Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

191012-Pasien Pilih Pengobatan Alternatif



Pasien Pilih Pengobatan Alternatif

BANJARMASIN – Teman-teman Puskesmas dan pengelola programnya di Askes, akan terus berupaya memberikan pemahaman kepadanya (Hairunisa dan keluarganya). Mengingat saat ini pasien (Hairunisa) lebih mempercayai pengobatan alternatif
            Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin drg Diah Ratnani Praswati, dengan Mata Banua via sms pada Jumat (19/10) sekitar pukul 06.06 Wita.
Hairunisa (24 tahun), pasien yang mengaku mengalami pelayanan buruk saat persalinan dari Puskesmas Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Sehingga Hairunisa mengalami pembengkakan perut (dalam kandungan), dengan kondisi yang memprihatinkan. Pihak keluarga Hairunisa menuduh telah terjadi malpraktek. Sementara kondisi bayi Hairunisa dalam keadaan sehat.
Setelah mendapat informasi mengenai kondisi Hairunisa, pada Rabu (17/10) sekitar pukul 22.00 sd 23.00 Wita, Kadinkes Kota Banjarmasin lalu menghubungi pihak terkait di Puskesmas.
Kamis (18/10) sekitar pukul 09.00 Wita, Staf Dinkes Kota Banjarmasin, Bidan Puskesmas dan dokter mengunjungi serta memeriksa kondisi Hairunisa, dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk mendapat perawatan lebih lanjut dengan biaya gratis.
Pukul 13.00 Wita, Kadinkes Kota Banjarmasin, staf Dinkes, petugas dan bidan Puskesmas memberikan penjelasan. Bahwa proses pelayanan persalinan Hairunisa tidak ada yang salah. Puskesmas dan bidan telah memberikan pelayanan yang baik. Semua proses persalinan sudah melalui Prosedur Tetap (Protap) persalinan yang berlaku.
“Seharusnya seusai persalinan, agar kondisi kandungan bersih, pasien harus latihan berjalan. Sehingga darah yang ada dalam kandungan keluar. Akan tetapi Hairunisa tidak melakukannya, sehingga darah yang tersisa itulah yang menyebabkan pembengkakan perut (dalam kandungan)” kata Diah Ratnani Praswati.
Pukul 17.19 Wita, keluarga Hairunisa mengabarkan, kalau Hairunisa dibawa pulang kembali ke rumah dan tidak jadi rawat nginap di RSUD Ulin Banjarmasin. Sekitar pukul 20.00 Mata Banua menjenguk kondisi Hairunisa di Kelayan B.
Perjalanan pulang pergi ke RS, menyebabkan kondisi Hairunisa kembali memburuk, dan sempat harus diberi tabung oksigen. Usaha Dinkes Kota Banjarmasin dan Puskesmas Tanjung Pagar, membawa Hairunisa ke RSUD Ulin Banjarmasin, ternyata tidak berjalan dengan baik.
Karena keluarga Hairunisa menyatakan lebih percaya dengan pengobatan alternative, daripada perawatan di RS secara medis. Apalagi Hairunisa sendiri sudah trauma dengan situasi Puskesmas maupun RS. Walaupun begitu, petugas Puskesmas Tanjung Pagar yang mendampingi Hairunisa, terus memantau kondisinya. ara/mb05

Jumat, 01 Juni 2012

250412-rabu(kamis)-Mamfaat Buah Lontar Untuk Kesehatan (di mozaik).doc


Photo: mb/ara
KESEHATAN – Buah siwalan atau buah lontar dan air niranya bermanfaat untuk kesehatan fungsi ginjal, mengobati penyakit impotensi, menambah air mani dan mempertajam pendengaran

Mamfaat Buah Siwalan Untuk Kesehatan

Eksplorasi manfaat buah-buahan lokal, sudah umum diketahui dapat meningkatkan nilai dari buah itu sendiri terutama nilai jualnya. M Saiful Bahri (penyair muda Pulau Madura) menuturkan dengan Mata Banua saat perjalanan di pulau Madura pada Jumat (20/4), mengenai manfaat buah siwalan untuk kesehatan.
            Buah siwalan atau buah lontar banyak terdapat di daerah-daerah pegunungan dan daerah-daerah yang berdekatan dengan laut. Biasanya orang mengambil buah ini untuk di makan langsung atau campuran minuman segar. Rasanya cukup enak seperti buah kolang-kaling atau daging kelapa muda.
            Ternyata siwalan bukan sekadar buah penyegar, melainkan juga disebut sebagai buah yang serba guna. Bagian buah tua untuk obat kulit (dermatitis), akar yang terdiri atas ekstrak akar muda untuk melancarkan air seni dan obat cacing. Rebusan akar muda (decontion) untuk mengobati penyakit yang terkait dengan pernapasan.
Manfaat bagian bunga siwalan atau abu mayang (spadix) dipercaya untuk pengobatan sakit lever. Adapun arang kulit batang digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi. Rebusan kulit batang ditambah garam, berkhasiat sebagai obat pembersih mulut.
Daging buah muda yang berwarna putih kaca/transparan. Daging buah dewasa/tua warna kuning kemudian berubah menjadi serabut. Buah siwalan merupakan sumber karbohidrat berupa sukrosa, glukosa dan air. kadar protein dan lemaknya sangat rendah dibawah 1%, serta sedikit serat.
Buah siwalan yang masih mudah mengandung cairan yang tinggi. Satu pohon siwalan dapat menghasilkan sekitar enam liter nira. Cairan buah siwalan rasanya manis bercampur asam, disertai aroma khas. Cairan ini biasanya diminum dalam keadaan segar dan sangat cocok sebaga minuman isotonic seperti minuman sintetik yang ada di pasaran, bahkan lebih bagus karena alamiah.
Nira siwalan atau legen sangat mudah terkontaminasi karena mengandung nutrisi yang lengkap seperti gula, protein, lemak dan mineral yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroba.
Selain menyegarkan, ternyata ditemukan beberapa fakta bahwa legen bisa membantu kesehatan fungsi ginjal. Bahkan ada beberapa jenis legen (tergantung dari kualitas pohon) yang bisa mengobati penyakit impotensi dan menambah air mani. Tetapi perlu hati-hati dalam memilih legen, karena terkadang ada yang memalsukannya, dengan artian legen sintetik.
Untuk memastikan legen asli, biasanya berwarna seperti air kelapa namun lebih keruh, dan agak kental, serta rasanya manis tanpa ada pahit seperti bila minum minuman yang ngandung sakarin.
Legen akan menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan bila masih berusia 0 hingga 2 hari. Jika sudah lewat dari dua hari, maka legen akan berubah menjadi tuak muda yang akan memiliki kadar alkohol di bawah 2 persen. Semakin lama rentan waktu yang dilewati legen, maka semakin banyak pula kadar alkohol yang ada di dalamnya, yang artinya legen tersebut sudah menjadi tuak yang memabukkan.
Cara pengolahan buah siwalan untuk memperbanyak air mani, dan untuk mempertajam pendengaran, yaitu:
Ambil kira-kira 9 butir buah ental. Ambil daging buahnya, dan iris-irislah menjadi beberapa potongan kecil. Rebus irisan buah ental tersebut di atas perapian dengan menggunakan air secukupnya sampai mendidih.
Bila sudah mendidih, campurlah dengan garam dapur dan gula aren secukupnya. Setelah itu angkat dari perapian dan gula aren secukupnya. Setelah itu angkat dari perapian, lalu dinginkan. Minumlah air rebusan beserta daging buahnya setiap tiga hari sekali.
Membeli langsung dengan penjual buah lontar yang berada di sekitar perkebunan, satu kantong plastik berisi 3 biji buah lontar Rp 1 ribu, dan satu botol nira (600 ml) Rp 2 ribu. Sangat murah dan terjangkau, dengan khasiat yang tinggi.
            Mendengar penjelasan manfaat kesehatan dari pohon dan buah siwalan, teringat akan banyaknya buah lokal yang ada di Kalsel. Namun eksplorasi manfaat dan kegunaannya sangat sedikit dilakukan dan diinformasikan, sehingga buah lokal hanya menjadi konsumsi lokal. ara/mb02

090412-Norma Tukang Urut Tradisional


Norma Adat Bagi Tukang Urut Tradisional Banjar

BANJARMASIN –Tukang pijat atau dalam bahasa Banjar disebut tukang urut, di zaman sekarang ini telah mengalami banyak perubahan, terutama dari sisi komersilisasi untuk daerah perkotaan. Sangat banyak tukang urut yang tidak lagi menjalankan profesinya berlandaskan adat budaya tradisional.
            Menurut penuturan budayawan Kalsel Drs H Syarifuddin R, beberapa waktu yang lalu dengan Mata Banua. Bahwa secara tradisional tugas tukang urut di samping mengobati penyakit salah urat, keseleo, patah tulang, dan memijat untuk mengendorkan urat. Dapat pula mengobati penyakit seperti sakit perut, balawa, takok (gondok), burut (hernia), lemah urat dll.
Tukang urut ada yang terdiri dari wanita dan laki-laki. Dalam prakteknya, sebagian membatasi pasien hanya pada sesama jenis kelamin. Artinya tukang urut wanita hanya mengobati penyakit yang diderita oleh wanita saja. Begitu pula untuk tukang urut pria, hanya mengobati pasien pria saja.
Meskipun demikian, ada yang bersedia melayani pasien yang berbeda jenis kelamin. Tetapi tukang urut seperti ini harus memenuhi persyaratan khusus. Karena mengurut pasien yang berlainan jenis kelamin, bisa menimbulkan rangsangan dan itu dianggap dosa.
Untuk membuktikan bahwa tukang urut tersebut tidak memiliki rangsangan nafsu birahi terhadap pasien lawan jenis, biasanya diuji dalam mimpi mengurut pasien yang berbeda jenis kelamin. Apabila tidak menimbulkan rangsangan birahi, berarti ia boleh melakukan praktek urut terhadap lawan jenis.
Keahlian mengurut kebanyakan diperoleh dengan belajar pada pendahulunya atau faktor keturunan dari orang tua maupun keluarga. Tukang dalam melaksanakan tugasnya pada umumnya menggunakan minyak urut khusus. Minyak ini diolah berdasarkan ramuan tertentu dan mantra yang dirahasiakan, kecuali untuk keluarga atau keturunan yang akan menggantikan.
Oleh karena itu ada tukang urut yang menerima keahlian dari pendahulunya tanpa panggilan jiwa, dan hanya melakukan pekerjaannya kalau diminta secara khusus pula.
Apabila ada tukang urut yang diminta tetapi tidak mau menjalankan tugasnya, dipercaya akan mendapat berbagai penyakit yang tidak akan sembuh walau diobati dengan berbagai cara, kecuali menerima tugas itu baru bisa sembuh.
            Tukang urut yang memperoleh keahlian dari hasil belajar kepada ahlinya, hanya mampu memberi pertolongan kepada orang sakit seperti lelah bekerja atau pegal-pegal. Dan tukang urut ini kebanyakan yang mencari pasien.
Bagi tukang urut yang karena keturunan dn memiliki minyak khusus untuk mengobati penyakit, malah sebaliknya. Justru pasien yang mencarinya dan datang atau mengundangnya.
“Dapat dilihat dan dibandingkan bagaimana tukang urut dimasa kini (komersilisasi), dengan tukang urut yang masih memegang tradisi budaya. Tukang urut yang memegang kuat tradisi budaya Banjar, sangat terikat kepada norma sosial dan aturan adat. Inilah yang menyebabkan banyak tukang urut tradisional baru memulai prakteknya pada usia 40 tahun keatas. Yang menurut konsep orang Banjar, sebagai batasan umur untuk selalu melakukan perbuatan yang baik” ujar Syarifuddin. ara/mb05

130512-Obat Tradisional Sakit Perut



Delapan Pengobatan Tradisional Banjar Untuk Sakit Perut

Saat berada di kota, mungkin tidak ada kesulitan mencari obat untuk sakit perut yang diderita. Tapi saat berada di suatu daerah yang jauh dari keramaian/pertokoan, pengetahuan tentang tumbuhan dan manfaatnya menjadi berguna.
            Ada 8 pengobatan tradisional Banjar untuk menobati sakit perut. Tanda-tanda penyakit perut, biasanya perut terasa kembung dan sakit melilit-lilit sekitar pusar. Penyakit ini bisa disebabkan karena makanan yang dimakan atau buang air besar yang kurang lancar (sembelit).
            Secara medis sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan, dimana seseorang mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan. Sehingga dapat menyebabkan kesakitan yang hebat kepada penderitanya. Sembelit yang parah bisa menyebabkan kanker usus.
Untuk mengobati sembelit dilakukan seperti mengatur pola makan yang sehat, rajin berolahraga, memijat perut, minum air putih sebanyak-banyaknya, meminum minuman prebiotik, membiasakan diri untuk buang air besar setiap hari, meminum obat pencahar.
            Sedangkan pengobatan secara tradisional Banjar dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan. Ada beberapa jenis tanaman yang terdengar asing ditelinga. Seperti pucuk mali-mali, daun jalukap, dan buah buti.
            Tumbuhan mali-mali (bunglai) adalah tumbuha perdu bertangkai kecil-kecil. Mali-mali termasuk kedalam famili Leeaceae, merupakan tumbuhan perdu yang mempunyai ciri yaitu tinggi antara 3-5 meter, berbatang lurus dan berduri berwarna hijau rumput, daun bersisip berbentuk bulat lonjong.
Batangnya hampir sebesar pohon pisang. Mempunyai kayu yang sangat keras. Mali-mali akan tumbuh lebih baik bila berada di dalam hutan, batangnya pun jauh lebih baik. Pohonnya akan berbatang tinggi besar dengan satu atau beberapa batang yang lurus. Kayunya dapat dibuat busur dan tongkat untuk tombak. Mali-mali tanaman unik dari hutan Loksado.
Kemudian tumbuhan jalukap (centella herba) yaitu tumbuhan menjalar (merambat dan merayap panjang) dan berbunga sepanjang tahun. Bisa dijumpai di daerah lembab dan tumbuh di antara rerumputan.  Sedangkan buah buti atau buah buni, ciri-cirinya bulat kecil dan bergerombol menyerupai anggur. Buah ini mengandung gizi dan fitonutrienya yang tinggi.
            Beberapa hari yang lalu, Drs H Syarifuddin R, budayawan Kalsel menuturkan 8 cara pengobatan tradisional Banjar untuk sakit perut. Pengobatannya ada yang hanya dioleskan pada bagian luar tubuh, tapi ada pula yang dimakan (obat dalam).
            Cara pertama, menggunakan ramuan pucuk mali-mali, limbukut tarabang (beras yang hancur saat proses penggilingan), kulit dalam (kulipis) bawang merah dan kapur sirih. Cara membuat obat, ketiga bahan dipirik sampai halus, sehingga menjadi saleb. Teknis pengobatan dioleskan atau digosokkan pada perut.
            Cara kedua, menggunakan ramuan daun jalukap dan kapur sirih. Cara membuat obat, kedua bahan digiling sampai mengeluarkan air. Teknis pengobatan, air tersebut dioleskan pada perut.
Pengobatan untuk wanita yang habis melahirkan agar tidak terserang penyakit perut. Daun jalukap dan daun kasisab (daun kasisap) dihaluskan, dicampur dengan air perasan jeruk nipis (limau nipis), lalu balur pada telapak kaki.
Cara ketiga, menggunakan ramuan daun sirsak (pucuk nangka belanda) dan kapur sirih. Cara membuat obat, pucuk daun nangka belanda dihaluskan  dan dicampur kapur sirih. Teknis pengobatan , balurkan obat tersebut pada perut hingga merata.
Cara keempat, menggunakan buah belimbing wuluh (belimbing tunjuk) dan kapur sirih. Cara membuat obat, buah belimbing tunjuk yang masak dilumat, campurkan sedikit kapur. Teknis pengobatan, balurkan pada sekeliling perut hingga merata.
Cara kelima, menggunakan ramuan pucuk daun ilalang, pucuk daun nangka belanda dan kapur sirih. Cara membuat obat, ketiga bahan digiling hingga mengeluarkan buih atau air. Teknis pengobatan, air ramuan diusapkan di sekeliling perut.
Cara keenam, menggunakan tembakau (timbaku). Cara membuat obat, tembakau diberi air sedikit, kemudian dilumat. Teknis pengobatan, tempelkan obat tersebut di ubun-ubun (dibumbunan). Pengobatan ini hanya dilakukan untuk bayi.
Cara ketujuh, menggunakan ramuan daun tampurisi dan kapur sirih. Cara membuat obat, daun tampurisi dan kapur sirih dihaluskan/dilumat. Teknis pengobatan, sebagian ditelan seperti memakan tablet dan sebagian digosokkan diperut.
Cara kekedelapan, bagi sakit perut disertai sembelit, yaitu menggunakan buah buti. Cara pengobatan , buah buti tersebut dimakan.
Dipandang dari segi kesehatan, menggunakan obat dari ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan atau mengobati penyakit, malah lebih baik. Sebab sudah tentu tidak mengandung bahan pengawet ataupun zat kimia, yang terkadang malah berbahaya bagi kesehatan apabila telah terlampau banyak menumpuk dalam tubuh. ara/mb02