Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Jumat, 19 Agustus 2011

SPS Adakan Lomba Menulis Artikel Nasional

BANJARMASIN – Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) menyelenggarakan kegiatan Festival Ekonomi Kreatif tingkat SMA dan sederajat se-Indonesia (FEKSI) 2010, yang merupakan salah satu bagian dari program peningkatan minat baca di kalangan pelajar SMA. SPS dikemas dalam bentuk Lomba Debat dan Lomba Menulis Artikel tentang  Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Dalam Negeri.
Technical Meeting (TM )dilaksanakan pada Senin (11/10) kemaren, di Gedung HJ.Djok Mentaya jalan AS.Musaffa. TM yang dijadwalkan pada pukul 14.00 wita tertunda hingga 30 menit, karena banyak peserta lomba yang belum datang.
Penerima tamu dari SPS, menjelaskan bahwa peserta yang diundang ada 100 sekolah tingakat SMA sederajat, dari tiga kota yaitu Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura. Perwakilan sekolah yang memenuhi undangan TM ada 15 sekolah, ada 21 guru dan 51 siswa.
Direktur SPS pusat Asmono Wikan, dalam pemaparannya mengatakan “T M hari ini di Banjarmasin adalah kota terakhir dalam jadwal 10 kota. Sedangkan untuk pelaksanaan lombanya akan berlangsung secara serial (road-show), dimulai dari Jakarta pada 12 Oktober 2010, dan berakhir di Denpasar, pada 1 Desember 2010.
Banjarmasin akan mendapat giliran urutan ke-8 yaitu pada Jum’at dan Sabtu, 26 – 27 November 2010, pukul 08.00 – 16.00 wita. Event Lomba bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kalsel, Jalan S.Parman Banjarmasin” ujarnya.
Salah satu peserta TM ada yang menanyakan, apa kategore Lomba Menulis Artikel boleh mengangkat tema ekonomi lokal. Menjawab pertanyaan tersebut, mnurut Asmono “itu boleh saja, asal masih dalam ruang lingkup tiga subtema yang akan menjadi bahan kompetisi, yaitu  Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Dalam Negeri, serta Ekonomi Kreatif dan Budaya Kewirausahaan” katanya.
Dilain pihak, Suhairiyah guru di SMA1 Banjarbaru, menuturkan bahwa dalam lomba ini mereka belum ada persiapan yang maksimal, karena undangan baru mereka terima pada Jumat.
“Tahun lalu dalam lomba yang sama, untuk lomba debat tingkat daerah, kami memperoleh peringkat pertama dan di tingkat nasional memperoleh peringkat tiga, sedang untuk lomba artikel kami memperoleh peringkat tiga. Jadi walaupun sangat mendadak, kami tetap akan berusaha sebaik mungkin” pungkas pengajar PKN ini. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 11 Oktober 2010
Di muat Selasa, 12 Oktober 2010/ 04 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul SPS Gelar Lomba Menulis Ekonomi
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Penghijauan Serentak Se Asia

BANJARMASIN – Tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 di jadikan momen untuk melaksanakan penghijauan serentak oleh mahasiswa se Asia. Tidak mau ketinggalan Mapala Meratus IAIN Antasari Banjarmasin pun turut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dengan tema Day 1: Building a shared future, Mari Menjalin Solidaritas Hijau Untuk Masa Depan Bersama, tepat pada pukul 10.00 wita bibit pohon yang telah disiapkan mulai di tanam di seputar Kampus IAIN Antasari Banjarmasin.
Ketua Panitia Pelaksana M.Zulfahmi pada Minggu (10/10) yang lalu, menuturkan “ada 100 bibit yang akan kami tanam, antara lain bibit pohon Tanjung, Mahoni, Galam dan Terambesi. Penanaman dilakukan di seputar komplek kampus yang masih belum ada penghijauannya, bibitnya sendiri dari bantuan Dinas Tata kota Banjarmasin.
Latar belakang dari keikut sertaan Mapala Meratus dalam penghijauan ini, adalah tindak lanjut dari pertukaran pelajar dan mahasiswa se Asia, yang untuk Banjarmasin, kemaren di wakili oleh IAIN Antasari Banjarmasin” kata mahasiswa Usuluddin semester III Usuluddin ini.
Lanjut Fahmi “saat ini anggota Mapala Meratus ada 70 orang, yang memang statusnya masih sebagai mahasiswa aktif (masih kuliah). Sedangkan kegiatan Mapala Meratus berikutnya yaitu pada akhir Oktober akan melaksanakan Latdas Indoor di kampus.
Kemudian Awal Nopember baru dilaksanakan Latdas Outdoor di Tahura, dengan melakukan susur hutan hingga Riam Kanan selama lima hari, dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan bakti sosial dengan masyarakat setempat. Selanjutnya pada akhir September, dalam rangka hari pohon sedunia akan melakukan penanaman pohon kembali dan pembagian bibit pohon kepada masyarakat.
Segala upaya penghijauan yang kami lakukan, tidak lain agar alam kita bisa kebali lestari. Mudah-mudahan aktivitas ini dapat memberikan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya penghijauan” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 11 Oktober 2010
Di muat Rabu, 13 Oktober 2010/ 05 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Penghijauan Serentak Se Asia
-

line-height: normal;">         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Meningkatkan Mutu Guru Melalui Karya Tulis

BANJARMASIN – Menulis merupakan salah satu pilihan yang harus diambil para pendidik, agar memperoleh nilai kredit yang baik dalam sertifikasinya. Entah itu menulis esai, opini atau artikel, yang dipublikasikan di media massa. Nilai yang diperoleh dalam menulis ini lebih tinggi dari pada mengikuti seminar dan pelatihan” ungkap Qamaruzzaman dalam Seminar dan Bedah Buku, yang dilaksanakan di SMAN 12 Alalak Utara Banjarmasin pada Sabtu (9/10) kemaren. Dengan mengambil tema Melalui karya tulis, kita tingkatkan mutu guru
Seminar dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI), dengan nara sumber dari Pakar administrasi DR Iswiyati Rahayu MSi direktur Paska Sarjana Setia Bina Banua. Sekertaris umum PWI Kalsel Zainal Helmie perwakilan dari Media Massa dan Drs Ronny Ralin MKes dosen Stikes dan fakultas kedokteran Unlam. Kemudian Muhammad Qamaruzzaman SPd MSi, penulis buku kumpulan tulisan kolom dan opini yang berjudul Tak Lulus UN, Dunia Belum Kiamat
Seminar dihadiri perwakilan guru di Banjarmasin dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Dalam seminar Ronny Ralin memaparkan penelitiannya tentang metode pembelajaran, ia menyimpulkan bahwa metode dan strategi belajar seharusnya tidak hanya mendukung materi yang sedang diajarkan, tetapi juga harus mendukung dan mengembangkan kemampuan pembelajar (siswa). Menurut Ronny “penerapan pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan kualitan pembelajaran dan keaktifan siswa dalam bekerjasama” katanya.
DR Iswiyati melalui pengamatannya pada dunia pengajaran, lebih menyoroti psikologis pembinaan siswa, menurut Iswiyati “pembinaan itu bisa menguatkan mutu pengajaran melalui evaluasi diri pengajar dan evaluasi sistem birokrasi pengajaran. Dan bila ini tidak dilakukan akan menurunkan mutu pendidikan” ujarnya.
Iswiyati juga mempermasalahkan implementasi dan kebijakan dari Diknas yang cepat sekali berubah, sehingga belum lagi selesai tugas yang dilakukan pengajar ada lagi kebijakan baru yang harus dilakukan.
Sementara itu Zainal Helmie, menyerukan pada para guru agar buku yang dibuat Qamaruzzaman dapat menjadi motifasi untuk menulis. Serta para guru jangan cuma bisa memberikan tugas pada para siswa untuk membuat tulisan, tapi gurunya sendiri juga harus menulis, paling tidak tulisan kecil tentang keadaan dirumah. Agar mempunyai bahan menulis maka para guru harus banyak membaca, sehingga mempunyai banyak wawasan.
Saat tanya jawab, Rismalinda Guru SMKN4 Banjarmasin, yang menjadi salah satu peserta seminar berkata “banyak para guru yang bisa menulis, tapi tidak tahu bagaimana caranya agar tulisan tersebut bisa dipublikasikan di media massa” Keluhan guru IPA ini, disambut oleh Redaktur Mata Banua Zainal Helmi yang mempersilahkan para guru untuk mengirimkan tulisannya ke Redaksi Mata Banua. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 10 Oktober 2010
Di muat Senin, 11 Oktober 2010/ 03 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Memotivasi Guru Untuk Menulis
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5



Rabu, 17 Agustus 2011

MB - Di Cari Bakat Yang Berbeda Dan Unik Di Banjarmasin

Di Cari Bakat Yang Berbeda Dan Unik Di Banjarmasin

SETELAH melaksanakan audisi Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2, di 8 Kota Besar Indonesia, yaitu Surabaya-Makasar-Medan-Palembang-Jakarta-Bandung, maka pada 9 dan 10 Oktober 2010, menyusul pelaksanaan audisinya di kota Yogyakarta dan Banjarmasin. Tempat audisi di kota Banjarmasin yaitu di hotel Arum Banjarmasin, yang di mulai dari pukul 08.00 wita.
            Dalam jumpa pers Produser dan Public Relations IMB2 dari Trans TV dengan wartawan pada Jumat (8/10) pagi, menceritakan tentang sukses yang telah di peroleh peserta sebelumnya pada IMB1 seperti Hudson, Putri Ayu, Brandon, Klantink, Rumingkang, Funky Papua, JP Milenix, Fay, Berto Pah, Bonita, Beld, Lius Firdaus, Janice & Ryan. Serta mengharapkan agar sukses tersebut bisa di peroleh pula oleh warga Kalimantan pada umumnya dan warga Banjarmasin khususnya di IMB2.
            Formulir Audisi kota dibagikan secara gratis, yang bisa diperoleh di Radio SAS FM, SKY FM dan Bravo Palangkaraya. Atau peserta bisa langsung datang mengambil formulir pada saat acara audisi kota berlangsung. Persyaratan audisi dapat diikuti oleh segala usia yang memiliki talenta di bidang vocal, tari, musik dan bakat lainnya. Audisi tidak mengikuti nomor urut dalam formulir tapi mengikuti urutan antrian yang pertama datang.
Ke pada Mata Banua,  Associate Produser Trans TV Ahmad Reza Farsy mengatakan ”sama sekali kita tidak ada target berapa peserta yang akan lolos. Peserta yang lolos audisi kota tidak dibatasi, oleh karena itu berapapun jumlah peserta yang lolos akan diberangkatkan dan dibiayai oleh Trans TV.
Kreteria penilaian dilihat dari peserta yang unik, yang berbeda dari peserta lainnya atau pun dari peserta IMB sebelumnya. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam tampilan adalah bersifat menghibur.
Berapapun bakat yang dimiliki seseorang, silahkan tampilkan didepan juri. Dan juri akan menilai bakat mana yang paling dikuasai, kalaupun ada seseorang yang bisa memainkan semua alat musik, tapi tidak maksimal, maka lebih baik cuma menguasai satu alat musik tapi optimal” ujarnya.
Menurut Reza “peserta yang lolos babak semi final akan mendapat bimbingan dan arahan dari Trans TV, baik itu mengenai penampilan, olah vocal dan lain-lain sehingga tampilan mereka menjadi lebih baik. Juri dalam audisi kota semua dari Trans TV, baru setelah semi final akan ada juri dari kalangan selebritis dan tokoh dunia hiburan.
Pengumuman yang lolos seleksi paling cepat satu minggu setelah audisi kota, bisa dilihat di webset IMB. Sudah tentu pada akhirnya nanti peserta yang berhasil masuk final akan mendapat kontrak dari Trans TV dan dibuatkan satu program tersendiri untuknya” pungkasnya. ara/mb04  

-----------------
Di setor Jumat, 08 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 09 Oktober 2010/ 30 Syawal 1431 H
-         dengan judul IMB Cari Bakat Unik Di Banjarmasin
-         kolom Pentas, Mata Banua halaman 6

Percepat Pembangunan Dengan Memberdayakan Masyarakat

BANJARMASIN – Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarmasin sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi swasta yang ada di Kalsel, telah menginjak usia ke-27 dan telah banyak berkiprah untuk membentuk masyarakat madani” kata Rektor Uvaya, Drs Ec H Zainul Arifin Noor MM dalam pidato sambutannya pada Dies Natalis XXVII dan Wisuda Sarjana XXII, yang bertema Kita Percepat Pembangunan Dengan Memberdayakan Masyarakat, di gedung Sultan Suriansyah pada hari Rabu (6/10) kemaren.
Rektor Uvaya juga menyampaikan bahwa “Universitas Achmad Yani menjadi pusat pengebangan sumberdaya manusia yang menghasilkan SDM berkualitas, professional, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab berdasarkan iman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan didukung oleh sistem manajemen yang efisien dan efektif.
Serta dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2009/2010 mengalami peningkatan sebanyak 12,7% di bandingkan tahun sebelumnya,.dapat dijadikan indikator bahwa program studi yang ada di Uvaya masih diminati dan dipercaya masyarakat, apalagi setelah semua program yang ada terakreditasi, dengan 5 fakultas dan 9 program studi.
Fakultas dan program studi tersebut yaitu Fakultas Ekonomi dengan jurusan manajemen dan IESP. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan jurusan Administrasi Pendidikan, Bimbingan Konseling dan PGSD. Fakultas Teknik dengan jurusan Teknik Sipil. Fakltas Pertanian dengan jurusan Budidaya Perairan dan Sosial Ekonomi. Serta Fakultas Ilmu Administrasi dengan jurusan Administrasi Negara” ujar Rektor Uvaya yang akrab di sapa mahasiswa dengan pak Nunung.
Dilain pihak, di ruang kerja Purek III Uvaya Ir Hastirullah Fitrah MP, pada Kamis (7/10) siang, ia menjelaskan berapa jumlah lulusan pada program studi tahun akademik 2009/2010, katanya “Fakultas Ilmu Administrasi ada 29 sarjana, Fakultas Ekonomi ada 40 sarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada 336 sarjana, Fakultas Pertanian ada 27 sarjana dan Fakultas Teknik ada 94 sarjana” katanya.
Mengenai visi dasn misi Uvaya kedepan, menurut Hastirullah “Uvaya akan terus meningatkan penambahan program studi dan membuka program S2, yang semuanya tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan, baik dari kebutuhan masyarakat akan pendidikan maupun dari prospek lapangan pekerjaan” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Kamis, 07 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 08 Oktober 2010/ 29 Syawal 1431 H
-         dengan judul Upaya Jadi Pusat Pengembangan SDM
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Selasa, 16 Agustus 2011

MB - Perda Seni Dan Kebudayaan Belum Juga Disosialisasikan

BANJARMASIN – Tiga bulan sudah Perda Provinsi Kalsel tentang kesenian dan kebudayaan resmi diberlakukan, tepatnya pada  tanggal 1 Juli 2010. Sedangkan tanggal penetapan perda itu sendiri pada tanggal 16 Maret 2009, dengan persetujuan bersama DPRD Provinsi dan Gubernur Kalsel. Kemudian ditandatangani oleh Gubernur Kalsel H.Rudy Ariffin dan Sekertaris Daerah Kalsel H M Muchlis Gafur.
Beberapa kegiatan seperti Festival Pasar Terapung dan Budaya Banjar yang dilaksanakan Pemprov, Peringatan Harlah Kota Banjarmasin yang di laksanakan oleh Pemko Banjarmasin, dan Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai yang dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang semuanya itu mengusung pementasan seni budaya. Tapi tidak ada sedikitpun menyinggung tentang Perda Seni Provinsi.
“Aku sendiri tidak tahu kalau Perda seni itu ada. Jadi peraturan tinggal peraturan, tanpa sosialisasi peraturan hanya akan menjadi ketetapan yang mandul bahkan lebih parah bisa menjadi obyek proyek politisasi”, tutur aktivis seni, anggota salah satu sanggar teater di Universistas yang ada di Banjarmasin. Ia tidak ingin disebutkan namanya, saat ditanya Mata Banua pada malam acara Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai.
Dilain pihak, Okta salah satu mahasiswi baru FKIP Unlam Banjarmasin yang ingin bergabung dalam organisasi seni karena ia sangat suka dengan aktivitas teater, setelah mendengar akan adanya Perda Seni, yang mengatur pula didalamnya bahwa mahasiswa dan pelajar yang berprestasi dalam seni akan mendapat beasiswa, berkomentar “aku siap bergabung untuk memperjuangkan agar Perda ini bisa berjalan” kata gadis hitam manis ini menjadi lebih bersemangat lagi.
Cukup sulit bagi Mata Banua melacak keberadaan arsip Perda Seni dan Kebudayaan, karena tidak ada yang mempunyai arsipnya. Di mulai dari Taman Budaya Kalsel, bahkan para para seniman yang sering nongkrong di Taman Budaya. Lalu Disporbudpar Kalsel, menurut Kabid Kebudayaannya ia juga tidak mempunyai arsipnya.
Pada akhirnya arsip tersebut bisa ditemukan di tempat Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel Drs Syarifuddin R, yang menjadi salah satu penyusun rancangan perda ini.
Isi dari Perda Seni dan Kebudayaan antara lain: Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.6 Th.2009, tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah, ada 13 Bab 18 Pasal. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.7 Th.2009, tentang Pemeliharaan Bahasa dan Sastra Daerah, ada 9 Bab 13 Pasal. Dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.8 Th.2009, tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional dan Permuseuman, ada 9 Bab 27 Pasal.
Drs Syarifuddin R, menjelaskan “memang benar perda Seni dan Kebudayaan ini telah diberlakukan, tapi untuk sosialisasinya perlu waktu dan dana yang tidak sedikit. Maka oleh karena itu sosialisasinya masih tidak optimal” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Selasa, 05 Oktober 2010
Di muat Kamis, 07 Oktober 2010/ 28 Syawal 1431 H
-         dengan judul Perda Seni Belum Disosialisasikan
kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

MB - Irwan Anshari Ingin Buat Malioboro Di Banjarmasin

BANJARMASIN – Wakil Walikota Banjarmasin H Irwan Anshari, saat memberikan  sambutan di Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai yang dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Jumat (1/10) malam yang lalu mengatakan, ingin membuat sebuah pasar seni seperti yang ada di jalan Malioboro Yogyakarta. Hal ini lahir dari wacana yang mengemuka, mengenai perlunya tempat terbuka untuk berkumpul para seniman selain dari Taman Budaya.
Menurut Irwan “bagi yang pernah datang ke Malioboro, tentunya akan selalu rindu ingin kembali kesana, kembali dapat merasakan susananya yang sangat khas. Suatu tempat dimana senimannya berkumpul menampilkan keahliannya masing-masing, tempat dimana karya-karya seni dipasarkan.
Oleh karena itu terbetik keinginan saya ingin membuat Malioboro di Banjarmasin, agar para senimannya bisa menampilkan dan memasarkan hasil karya seninya. Dan masyarakat bisa menikmati pasar seni khas Banjarmasin.
Dimana pasar seni itu dibangun, akan kita pikirkan sama-sama dan mencari tempatnya yang sesuai. Entah itu nantinya di Taman Budaya Banjarmasin, atau di pasar Sudimampir yang saat ini menjadi lapangan parkir. Pembuatan pasar seni ini, akan disinergikan dengan program pembangunan ruang terbuka hijau di Banjarmasin” katanya.
Sebelumnya, pada Kamis siang (30/8), Camat Banjarmasin Tengah H.Hermansyah, bercerita bahwa ia menginginkan ada suatu tempat di mana para seniman bisa bertemu sambil bersantai, katanya “saat ini kita punya Taman Budaya, tempat seniman bertemu. Tetapi Taman Budaya lebih sesuai untuk tempat latihan dan pertunjukan khusus.
Kita perlu tempat terbuka yang bisa didatangi siapa saja tanpa ada rasa enggan. Seperti Banjarbaru yang punya Minggu Raya, tempat bersantai masyarakat juga tempat mejeng anak muda. serta menjadi tempat bertemunya para seniman yang ingin bersantai dan berdiskusi, bahkan mengapresiasikan karyanya.
Potensi Banjarmasin sangat besar, jumlah senimannya disini juga lebih banyak, dibanding Banjarbaru yang senimannya lebih sedikit. Kalau Banjarbaru bisa kenapa Banjarmasin tidak. Mengenai lokasinya, bisa saja bekas lapangan Kamboja bisa menjadi alternatif untuk merealisasikan hal ini” ujarnya.
Ketika wacana camat Banjarmasin Tengah ini konfirmasikan dengan wakil walikota Banjarmasin, Anshari berkomentar “itu adalah pemikiran yang bagus, nantinya akan kita bicarakan lebih jauh.
Yang terpenting marilah kita meningkatkan dunia seni, lewat kegiatan-kegiatan budaya ataupun lomba-lomba, agar generasi muda seni lebih bersemangat dan dunia seni itu sendiri menjadi lebih hidup. Apa yang telah dilakukan di Kecamatan Banjar Tengah ini, dapat pula diikuti dan dilaksanakan oleh kecamatan lain yang ada dikota Banjarmasin” pungkasnya dengan penuh harapan. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 04 Oktober 2010
Di muat Rabu, 06 Oktober 2010/ 27 Syawal 1431 H
-         dengan judul Ingin Bangun Malioboro di Banjarmasin
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


MB - Kunjungan Utusan Kedubes Amerika Di Pesta Bloger Kalsel

BANJARMASIN – Terlepas dari rangkaian acara Mini Pesta Blogger yang di adakan di Banjarbaru pada hari Sabtu (2/10) yang lalu,  Utusan dari Kedutaan Besar Amerika, Aurelia Augustine untuk Indonesia juga menyempatkan diri untuk melihat obyek wisata Pasar Terapung di Kuin.
Sementara itu setiap event yang dilaksanakan tentu ada kisah tersendiri dari orang-orang yang bekerja keras untuk terlaksananya suatu kegiatan, tapi mereka bukanlah dari panitia yang tedaftar maka tak ada pula ucapan terimakasih secara formal bagi mereka karena luput dari sorotan media publikasi.
Mengenai kunjungannya ke Kalsel, Aurelia Augustine menuturkan “saya sangat senang disini, karena orang-orangnya sangat bersahabat. Saya melihat bagaimana situasi Pasar Terapung, itu sagat bagus sekali, tapi karena saya baru melihatnya saya tidak bisa berkomentar banyak.
Saya juga mengunjungi Fisip Unlam Banjarmasin, disana saya berdialog dengan mereka, sambutan mereka sangat baik.Kemudian saya mengunjungi Pesantren Rasyidiah di Amuntai, di sana saya berdialog tentang Islam yang ada di Amerika, santri-santrinya sangat antusias begitu juga dengan guru-gurunya.
Di Kedubes Amerika kami banyak punya program beasiswa terutama beasiswa pertukaran budaya. Untuk Kalsel, di lain kesempatan saya akan kembali berkunjung, untuk lebih banyak melihat obyek wisata yang ada di sini, dan belajar banyak tentang budayanya” kata Aurelia melalui orel  penerjemahnya yang cantik.
Pesta Bloger yang disponsori oleh Kedubes AS, mempunyai rangkaian acara di 10 kota di Indonesia, salah satunya yang dilaksanakan di Banjarbaru dan sebagai panitia pelaksana di , Banjarbaru adalah Komuntas Blogger Kayuh Baimbai Kalsel.
Iryani Queencyputri ketua Pesta Bloger pusat tahun 2010 dari Jakarta, berkata “rangkaian Blogshops sendiri diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial, termasuk blog, dengan tujuan untuk mendorong perubahan positif di dalam masyarakat” ujarnya.
 Menjawab pertanyaan Mata Banua tentang kebebasan dalam dunia maya, sehingga banyak para blogger memuat tulisan, yang terkadang menyerempet masalah sosial sesitif seperti SARA, Irayani menjawab “masing-masing blogger punya rambu-rambu sendiri, dengan adanya postingan negatif, maka juga akan muncul postingan yang bernada positif. Oleh karena itu kita juga menghimbau, agar mereka menggunakan media internet secara positif” katanya.
Mengenai kegiatan Pesta Mini Blogger di Banjarbaru yang telah dilangsungkan, Ketua Blogger Kayuh Baimbai Kalsel, Harie Insani Putra menceritakan “acara pertama pada Sabtu pagi dimulai dengan Blogshop dengan tema Pengenalan Blogging dan Social Media bagi Pendidikan, dilaksanakan di Kampus STMIK Banjarbaru, diikuti oleh. 35 pengajar perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Malam Minggunya ada acara pertemuan para komonitas blogger yang ada di Kalsel, dilaksanakan di aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, dan dihadiri pula oleh Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fazar Nuzuli.
Dibalik suksesnya kegiatan ini, salah satu pendiri Kayuh Baimbai, Karbone menuturkan, “susah mengatur panitia-panitia yang ada ini, maunya terima beres saja, aku yang bukan panitia malah yang terkena getahnya, harus menyiapakan 70% semua urusan rangkainan acara dari awal hingga akhir, sampai tidak tidur beberapa malam
Kalau bukan karena Harie, mana aku mau mengerjakannya.. Setelah kegiatan ini, perlu dibuat peraturan, yaitu bila ada kegiatan dan tidak beres bekerja sebagai panitia, maka tidak akan mendapat kartu anggota bloger Kayuh Baimbai” katanya dengan nada marah dan mata kuyu kelelahan kurang tidur.
Ibnu rekan Karbon yang juga anggota blogger, menyahut “harus ada kedisiplinan ditegakkan, agar yang muda-muda bisa belajar, bagaimana caranya menyiapkan suatu kegiatan dengan konsisten dan ini adalah aturan wajib dalam organisasi” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 03 Oktober 2010
Di muat Senin, 04 Oktober 2010/ 25 Syawal 1431 H
- dengan judul Pesta Bloger Dihadiri Utusan Kedubes AS
- kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

MB - Respon Positif Dari Seniman Dan Dinas Pariwisata

BANJARMASIN – Beberapa seniman mengeluh, karena mereka merasa sulit menghubungi wartawan, saat ada informasi yang hendak diberikan. Hingga dalam suatu pembicaraan santai di Taman Budaya (TB) Kalsel, terlontarlah suatu wacana untuk membentuk suatu Komunitas Wartawan Seni Budaya dan Pendidikan, agar akses informasi kepada wartawan menjadi lebih mudah.
Selain itu juga bisa menjadi tempat komunikasi bagi sesama wartawan yang berlainan media cetak maupun elektronik, tapi tugas liputannya sama atau wartawan yang peduli dengan dunia seni budaya dan pendidikan. Wacana yang terlontar tersebut langsung mendapat respon positif dari para seniman lain, serta wartawan yang saat itu juga ada di TB.
Menanggapi pertanyaan tentang media yang melakukan pergantian tugas liputan bagi wartawanya serta nama yang akan diberikan, salah satu wartawan yang hadir menjawab santai “dengan adanya komunitas tersebut, dapat menjadi tempat untuk sambung rasa wartawan yang bertugas di bidang seni budaya dan pendidikan atau yang peduli akan hal itu. Mengenai nama, itu hanya soal teknis, bisa saja diberi nama Komunitas Prasasti Budaya atau apalah, saat pertemuan nanti kita bahas sama-sama” ujarnya.
Alfonso dari kelompok Perkusi, berkata “inilah yang kita tunggu selama ini, dengan adanya komunitas ini, maka kita tak perlu lagi bertanya-tanya dan mencari-cari siapa wartawan yang mendapat tugas untuk meliput kegiatan seni budaya, karena sudah ada daftarnya. Karena wartawan adalah salah satu faktor penting dalam peningkatan dunia seni budaya dan pendidikan, melalui berita yang mereka rilis. Terutama yang bisa menyampaikan suara-suara kritis dari arus bawah.”
Sastrawan Kalsel Micky Hidayat dan pemerhati budaya Banjar Mukhlis Maman, senada menanggapi “mudah-mudahan komunitas ini bisa terbentuk secepatnya, agar arus komunikasi bisa semakin lancar.”
Dilain pihak, Mujiyat. SS.n,M.Pd saat ditemui Mata Banua di Dinas Pariwisata Olahraga  Seni dan Budaya Kota Banjarmasin pada Rabu siang (29/9), dengan gembira menyambut baik wacana ini, “sangat bagus sekali, inilah yang kami perlukan agar setiap kegiatan, kami tidak perlu repot lagi mencari-cari wartawan yang ditugaskan. Wartawan itu adalah ruang publik, sehingga wartawan seni budaya tentu terlibat pula dalam ruang seni dan dalam ruang kegatan yang dilakukan. Kami bersedia memfasilitasi pertemuannya, tapi saya minta waktu untuk membicarakannya dengan Kepala Dinas”, kata Kepala Bidang Kebudayaan ini dengan bersemangat.
Dari Media Elektronik, Helman Gellyrian reporter Nirwana FM, menyahut “sip, aku siap mendukung hal ini” pungkasnya . ara/mb05


-----------------
Di setor Jumat, 01 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 02 Oktober 2010/ 23 Syawal 1431 H
-         dengan judul Wacana Bentuk Komunitas Wartawan Seni
-     kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Sabtu, 23 April 2011

MB - Siring Ambrol Bahayakan Pengunjung

BANJARMASIN – Masyarakat Banjarmasin memadati hari pertama pembukaan Festival Budaya Pasar Terapung di kawasan siring Sungai Martapura, di depan kantor Gunernur pada Sabtu (25/9) yang berlangsung hingga Senin (27/9).
Namun ada salah satu bagian siring yang telah lama ambrol luput dari perhatian panitia penyelenggara. Hal ini bisa saja menyebabkan kecelakaan bagi masyarakat yang berjubel untuk menonton Festival Perahu Naga pada malam harinya.
Udin warga jalan Vetran yang saat itu sedang membawa anaknya untuk menonton Festival Perahu Naga dan berada tepat di depan siring yang ambrol, berkomentar “lubang ngini mambahayakan, kalu urang tabarusuk atawa ta dangsar, apalagi mun urangnya banyak banar bakakajalan kaya ngini. Saharusnya panitia manutupinya sabaluman acara dimulai, mana lampunya disini kada tapi tarang (lubang  ini sangat berbahaya, bisa-bisa orang tergelincir, apalagi orangnnya sangat padat. Seharusnya panitia menutupnya terlebih dulu sebelum acara ini dimulai, apalagi penerangan tidak memadai)” kata pedagang di Pasar Lima ini dengan bahasa Banjarnya.
Bagian siring yang ambrol tersebut menciptakan lubang dan retakan pada lantai keramik halaman siring hingga kemiringan 45 derajat kearah sungai. Tinggi lubang sekitar ½ meter, lebar retakan yang miring 2 meter dan panjang lubang kurang lebih 5 meter.
Lokasi siring yang ambrol tepat dibelakang Stand Kampung Banjar dan 10 meter dari Pos Informasi Pariwisata Kalsel yang berada di depan Komplek Perkantoran Gubernuran.

Situasi Malam Hari
Satu sudut lagi yang berada diantara Pos Informasi Pariwisata Kalsel dengan siring yang ambrol terdapat bagian yang sangat gelap karena tidak ada penerangan sama sekali, dan disana aroma pesing santer tercium.
Seperti komentar salah satu warga Banjarmasin yang tidak mau disebut namanya, “umai kadabnya , bagagap bajalan, jaka diandaki lampu kadanya pang urang mucil bakamih disia (aduh gelap sekali, berjalan saja hanya bisa meraba, kalau di pasang penerangan tentu tidak ada orang nakal yang buang air kecil di sini)” katanya sambil menutup hidung dan cepat-cepat berlalu.
Ha-hal kecil yang sepertinya sepele dan luput dari perhatian penyelenggara Festival, bisa saja menjadi memalukan bagi penyelenggara atau membahayakan pengunjung, apalagi bila ada turis mancanegara yang ikut menyaksikan jalannya acara. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 26 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Lima Wakil Kalimantan Akan Bertarung di Pentas Nasional

BANJARMASIN – Masyarakat memadati halaman parkir Sentra Antasri, tempat diselenggarakannya Audisi Utama KDStar Wilayah Kalimantan pada Minggu (26/9) siang. Walaupun saat itu ditengah guyuran hujan, namun tidak menyurutkan warga Banjarmasin untuk menyaksikan Event Dangdut Nasional yang diselenggarakan oleh TPI ini.
 30 orang peserta saling mengadu keahlian dalam menyanyi dangdut diatas panggung audisi utama wilayah Kalimantan, yang sebelumnya telah diseleksi dari 100 peserta Bintang Radio KDIStar di Radio Pelangi FM Banjarmasin dan Radio Pro 2 FM Samarinda.
Sebelumnya, Viny Felasiani, Humas TPI mengabarkan bahwa saat berlangsungnya seleksi 100 peserta di Hotel Victoria Banjarmasin pada Sabtu (25/9) siang,  Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan sempat hadir untuk menyaksikan langsung pra audisi.
Berselang beberapa jam, kurang lebih pukul 14.00 wita Walikota Banjarmasin H. Muhidin bersama istri ikut pula bertandang untuk menyaksikan proses tersebut.

Halaman parkir Sentra Antasri
Eksplorasi habis-habisan dan reality show dari 30 peserta di atas panggung audisi utama depan Sentra Antasari, ditonton secara langsung ratusan warga, benar-benar menguji mental para peserta audisi KDIStar. Hingga akhirnya 3 juri nasional yang terdiri dari penyanyi senior Trie Utami, penyanyi dangdut Chintya Sari dan Jul Ahmad yang dikenal dengan julukan Menir Kriwil memutuskan 5 orang peserta yang pantas untuk mewakili wilayah Kalimantan untuk berangkat ke Jakarta.
Lima peserta tersebut yaitu, Dedi Hermansyah dan Lia Puspita dari Samarinda, Fauziah A dari Tenggarong, Siti Nur Hayati dari Kutai Kartanegara, kemudian terakhir Mulia Sari dari Pelaihari.
“Setelah selesai semua audisi di seluruh kota di Indonesia, rencananya kelima peserta yang lolos seleksi wilayah Kalimantan ini akan berangkat bersama-sama ke Jakarta pada bulan Oktober. Keberangkatan itu sendiri ditanggung oleh TPI. Tadi setelah acara selesai kurang lebih pukul 18.00 wita, kelima peserta ini juga telah di brifing oleh Tim KDIStar dari TPI, mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berangkat ke Jakarta,” ujar Vini memberikan penjelasan. ara/mb05
 

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 26 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo-photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska






MB - Mendekati Lebaran Tukang Urut Kebanjiran Pasien

BANJARMASIN – Suatu tradisi lama dalam masyarakat Banjar sebelum ilmu kedokteran moderen semakin dikenal, bila patah tulang atau keseleo yaitu dengan di urut (di pijat). Tradisi itu masih melekat hingga sekarang bukan cuma pada masyarakat asli Banjar tetapi juga oleh masyarakat pendatang.
Salah seorang tukang urut spesialisasi patah tulang dan keseleo yang ada di Pangambangan yang dikenal oleh masyarakat dengan panggilan tukang urut H Kumis, berkata “dimulai dari H-10 hingga H+10 akan banyak yang datang kesini, itu karena di jalan raya arus kendaraan sangat padat, orang-orang pada tergesa-gesa sehinga sering terjadi kecelakaan, baik yang keseleo ataupun lebih parah lagi bisa patah tulang.
Bahkan sampai hari raya ada saja yang datang untuk minta urut, kalau saya hari itu ada dirumah, ya saya layani. Disini bukan cuma diurut, tapi ada juga obat yang akan dibeli pasien diapotik” ujarnya.
Dari yang Mata Banua lihat, memang banyak pasien yang antri, bahkan sampai anak-anak. Gajali, salah seorang pasien yang pergelangan kaki kirinya retak karena ditabrak orang didepan kantor pajak jalan Gatot Subroto, berkata “di tempat H Kumis ini, biayanya suka rela dan keahliannya sudah dikenal sangat baik oleh orang banyak. Tadi sebelum kemari, kaki saya rasanya sakit sekali tapi setelah diurut sudah tidak terlalu sakit lagi” katanya.
Mukhlis Maman, Pemerhati budaya Kalsel ini membenarkan “baurut adalah bagian budaya masyarakat Banjar. Tidak cuma patah tulang dan keseleo, bagi orang Banjar yang garing mariap dingin (demam) pun juga akan diurut, hal ini dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan masyarakat Banjar, hingga lebih memilih datang ke tukang urut dari pada ke dokter.
Sebenarnya yang menjadi inti dari pilihan masyarakat Banjar itu sediri adalah do’a yang dibacakan tukang urut, setelah selesai mengurut seseorang. Do’a dan ayat-ayat yang dibacakan oleh tukang urut menjadi obat yang sangat paten untuk kesembuhan pasien” pungkasnya. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Rabu 08 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Diskusi Dan Buka Puasa Bersama Sastrawan

BANJARMASIN – Permasalahan Dewan Kesenian (DK) Kota Banjarmasin yang mati suri menjadi pokok diskusi yang dibicarakan dalam buka puasa bersama sastrawan dan seniman yang diselenggarakan oleh KSI Banjarmasin pada Rabu (1/9) yang lalu di Gedung Warga Sari Taman Budaya Banjarmasin. Dalam acara ini juga dihadiri sastrawan Banjarbaru, ketua harian DK Provinsi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin, sastrawan dan seniman lainnya.
Diskusi dimoderatori oleh Hajriansyah, dan sebagai pembicaraan awal dimulai oleh Agus Suseno yang mengutarakan bahwa kota Banjarmasin mempunyai DK, tetapi hingga sekarang masih mati suri.
Menurut Agus “memang sudah ada upaya dari kelompok-kelompok seni yang berusaha untuk menghidupkan DK kembali tapi selalu saja ada kendala hingga Musen (Musawarah Seni) tidak bisa dilaksanakan.
Untuk itu para seniman perlu berhimpun kemudian sama-sama menghadap ke Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin yang membidangi Seni Budaya, untuk membicarakan perkembangan seni dan budaya, karena salah satu permasalahan seni di kota Banjarmasin yaitu tidak punya gedung kesenian, yang ada saat ini hanya gedung kesenian milik provinsi yaitu di Taman Budaya” ujarnya.
Sementara itu Ali Syamsudin Arsi, mengarahkan pada pendidikan sastra dan mempertanyakan dari tujuan KSI sebenarnya, agar program yang akan dijalankan tidak melenceng dari yang seharusnya. Menanggapi permasalahan DK, ia berkata “persoalan yang kita hadapi ini hanyalah permasalahan klasik dan pertemuan seperti ini hanya nostalgia, tinggal bagaimana gerakan yang harus dilakukan.”
Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin Mujiyat SSn M Pd, menanggapi keluhan seniman, ia berkata “harus ada ikatan antara pelaku seni dan pemerintah. Pemerintah sebagai pengayom tentunya yang diayomi bisa memberikan informasi yang bagus dan ini semua takkan bisa terlaksana tanpa membangun komunikasi yang baik.”
Kemudian, Alfonso dari kelompok perkusi, lebih menekankan pada diri seniman itu sendiri, seniman dan budayawan katanya harus mendedikasikan diri dengan sungguh-sungguh, dan ia juga mengatakan kesenian adalah tanggung jawab semua stekholder.
Menutup diskusi Syarifuddin, ketua harian DK Provinsi mengatakan bahwa setiap komunitas seni harus membangun jati dirinya, agar bisa membina prestasi dengan memperkuat aktifitas kegiatan, dan itu ia juga mengakui kalau peran DK akan semakin mengecil bila tuntutan-tuntutan dari masyarakat seni tidak bisa diperjuangkan. ara/mb05


Lomba Cipta Puisi Religius untuk Pelajar & Mahasiswa
dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri.
Lomba dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 September 2010.
Puisi di kirim melalui SMS, ketik : PUISI<spasi>isi puisi kirim ke 3954.
Isi puisi minimal 4 baris – maksimal 255 karakter.
5 judul puisi terbaik non kategore peringkat, mendapat vocher dengan total nominal jutaan rupiah dari Telkomsel, 50 judul puisi nominasi akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius Indonesia.
Lomba ini dilaksanakan oleh
KELOMPOK STUDI SENI BUDAYA SOSIAL SASTRA
dan di dukung oleh Art Partner serta Harian Pagi Mata Banua.
Informasi selengkapnya, dan kreteria penilaian bisa di lihat di http://artpartner.blogspot.com
atau di facebook pada Grup Art Partner Line
hotline : 085249903859 – 085248627538

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 05 September 2010 – TIDAK DI MUAT


Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Pemenang Lomba Cipta Puisi Aruh Sastra Vii Di Tanjung

BANJARMASIN –Aruh Sastra Kalsel VII di Tanjung akan dilaksanakan pada 26 sd 28 November 2010, dengan rangkaian kegiatan yaitu Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar, Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Lomba Basyair, Lomba Madihin, dan Penerbitan Buku Kumpulan Puisi Sastrawan Kalsel.
Koordinator juri Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar dan Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Agus Suseno pada Jumat (03/9) mengatakan “dari 120 judul puisi yang masuk dengan juri Arsyad Indradi, Ali Syamsuddin Arsy, Zulfaisal Putra dan 68 judul cerpen yang masuk dengan juri Jamal TS, Aliman Syahrani, Nailiya Nikmah. Minggu (29/8) para juri bersidang di Taman Budaya Banjarmasin, yang kemudian menetapkan:

Juara Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar
Juara I - Manyanggar Banua (Erika.A), II – Diang Hirang (Syarifudin), III Mambuang Tatunjuk, Manggantung Tajak (Aria.P). Juara harapan: Maratus (ESFA), Madam (Rahmatiah), dan Sapanjadi (M.Nahdiansyah). Kemudian 19 judul puisi nominasi: Karasmin Sungai, Kariau, Bubur Habang Bubur Putih, Syair Mangganang Paguruan, Kumarau Landang, Kamarau Lingkah Dapatnya Banyu, Ada Masigit di Hatiku, Wawarah Pikurat, Gasan Mamanya Nabil, Lalakun, Handak Waras, Tihang, Karindangan Saurangan, Mahayabang, Kunci Naraka, Mandulang Intan, Papat Pitulur Panglima Wangkang, dan Marasnya Bumiku.

Juara Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar
Juara I - Tagaian (Erika.A), II – Bapintaran (M.Fuad.R), III - Kada Tamakan Habar Lagi (Koariah.W). Juara harapan dengan judul: Manggantang Sayang, Kada Bakasudahan, dan Jujuran. 

Para pemenang dan nominator diminta untuk menghubungi panitia dengan contak person 085249954849, untuk penyusunan buku yang akan diterbitkan, selambatnya tanggal 7 September 2010” ujar Agus.
Salah satu juri Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar, Ali Syamsudin Arsi, berkomentar “ada kesenjangan dari karya yang masuk karena banyak yang masih pemula. Sementara yang menjadi juara satu dari karyanya mempunyai konteks yang kuat tapi tema mengambang.
Kemudian peserta lain banyak bahasa yang mereka gunakan campur aduk, tidak tetap apakah menggunakan bahasa banjar hulu atau bahasa banjar kuala. Maka sepatutnya lomba seperti ini lebih digiatkan lagi agar ada penguatan, tidak cuma satu tahun sekali” katanya.
Di lain pihak salah satu juri Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Nailiya Nikmah, berkata “secara umum, semua naskah standar aja, tapi memang ada beberapa yang memiliki nilai lebih, terutama dalam hal ide cerita dan diksi. Problemnya masih banyak peserta yang memakai bahasa Banjar terjemahan dari bahasa Indonesia, jadi maknanya kurang tepat. Ibarat makanan rasanya kurang pas dilidah” pungkasnya. ara/mb05

Lomba Cipta Puisi Religius untuk Pelajar & Mahasiswa
dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri.
Lomba dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 September 2010.
Puisi di kirim melalui SMS, ketik : PUISI<spasi>isi puisi kirim ke 3954.
Isi puisi minimal 4 baris – maksimal 255 karakter.
5 judul puisi terbaik non kategore peringkat, mendapat vocher dengan total nominal jutaan rupiah dari Telkomsel, 50 judul puisi nominasi akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius Indonesia.
Lomba ini dilaksanakan oleh
KELOMPOK STUDI SENI BUDAYA SOSIAL SASTRA
dan di dukung oleh Art Partner serta Harian Pagi Mata Banua.
Informasi selengkapnya, dan kreteria penilaian bisa di lihat di http://artpartner.blogspot.com
atau di facebook pada Grup Art Partner Line
hotline : 085249903859 – 085248627538

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Jumat 03 September 2010 – TIDAK DI MUAT

MB - Buka Puasa FKIP Unlam Banjarmasin

BANJARMASIN – FKIP Unlam Banjarmasin menggelar buka puasa bersama sebagai ungkapan syukur atas rangkaian acara yang telah selesai dilaksanakan. Buka puasa bersama juga dimaksudkan untuk mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan tugas. Baik dari pihak mahasiswa dalam Kegiatan Oreantasi Mahasiswa Baru (KOMA) ataupun panitia dari pihak Fakultas.
Setelah melalui rangkaian Program Persiapan Belajar (P2B) dari Senin hingga Kamis (2/9) siang kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, dan sebagai penutup diadakan buka puasa bersama antara fakultas dan panitia pelaksana. Selanjutnya kegiatan akan dilanjutkan oleh jurusan masing-masing dari Sabtu dan Minggu.
Naparin, PD3 Bidang Kemahasiswaan FKIP Unlam mengatakan “bahwa dari 6000 calon mahasiswa yang mendaftar di Unlam, 4000 masuk di FKIP dan yang diterima ada 1300 orang. Jadi peminat yang masuk FKIP itu lebih banyak dari fakultas lain.
Jumlah panitia yang telah melaksanakan P2B, dari mahasiswa ada 132 orang perwakilan dari semua organisasi yang ada di FKIP, dan dari fakultas ada 36 orang yang sebagian dari dosen. Dari evaluasi kegiatan tahun sebelumnya, tentunya tahun ini program berlangsung sangat baik” katanya.
Disinggung mengenai dua fakultas baru di FKIP Unlam Banjarmasin Naparin menjelaskan “Jurusan Sendra Tasik (Seni Tari, Drama dan Musik) sudah 2 tahun, kemudian Jurusan BLB (Pendidikan Luar Biasa) baru tahun ini. Dari ke dua fakultas baru ini, cukup banyak peminatnya.
Tapi kita masih belum bisa menerima banyak mahasiswa, karena fasilitas alat Bantu belajar masih belum lengkap, seperti tari yang memerlukan ruang kaca dan yang lainnya” ungkap PD3 FKIP Unlam Banjarmasin ini.
Sebelumnya pada siangnya pukul 15.00 wita Mata Banua meminta komentar dari mahasiswi baru yang selesai mengikuti acara KOMA, Okta berasal dari SMA 1 Satui Tanah Bumbu, mengatakan bahwa ia sangat senang telah mengikuti program KOMA dan menurutnya semua panitia cukup baik.
Nantinya Okta ingin bergabung dalam organisasi seni karena ia sangat suka dengan aktivitas teater. Setelah mendengar akan adanya Perda Seni dari Provinsi yang mengatur bahwa mahasiswa dan pelajar yang berprestasi dalam seni akan mendapat beasiswa, dengan senang Okta berkata “aku siap bergabung untuk memperjuangkan agar Perda ini bisa berjalan” ujar gadis hitam manis ini menjadi lebih bersemangat lagi.
Dilain pihak Abdul Halim, Ketua Pelaksana KOMA, menjelaskan bahwa program orientasi mahasiswa baru yang diadakan FKIP adalah kegitan terakhir, sedang fakultas lain di Unlam sudah melaksanakan lebih dulu.
Menurutnya mahasiswa baru tahun ini tingkat kreatifitas, penghargaan dan penghormatan mereka terhadap kakak tingkatnya sangat bagus dibanding masiswa baru tahun sebelumnya. Walau terpaksa ada 1 orang mahasiswa baru yang tidak diluluskan karena banyak melanggar peraturan yang ditetapkan panitia, tentunya ia harus mengulang tahun depan. Karena tanpa sertifikat orientasi ia tidak akan bisa untuk mendapat beasiswa, mengikuti PAT, dan melaksanakan Wisuda, ungkapnya. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Kamis 02 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Di masukkan kembali di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Seni 06 September 2010 – TETAP TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Badundang Puisi Kota Seribu Sungai

BANJARMASIN – “Untuk mengangkat dan menggiatkan seni budaya dan sastra, kita akan mengadakan suatu kegiatan bersama seniman dan sastrawan, sebagai lanjutan dari rangkaian peringatan Harlah Kota Banjarmasin. Dalam acara ini kita beri tema Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Jumat malam (1/10) ini. Bertempat di eks lahan rumah dinas Walikota Banjarmasin, yang berada di depan Stadion Lapangan Sepak Bola 17 Mei. Acara dimulai dari pukul 21.00 wita hingga selesai” kata Camat Banjarmasin Tengah H.Hermansyah menjelaskan.
Lanjut Hermansyah “kita di sini cuma sebagai pelaksana, karena ide ini sebenarnya dari Wakil Wali Kota Banjarmasin. Sebagai pelaksanaan dan persiapannya, dilakukan oleh perangkat kecamatan serta semua lurah dikecamatan ini, saling bahu membahu.
Kita akan mengundang Walikota Banjarmasin, Kepala Dinas Pariwisata, Guru-guru pengajar, siswa-siswi SMP dan SMA, serta sudah tentu para seniman dan sastrawan lain. Juga dari masyarakat yang ada di Kota Banjarmasin silahkan untuk datang, karena acara ini terbuka untuk umum.
Acaranya sendiri selain di isi dengan pembacaan puisi dari seniman dan sastrawan, pembacaan puisi dari pejabat pemerintah, juga diharapkan ada siswa-siswi SMP dan SMA yang berani tampil membacakan puisi. Diantara pembacaan puisi diselingi dengan  teaterikal puisi dan musikalisasi puisi.
Rangkaian acara ini sudah dirumuskan bersama-sama dengan Kepala Taman Budaya Ennos Karly. Untuk puisinya disiapkan oleh Micky Hidayat. Acara ini tidak cuma akan dilaksanakan setahun sekali, tapi akan kita kembangkan lebih jauh lagi, entah nantinya dengan lomba cipta puisi atau lainnya,” ujar Hermansyah.
Sementara itu sastrawan Kalsel Micky Hidayat, berkata “puisi yang akan dibacakan di malam Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai adalah puisi-puisi yang diambil dari buku Bunga Rampai Puisi Anak Banua, yang saat ini tengah dipersiapkan untuk diterbitkan oleh Taman Budaya”.
Untuk lebih jelas mengenai asal-usul ide pelaksanaan kegiatan ini, Mata Banua menemui Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari di ruang kerjanya pada Kamis siang (30/8).
“Sebenarnya ini berawal dari seruan Walikota untuk lebih menggiatkan kegiatan seni budaya dan sastra, lalu secara sepontan kita menterjemahkannya dalam bentuk kegiatan baca puisi dan silaturahmi budaya.
Kebetulan Kecamatan Banjarmasin Tengah, menyambutnya sebagai pelaksana. Kecamatan Banjarmasin Tengah merupakan tempat yang strategis, karena berada di tengah kota. Saya harapkan Kecamatan lain di Banjarmasin nantinya juga akan melaksanakan acara seperti ini, agar seni budaya dan sastra di daerah kita semakin meningkat,” pungkas Irwan dengan kalem. ara/mb05            

-----------------
Di setor Kamis, 30 September 2010
Di muat Jumat, 01 Oktober 2010/ 22 Syawal 1431 H
-         dengan judul Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4



BADUNDANG – Eks lahan rumah dinas Walikota Banjarmasin akan menjadi tempat baca puisi dan silaturahmi budaya, pada Jumat malam (1/10) ini, dengan tema Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai

MB - Budaya Tradisional Yang Terlupa Dalam Kampoeng Banjar

BANJARMASIN – Gemerlap lampu berwarna-warni, menghiasi jukung tanglong pada perahu-perahu naga dalam Festival Pasar Terapung dan Budaya Banjar pada Sabtu malam (25/9) yang lalu.
Sementara itu masih menyisakan hasrat warga Banjar yang belum terpenuhi, saat mereka ingin menyaksikan kenangan orang tua-tua dulu. Sedang yang terlihat hanya kemegahan lampu hias dari desain perahu naga yang bernuansa moderen.
Unda sabujurnya handak malihat nang kaya apa lanting urang bahari, jukung urang bahari nang mamakai lampu suar, paling kada ada mudilnya nang baandak dibanyu. Makanya unda mambawa anak kasini, supaya inya tahu. Tapi nang ada ni mudirin-mudirin (aku sebenarnya ingin melihat seperti apa lanting orang dulu, perahu dulu yang menggunakan lampu suar, lalu ada contoh yang diletakkan di air. Oleh karena itu aku mengajak anak kesini, agar tahu. Tapi yang ada ini serba moderen), kata Udin warga jalan Vetran yang datang bersama anaknya.
Sementara itu di stand Kampoeng Banjar, pelajar-pelajar yang mendapat tugas guru kesenian mereka untuk membuat tulisan, mengeluh “di setiap stand, tidak ada petugas yang menjaga bisa menjelaskan dengan baik apa-apa yang dipamerkan. Sehingga kami sulit bertanya, jawabannya banyak tidak tahu. Sedang kue dan makanan tradisional juga tidak banyak, paling tidak disetiap stand ada menampilkan kue-kue tradisional daerah mereka masing-masing, bukan kue yang moderen yang dipajang” tutur Merina, pelajar dari SMKN 1 Banjarmasin.
Dilain pihak, pemerhati budaya Banjar, Mukhlis Maman berkomentar “dalam sebuah event yang bertemakan budaya walau itu didesain secara moderen, tapi aspek tradisional harus diperhatikan dengan baik. Artinya bila ada desain yang moderennya maka yang tradisional juga ditampilkan, walau cuma diletakkan dipinggiran sungai saja. Sehingga masyarakat dapat menyaksikan, bahwa inilah jukung dan lanting paring yang tradisional.
Hal ini juga seharusnya terlihat pula dalam Kampoeng Banjar, kalau itu memang model dari Kampung Banjar, yang lebih utama ditampilkan adalah bagaimana situasi orang Banjar secara tradisional. Contoh, ada orang yang sedang menganyam tikar, orang yang sedang menggosok intan, orang yang sedang membuat kue tradisional seperti kueh ruku dan lain-lain. Bukan hanya photonya saja yang ditampilkan” pungkasnya pada Rabu (29/8) siang dengan Mata Banua. ara/mb05

-----------------
Di setor Rabu, 29 September 2010
Di muat Rabu, 30 September 2010/ 21 Syawal 1431 H
-         dengan judul Budaya Bernuansa Moderen
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Photo-photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska






MB - Tugas Seni Budaya Bagi Pelajar di Kampoeng Banjar

BANJARMASIN – Kampoeng Banjar adalah salah satu bagian dari rangkaian gelar yang disajikan dalam Festival Pasar Terapung dan Budaya Banjar selama tiga hari yang dimulai dari sabtu (25/9) hingga hari senin, yang lalu.
Di Kampoeng Banjar ini ditampilkan miniatur perkampungan suku banjar yang di ikuti oleh kabupaten/kota yang ada di provinsi kalsel. Musium Lambung Mangkurat tidak ketinggalan turut serta menampilkan replika alat-alat kerajinan rumah tangga masyarakat Banjar, dan beragam perlengkapan budaya lainnya.
Dari keterangan petugas yang menjaga stand Musium Lambung Mangkurat bahwa 70 persen pengunjung dari kalangan pelajar. Diantara pengunjung stand Musium Lambung Mangkurat terlihat dua orang gadis remaja 
Merina dan Auliya yang saat itu tengah asik mencatat dalam bukunya apa-apa yang ada dalam stand tersebut. Saat ditanya Mata Banua apa yang mereka kerjakannya, Merina menjawab “kami dapat tugas dari guru kesenian untuk mengapresiasikan apa-apa yang ada di acara Kampoeng Banjar ini. Nantinya akan dibikin makalah baru dikumpul. Yang menarik di sini adalah miniatul kapal dagang tradisional Banjar” ujar siswi dari SMKN1 Banjarmasin yang mengambil jurusan akutansi.
Sementara itu, Ayu Ratna Sari dari SMPN 1 Banjarmasin dan kawannya Putri Intan dari SMKN4 Banjarmasin, berkomentar “kami lebih tertarik dengan alat-alat rumah tangga trasisional, soalnya sekarang sudah tidak ada lagi. Nantinya ingin melihat koleksi lainnya di Musium Lambung Mangkurat yang ada di Banjarbaru, karena belum pernah kesana” tuturnya dengan malu-malu.
Dilain pihak, mengenai tugas yang diberikan oleh guru kesenian kepada pelajar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kota Banjarmasin, Nor Ifansyah pada Selasa (28/9) sore, berkomentar “pendidikan seni bukan hanya dilaksanakan di kelas saja. Tetapi pendidikan seni perlu melihat secara langsung apa yang ada dilapangan. Ini merupakan bagian dari pengajaran dan sudah tentu Disdik sangat mendukung, selama itu dikendalikan oleh guru yang bersangkutan, artinya tidak dibiarkan berkeliaran begitu saja yaitu ada pengawasan dari gurunya” pungkasnya. ara/mb05


-----------------
Di setor Selasa, 28 September 2010
Di muat Rabu, 29 September 2010/ 20 Syawal 1431 H
-         dengan judul Safari Tadarus Puisi
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Photo yang dimuat - Dokumentasi ARAska
PERALATAN TRADISIONAL – Replika peralatan tradisional yang dipamerkan dalam stand Musium Lambung Mangkurat di Festival Kampoeng Banjar

Sisa photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska