Photo: mahfuz
IWABA BERIKAN BANTUAN SOSIAL UNTUK PANTI ASUHAN
Euis Presmawati Khairil Anwar menuturkan “saya sebagai istri pimpinan Bank Indonesia (BI) Banjarmasin , otomatis menjadi ketua IWABA. Kami dari IWABA selalu mengadakan kegiatan sosial lintas agama, karena pegawai bank itu sendiri agamanya beragam.
Saat hari-hari besar Islam, seperti hari lebaran tadi kami mengadakan bakti sosial ke LP Anak di Martapura. Dan sekarang mendekati hari besar kresten yaitu natal kami mengadakan kunjungan dan bantuan sosial kepada orang tidak mampu dari kristen dan kali ini kami memberikannya kepada panti asuhan tunas kalimantan.
Memang tujuannya agar mereka bisa mandiri, apalagi sudah jelas mereka tidak punya orang tua. Kalau dinilai dari nominal, bantuan yang kami berikan ini tidak seberapa, tapi ini merupakan tanda kepedulian dan perhatian kami. Bentuk bantuan antara lain barang kebutuhan pokok, uang saku, serta bantuan kepada pengurusnya pula. Uang tersebut adalah hasil dari sumbangan saat kebaktian dan pengajian rutin yang kami adakan dilingkungan IWABA, serta bantuan dari beberapa bank” katanya.
Euis melanjutkan “saya menganggap bahwa bila seseorang mempunyai nilai beragama yang bagus, tentunya akan lebih mudah dibina serta mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Intinya setiap manusia itu, walau berbeda agama, tapi mempunyai kewajiban untuk memperhatikan sesama yang tidak mampu.
Hal-hal seperti inilah yang ingin saya tanamkan kepada ibu-ibu di IWABA, sehingga nanti akan tumbuh dengan sendirinya empati kepada orang-orang yang tidak mampu disekelilingnya. Dan saya juga melihat anak-anak itu tanggung jawab semua orang, entah apapun agamanya.
Untuk pengajian rutin IWABA, kata Euis “dilakukan satu bulan sekali, sedang interen per-bank pengajian mereka dilakukan satu minggu sekali. Seperti kami di Bank Indonesia , pengajiannya tiap minggu, sedang kebaktian tiap dua minggu sekali bagi yang beragama nasrani.
Sedang untuk kegiatan sosial, minimal setahun sekali dan nantinya di bulan Juni saat liburan sekolah, kami akan mengadakan sunatan masal untuk anak-anak disekitar kita.
Kita juga mengadakan kegiatan seni dan olah raga, serta bekerja sama dalam kegiatan sosial lain yang diadakan oleh ibu-ibu PKK dengan ibu gubernur Kalsel” tuturnya dengan ramah.
Mengenai kerajinan tradisiona, menurut Euis “saat ini kita diperbankkan juga memperkenalkan kerajinan tradisional Kalsel kepada tamu-tamu yang datang dari luar daerah. Bahkan di BI Bajarmasin telah membuat kebijakan, agar semua pegawai BI setiap hari Selasa memakai pakaian tradisional sasirangan.
Dengan memperkenalkan kerajinan tradisional, makanan khas daerah maupun buah-buahan lokal, akan membuat orang tertarik untuk datang ke Kalsel ini” pungkasnya pada Rabu (8/12) sore di rumah dinas pimpinan BI. ara/mb05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar