Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label MB - 2011 - 12 (Desember) - Rilis Dimuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MB - 2011 - 12 (Desember) - Rilis Dimuat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

281211-Fogging Setelah Ada Korban

Photo: mb/ara
PENGASAPAN – Pelaksanaan pengasapan nyamuk, dilaksanakan tidak merata di seluruh RT yang ada di kota Banjarmasin

Setelah Ada Korban Baru di Lakukan Fogging

BANJARMASIN – Ketua RT 1, Kelurahan Alalak Selatan mendatangi Puskesmas untuk menanyakan, mengapa dilingkungannya tidak dilakukan fogging (pengasapan nyamuk). Tapi jawaban dari Puskesmas, yaitu setelah ada laporan pasien/korban Demam Berdarah (DBD) sebanyak tiga orang baru dilakukan fogging.
            Hal ini disampaikan oleh Latifah Ketua RT 1, Kelurahan Alalak Selatan dengan Mata Banua pada Selasa (28/12) sore. “Sudah tiga tahun terakhir di daerah kami tidak ada fogging. Seharusnya sebelum ada korban DBD, dilakukan penyemprotan lebih dulu” ujarnya.
Beberapa waktu yang lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin drg Hj Diah Ratnani Praswati, via SMS mengatakan bahwa fogging yang dilakukan puskesmas adalah rangkaian dari fogging sebelum masa penularan (SMP).
Fogging dilaksanakan dari awal November sd Desember 2011, di seluruh kelurahan oleh petugas puskesmas di wilayahnya masing-masing. Tujuan fogging adalah untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa.
Fogging adalah rangkaian program pemberantasan DBD dan pengasapan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarmasin. Sebuah program yang telah dicanangkan Walikota Banjarmasin,  H Muhidin di puskesmas Alalak Selatan.
            Dari pantauan yang dilakukan Mata Banua, ternyata fogging tidak dilakukan secara merata di tiap RT yang ada di kota Banjarmasin. Bukan hanya warga RT 1 Kelurahan Alalak Selatan yang mengeluhkannya. Beberapa warga di kelurahan lain turut pula mempertanyakan pemerataan pelaksanaan fogging.
Antara lain, Asniah warga RT 39 Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, mengatakan bahwa beberapa RT di sekitar Kelurahan Kebun Bunga mendapatkan fogging pada Rabu (14/12) siang. Tapi di RT nya tidak ada fogging, padahal daerah yang mempunyai banyak semak-semak dan rawa-rawa terbuka ada di situ.
Kemudian, Sidik Ketua RT 56 Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, juga mengatakan daerahnya tidak mendapatkan fogging.
Berdasarkan keluhan warga, sudah dilakukan usaha untuk meminta tanggapan langsung dengan Kadinkes Kota Banjarmasin, tapi belum ada jawaban. ara/mb05
           

141211-Fogging ke Dalam Rumah

Photo: mb/ara
PENGASAPAN – Petugas melakukan pengasapan di seputar rumah warga di Gg Belimbing, Kelurahan Kebun Bunga

Fogging Hingga Ke Dalam Rumah

BANJARMASIN – Tidak hanya melakukan fogging (pengasapan) di seputar rumah-rumah warga, petugas juga memenuhi keinginan warga untuk melakukan pengasapan di dalam rumah.
            Secara bergantian tiga petugas melaksanakan fogging, diawasi oleh satu orang petugas dari puskesmas Kecamatan Banjarmasin Timur. Berdasarkan keterangan dari petugas puskesmas tersebut, hari ini (Rabu) pengasapan untuk wilayah Rambai Padi, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur.
            Dilain pihak, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin drg Diah Ratnani Praswati, menjelaskan kepada Mata Banua via SMS pada Rabu (14/12) siang, mengenai program pemberantasan Demam Berdarah (DBD) dan pengasapan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarmasin.
Menurutnya, fogging yang dilakukan puskesmas adalah rangkaian dari fogging sebelum masa penularan (SMP), yang telah direncanakan Walikota Banjarmasin,  H Muhidin di puskesmas Alalak Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Fogging dilaksanakan diawal November sd Desember 2011, di seluruh kelurahan oleh petugas puskesmas di wilayahnya masing-masing.
Maksudnya adalah untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasanya. Namun sebelum fogging, ada 150 kader jumantik Dinkes kota Banjarmasin telah melakukan survey/ pemantauan jentik di wilayahnya masing-masing. 150 kader jumantik ini berasal dari 53 kelurahan di kota Banjarmasin.
Tidak hanya melakukan pemantauan jentik, 150 kader jumantik juga sambil memberikan penyuluhan tentang pentingnya melaksanakan 3M (menguras bak air, menutup tempat air, dan mengubur barang-barang bekas). Kemudian harus diikuti dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di masing-masing kelurahan, untuk memberantas jentik-jentik nyamuknya.
“Setelah dua kegiatan itu, baru fogging dilaksanakan. Mudah-mudahan dengan 3 kegiatan ini, dapat menekan kasus DBD, yang biasanya melonjak di Januari sd Maret” ujarnya. ara/mb05