Photo: mb/ara
WAISAK – Ritual Puncak Waisak di Vihara Dhammasoka Banjarmasin yang mengambil tema Kedamaian Cahaya Kebenaran
Photo: Bikkhu Karunaviro
Harapkan Kedamaian Antar Umat Dalam Waisak
BANJARMASIN – Bagi Umat Buddha, Selasa 17 Mei adalah hari raya, dan untuk umat Buddha Vihara Dhammasoka pada peringatan hari raya waisak tahun ini, mengutamakan kedamaian antar umat dan berbagi dengan masyarakat yang tidak mampu.
Di beberapa Negara, Waisak Juga dikenal dengan Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Visakha Bucha di Thailand dan Waisak di Indonesia. Ritual ini secara global dikenal dengan Vesak, diambil dari bahasa Pali yaitu Wesakha yang terkait dengan Waishakha dari bahasa Sanskerta. Waisak juga dikenal dengan hari Buddha. Ritualnya diadakan setiap tahun pada bulan purnama di bulan Mei atau Purama Sidhi. Waisak merupakan acara memperingati tiga peristiwa penting.
Pandita Sarwadharma P, pada Selasa (17/5) sore di Vihara Dhammasoka sangga (aliran) Buddha Terawada di Banjarmasin, 10 menit sebelum Ritual Puncak Waisak dilaksanakan, berkata “penetapan detik-detik waisak tiap tahun berbeda, ada perhitungannya yaitu saat bulan sudah benar-benar bulat penuh. Tahun yang lalu jatuh sekitar pukul enam pagi dan untuk tahun ini jatuh pada pukul 19.08 wita” ujarnya.
Sebelumnya, Bikkhu Pembina Daerah Kalsel dan Kalteng, Bikkhu Karunaviro dalam perbincangan dengan Mata Banua pada Senin (16/5) sore, menjelaskan “tiga peristiwa penting dalam peringatan Waisak yaitu lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini (623 SM), lalu Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodhgaya) pada usia 35 (588 SM), kemudian Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun (543 SM), yang kesemuanya jatuh pada tanggal yang sama tapi tahun yang berbeda.
Persiapan dan peringatan tri suci hari raya Waisak 2555 BE/ 2011 M di Vihara Dhammasoka di kawasan Kampung Pacinan Laut, Kelurahan Gadang, kecamatan Banjarmasin Tengah, sudah dilakukan semenjak beberapa hari yang lalu, dengan membersihkan tempat dan lingkungan sekitar sebagai wujud dari persiapan itu sendiri” ungkapnya.
Bikkhu Karunaviro, melanjutkan “peringatan Waisak di Kalsel, dan khususnya di Banjarmasin tidak melakukan pengambilan air suci ataupun api abadi seperti yang dilakukan di Jawa Tengah. Disini kita cukup dengan melakukan beberapa rangkaian ritual. Waisak puja atau peringatan hari raya Waisak umat Buddha sangga Therawada di Vihara Dhammasoka Banjarmasin, antara lain:
Minggu 15 Mei 2010 dari pukul 09.00 wita, yaitu dengan acara bakti sosial yaitu aksi donor darah dan pembagian sembako bagi warga yang tidak mampu.
Kemudian pada Selasa 17 Mei 2010, dengan beberapa rangkaian acara. Pukul 07.00 wita, yaitu perayaan Waisak untuk anak-anak. Pukul 10.00 wita, yaitu Pindapata artinya pemberian dana, berupa makanan, obat-obatan atau kebutuhan-kebutuhan para Bikkhu. Pukul 17.00 wita, yaitu Ritual Puncak Waisak dengan puja bakti, dan ceramah tentang perayaan waisak. Dan terakhir pukul 19.08 wita, adalah Detik-detik Waisak dengan ritual meditasi” katanya.
Perbedaan ritual perayaan Waisak dengan daerah lain, menurut Bikkhu Karunaviro “dalam pelaksanaan ritualnya, kami umat Buddha disini lebih dulu, baru perayaan detik-detiknya. Di daerah lain, lebih dulu peringatan detik-detiknya, baru perayaannya beberapa hari kemudian.
Tema Tri Suci Waisak Vihara Dhammasoka sangga Buddha Terawada tahun ini adalah Kedamaian Cahaya Kebenaran artinya tahun ini, kita mengharapkan khususnya umat Buddha untuk lebih memberikan kontribusi bagi Negara dan daerah dimana berada, membuat ketentraman dan kedamaian.
Tri suci waisak, dari ritual peringatan yang dilakukan adalah mencerminkan dari tiga peristiwa penting Pangeran Siddharta, yaitu mengingatkan bahwa kita dilahirkan, lalu berproses dan berjuang. Kemudian apapun aplikasinya dalam kegiatan masing-masing, semuanya dijalani dengan baik. Entah itu bekerja mencapai kesejahteraan ekonomi. Selanjutnya kebahagiaan ekonomi itu tidak hanya digunakan sendiri tapi berbagi dengan orang lain disekitar kita.
Umat Buddha Terawada selalu menekankan teloransi beragama. Kami sering melakukan pertemuan antar tokoh agama, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan, serta kegiatan lainnya” pungkasnya. ara/mb05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar