Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

230412-senin(selasa)-Pungli Ruang Tunggu Penumpang Tanjung Perak (di ekonomi & bisnis hal 16).doc


Photo: mb/ara
PELAYANAN - Keadaan ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Tanjungan Perak Surabaya minim pelayanan

Pungli Ruang Tunggu Penumpang Tanjung Perak

SURABAYA - Pelindo III Cabang Tanjung Perak (PIIICTP), pada Selasa (17/4) yang mengadakan sosialisasi pelayanan, dalam rangka penilaian Pelayanan Publik dan Pelayanan Prima yang diselenggarakan oleh Kemenpan (Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara) dan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) untuk tahun 2012. Sosialisasi bertempat di ruang rapat Kalimas Pelabuhan Tanjungan Perak
            Sementara praktek dilapangan, banyak penumpang kapal laut merasa dirugikan dengan adanya double tarif untuk masuk ke dalam ruang tunggu penumpang Pelabuhan Tanjungan Perak. Diduga tarif yang kedua ini adalah pungli petugas PIIICTP.
            Sebelum memasuki ruang tunggu, penumpang harus melewati tiga petugas PIIICTP. Petugas pertama di depan pintu mengikatkan sejenis gelang kertas. Lalu penumpang menemui petugas kedua untuk dicatat nama dan usianya. Pada petugas ketiga, penumpang diminta membayar tarif masuk sebesar Rp 7500.
            Beberapa penumpang merasa heran dengan adanya pembayaran tersebut. Namun di bawah tatapan wajah-wajah sangar petugas yang tanpa senyum, dengan terpaksa penumpang membayarnya. Tanpa dapat mempertanyakan, mengapa kembali harus membayar.
             Zahri (53) penumpang kapal laut yang akan berangkat menuju pelabuhan Bandarmasih di Trisakti kota Banjarmasin, menuturkan dengan Mata Banua, pada Minggu (22/4) pagi. “Tidak tahu mas, aku bingung kenapa harus membayar lagi. Tadi ingin menanyakannya, tapi petugas sekuriti ruang tunggu memaksa agar cepat membayar. Padahal sewaktu membeli tiket kapal, aku sudah membeli dan membayar karcis untuk masuk ruang tunggu seharga Rp 7500. Sekarang membayar lagi, jadinya malah Rp 15 ribu” katanya.
              Penumpang lain menambahkan, bahwa ia mencurigai tarif pembayaran kedua untuk masuk keruang tunggu penumpang adalah pungli. Menurutnya kejadian seperti ini pernah terjadi, lalu menghilang setelah ada pengawasan ketat PIIICTP.
            Seharusnya petugas ruang tunggu penumpang hanya merobek karcis yang sudah dibeli sebelumnya, dan tidak lagi meminta pembayaran. Terkadang pembayaran menjadi lebih dari Rp 7500, karena petugas seringkali tidak memberikan uang kembalian penumpang apabila Rp 10 ribu, dengan alasan tidak ada uang kembalian.
“Misalkan ada 200 penumpang dikalikan Rp 7500, maka jutaan rupiah yang masuk kantong petugas ruang tunggu penumpang. Rata-rata penumpang kapal laut adalah buruh dan pedagang kecil, yang tidak mampu membeli tiket pesawat untuk bepergian jauh. Untuk menghemat biaya dengan naik kapal laut, tapi malah dipungli” ujar Aris. ara/mb06

Kamis, 13 Oktober 2011

Korban Tabrakan Malah Dipukuli

BANJARMASIN – Biasanya pelaku yang menabrak yang dihajar, tetapi terjadi kejadian sebaliknya. Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.00 Wita, situasi lalulintas di sekitar jalan Pahlawan, dekat MAN1 Banjarmasin, menjadi macet. Warga sekitar berlarian menuju lokasi kejadian.
Seorang pria menghajar remaja yang baru saja di serempetnya. Warga berusaha menengahi keributan. Setelah puas melampiaskan kemarahannya, pria tersebut melepaskan korban yang baru saja dipukulinya, sambil terus marah-marah masuk ke dalam mobil sedan warna merah, yang mempunyai nomor polisi DA9720AQ, selanjutnya ia meninggalkan TKP.
Kejadiannya berlangsung dengan cepat. Menurut Iwan, sopir mobil barang yang menyaksikan kejadian “saat itu aku sedang memuat barang ke mobil, kemudian mendengar suara benturan, kulihat pria dari mobil sedan merah tersebut menghajar remaja itu, dia dipukul beberapa kali, lehernya dicengkram dengan tangan dan diangkat kedinding pagar, kemudian dibanting ketanah” katanya.
Berdasarkan kesaksian warga, mobil sedan merah yang menyerempet lebih dulu, sehinga kendaraan yang didigunakan sepasang remaja tersebut hampir terjatuh ketanah, tahu-tahu pemilik mobil sedan, langsung menghajarnya. “Jangan mentang-mentang orang kaya lalu seenaknya” umpat warga.
Seusai kejadian, korban segera melaporkan penganiyaan yang terlah terjadi padanya ke Poltabes. Korban bernama Fredy Yunatas, mahasiswa Unlam Banjarmasin. ia menderita luka lecet,  lebam dan pakaiannya yang sobek karena dibanting.
Fredy menuturkan “aku hendak ke rumah sakit Ulin Banjarmasin bersama pacarku, ada keluarganya yang sedang operasi. Keadaan jalan di Pahlawan saat itu, sebenarnya tidak terlalu ramai.
Kemudian dari belakang sebuah sedan merah melewatiku, tanpa memberi lampu sein ia menepikan mobilnya. Karena kaget aku reflek merem dan kaki kananku, menendang mobil itu agar kendaraanku tidak membentur mobil. Sementara kaki kiri menahan kendaraan, agar pacarku yang dibonceng tidak jatuh.
Karena kuanggap tidak terjadi apa-apa, aku kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar 20 meter kemudian, mobil sedan merah tersebut mengejar dan menabrakku dari belakang.
Kemudian pemilik sedan warna merah, yang mempunyai nomor polisi DA9720AQ tersebut keluar dari mobil, lalu langsung menghajarku. Katanya aku mau merusak mobilnya” ungkap Fredy. Pernyataan Fredy, diiyakan pacarnya yang menjadi saksi peristiwa naas hari itu. ara/mb

-----------------

Di masukkan di kolom Hukum & Kriminal, Mata Banua
pada Minggu 05 Desember 2010 – TIDAK DI MUAT

Minggu, 08 Agustus 2010

MB - Truk Nyungsep

Sabtu siang (21/8) sebuah truk penuh muatan kayu galam nyungsep di samping depan Markas Detasemen Polisi Militer VI/2, karena menghindari sebuah mobil yang keluar dari jalan Gatot Subroto X dengan kecepatan tinggi. Untung saja kecelakaan ini tidak ada memakan korban jiwa. mb/ara

-----------------

Di masukkan di kolom Hukum & Kriminal, Mata Banua – Tidak di muat

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska