Photo: maket Rumah Banjar Bubungan Tinggi - Koleksi Photo Musium Lambung Mangkurat
NILAI FILOSOFI RUMAH BANJAR BUBUNGAN TINGGI
Kamis malam (6/1) Mukhlis menuturkan “bentuk rumah Banjar Bubungan Tinggi dengan atapnya yang menjulang ke atas merupakan sebuah simbol pohon kehidupan yang mencerminkan kesatuan semesta. Pohon kehidupan tersebut digambarkan pula dalam ukiran tumbuh-tumbuhan yang subur pada Tawing Halat yang oleh orang Dayak disebut Batang Garing dalam kepercayaan Kaharingan yang pernah dahulu berkembang dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan pada periode sebelumnya.
Bubungan Tinggi juga simbol dari sebuah payung yang mengarah kekuasaan atas. Payung menjadi perlambang kebangsawanan yang biasa menggunakan payung kuning sebagai perangkat kerajaan” ujarnya.
Mukhlis melanjutkan “bentuk rumah Bubungan Tinggi yang simetris, terlihat pada bentuk sayap bangunan atau anjung yang terdiri atas Anjung Kanan dan Anjung Kiwa, yang berarti adalah keseimbangan dalam pemerintahan Kerajaan Banjar, yang membagi kementerian, menjadi Mantri Panganan (Kelompok Menteri Kanan) dan Mantri Pangiwa (Kelompok Menteri Kiri). Masing-masing terdiri atas empat menteri, Mantri Panganan bergelar Patih dan Mantri Pangiwa bergelar Sang, tiap-tiang menteri memiliki pasukan masing-masing.
Bentuk rumah Bubungan Tinggi diibaratkan tubuh manusia terbagi menjadi tiga bagian secara vertikal yaitu kepala, badan dan kaki. Sedangkan anjung diibaratkan sebagai tangan kanan dan tangan kiri yaitu anjung kanan dan anjung kiwa (kiri)” pungkasnya. ara/mb05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar