Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Kamis, 17 Januari 2013

130512-Obat Tradisional mencret Darah



Tiga Ramuan Tradisional Banjar Untuk Diare
           
Diare atau mencret darah yang dalam bahasa banjar disebut bahira darah. Tanda-tanda penyakit, di samping perut melilit-lilit, ketka membuang kotoran bercampur lendir dan darah, fase seperti ini disebut disentri
Diare dapat terjadi dalam kadar yang ringan maupun berat. Biasanya terjadi secara mendadak, bersifat akut, dan berlangsung dalam waktu yang lama. Virus diare disebut viral gastroenteritis atau yang dikenal sebagai stomach virus (virus perut).
Macam-macam bakteri yang bisa menyerang perut, seperti E Coli bacteria, Salmonella enteritidis bacteria, Compylobacter bacteria, Shigella bacteria, Giardo parasite dan Cryptosporidium parasite.
            Menurut budayawan Kalsel, Drs H Syarifuddin R, untuk mengobati mencret darah, masyarakat tradisional Banjar mempunyai ramuan yang mudah pembuatannya.
Pertama, menggunakan ramuan kunyit (janar) dan buah majakani. Cara membuat obat, kedua bahan diparut dan dibentuk kapsul. Teknis pengobatan, obatnya ditelan tiga kali sehari selama penyakit belum sembuh.
Pohon majakani atau dikenal juga dengan pohon oak, buahnya selain untuk mengobati diare, juga bisa menghilangkan bakteri keputihan, serta menambah kerapatan organ intim. Ada yang dengan cara diminum sebagai jamu, ada pula dengan dioleskan pada organ vital perempuan.
Kedua  menggunakan pisang awa (pisang hawa) dan tukul raja ginalu. Cara membuat obat , kedua bahan direndam beberapa lama, kemudian airnya diminum.
Ketiga, menggunakan ramuan pisang manurun. Cara membuat obat , pisang manurun mentah dibakar. Teknis pengobatannya, obat tersebut dimakan  dan oleh ahlinya dibacakan mantra luka, kemudian diberi tanda cacak burung pada ari-ari sebelah kiri.
Terlepas dari semua pengobatan, selalu menjaga kebersihan tangan saat makan, dan membersihakan makanan sebelum diamakan, adalah cara pencegahan diare yang paling utama. ara/mb02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar