Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 09 (September) - Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 09 (September) - Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

MB - Kunjungan Utusan Kedubes Amerika Di Pesta Bloger Kalsel

BANJARMASIN – Terlepas dari rangkaian acara Mini Pesta Blogger yang di adakan di Banjarbaru pada hari Sabtu (2/10) yang lalu,  Utusan dari Kedutaan Besar Amerika, Aurelia Augustine untuk Indonesia juga menyempatkan diri untuk melihat obyek wisata Pasar Terapung di Kuin.
Sementara itu setiap event yang dilaksanakan tentu ada kisah tersendiri dari orang-orang yang bekerja keras untuk terlaksananya suatu kegiatan, tapi mereka bukanlah dari panitia yang tedaftar maka tak ada pula ucapan terimakasih secara formal bagi mereka karena luput dari sorotan media publikasi.
Mengenai kunjungannya ke Kalsel, Aurelia Augustine menuturkan “saya sangat senang disini, karena orang-orangnya sangat bersahabat. Saya melihat bagaimana situasi Pasar Terapung, itu sagat bagus sekali, tapi karena saya baru melihatnya saya tidak bisa berkomentar banyak.
Saya juga mengunjungi Fisip Unlam Banjarmasin, disana saya berdialog dengan mereka, sambutan mereka sangat baik.Kemudian saya mengunjungi Pesantren Rasyidiah di Amuntai, di sana saya berdialog tentang Islam yang ada di Amerika, santri-santrinya sangat antusias begitu juga dengan guru-gurunya.
Di Kedubes Amerika kami banyak punya program beasiswa terutama beasiswa pertukaran budaya. Untuk Kalsel, di lain kesempatan saya akan kembali berkunjung, untuk lebih banyak melihat obyek wisata yang ada di sini, dan belajar banyak tentang budayanya” kata Aurelia melalui orel  penerjemahnya yang cantik.
Pesta Bloger yang disponsori oleh Kedubes AS, mempunyai rangkaian acara di 10 kota di Indonesia, salah satunya yang dilaksanakan di Banjarbaru dan sebagai panitia pelaksana di , Banjarbaru adalah Komuntas Blogger Kayuh Baimbai Kalsel.
Iryani Queencyputri ketua Pesta Bloger pusat tahun 2010 dari Jakarta, berkata “rangkaian Blogshops sendiri diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial, termasuk blog, dengan tujuan untuk mendorong perubahan positif di dalam masyarakat” ujarnya.
 Menjawab pertanyaan Mata Banua tentang kebebasan dalam dunia maya, sehingga banyak para blogger memuat tulisan, yang terkadang menyerempet masalah sosial sesitif seperti SARA, Irayani menjawab “masing-masing blogger punya rambu-rambu sendiri, dengan adanya postingan negatif, maka juga akan muncul postingan yang bernada positif. Oleh karena itu kita juga menghimbau, agar mereka menggunakan media internet secara positif” katanya.
Mengenai kegiatan Pesta Mini Blogger di Banjarbaru yang telah dilangsungkan, Ketua Blogger Kayuh Baimbai Kalsel, Harie Insani Putra menceritakan “acara pertama pada Sabtu pagi dimulai dengan Blogshop dengan tema Pengenalan Blogging dan Social Media bagi Pendidikan, dilaksanakan di Kampus STMIK Banjarbaru, diikuti oleh. 35 pengajar perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Malam Minggunya ada acara pertemuan para komonitas blogger yang ada di Kalsel, dilaksanakan di aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, dan dihadiri pula oleh Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fazar Nuzuli.
Dibalik suksesnya kegiatan ini, salah satu pendiri Kayuh Baimbai, Karbone menuturkan, “susah mengatur panitia-panitia yang ada ini, maunya terima beres saja, aku yang bukan panitia malah yang terkena getahnya, harus menyiapakan 70% semua urusan rangkainan acara dari awal hingga akhir, sampai tidak tidur beberapa malam
Kalau bukan karena Harie, mana aku mau mengerjakannya.. Setelah kegiatan ini, perlu dibuat peraturan, yaitu bila ada kegiatan dan tidak beres bekerja sebagai panitia, maka tidak akan mendapat kartu anggota bloger Kayuh Baimbai” katanya dengan nada marah dan mata kuyu kelelahan kurang tidur.
Ibnu rekan Karbon yang juga anggota blogger, menyahut “harus ada kedisiplinan ditegakkan, agar yang muda-muda bisa belajar, bagaimana caranya menyiapkan suatu kegiatan dengan konsisten dan ini adalah aturan wajib dalam organisasi” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 03 Oktober 2010
Di muat Senin, 04 Oktober 2010/ 25 Syawal 1431 H
- dengan judul Pesta Bloger Dihadiri Utusan Kedubes AS
- kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

Sabtu, 23 April 2011

MB - Siring Ambrol Bahayakan Pengunjung

BANJARMASIN – Masyarakat Banjarmasin memadati hari pertama pembukaan Festival Budaya Pasar Terapung di kawasan siring Sungai Martapura, di depan kantor Gunernur pada Sabtu (25/9) yang berlangsung hingga Senin (27/9).
Namun ada salah satu bagian siring yang telah lama ambrol luput dari perhatian panitia penyelenggara. Hal ini bisa saja menyebabkan kecelakaan bagi masyarakat yang berjubel untuk menonton Festival Perahu Naga pada malam harinya.
Udin warga jalan Vetran yang saat itu sedang membawa anaknya untuk menonton Festival Perahu Naga dan berada tepat di depan siring yang ambrol, berkomentar “lubang ngini mambahayakan, kalu urang tabarusuk atawa ta dangsar, apalagi mun urangnya banyak banar bakakajalan kaya ngini. Saharusnya panitia manutupinya sabaluman acara dimulai, mana lampunya disini kada tapi tarang (lubang  ini sangat berbahaya, bisa-bisa orang tergelincir, apalagi orangnnya sangat padat. Seharusnya panitia menutupnya terlebih dulu sebelum acara ini dimulai, apalagi penerangan tidak memadai)” kata pedagang di Pasar Lima ini dengan bahasa Banjarnya.
Bagian siring yang ambrol tersebut menciptakan lubang dan retakan pada lantai keramik halaman siring hingga kemiringan 45 derajat kearah sungai. Tinggi lubang sekitar ½ meter, lebar retakan yang miring 2 meter dan panjang lubang kurang lebih 5 meter.
Lokasi siring yang ambrol tepat dibelakang Stand Kampung Banjar dan 10 meter dari Pos Informasi Pariwisata Kalsel yang berada di depan Komplek Perkantoran Gubernuran.

Situasi Malam Hari
Satu sudut lagi yang berada diantara Pos Informasi Pariwisata Kalsel dengan siring yang ambrol terdapat bagian yang sangat gelap karena tidak ada penerangan sama sekali, dan disana aroma pesing santer tercium.
Seperti komentar salah satu warga Banjarmasin yang tidak mau disebut namanya, “umai kadabnya , bagagap bajalan, jaka diandaki lampu kadanya pang urang mucil bakamih disia (aduh gelap sekali, berjalan saja hanya bisa meraba, kalau di pasang penerangan tentu tidak ada orang nakal yang buang air kecil di sini)” katanya sambil menutup hidung dan cepat-cepat berlalu.
Ha-hal kecil yang sepertinya sepele dan luput dari perhatian penyelenggara Festival, bisa saja menjadi memalukan bagi penyelenggara atau membahayakan pengunjung, apalagi bila ada turis mancanegara yang ikut menyaksikan jalannya acara. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 26 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Lima Wakil Kalimantan Akan Bertarung di Pentas Nasional

BANJARMASIN – Masyarakat memadati halaman parkir Sentra Antasri, tempat diselenggarakannya Audisi Utama KDStar Wilayah Kalimantan pada Minggu (26/9) siang. Walaupun saat itu ditengah guyuran hujan, namun tidak menyurutkan warga Banjarmasin untuk menyaksikan Event Dangdut Nasional yang diselenggarakan oleh TPI ini.
 30 orang peserta saling mengadu keahlian dalam menyanyi dangdut diatas panggung audisi utama wilayah Kalimantan, yang sebelumnya telah diseleksi dari 100 peserta Bintang Radio KDIStar di Radio Pelangi FM Banjarmasin dan Radio Pro 2 FM Samarinda.
Sebelumnya, Viny Felasiani, Humas TPI mengabarkan bahwa saat berlangsungnya seleksi 100 peserta di Hotel Victoria Banjarmasin pada Sabtu (25/9) siang,  Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan sempat hadir untuk menyaksikan langsung pra audisi.
Berselang beberapa jam, kurang lebih pukul 14.00 wita Walikota Banjarmasin H. Muhidin bersama istri ikut pula bertandang untuk menyaksikan proses tersebut.

Halaman parkir Sentra Antasri
Eksplorasi habis-habisan dan reality show dari 30 peserta di atas panggung audisi utama depan Sentra Antasari, ditonton secara langsung ratusan warga, benar-benar menguji mental para peserta audisi KDIStar. Hingga akhirnya 3 juri nasional yang terdiri dari penyanyi senior Trie Utami, penyanyi dangdut Chintya Sari dan Jul Ahmad yang dikenal dengan julukan Menir Kriwil memutuskan 5 orang peserta yang pantas untuk mewakili wilayah Kalimantan untuk berangkat ke Jakarta.
Lima peserta tersebut yaitu, Dedi Hermansyah dan Lia Puspita dari Samarinda, Fauziah A dari Tenggarong, Siti Nur Hayati dari Kutai Kartanegara, kemudian terakhir Mulia Sari dari Pelaihari.
“Setelah selesai semua audisi di seluruh kota di Indonesia, rencananya kelima peserta yang lolos seleksi wilayah Kalimantan ini akan berangkat bersama-sama ke Jakarta pada bulan Oktober. Keberangkatan itu sendiri ditanggung oleh TPI. Tadi setelah acara selesai kurang lebih pukul 18.00 wita, kelima peserta ini juga telah di brifing oleh Tim KDIStar dari TPI, mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan untuk berangkat ke Jakarta,” ujar Vini memberikan penjelasan. ara/mb05
 

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 26 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo-photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska






MB - Mendekati Lebaran Tukang Urut Kebanjiran Pasien

BANJARMASIN – Suatu tradisi lama dalam masyarakat Banjar sebelum ilmu kedokteran moderen semakin dikenal, bila patah tulang atau keseleo yaitu dengan di urut (di pijat). Tradisi itu masih melekat hingga sekarang bukan cuma pada masyarakat asli Banjar tetapi juga oleh masyarakat pendatang.
Salah seorang tukang urut spesialisasi patah tulang dan keseleo yang ada di Pangambangan yang dikenal oleh masyarakat dengan panggilan tukang urut H Kumis, berkata “dimulai dari H-10 hingga H+10 akan banyak yang datang kesini, itu karena di jalan raya arus kendaraan sangat padat, orang-orang pada tergesa-gesa sehinga sering terjadi kecelakaan, baik yang keseleo ataupun lebih parah lagi bisa patah tulang.
Bahkan sampai hari raya ada saja yang datang untuk minta urut, kalau saya hari itu ada dirumah, ya saya layani. Disini bukan cuma diurut, tapi ada juga obat yang akan dibeli pasien diapotik” ujarnya.
Dari yang Mata Banua lihat, memang banyak pasien yang antri, bahkan sampai anak-anak. Gajali, salah seorang pasien yang pergelangan kaki kirinya retak karena ditabrak orang didepan kantor pajak jalan Gatot Subroto, berkata “di tempat H Kumis ini, biayanya suka rela dan keahliannya sudah dikenal sangat baik oleh orang banyak. Tadi sebelum kemari, kaki saya rasanya sakit sekali tapi setelah diurut sudah tidak terlalu sakit lagi” katanya.
Mukhlis Maman, Pemerhati budaya Kalsel ini membenarkan “baurut adalah bagian budaya masyarakat Banjar. Tidak cuma patah tulang dan keseleo, bagi orang Banjar yang garing mariap dingin (demam) pun juga akan diurut, hal ini dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan masyarakat Banjar, hingga lebih memilih datang ke tukang urut dari pada ke dokter.
Sebenarnya yang menjadi inti dari pilihan masyarakat Banjar itu sediri adalah do’a yang dibacakan tukang urut, setelah selesai mengurut seseorang. Do’a dan ayat-ayat yang dibacakan oleh tukang urut menjadi obat yang sangat paten untuk kesembuhan pasien” pungkasnya. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Rabu 08 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Diskusi Dan Buka Puasa Bersama Sastrawan

BANJARMASIN – Permasalahan Dewan Kesenian (DK) Kota Banjarmasin yang mati suri menjadi pokok diskusi yang dibicarakan dalam buka puasa bersama sastrawan dan seniman yang diselenggarakan oleh KSI Banjarmasin pada Rabu (1/9) yang lalu di Gedung Warga Sari Taman Budaya Banjarmasin. Dalam acara ini juga dihadiri sastrawan Banjarbaru, ketua harian DK Provinsi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin, sastrawan dan seniman lainnya.
Diskusi dimoderatori oleh Hajriansyah, dan sebagai pembicaraan awal dimulai oleh Agus Suseno yang mengutarakan bahwa kota Banjarmasin mempunyai DK, tetapi hingga sekarang masih mati suri.
Menurut Agus “memang sudah ada upaya dari kelompok-kelompok seni yang berusaha untuk menghidupkan DK kembali tapi selalu saja ada kendala hingga Musen (Musawarah Seni) tidak bisa dilaksanakan.
Untuk itu para seniman perlu berhimpun kemudian sama-sama menghadap ke Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin yang membidangi Seni Budaya, untuk membicarakan perkembangan seni dan budaya, karena salah satu permasalahan seni di kota Banjarmasin yaitu tidak punya gedung kesenian, yang ada saat ini hanya gedung kesenian milik provinsi yaitu di Taman Budaya” ujarnya.
Sementara itu Ali Syamsudin Arsi, mengarahkan pada pendidikan sastra dan mempertanyakan dari tujuan KSI sebenarnya, agar program yang akan dijalankan tidak melenceng dari yang seharusnya. Menanggapi permasalahan DK, ia berkata “persoalan yang kita hadapi ini hanyalah permasalahan klasik dan pertemuan seperti ini hanya nostalgia, tinggal bagaimana gerakan yang harus dilakukan.”
Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Banjarmasin Mujiyat SSn M Pd, menanggapi keluhan seniman, ia berkata “harus ada ikatan antara pelaku seni dan pemerintah. Pemerintah sebagai pengayom tentunya yang diayomi bisa memberikan informasi yang bagus dan ini semua takkan bisa terlaksana tanpa membangun komunikasi yang baik.”
Kemudian, Alfonso dari kelompok perkusi, lebih menekankan pada diri seniman itu sendiri, seniman dan budayawan katanya harus mendedikasikan diri dengan sungguh-sungguh, dan ia juga mengatakan kesenian adalah tanggung jawab semua stekholder.
Menutup diskusi Syarifuddin, ketua harian DK Provinsi mengatakan bahwa setiap komunitas seni harus membangun jati dirinya, agar bisa membina prestasi dengan memperkuat aktifitas kegiatan, dan itu ia juga mengakui kalau peran DK akan semakin mengecil bila tuntutan-tuntutan dari masyarakat seni tidak bisa diperjuangkan. ara/mb05


Lomba Cipta Puisi Religius untuk Pelajar & Mahasiswa
dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri.
Lomba dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 September 2010.
Puisi di kirim melalui SMS, ketik : PUISI<spasi>isi puisi kirim ke 3954.
Isi puisi minimal 4 baris – maksimal 255 karakter.
5 judul puisi terbaik non kategore peringkat, mendapat vocher dengan total nominal jutaan rupiah dari Telkomsel, 50 judul puisi nominasi akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius Indonesia.
Lomba ini dilaksanakan oleh
KELOMPOK STUDI SENI BUDAYA SOSIAL SASTRA
dan di dukung oleh Art Partner serta Harian Pagi Mata Banua.
Informasi selengkapnya, dan kreteria penilaian bisa di lihat di http://artpartner.blogspot.com
atau di facebook pada Grup Art Partner Line
hotline : 085249903859 – 085248627538

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Minggu 05 September 2010 – TIDAK DI MUAT


Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska

MB - Pemenang Lomba Cipta Puisi Aruh Sastra Vii Di Tanjung

BANJARMASIN –Aruh Sastra Kalsel VII di Tanjung akan dilaksanakan pada 26 sd 28 November 2010, dengan rangkaian kegiatan yaitu Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar, Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Lomba Basyair, Lomba Madihin, dan Penerbitan Buku Kumpulan Puisi Sastrawan Kalsel.
Koordinator juri Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar dan Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Agus Suseno pada Jumat (03/9) mengatakan “dari 120 judul puisi yang masuk dengan juri Arsyad Indradi, Ali Syamsuddin Arsy, Zulfaisal Putra dan 68 judul cerpen yang masuk dengan juri Jamal TS, Aliman Syahrani, Nailiya Nikmah. Minggu (29/8) para juri bersidang di Taman Budaya Banjarmasin, yang kemudian menetapkan:

Juara Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar
Juara I - Manyanggar Banua (Erika.A), II – Diang Hirang (Syarifudin), III Mambuang Tatunjuk, Manggantung Tajak (Aria.P). Juara harapan: Maratus (ESFA), Madam (Rahmatiah), dan Sapanjadi (M.Nahdiansyah). Kemudian 19 judul puisi nominasi: Karasmin Sungai, Kariau, Bubur Habang Bubur Putih, Syair Mangganang Paguruan, Kumarau Landang, Kamarau Lingkah Dapatnya Banyu, Ada Masigit di Hatiku, Wawarah Pikurat, Gasan Mamanya Nabil, Lalakun, Handak Waras, Tihang, Karindangan Saurangan, Mahayabang, Kunci Naraka, Mandulang Intan, Papat Pitulur Panglima Wangkang, dan Marasnya Bumiku.

Juara Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar
Juara I - Tagaian (Erika.A), II – Bapintaran (M.Fuad.R), III - Kada Tamakan Habar Lagi (Koariah.W). Juara harapan dengan judul: Manggantang Sayang, Kada Bakasudahan, dan Jujuran. 

Para pemenang dan nominator diminta untuk menghubungi panitia dengan contak person 085249954849, untuk penyusunan buku yang akan diterbitkan, selambatnya tanggal 7 September 2010” ujar Agus.
Salah satu juri Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar, Ali Syamsudin Arsi, berkomentar “ada kesenjangan dari karya yang masuk karena banyak yang masih pemula. Sementara yang menjadi juara satu dari karyanya mempunyai konteks yang kuat tapi tema mengambang.
Kemudian peserta lain banyak bahasa yang mereka gunakan campur aduk, tidak tetap apakah menggunakan bahasa banjar hulu atau bahasa banjar kuala. Maka sepatutnya lomba seperti ini lebih digiatkan lagi agar ada penguatan, tidak cuma satu tahun sekali” katanya.
Di lain pihak salah satu juri Lomba Mengarang Cerpen Bahasa Banjar, Nailiya Nikmah, berkata “secara umum, semua naskah standar aja, tapi memang ada beberapa yang memiliki nilai lebih, terutama dalam hal ide cerita dan diksi. Problemnya masih banyak peserta yang memakai bahasa Banjar terjemahan dari bahasa Indonesia, jadi maknanya kurang tepat. Ibarat makanan rasanya kurang pas dilidah” pungkasnya. ara/mb05

Lomba Cipta Puisi Religius untuk Pelajar & Mahasiswa
dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri.
Lomba dimulai dari tanggal 11 Agustus hingga 11 September 2010.
Puisi di kirim melalui SMS, ketik : PUISI<spasi>isi puisi kirim ke 3954.
Isi puisi minimal 4 baris – maksimal 255 karakter.
5 judul puisi terbaik non kategore peringkat, mendapat vocher dengan total nominal jutaan rupiah dari Telkomsel, 50 judul puisi nominasi akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Religius Indonesia.
Lomba ini dilaksanakan oleh
KELOMPOK STUDI SENI BUDAYA SOSIAL SASTRA
dan di dukung oleh Art Partner serta Harian Pagi Mata Banua.
Informasi selengkapnya, dan kreteria penilaian bisa di lihat di http://artpartner.blogspot.com
atau di facebook pada Grup Art Partner Line
hotline : 085249903859 – 085248627538

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Jumat 03 September 2010 – TIDAK DI MUAT

MB - Buka Puasa FKIP Unlam Banjarmasin

BANJARMASIN – FKIP Unlam Banjarmasin menggelar buka puasa bersama sebagai ungkapan syukur atas rangkaian acara yang telah selesai dilaksanakan. Buka puasa bersama juga dimaksudkan untuk mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan tugas. Baik dari pihak mahasiswa dalam Kegiatan Oreantasi Mahasiswa Baru (KOMA) ataupun panitia dari pihak Fakultas.
Setelah melalui rangkaian Program Persiapan Belajar (P2B) dari Senin hingga Kamis (2/9) siang kegiatan tersebut selesai dilaksanakan, dan sebagai penutup diadakan buka puasa bersama antara fakultas dan panitia pelaksana. Selanjutnya kegiatan akan dilanjutkan oleh jurusan masing-masing dari Sabtu dan Minggu.
Naparin, PD3 Bidang Kemahasiswaan FKIP Unlam mengatakan “bahwa dari 6000 calon mahasiswa yang mendaftar di Unlam, 4000 masuk di FKIP dan yang diterima ada 1300 orang. Jadi peminat yang masuk FKIP itu lebih banyak dari fakultas lain.
Jumlah panitia yang telah melaksanakan P2B, dari mahasiswa ada 132 orang perwakilan dari semua organisasi yang ada di FKIP, dan dari fakultas ada 36 orang yang sebagian dari dosen. Dari evaluasi kegiatan tahun sebelumnya, tentunya tahun ini program berlangsung sangat baik” katanya.
Disinggung mengenai dua fakultas baru di FKIP Unlam Banjarmasin Naparin menjelaskan “Jurusan Sendra Tasik (Seni Tari, Drama dan Musik) sudah 2 tahun, kemudian Jurusan BLB (Pendidikan Luar Biasa) baru tahun ini. Dari ke dua fakultas baru ini, cukup banyak peminatnya.
Tapi kita masih belum bisa menerima banyak mahasiswa, karena fasilitas alat Bantu belajar masih belum lengkap, seperti tari yang memerlukan ruang kaca dan yang lainnya” ungkap PD3 FKIP Unlam Banjarmasin ini.
Sebelumnya pada siangnya pukul 15.00 wita Mata Banua meminta komentar dari mahasiswi baru yang selesai mengikuti acara KOMA, Okta berasal dari SMA 1 Satui Tanah Bumbu, mengatakan bahwa ia sangat senang telah mengikuti program KOMA dan menurutnya semua panitia cukup baik.
Nantinya Okta ingin bergabung dalam organisasi seni karena ia sangat suka dengan aktivitas teater. Setelah mendengar akan adanya Perda Seni dari Provinsi yang mengatur bahwa mahasiswa dan pelajar yang berprestasi dalam seni akan mendapat beasiswa, dengan senang Okta berkata “aku siap bergabung untuk memperjuangkan agar Perda ini bisa berjalan” ujar gadis hitam manis ini menjadi lebih bersemangat lagi.
Dilain pihak Abdul Halim, Ketua Pelaksana KOMA, menjelaskan bahwa program orientasi mahasiswa baru yang diadakan FKIP adalah kegitan terakhir, sedang fakultas lain di Unlam sudah melaksanakan lebih dulu.
Menurutnya mahasiswa baru tahun ini tingkat kreatifitas, penghargaan dan penghormatan mereka terhadap kakak tingkatnya sangat bagus dibanding masiswa baru tahun sebelumnya. Walau terpaksa ada 1 orang mahasiswa baru yang tidak diluluskan karena banyak melanggar peraturan yang ditetapkan panitia, tentunya ia harus mengulang tahun depan. Karena tanpa sertifikat orientasi ia tidak akan bisa untuk mendapat beasiswa, mengikuti PAT, dan melaksanakan Wisuda, ungkapnya. ara/mb05


-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Kamis 02 September 2010 – TIDAK DI MUAT

Di masukkan kembali di kolom Kotaku, Mata Banua
pada Seni 06 September 2010 – TETAP TIDAK DI MUAT

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska