasal dari Banjarmasin, tapi ada pula yang berasal dari Kalteng.
Sebenarnya kami kasihan dengan keluarga binaan, karena tidak semua dari kalangan yang berada. Oleh karena itu PRNPI sangat memerlukan bantuan dan dukungan pula dari masyarakat. Baik itu bantuan materil, maupun dukungan moril bagi binaan.
Binaan yang telah kembali kemasyarakat, tetapi malah tidak mendapat dukungan masyarakat, pada akhirnya akan kembali terjerumus dengan tindakan salah, yang pernah dilakukannya.
Tempat yang ada saat ini hanya bisa untuk membina yang laki-laki saja, kedepannya bila kami dapat membangun bangunan baru yang lebih luas dan memadai, mungkin akan disediakan tempat pembinaan untuk yang perempuan” ujar Adi yang semenjak 2005 mengabdi di PRNPI. araska

311011-senin(selasa)-PA Raudhatul Yatama Kertak Hanyar Mtp (Dm.011111)

Photo: mb/ara
SEKOLAH – PA Raudhatul Yatama mempunyai sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah untuk anak-anak asuhnya

PA Raudhatul Yatama
Membangun Pendidikan Anak Asuh

SEMENJAK didirikan pada 1980, Panti Asuhan (PA) Raudhatul Yatama, yang terletak di Jl A Yani Km 10, Kertak Hanyar, Martapura ini, sudah mempunyai tujuan untuk membuat lembaga pendidikan bagi anak asuhnya.
Menurut H Iwan Asrul Hadi (53), setelah panti ada, untuk pendidikan anak-anak asuh, awalnya hanya membuat sekolah diniyah, atau pesantren yang memberikan pelajaran dasar-dasar agama Islam, yang dalam bahasa Banjar disebut sakulah baduduk.
Hingga pada 1982, mulai di buat sekolah lanjutannya, yaitu Madrasah Ibtidaiyah/SD, Madrasah Tsanawiyah/SMP, dan Madrasah Aliyah/SMA. Selain anak asuh panti yang bersekolah, dari masyarakat umum juga banyak.
            Jumlah anak asuh ada 86 orang yang tinggal di dalam panti, dan 25 orang yang tinggal di luar panti, atau tinggal dengan keluarganya masing-masing. Dari jumlah keseluruhan itu, anak putri ada 25 orang, sisanya anak-anak putra.
            Tingkat pendidikan anak asuh, di Ibtidaiyah ada 11 orang, di Tsanawiyah ada 66 orang, di Aliyah ada 30 orang, dan yang kuliah (di Uvaya, IAIN dan Unlam) ada 4 orang, yang kuliah di jurusan keguruan.
            Batas usia purna asuh adalah 20 tahun, setelah itu dikembalikan kepada keluarganya. Kalau si anak memilih untuk mengabdi di panti, akan diterima dengan tangan terbuka. Saat ini ada beberapa anak asuh yang mengabdi di panti, baik sebagai pengasuh, pengurus, maupun jadi guru.
            Jumlah anak asuh yang sudah purna asuh sangat banyak, kurang lebih sekitar 300 orang, ada yang jadi pengusaha, guru, kepala sekolah dll. Tahun ini PA Raudhatul Yatama, mengadakan reuni untuk anak-anak yang sudah purna asuh. Tidak mudah mengumpulkannya, karena tersebar hingga di luar Kalimantan.
            Jumlah kamar tidur untuk anak, ada 6 bilik. Empat bilik untuk anak putra, dan khusus untuk anak-anak yang masih di Ibtidaiyah, dikumpulkan menjadi satu bilik saja, dengan satu pengasuh. Sedang untuk anak putri ada dua bilik, dengan satu pengasuhnya pula.
Kegiatan di panti selain rutinitas sekolah, Senin dan Kamis ada pengajian. Selanjutnya ada muhadarah, latihan hadrah, maulid habsy dll. Aktivitas sholat berjamaah dan mengaji menjadi kewajiban, apabila melanggar tentu ada hukumannya.
Sudah banyak yang dikeluarkan, karena pulang tanpa ijin dll. Setahun bisa ada dua anak, tapi untuk tahun ini ini tidak ada. Daerah asal anak asuh, ada yang berasal dari Marabahan, Barabai, Pelaihari, dan ada pula yang dari Sumatra.
“Saat ini kami lagi membangun ruangan permanent untuk Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Setelah itu rencananya merenovasi atau membangun ruangan untuk makan, sebab bangunan yang ada sudah sangat lapuk.
Tentunya biayanya sangat besar, ratusan juta rupiah, dananya dari donator secara pribadi, tidak ada bantuan dari pemerintah. Bantuan dari masyarakat sekitar panti pun hampir tidak pernah ada, biasanya dari bantuan perusahaan atau pengusaha.
Dulu kami ada 150 anak asuh, hingga menjadi panti yang terbanyak anak asuhnya di Kalsel, dan semuanya mendapat bantuan dari dinas sosial. Namun belakangan ini, dari semua anak yang ada hanya 35 anak yang mendapat bantuan dari dinas sosial” katanya.
            Lanjutnya “Alhamdulillah, prestasi anak-anak cukup baik, mudah-mudahan setelah dua gedung sekolah yang dibangun ini selesai, keadaan pendidikan anak-anak asuh semakin maju” pungkas H Iwan Asrul Hadi, yang menjadi pendiri, wakil ketua dan sekaligus juga pengasuh panti. araska

231011-minggu(senin)-PA Nurul Ihsan Gambut (Dm.251011)

Photo: mb/ara
PELAJARAN - Secara rutin seusai sholat Magrib di PA Nurul Ihsan, ada pelajaran fiqih, tasawuf, dan tauhid untuk anak-anak asuhnya

PA Nurul Ihsan
Pernah Berprestasi Dalam Pertandingan Silat

DULU pernah ada latihan silat di PA Nurul Ihsan, selama 3 tahunan dari 2003 sd 2006, sehingga anak-anak sempat berprestasi dalam pertandingan silat.
Tapi karena pelatihnya tidak ada lagi, kegiatan latihan silat menjadi terhenti. Kedepannya kalau ada yang melatih, akan kami lanjutkan, ungkap M Rib’ei (35) pengasuh panti kepada Mata Banua.
            PA Nurul Ihsan, beralamat di Jl A Yani, Km 13 Gambut, didirikan pada 1992. Sholat berjamaah menjadi kewajiban rutin yang harus dilaksanakan oleh anak-anak asuhnya.
Menurut Rib’ei, aktivitas lain di panti, ada menghapal Al Qur’an setiap usai sholat Ashar, sholat Isya dan sholat subuh. Sedangkan seusai sholat Magrib, dilanjutkan dengan wiridan, lalu pelajaran fiqih, tasawuf, dan tauhid.
Kemudian setiap malam Senin ada maulid habsy, dan yang menjadi pemain tarbangnya dari anak-anak panti sendiri, serta sering pula diundang masyarakat untuk membawakan maulid habsy di luar dari panti. Apabila tidak mengikuti kegiatan atau melanggar peraturan, akan mendapat peringatan dan bisa sampai dikeluarkan dari panti.
            Tingkat pendidikan anak-anak asuh, di SD/sederajat ada 13 anak, SMP/sederajat ada 5 anak, SMA/sederajat ada 4 anak, dan yang kuliah ada 3 anak. Salah satunya ada yang kuliah di kedokteran.
Setelah anak-anak lulus SMA, kalau mau kuliah akan dikuliahkan, kalau tidak akan di ikutkan dalam kursus keterampilan. Usia anak asuh yang paling muda umur 7 tahun, dan yang paling tua umur 22 tahun, sudah hampir lulus kuliah. Karena banyak yang sekolahnya dekat dengan panti, jadi berangkat sekolah jalan kaki. Kecuali yang sekolahnya jauh, baru naik taksi.
Paling banyak anak asuh berasal dari daerah Tamban, kemudian ada pula dari Anjir, Manarap, Pemurus, Aluh-aluh, Amuntai, Banjarmasin dan Kapuas. Anak-anak boleh pulang ke rumah keluarganya, apabila ada hal-hal yang penting saja.
            Ada 4 kamar tidur untuk anak asuh, satu kamar maksimal 7 anak. Penempatan kamar tidur untuk anak-anak tidak diacak atau di campur, tetapi yang kecil khusus yang kecil dan yang dewasa khusus dewasa.
            Biaya yang dikeluarkan untuk makan setiap minggu sekitar Rp 700 ribu, ditambah dengan pengeluaran lainnya. Sedangkan pemasukan atau sumbangan masyarakat, tidak tetap, kadang-kadang bisa mencapai Rp 10 jutaan per bulan.
            “Terkadang anak-anak suka bercanda kelewatan antar mereka, sehingga terjadi perkelahian. Tapi biar begitu, mereka cepat berbaikan.
Masing-masing anak punya tabungan, ada yang sudah mencapai Rp 11 juta. Karena melihat temannya, bisa membeli kendaraan dari uang tabungannya sendiri, yang lain menjadi termotivasi pula ntuk menabung” pungkas Rib’ei yang sudah menjadi pengasuh di PA Nurul Ihsan, selama 6 tahun. araska

161011-minggu(senen)-PA Muhammadiyah Putri Mtp (Dm.181011)

Photo: mb/ara
LATIHAN - Anak-anak asuh biasa membantu membuat kue pesanan dan untuk dititip di warung, sehingga menjadi media latihan kemandirian sejak dini

PA Puteri Muhammadiyah
Amal Usaha Kue Sebagai Bekal Keterampilan Anak Asuh

PANTI ASUHAN (PA) Puteri Muhammadiyah, beralamat di Jl Albasia Gg Kayutangi, Martapura, didirikan pada 1999. Saat ini mengasuh 24 anak putri, dengan tingkat pendidikan 7 anak di SMA, 8 anak di SMP dan sisanya di SD, paling muda duduk di kelas 3 SD.
Menurut Rusmiati, yang menjadi pengasuh di PA Puteri Muhammadiyah semenjak 2002, bahwa anak-anak hanya di bina hingga lulus SMA, setelah itu kembali ke keluarganya masing-masing. Kecuali untuk anak yang terampil, mampu kuliah sambil bekerja, maka ia masih boleh tinggal di panti sambil membantu mengurus panti.
Prestasi anak-anak cukup baik, ada yang mendapat peringkat cukup tinggi disekolah. Kebanyakan anak-anak berasal dari daerah kabupaten Banjar sendiri, ada juga sebagian yang berasal dari Loksado dan Muara Teweh.
Rusmiati mengakui, kalau anak asuh yang memang berasal dari kabupaten Banjar, sering kali pulang kerumah keluarganya. Sehingga dibuatlah peraturan, kalau mau pulang atau ada kegiatan diluar panti, harus meminta ijin dulu. Serta ada pula peraturan lain, seperti tidak boleh membolos sekolah, tidak boleh mempunyai HP, tidak boleh berkelahi dengan teman dll. Apabila ketahuan melanggar akan mendapat hukuman.
Hukumannya, ada yang disuruh membersihkan halaman, membersihkan kamar mandi, di potong uang saku dll, bahkan bila terlalu sering melanggar, dan sudah sering diperingatkan masih juga melanggar, tentu dikeluarkan dari panti.
"Sebelumnya sudah ada beberapa anak yang di keluarkan dari panti, kemudian dari 2002 hingga sekarang ada lagi satu anak lagi yang dikeluarkan, karena sering membolos sekolah.
Kegiatan dipanti selain puasa Senin Kamis, pengajian agama rutin tiap bulan, ada pula pelajaran tambahan, seperti bahasa Arab setiap Rabu setelah sholat Ashar. Pelajaran Fiqih setiap malam Jumat dan malam Selasa. Lalu ada pelajaran bahasa Inggris, dan untuk bahasa Inggris ini sementara dihentikan, karena pengajarnya pindah rumah yang lebih jauh tempatnya dari panti.
Ada 4 kamar tidur untuk anak-anak. Satu kamar tidur, ada 6 anak yang terdiri dari anak yang masih SD, SMP dan SMA, dengan di ketuai oleh anak yang lebih dewasa. Masing-masing kamar mempunyai tugas, ada yang mencuci piring, menyiapkan makanan, menyapu anak yang terdiri dari anak yang masih SD, SMP dan SMA, dengan di ketuai oleh anak yang lebih dewasa.
Masing-masing kamar mempunyai tugas, ada yang mencuci piring, menyiapkan makanan, menyapu halaman, membersihkan rumah dll. Tugas-tugas ini, dijalankan bergiliran tiap kamarnya" katanya.
Rusmiati, tidak terlalu banyak mengetahui, mengenai berapa biaya pengeluaran dan pemasukan panti dari sumbangan warga, karena ada bagian bendahara yang menanganinya.
"Yang aku tahu, biaya untuk makan sekitar Rp 150 ribu seharinya, aku berbelanja kepasar seminggu sekali.
Panti juga mempunyai  amal usaha kecil-kecilan, yaitu membuat kue, baik itu menerima pesanan, maupun untuk dititipkan diwarung- warung. Aku hanya membelikan bahan-bahannya dan mengantarkan kue yang sudah jadi. Sedangkan yang membuat kuenya, adalah anak-anak. Keuntungannya lumayan untuk tambahan penghasilan panti maupun untuk uang saku anak-anak
Anak-anak yang lebih dewasa, punya kesadaran yang tinggi dalam menabung. Hanya pada anak-anak yang masih SD, perlu campur tangan pengasuh, untuk  menabungkannya, karena masih belum terlalu mengerti pentingnya tabungan, apalagi bila ada keperluan mendesak dari anak itu sendiri, ataupun sebagai modal bila sudah purna asuh" ujarnya. araska

091011-minggu(senin)-PA Darul Hasani Gambut (Dm.111011)

Photo: mb/ara
KHUSUS – Semenjak dini, secara khusu anak-anak asuh sudah di ajarkan mendalami kitab-kitab ulama besar Islam

PA Yatim dan Dhu’afa Darul Hasani
Membina Calon-Calon Ustadz

BERBEDA dengan panti asuhan yang lain, Panti Asuhan (PA) Yatim dan Dhu’afa Darul Hasani yang berada di Km 13 Gambut, Kabupaten Banjar, mengkhususkan pendidikan anak-anak asuhnya dengan kitab-kitab kuning (kitab-kitab tua karya ulama-ulama besar Islam) dan kitab-kitab ilmu alat (berisi tatacara  membaca kitab kuning, atau ilmu grammar bahasa Arab, seperti ilmu shorof dan nahwu).
Pada awalnya hanya kegiatan majelis ta’lim, kemudian dikembangkan lebih jauh menjadi panti asuhan pada Agustus 2010. Sekarang pengajarana utama adalah  Tahfizul Qur’an dan Takhassus Diniyyah Littafaqquh Fiddin.
PA Darul Hasani merupakan cabang dari panti PA Akhlak Mulia, yang berada di Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Kalau PA Akhlak Mulia khusus membina anak-anak yang masih Sekolah Dasar, dan bila telah lulus baru di pindah ke PA Darul Hasani, untuk mendapat pembinaan khusus mendalami ilmu agama. Ke dua panti di bina oleh Ustadz HM Turmuzi Hasan Lc
Mugni (37), salah satu pengasuh panti menuturkan “di sini ada 33 anak asuh, semuanya laki-laki, dan ada 10 kamar untuk tempat tidur mereka. Pendidikan difokuskan mendalami ilmu agama dan kitab kuning. Untuk pendidikan umum, hanya diikutkan dalam kejar paket B dan C saja.
Anak-anak ada yang berasal dari Amuntai, Pelaihari, dan ada pula dari daerah sini juga, kebanyakan mereka diantar orang kesini. Semua perlengkapan belajar (kitab-kitab) dan pakaian anak-anak sudah disediakan oleh panti.
Memang seharusnya PA Darul Hasani untuk anak-anak yang sudah lulus SD, tetapi ada beberapa anak yang nakal dan tidak bisa di bina di panti Akhlak Mulia, terpaksa di bina di sini.
Pengajaran dan kegiatan keagamaan disini sangat padat. Pagi mengaji kitab, siang istirahat sebentar, sore sehabis sholat Ashar dan malam kembali mengaji kitab. Pukul tiga pagi anak-anak sudah harus bangun tidur, ini adalah waktu khusus untuk hapalan. Kemudian malam Senin ada latihan maulid habsy, dan malam Jumat ada latihan pembacaan burdah.
Peraturan dan disiplin dip anti cukup ketat, seperti  tidak boleh merokok, tidak boleh memakai Hp, selalu mengenakan peci dll. Apabila ada yang melanggar, paling ringan hukumannya  membersihkan wc, yang paling fatal bisa sampai di gundul.
Tentunya hukuman paling berat adalah dipulangkan, atau dikeluarkan dari panti. Pernah ada yang dipulangkan, karena mencuri barang milik temannya. Serta adapula karena ikut campurnya keluarga si anak, dalam perkelahian antar mereka.
Kedepannya kami akan membuat pondok pesantren (Ponpes), kami sudah membeli lahan di di Km 5 di daerah Pamatang. Prosesnya secara bertahap, ada sedikit dana, kami alokasikan kesana, begitu seterunya. Saat ini masih dalam pembuatan jalan menuju lokasi Ponpes.
Pengajar dan ustadz-ustadz Ponpes nantinya, dimabil dari anak-anak yang saat ini kami persiapkan sejak dini. Dan bila mereka sudah purna asuh, mudah-mudahan dapat menjadi ustadz-ustadz yang dapat mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat” ujarnya.
Masalah perijinan panti, Mugni mengakui masih pada urusan surat menyurat di kelurahan dan kecamatan Gambut. Ia berharap pihak kecamatan, bisa mendaftarkan ke Dinas Sosial Kabupaten Banjar, apabila tidak, mungkin nantinya panti sendiri yang akan mengurusnya.
Karena masih baru, dan belum terlalu dikenal luas di masyarakat, memang sedikit bantuan dana yang di terima panti, apalagi bantuan dari pemerintah. araska


031011-senin(selasa)-PA Ray Bjb

Photo: mb/ara
MANDIRI – Berusaha untuk mandiri, walau belum mendapatkan batuan dari pemerintah

PA Rumah Anak Yatim Ar Rohmah
Mengontrak Rumah Untuk Tempat Berteduh Sementara

BERDASARKAN informasi yang didengar Mata Banua dan berusaha melacak lokasinya. Bahwa ada Panti Asuhan (PA) yang sudah beberapa tahun didirikan, tapi belum masuk dalam daftar penerima bantuan, dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel.
            PA Rumah Anak Yatim (RAY) Ar Rohmah, menempati sebuah rumah sederhana di jalan Guntung Manggis Berlina Jaya, Landasan Ulin Banjarbaru. Rumah yang di kontrak sementara, sebagai tempat berteduh 14 orang anak yatim dan anak terlantar.
Abdul Qawim (26) pengasuh PA RAY menuturkan” panti ini didirikan pada 2009, hingga kini memang belum ada bantuan dari pemerintah. Berkasnya sudah dimasukkan ke Dinsos Banjarbaru, dan apakah sudah didaftarkan ke Dinsos Provinsi, kami belum tahu. Tapi kami tetap berusaha mandiri, walau dengan seadanya.
Latar belakang pendirian panti, yaitu adanya keinginan dan perhatian dari seorang kawan, terhadap anak terlantar dan anak yatim. Kawan tersebut menyampaikan keinginannya dengan kami. Karena kami juga punya perhatian dalam bidang pendidikan, maka kami dirikan panti ini.
Untuk sementara waktu, kami mengontrak rumah di sini, dengan biaya per tahun Rp 8 juta. Ada tiga kamar, satu kamar untuk pengasuh dan dua kamar untuk 14 anak, semuanya laki-laki. Karena kamarnya sempit, sebagian anak tidur di ruang tamu.
Tingkat pendidikan anak-anak yaitu yang SMK ada 2 orang, SMP ada 2 orang, dan sisanya masih SD, yang termuda kelas 2 SD. Daerah asal mereka ada yang dari Banjarbaru, Martapura, Banjarmasin, Batola, Barabai, dan Kapuas.
Yang dari Banjarbaru, ada yang dari Saptamarga dan Sungai Besar. Kami sudah memberi ijin, kalau mau pulang kerumah satu minggu sekali, silahkan saja. Tapi mereka malah memilih, satu bulan sekali baru pulang, bahkan banyak yang ingin tetap tinggal di panti, kecuali ada keluarganya menjenguk, baru ia mau ikut pulang.
Ada pembagian tugas untuk anak-anak, ada yang tugas bersih-bersih, cuci piring dll. Sholat 5 waktu merupakan kegiatan utama yang ditekankan, dilanjutkan dengan wiridan dan berdoa. Sore sepulang sekolah istirahat atau bermain, setelah sholat Magrib tadarusan Al Qur’an, dan setelah sholat Isya baru belajar. Selain itu, setiap malam Jumat ada latihan Maulid Habsyi.
Saat masih SD, anak-anak di pupuk ibadahnya, dan diajarkan untuk menghargai waktu, ditambah dengan hapalan ayat-ayat Al Qur’an. Setelah lulus SMA, kalau memang berprestasi dan ia ingin terus melanjutkan pendidikan, akan kami kuliahkan. Kalau tidak, akan dikursuskan atau mengikuti latihan keterampilan, agar mempunyai bekal untuk mandiri.
Apabila ada anak yang nakal, dan sudah beberapa kali dinasehati, maka kita coba lagi selama 6 bulan. Bila tetap membandel, sampai mengganggu temannya, baru dipulangkan. Tapi kami ada kerjasama dengan beberapa panti lainnya, yaitu anak yang nakal tidak langsung dipulangkan, namun dipindah pembinaannya dengan panti lainnya, dengan harapan dipanti berikutnya bisa mengatasi kenakalan anak tersebut” ujar Qawim.
Sementara itu, biaya makan dan uang saku sekolah anak-anak asuh, jumlah keseluruhannya kurang lebih Rp 150 ribu per hari. Untunglah PA RAY mempunyai amal usaha penjualan gas elpiji, dan dari sumbangan masyarakat, walaupun tidak tentu, tapi cukup menutupi pengeluaran panti.
            “Rencana usaha panti kedepannya, lebih pada membina keterampilan anak, sebagai media latihan bagi mereka. Bila anak-anak ingin membuka usaha produktif, seperti cucian mobil, air minum mineral dll, ayo silahkan, akan kami buatkan.
            Alhamdulillah kami ada membeli tanah sekitar 1000 meter persegi, di daerah Guntung Manggis, untuk tempat tinggal panti. Mudah-mudahan bisa secepatnya kami lunasi, dan bisa membangun rumah sederhana dulu, agar bisa ditempati” ungkap Qawim. araska

250911-minggu(senin)-PA Budi Dharma (Dm.270911)

Photo:mb/ara
KEGIATAN - PA Budi Dharma, selama enam malam dalam seminggu, selalu di isi dengan beragam kegiatan keagamaan

PA Budi Dharma
Di Isi Dengan Beragam Kegiatan Keagamaan

SEMENJAK 1979 didirikan, Panti Asuhan (PA) Budi Dharma yang terletak di jalan Achmad Yani Km 38, Martapura, tentunya sudah banyak anak-anak yang purna asuh. Selama enam malam dalam seminggu, selalu di isi dengan beragam kegiatan keagamaan.
            Amrullah, salah satu pengasuh panti menuturkan “aku dulunya juga anak asuh di panti ini, setelah lulus SMA, aku diminta untuk menjadi pengasuh panti. Kalau di hitung-hitung, sekitar 20 tahun sudah ada di sini. Karena aku juga berasal dari anak panti, jadi tidak terlalu sulit membina anak-anak.
            PA Budi Dharma khusus untuk anak laki-laki. Saat ini jumlah anak asuh ada 40 orang, paling muda berumur 9 tahun, masih duduk di kelas 3 SD. Panti hanya membina mereka hingga SMA/sederajat.
Setelah lulus SMA mereka akan di kursuskan atau mengikuti pelatihan keterampilan. Tetapi kalau ada yang berprestasi selama sekolah, kami akan mencarikan orang tua asuh yang mampu membiayai anak tersebut, hingga lulus bangku sarjana.
            Anak-anak paling banyak berasal dari daerah Kabupaten Banjar, sebagian ada yang dari Tanah Laut, maupun Barabai. Kebanyakan anak-anak diantar oleh orang lain kemari, ada pula yang diantar oleh Dinas Sosial Kabupaten Banjar.
Memang anak-anak yang keluarganya dekat panti, sering pulang kerumahnya, jadi yang dimaksud berasal dari Kabupanten Banjar, bukan anak-anak yang berasal dari kota Martapura ini, tapi dari Sungkai, atau Riam Kanan yang masih dalam wilayah Kabupaten Banjar.
            Masalah yang sering terjadi, paling-paling adanya perkelahian kecil antar anak-anak, yang biasanya juga akan lebih cepat berbaikan kembali. Tapi bila mereka sering melanggar peraturan panti, dan sudah diperingatkan selama tiga kali, terpaksa kami keluarkan dari panti.
            Sangat banyak perkembangan panti, dulu saat aku masih menjadi anak asuh panti, tidak ada yang namanya kamar tidur. Yang ada hanya satu ruangan tempat semua anak berkumpul untuk tidur.  Kurang lebih 10 tahun yang lalu, baru bisa membangun kamar, sekarang ada 10 kamar, masing-masing kamar ada 4 anak” ujarnya.
            Tidak banyak penjelasan yang dapat diberikan oleh Amrullah, terutama mengenai biaya pengeluaran PA Budi Dharma “yang lebih mengetahui itu ada pada bendahara panti dan ketua panti sendiri.
Untuk kegiatan anak-anak dipanti, sepulang sekolah mereka beristirahat dulu, sore harinya mengikuti kegiatan di sekolah masing-masing, seperti pramuka dan PMR. Seusai sholat magrib, akan di isi dengan yasinan, maulid habsyi, pengajian agama, latihan tarbang dan lain-lain. Jadi selama 6 enam malam dalam seminggu, di isi dengan kegiatan keagamaan, kecuali malam Minggu.
Setelah sholat Isya hingga pukul 22.00 adalah waktu belajar. Setelah itu kalau mau nonton TV silahkan saja, asal tidak terlalu tinggi malam” ungkap Amrullah yang sudah 9 tahunan menjadi pengasuh PA Budi Dharma. araska

180911-minggu(senin)-PA Akhlak Mulia Bjb (Dm.200911)

Photo: mb/ara
DISIPLIN - Untuk membina anak-anak kecil yang masih belum terlalu mengerti, pengasuh harus rajin mengingatkan tentang disiplin

PA Akhlak Mulia
Khusus Membina Anak Yang Masih SD

SORE itu, di halaman Panti Asuhan (PA) Akhlak Mulia yang terletak di Jl Simpang Kuranji, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, . tampak anak-anak yang tengah asik bermain bola, sebagian masih mengenakan kopiah haji karena baru selesai sholat Ashar berjamaah.
            Kepada Mata Banua, sekertaris panti, Taufiqurrahman menuturkan “panti ini didirikan pada 1999, dan pada 2001 baru terdaftar di Dinas Sosial (Dinsos) provinsi Kalsel. Yayasan Akhlak Mulia mempunyai dua panti, yang di sini PA Akhlak Mulia dan PA Darul Hasani di Gambut Kabupaten Banjar. PA Akhlak Mulia khusus membina anak-anak yang masih Sekolah Dasar. Bila mereka sudah lulus SD, baru di pindah ke panti yang ada di Gambut untuk melanjutkan sekolah di Pondok Pesantren.
            PA Akhlak Mulia, memprioritaskan selain untuk sekolah anak-anak, juga pendidikan agamanya, yang utama adalah sholat secara berjamaah. Awal didirikan ada 15 anak, sekarang ada 16 anak. Paling muda usianya 9 tahun dan paling tua berusia 14 tahun.
Anak-anak berasal dari beberapa daerah yang ada di Kalsel, seperti dari Hulu Sungai. Tapi yang paling jauh ada yang berasal dari Kalteng, yaitu diatas lagi pada daerah Muara Teweh. Kebanyakan orang yang mengantar ke sini, setelah kami survey, kreterianya sesuai, baru kami terima.
            Kalau dulu hanya ada bangunan asrama untuk anak-anak dan bangunan kantor, dari tahun ke tahun bisa di tambah dengan bangunan lain, seperti musholla dll. Ada 5 kamar tidur untuk anak-anak, jadi masing-masing kamar ada 4 anak.
             Sekolah anak-anak ada di SD yang di Gabut, tiap hari mereka diantar jemput dengan mobil panti. Sepulang sekolah, mereka bisa beristirahat atau bermain, entah nonton TV atau bermain bola dll.
Aktivitas rutin lainnya, setiap sore ada pelajaran mengaji, setelah sholat Isya di beri waktu satu jam sebelum tidur untuk belajar, yang di dampingi pengasuhnya masing-masing. Ada 4 pengasuh, satu pengasuh mengawasi 4 anak. Tahun ini ada anak yang meraih peringkat III di kelasnya, sedang yang lain masih standart.
Kalau ada yang melanggar peraturan, seperti tidak sholat berjamaah, uang saku di potong dalam artian tidak diberikan selama beberapa hari, tetapi uang itu disimpankan atau ditabungkan dalam tabungan si anak, bila pelanggaran berat baru membersihkan wc.
Tabungan anak-anak boleh diambil sewaktu-waktu, bila mereka ada keperluan yang dianggap cukup penting untuk mereka. Jumlah tabungan secara berkala di beritahukan dengan anak-anak.
            Agar anak-anak tidak jajan di luar, di buatkan koperasi sebagai amal usaha panti, yang menjual makanan ringan. Jajan di koperasi jatah satu orang anak di batasi, hanya boleh 4 ribu rupiah. Sering masyarakat disekitar sini, juga jajan di koperasi panti.
Sekarang kami juga sudah punya TK Al Quran, ada 25 murid yang semuanya dari anak-anak masyarakat di sekitar panti. Kedepannya kami, ingin membuat tambak ikan, agar ada amal usaha lain untuk panti.
Karena anak-anak panti masih belum terlalu bisa mandiri, jadi khusus untuk yang mencucikan pakaiannya, dan menyiapkan makanan. Yang namanya anak-anak, sering membuat jengkel. Maka perlu kesabaran untuk selalu menasehati mereka tentang disiplin.
Pengeluaran untuk makanan anak-anak sehari kurang lebih 100 ribu, sedangkan bantuan pemerintah hanya dari Dinsos provinsi saja, untuk kota Banjarbaru tidak ada. Untunglah masih banyak bantuan dari masyarakat Banjarbaru, dan alhamdulillah dari bantuan tersebut, masih bisa di sisihkan atau disimpan untuk panti. Setelah di potong semua pengeluaran dari makan dll” ungkapnya. araska

110911-minggu(senin)-PA Sultan Suriansyah (Dm.130911)

Photo: mb/ara
MEMBINA – Disiplin akhlak menjadi hal yang di utamakan dalam membina anak asuh di PA Putra Sultan Suriansyah

PA Putra Sultan Suriansyah
Di Nilai Terbaik Di Banjarmasin Dalam Membina Akhlak Anak Asuh

PANTI yang paling baik dalam pembinaan untuk anak-anaknya, kami nilai ada di panti Asuhan (PA) Sultan Suriansyah “ungkap Noor Ifansi Fran, Staf Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel, beberapa waktu yang lalu kepada Mata Banua.
Sejauh mana pembinaan terhadap anak-anak asuh dalam PA Sultan Suriansyah, pembina Yayasan Intan Sari, H Ahmad Husaini (60) menuturkan “Yayasan Intan Sari mempunyai dua panti yaitu PA Putri Intan Sari yang terletak di Jalan HKSN, Komplek Kebun Jeruk Permai, Kelurahan Kuin Utara. Dan PA Sultan Suriansyah yang berada di gang sebelahnya yaitu gang Kencana.
Yayasan Intan Sari juga mempunyai dua TK Al Qur’an, dan satu SD Islam Al Munawarah, yang semuanya gratis untuk anak-anak tidak mampu.
PA Putri Intan Sari didirikan pada 2000, sedangkan PA Sultan Suriansyah didirikan lebih dulu pada 1995, saat aku masih menjadi ketua umum pengurus masjid Sultan Suriansyah.
Awal pendirian PA Sultan Suriansyah, bermula dari pengajian anak-anak di masjid Sultan Suriansyah, karena anak-anak yang mengaji banyak sekali, akhirnya untuk mengembangkannya lebih jauh, dan untuk memudahkan pembinaan anak-anak yang tidak mampu, di buatlah panti asuhan. Lokasi asrama pertama PA Sultan Suriansyah, berada di samping masjid Sultan Suriansyah. Sewaktu pemugaran masjid pada 1998, panti kemudian dipindahkan ke gang Kencana.
Pertama di dirikan ada 25 anak, setelah lokasi asrama di pindah ada 50 anak. Karena banyak yang sudah purna asuh, mandiri dan berkeluarga, sekarang jumlahnya ada 35 anak. Yaitu 10 anak yang masih duduk di bangku SD, kemudian 4 anak sudah kuliah, dan sisanya masih bersekolah di SMP/ Madrasah Tsnawiyah dan SMK. Transportasi sekolah anak-anak di antar dengan mobil panti. Untuk ruang tidur ada 5 buah kamar, dan rata-rata masing-masing kamar ada 5 anak” ujarnya.
Menurut Husaini yang juga menjabat sebagai pengurus masjid Sultan Suriansyah “alhamdulillah bila memang Dinsos Kalsel menilai PA Sultan Suriansyah, yang paling baik pembinaan anak asuhnya di Banjarmasin. Tahun lalu PA Sultan Suriansyah, juga secara nasional di masukkan sebagai 10 panti asuhan terbaik dalam pembinaan anak asuh se-Indonesia.
Aktifitas kegiatan anak-anak dip anti sangat banyak, tapi yang utama seperti  maulid habsi, latihan tarbang dll. Tata tertib di panti benar-benar diterapkan, antara lain seperti tidak boleh lagi keluar dari asrama bila sudah pukul 10 malam. Kecuali yang memang menghadiri undangan dari masyarakat, atau yang mengerjakan tugas dari sekolah atau kampusnya.
Kemudian anak yang lebih dewasa, mendapat tugas untuk mengajari yang lebih muda. Serta di siplin sholat 5 waktu dan rutinitas tilawatil Al Qur’an setiap hari. Apabila ada anak yang ketahuan meninggalkan sholat, akan di peringatkan sampai tiga kali. Bila masih, meninggalkan akan di keluarkan dari panti, artinya di kembalikan dengan keluarganya, karena panti tidak sanggup lagi membinanya.
Ada pula di siplin menabung, yang di mulai semenjak mereka masuk panti. Sehingga anak-anak yang sudah kuliah, bisa membeli kendaraan sendiri dari uang tabungan mereka.
Karena, semua pengurus dan pengasuh panti adalah guru, maka pembinaan akhlak adalah yang paling di utamakan di PA Sultan Suriansyah” pungkas pensiunan kepala sekolah SDN Rahmatillah, ini di akhir perbincangan. araska

040911-minggu(senin)-PA Al Aqso (Dm.060911)

Photo: mb/ara
KETERAMPILAN – Perkebunan, perikanan dan pertukangan menjadi prioritas pembinaan keterampilan anak-anak asuh

PA Al Aqso
Menempa Keterampilan Anak Asuh

PERKEBUNAN, perikanan dan pertukangan menjadi prioritas dalam membina skill anak-anak asuh di Panti Asuhan (PA) Al Aqso Hidayatullah, yang terletak di jl Purnawirawan, Sei Rancah, kelurahan Palam, kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.
            Sejauh mana perkembangan PA Al Aqso Hidayatullah, Eronsyah HS (52) ketua panti, menuturkan “PA Al Aqso didirikan pada 2000, awal pendirian ada 6 anak asuh.  Baru setelah berbadan hukum pada 2006, perkembangannya cukup cepat. Dulu ada bantuan keuangan rutin dari Pemda Banjarbaru, tapi setelah 3 tahun berjalan, sekarang tidak ada lagi.
            Jumlah anak asuh sekarang ada 35 orang, anak putri ada 7 orang dan sisanya anak laki-laki. Tingkat pendidikan anak yang SD ada 7 orang, yang SMP/sederajat ada 17 orang, yang SMA/sederajat ada 5 orang, dan yang kuliah ada ada 6 orang. Usia termuda 6 tahun, duduk di kelas 1 SD. Sedangkan yang tertua ada yang kuliah semester dua. Sampai ini sudah ada 3 anak yang sudah purna asuh, mandiri dan berkeluarga.
            Anak asuh dominant berasal dari daerah Pelaihari. Sebagian yang lain berasal dari daerah Banjarmasin, Kuala Kapuas, bahkan dari NTB. Kebanyakan anak-anak ada orang yang mengantarkan, bukan panti yang mencari.
            Prestasi anak-anak cukup baik, ada yang mendapat juara lomba pidato, dan juara melukis. Untuk menabung, anak-anak punya inisiatif sendiri, kami juga tidak melarang anak-anak menggunakan HP, tapi dengan catatan digunakan hanya untuk keperluan penting, itupun kita awasi penggunaannya. Apabila ada anak yang melanggar peraturan, kami terapkan hukuman pendidikan yaitu menghapal ayat Al Quran.
            Ada dua asrama untuk anak-anak, yaitu asrama putra dan asrama putri. Anak yang sudah dewasa atau sudah kuliah di beri tanggung jawab menjadi pengurus asrama, untuk membimbing adik-adiknya yang masih muda. Anak-anak yang sudah kuliah, kita belikan kendaraan. Sedangkan yang masih SD, SMP dan SMA berangkat sekolah dengan jalan kaki.
            Selama bulan Ramadhan, ada kegiatan tambahan di Panti seperti pesantren Ramadhan dan khatamul Quran. Bahkan ada anak yang selama Ramadhan ini, sampai 7 kali khatam.
            Walaupun liburan sekolah pada bulan Ramadhan, anak-anak tidak di ijinkan pulang kerumah keluarganya, kecuali setelah mendekati lebaran, itu pun bagi yang daerah asalnya lebih jauh” ujarnya.
            Mengenai pembinaan keterampilan, menurut Eronsyah sangat di utamakan di PA Al Aqso. Katanya “luas tanah panti ada 3 hektar. Satu hektar untuk fasilitas bangunan dan dua hektar untuk perkebunan, yang kami tanami dengan pohon karet, dari bantuan bibit Dinas Kehutanan. Kemudian ada kolam ikan, yang berisi dua ribu ekor.
Perkebunan dan perikanan tersebut secara bergantian di kerjakan oleh anak-anak. Selanjutnya anak-anak juga diajarkan pertukangan. Semua keterampilan yang di berikan ini agar anak-anak bisa mandiri setelah purna asuh.
            Khusus pertukangan, banyak bangunan panti dari desain dan pembuatannya, di kerjakan oleh anak-anak bila liburan sekolah. Seperti membangun TK Yaa Bunayya Hidayatullah dan masjid Al Aqso Hidayatullah.
Pembangunan masjid sudah di mulai dari dua tahun yang lalu, sekarang sudah bisa digunakan, walau bangunannya belum sempurna seratus persen, insyaallah tahun depan bisa di selesaikan. Semua bahan bangunan dari bantuan masyarakat, seperti bata, pasir, semen, keramik dll.
Program jangka panjang panti setelah membangun TK dan masjid ini, selanjutnya adalah membuat sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. Sehinga panti mempunyai pesantren sendiri, dan anak-anak tidak perlu lagi sekolah di luar panti” pungkasnya. araska