Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Jumat, 01 Juni 2012

310512-kamis(jumat)-KPID temukan keluhan penyiaran.doc


Photo: Samsul Rani

Dua Puluh Pengaduan Terhadap Siaran TV Lokal

BANJARMASIN – Selama bulan Mei sudah ada 20 pengaduan, mengenai program siaran yang dilakukan lembaga TV Lokal. Salah satu TV lokal yang dilaporkan masyarakat adalah program siaran dari TVRI Banjarmasin.
            Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Samsul Rani, beberapa hari yang lalu. Menurutnya, walau KPID Kalsel masih sangat banyak keterbatasan. Baik dari jumlah staf yang hanya 7 orang, maupun keterbatasan sarana dan prasarana.
Sedangkan radio yang diawasi sangat banyak, di Banjarmasin saja ada 23 radio, belum lagi radio di Kabupaten/kota lainnya di Kalsel, ditambah dengan TV lokal dan nasioanal.
Tapi dengan adanya pengaduan masyarakat Banjarmasin tersebut, ini membuktikan bahwa sosialisasi KPID Kalsel telah membuahkan hasil. “Semua pengaduan/laporan selalu kami balasi dan segera ditindak lanjuti. Walaupun banyak masyarakat yang mengadu via SMS di 085821000070, tidak mencantumkan namanya. Selanjutnya lembaga televisi maupun radio yang diadukan akan diberi surat peringatan. Apabila pengaduan tersebut terkait TV Nasional, maka akan dilaporkan dengan KPI pusat” katanya.
Program KPI saat ini adalah sosialisasi Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standart Program Siaran (P3SPS) 2012, sebab P3SPS yang  2009 telah dicabut dan diganti. Yang baru dari P3SPS 2012, pengaturannya lebih detail. Seperti pengaturan penyiaran kampanye pemilu, tayangan mistik dll. Lembaga radio dan TV juga mempunyai kewajiban, untuk memberitahukan tentang P3SPS kepada karyawannya.
KPID Kalsel akan melakukan sosialisasi dengan berbagai komponen. Baik dilingkugnan kampus maupun komponen masyarakat umum lainnya. Setiap KPI mempunyai kewenangan pengawasan. Sebelum pengawasan tentunya harus diberitahu dulu dengan publik.
Memberitahukan apa tontonan yang baik dan apa yang tidak baik inilah yang menjadi kewajiban KPI, untuk menyampaikannya dengan masyarakat. Sebab UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, pasal 17 juga menyatakan bahwa masyarakat juga punya kewajiban melakukan pengawasan. Masyarakat harus cerdas, ketika masyarakat cerdas, otomatis TV dan radio akan mengikuti.
KPI mewakili masyarakat dan melakukan pemantauan, akan lebih kuat lagi bila didukung masyarakat. “Yang kita lawan ini adalah industri. Industri ini apasih yang kurang, duitnya banyak, infrastruktur peralatannya saja luar biasa, orang-orang pintarnya juga banyak. Nah untuk menghadapi itu, mari kita bersama-sama” ujar Samsul Rani. ara/mb05

270512-minggu(senin)-tetes keringat para murid sekumpul (di berita kaki).doc


Photo: mb/ara

-          MAQAM – Maqam Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini, disamping maqam beliau juga ada maqam KH Seman Jalil, kemudian paman beliau Alimul fadhil KH Seman Mulia, dan di belakang ada maqam ibu beliau
-          HARI PERTAMA – Haul Guru Sekumpul yang ke-7 hari pertama untuk warga Sekumpul dan sekitarnya, pada Sabtu malam
-          PERSIAPAN HAUL – Kesibukan para murid Guru Sekumpul mempersiapkan pelaksanaan haul

Tetes Keringat Para Murid Guru Sekumpul

Dari Sabtu pagi (26/05) wilayah sekumpul sudah dipenuhi ja’maah yang datang untuk menghadiri peringatan haul Syaikh al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf al-Banjari, atau yang akrab disapa dengan Guru Sekumpul.
            Terlepas dari ja’maah yang datang, warga sekumpul dan para murid Guru Sekumpul telah melakukan persiapan untuk haul, satu minggu sebelumnya. Dimulai dari gotong-royong membersikan lingkungan, membangun tenda untuk jama’ah yang datang, menyiapkan lahan parkir kendaraan, menyiapkan tong-tong air wudhu dan WC.
Kemudian memasang lampu penerangan, memasang pengeras suara, menyiapkan dapur untuk memasak makanan, menyiapkan bahan-bahan yang akan disajikan. Hingga  meracik bumbu, mengolah daging, memasak nasi, membuat kotak nas, hingga pada minggu paginya memasukkan nasi dan lauk pauknya kedalam kotak nasii/ nasi bungkus.
Masing-masing RT membagi tugas untuk warganya, siapa yang mengatur parkir, siapa yang menjadi keamanan, siapa yang membagi nasi kotak saat acara, dll.
            Di balik puluhan ribu ja’maah yang datang, tersembunyi tetes keringat warga sekumpul serta para santri yang melayani tamu dengan tulus dan ikhlas.
Menurut penjelasan H Abdurrahman Salim di gang Hijrah Sekumpul yang di percaya sebagai humas pelaksana haulan, pada Sabtu malam. Ia mengatakan  bahwa Haul Guru Sekumpul dilakukan dua kali, haul untuk warga sekumpul dan sekitarnya, dilaksanakan pada Sabtu malam di Mushalla Arraudah komplek Sekumpul. Untuk haul ini disiapkan sekitar 5000 nasi kotak/nasi bungkus..
            Kalau haul untuk khalayak umum pada minggu malam, pada 2010 disiapkan sekitar 100 ribu nasi kotak, dan pada 2011 sekitar 135.625 nasi kotak. Setiap tahun, jama’ah yang datang, sudah tentu akan bertambah.
Maka untuk haul Guru Sekumpul yang ke-7 bagi masyarakat umum pada 2012 disiapkan 175.000 nasi kotak, ditambah 200 nasi kotak sumbangan warga.  Ada sekitar 1.410 belek beras dan 7 ton daging sapi. Pusat pelaksanaan haul tetap di Mushalla Arraudah.
Diluar dari yang tercatat oleh panitia, masing-masing warga juga banyak membuat nasi kotak/nasi bungkus sendiri untuk dibagikan dengan jama’ah yang datang.
Semua bantuan yang ada adalah inisiatif masyarakat sendiri, ada yang membantu daging, ada yang membantu beras, ada yang membantu bumbu-bumbu masak, ada yang membantu tenaga dan lain-lain.
            Pada 2011, ada pembagian 6 sektor wilayah sebagai pos, yaitu sektor gang Taufik, sektor gang Mahabbah gang Arrahmah, sektor keenam terdiri dari dalam Regol, gang Hijrah dan gang Nusantara.
            Maka untuk 2012 di bagi menjadi13 sektor, yaitu sektor satu di gang Taufik, sektor dua di gang Mahabbah, sektor tiga di gang Hijrah, sektor empat di simpang ampat (arah ke Tanjung Rema), sektor kelima di Arrahmah, sektor keenam di gang Pribadi, sektor ke tujuh di komplek Madani, sektor kedelapan di Muhaimin, sektor kesembilan di Mahabbah ujung, sektor kesepuluh di Nusa Indash, sektor kesebelas di tempat H Nur’aini (gang Pribadi), sektor keduabelas di Sungai Kacang, dan sektor ketigabelas juga ada di Sungai Kacang.
Kondisi wilayah sekumpul pada 1980-an, ibarat hutan belantara yang penuh semak belukar pohon karamunting. Hanya satu-dua rumah yang tampak. Pada dekade 1980-an, pengajian masih digelar di Mushalla Darul Aman, Jalan Sasaran, Kelurahan Keraton, Martapura. Baru pada awal 1989, pengajian pindah ke lokasi baru sekaligus menandai era baru dunia syiar Islam di Martapura. W
Perubahan terjadi dalam penyebutan kawasan itu. Semula, sekitar hutan karamunting masyhur dengan sebutan Sungai Kacang. Ketika pengajian hijrah, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani mempopulerkan nama baru yaitu Sekumpul dan wilayah Sekumpul pun berubah.
Banyak para murid KH Muhammad Zaini yang ikut hijrah ke Sekumpul, dan memulai era para murid Sekumpul. Setelah di Sekumpul semakin banyak santri yang berdatangan dari berbagai pelosok daerah hingga di luar Kalsel, yang selanjutnya sebagian juga menetap di Sekumpul. Para santri ini biasanya disebut Pondokan.
            Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Beliau dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura pada malam Rabu 27 Muharram 1361 H bertepatan dengan 11 Februari 1942 M. Dan wafat pada 5 Rajab 1426 H bertepatan dengan Rabu 10 Agustus 2005 pukul 05.10 wita di rumah kediamannya di Sekumpul, pada usia 63 tahun.
Sepeninggal Guru Sekumpul, banyak para murid yang kembali kedaerahnya masing-masing, walau ada sebagian yang menetap disekumpul. Biarpun para murid telah tersebar dipelosok daerah, tapi para murid masih setia dan tetap menjaga tali silaturahmi, walau hanya saat haul dilaksanakan. Apapun profesi para murid sekarang, kesetiaan para murid ditunjukkan dengan membantu dana dan tenaga, bagi persiapan haul hingga pelaksanaannya.
Satu sama lain, para murid telah saling mengenal. Sehingga tanpa perlu diminta, langsung saja bergabung dengan murid lainnya, membantu segala proses haul untuk menyambut dan menjamu jama’ah yang datang. ara/mb02

270512-minggu(senin)-larangan corat coret dan konvoi tidak diindahkan.doc


Photo:mb/ara
-          KONVOI – Aksi corat-coret yang dilanjutkan dengan konvoi kelulusan siswa SMA/MA/SMK di jalan Vetran Banjarmasin
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK dilingkungan sekolah
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK di depan sekolah
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK di tempat berkumpul yang ditentukan siswa

Larangan Corat-Coret dan Konvoi Tidak Diindahkan

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalsel dan Disdik Kota Banjarmasin telah menghimbau, agar pengumuman kelulusan dilaksanakan dengan cara yang positif tanpa ada corat-coret seragam dan aksi konvoi. Namun himbauan ini ternyata tidak diindahkan oleh siswa.
Sebelumnya dalam perbincangan Mata Banua dengan Sekertaris Disdik Provinsi Kalsel, Drs H Herman Taupan. Menurutnya telah disampaikan himbauan kepada sekolah-sekolah di kabupaten/kota provinsi Kalsel. Agar saat pengumuman kelulusan dilaksanakan dengan cara yang positif. “Jangan sampai ada corat-coret, lebih baik pakaian seragamnya disumbangkan bagi siswa yang tidak mampu” katanya.
Kadisdik Kota Banjarmasin, Hesly Junianto pada Jumat (25/5) sore, mengatakan pula bahwa ia telah membuat surat edaran bagi sekolah-sekolah. Yang isinya agar pada saat pengumuman kelulusan, siswa tidak mengenakan pakaian seragam putih. Jadi siswa hanya boleh mengenakan pakaian sasirangan atau paramuka. “Ini dilakukan untuk menghindari aksi corat-coret. Apabila ada siswa yang melakukannya, maka sekolah yang bersangkutan akan diberikan tindakan. Bisa saja ijazahnya ditahan dulu” ujarnya.
Hesly juga telah meminta Kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi kendaraan, karena bisa mengganggu lalu lintas. Ia juga telah meminta kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi.
Dari pantauan Mata Banua pada beberapa SMA/MA/SMK dan titik ruas jalan di Kota Banjarmasin yang berdekatan sekolah, pada Sabtu (26/5) dari pagi hingga siang. Konvoi terbanyak di jalan Manggis, jalan Gatot Subroto, jalan Pramuka, dan jalan Vetran hingga memacetkan lalu lintas.
Beberapa kelompok siswa yang sedang corat-coret dengan tergesa-gesa menghindari bidikan kamera. Beberapa kelompok siswa lainnya tampak acuh tak acuh dan tetap melanjutkan aksinya, seperti di SMK Muhammadiyah 3 dan SMKN 3.
Pengumuman kelulusan siswa SMA/MA/SMK, dilaksanakan serentak pada pukul 10.00 Wita. Beberapa sekolah menuruti himbauan Disdik Kota Banjarmasin, agar siswa tidak mengenakan seragam putih dan hanya mengenakan pakaian sasirangan atau pramukan. Namun beberapa sekolah tidak melakukannya.
Seusai pengumuman, setelah orang tua siswa dan para guru meninggalkan sekolah, para siswa mulai mengganti pakaian sasirangan dan pramukannya masing-masing dengan seragam putih.
Bahkan ada siswa yang terang-terangan mengganti pakaian pramuka dan sasirangan, walau para guru masih ada disekolah. Seusai mengganti pakaian dengan seragam putih, aksi corat-coret pun mulai berlangsung. Setelah itu dilanjutkan dengan aksi konvoi.
Drs Gunarto MM Pd, salah satu kepala sekolah yang berhasil ditemui dan bersedia memberikan keterangan. Ia menjelaskan bahwa telah menyampaikan himbauan Kadisdik Kota Banjarmasin kepada siswa dan orang tuanya. “Pada awalnya siswa menuruti, tapi setelah pengumuman situasi tidak bisa lagi dikendalikan, akhirnya dibiarkan saja. Kami sudah berusaha untuk mencegahnya” ujarnya. ara/mb05

250512-jumat(sabtu)-kadisdik kota Bjm minta kepolisian tindak siswa yang konvoi.doc


Photo: Hesly Junianto

Kadisdik Minta Kepolisian Tindak Siswa Yang Konvoi

BANJARMASIN – Pengumuman serentak hasil Ujian Nasional se-Indonesia pada Sabtu 26 Mei 2012. Untuk mengantisipasi adanya aksi konvoi kendaraan dari siswa, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Hesly Junianto meminta kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi.
Sebelumnya dalam perbincangan Mata Banua dengan Sekertaris Disdik Provinsi Kalsel, Drs H Herman Taupan. Menurutnya telah disampaikan himbauan kepada sekolah-sekolah di kabupaten/kota provinsi Kalsel. Agar saat pengumuman kelulusan dilaksanakan dengan cara yang positif. “Jangan sampai ada corat-coret, lebih baik pakaian seragamnya disumbangkan bagi siswa yang tidak mampu” katanya.
Khusus untuk Kota Banjarmasin, pada Jumat (25/5) sore, Hesly mengatakan pula bahwa ia telah membuat surat edaran bagi sekolah-sekolah. Yang isinya agar pada saat pengumuman kelulusan, siswa tidak mengenakan pakaian seragam putih. Jadi siswa hanya boleh mengenakan pakaian sasirangan atau paramuka.
Ini dilakukan untuk menghindari aksi corat-coret. Apabila ada siswa yang melakukannya, maka sekolah yang bersangkutan akan diberikan tindakan. Bisa saja ijazahnya ditahan dulu.
Hesly juga telah meminta Kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi kendaraan, karena bisa mengganggu lalu lintas. Kalau ingin konvoi juga, harus dilakukan dengan cara yang lebih baik. Disdik Kota Banjarmasin sudah membuatkan acaranya, yaitu gerak jalan bersama.
Gerak jalan ini dilaksanakan pada Minggu pagi (27 Mei), dengan tema Persembahan Untuk Guru. Semua guru dan siswa dipersilahkan ikut serta, dan ada hadiahnya. Hadiah utama sebuah sepeda motor, serta banyak lagi hadiah hiburan.
Terkait masalah konvoi liar siswa “Kita sudah menginformasikan kepada Kapoltabes, dan minta bantuan untuk mengatasi hal tersebut. Saya kira mereka sudah tahu dimana titik-titik rawan terjadi konvoi” ujarnya. ara/mb05
           

250512-jumat(sabtu)-hasil UN SMA 2012.doc


Photo: mb/ara
PENGUMUMAN - Penguman hasil UN SMA/MA/SMK untuk Kota Banjarmasin dengan seluruh kepala sekolah di Aula Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin

Peringkat Persentasi Kelulusan UN SMA di Banjarmasin, Naik

BANJARMASIN – Prestasi hasil Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK di Banjarmasin untuk peringkat se-Kalsel, cukup membanggakan. Kota Banjarmasin yang dulunya (2011) hasil UN SMA/MA/SMK meraih peringkat tiga se-Kalsel, maka tahun ini (2012) meraih peringkat kedua se-Kalsel.
            Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Hesly Junianto, pada Jumat (25/5) sore, di ruang kerjanya. Menurut Hesly, Disdik Kota Banjarmasin akan mengevaluasi dimana kelemahan dan kekurangan tahun ini.
Kemudian dari hasil evaluasi akan dijadikan suatu kekuatan untuk meraih prestasi lebih baik lagi. “Persoalan ini akan dibicarakan dengan semua kepala sekolah di Kota Banjarmasin. Sehingga hasil UN berikutnya pada 2013 untuk SMA/MA/SMK se-Kota Banjarmasin, harus meraih peringkat pertama di Kalsel” katanya seusai pertemuan dengan semua Kepala Sekolah se-Kota Banjarmasin, dalam rangka pengumuman hasil UN SMA/MA/SMK di Aula Disdik Kota Banjarmasin.
Berdasarkan data Disdik Kota Banjarmasin dan dari SMS Sekertaris Disdik Provinsi Drs H Herman Taupan, bahwa Persentasi kelulusan dan prestasi nilai tertinggi UN SMA/MA/SMK se-Kalsel, yaitu:
Persentasi kelulusan se-Kota Banjarmasin untuk SMK, yang lulus seratus persen, yaitu SMK Swadaya, SMK Bina Banua, SMK Farmasi ISFI, SMK Arung Samudera, SMK Muhammadiyah 3, dan urutan terakhir SMK NU (94,44 persen). Sedangkan persentasi kelulusan se-Kota Banjarmasin untuk SMA/MA, yang lulus seratus persen cukup banyak, salah satunya MAN 2 Bjm.
Persentasi kelulusan se-Kalsel untuk SMA/MA/SMK. Peringkat pertama dari Barito Kuala dan peringkat kedua dari Banjarmasin.
Jumlah nilai UN tertinggi se-Kalsel untuk SMA/MA. Peringkat pertama dari Banjarmasin (46,11), peringkat kedua dari HSS (46,02), peringkat ketiga dari HST (44,7). Sedangkan peringkat ketujuh dari Tala (41,92), dan 6 kabupaten/kota lainnya peringkat nilainya masih kosong, sehingga tidak diketahui mana yang paling rendah.
Jumlah nilai tertinggi UN se-Kalsel untuk SMK. Peringkat pertama dari Banjarbaru (31,88), peringkat kedua dari HSS (31,59), peringkat ketiga dari Banjar (30,47).  Sedangkan Banjarmasin peringkat kesembilan (29,17), dan peringkat terakhir ketiga belas dari HSU (28,02).
Sekolah yang mendapat rangking satu UN per program studi se-Kalsel:
Untuk SMA, yaitu program IPA dari SMAN 1 Marabahan (50,59), program IPS, SMAN 7 Banjarmasin (51,37), dan program Bahasa SMA 8 Barabai (47,63). Untuk MA, program IPA dari MAN 1 Barabai (50,32), program IPS dari MAN 4 Barabai (49,72), program Bahasa dari MAN 2 Banjarmasin (46,11), dan program Agama dari Ibnu Mas’ud Putra HSS (50,00). Untuk SMK yaitu dari SMK Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru (33,53).
            Rincian perbandingaaan persentasi kelulusan untuk SMA/MA se-Kalsel dari jumlah keseluruhan peserta., yaitu dari 22.644 siswa, lulus 22.605 (99,83 persen)  naik 0,1 persen dari tahun lalu. Sedangkan Rincian persentasi kelulusan UN untuk SMK se-Kalsel dari jumlah keseluruhan peserta, dari 9.946 siswa, lulus 9.882 (99,36 persen) turun 0,12 persen dari tahun lalu.
Nilai UN SMA tertinggi se-Kalsel untuk perorangan, yaitu program IPA, M Fernadi Lukman dengan nilai 55,80 dari SMAN 2 Bjm. Program IPS, Defri Kurniawan dengan nilai 54,20 dari SMAN 7 Bjm. Dan program Bahasa yaitu Noor Azizah dengan nilai 52,90 dari SMAN 8 Barabai.
Nilai UN MA nilai tertinggi se-Kalsel untuk perorangan, yaitu program IPA,  Fitri Latifah dengan nilai 53,10 dari MAN 2 Barabai. Program IPS, Arbainah dengan nilai 53,40 dari MA Nurul Khair Batola. Jurusan Bahasa, Husnul Athiya dengan nilai 50,50 dari MAN 2 Bjm. Dan program Agama, Diah Fatimah dengan nilai 53,10 dari MA NIPI Rakha Amuntai.
            Nilai UN SMK tertinggi se-Kalsel untuk perorangan, yaitu Rifa Afiah dengan nilai 36,70 dari ISFI Bjm. ara/mb05