Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 08 (Agustus) - Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 08 (Agustus) - Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2011

MB - LDK SMAN7 Banjarmasin di Rindam

BANJARMASIN – Kata militer bagi sebagian orang masih terdengar menakutkan, apalagi bagi pelajar yang harus melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dikomplek pelatihan militer. Tapi hal ini sepertinya tidak berlaku bagi para pengajar di SMAN 7 Banjarmasin, yang sudah dua kali melakukan LDK bagi siswa-siswinya yang baru di Rindam Landasan Ulin.
Menurut M.Suriani, Wakasik bidang kesiswaan di SMAN7 Banjarmasin "kami sudah dua kali melakukan LDK siswa-siswi yang baru di Rindam, pertama tahun ajaran 2008 - 2009, dan yang kedua baru-baru tadi tahun ajaran 2010 - 2011, selama tiga hari yaitu pada 16 sd 18 Juli.
Semua pemateri dari rindam, materi yang mereka berikan antaralain: Baris-berbaris, Bela Negara, Permainan, Senam dll." Pengajar Penjas untuk kelas XI dan XII ini kembali menambahkan: Hasil dari kegiatan tersebut sangat positif, siswa-siswi mempunyai rasa penghargaan yang tinggi, disiplin, tidak tinggi hati dan tata krama yang baik” katanya.
Nabil Ketua Osis SMAN7, berkomentar "pada awalnya saya sendiri takut, tapi setelah ada disana, semuanya jadi menyenangkan, karena para pemateri dan pelatih lapangan di Rindam sangatlah ramah."
Untuk mengetahui lebih jauh tentang LDK ini, Mata Banua mencoba mendatangi langsung ke tempat lokasi LDK di Rindam Landasan Ulin. Dari petugas piket jaga dipintu gerbang Rindam mengarahkan untuk menemui Kabakum Letkol Mansur, tapi sayang saat itu  (10/08) Kabakum sedang ada rapat, dan menurut petugas di bagian Komunikasi Rindam, rapatnya akan memakan waktu yang cukup lama.
Dari dialog dengan petugas di ruangan tersebut, membenarkan bahwa SMAN 7 Banjarmasin memang telah dua kali melakukan latihan LDK di sini yang di tangani oleh bagian Bela Negara, dan katanya satu-satunya SMA yang melakukan itu hanya SMAN7 Banjarmasin. ara/mb05

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua – Tidak di muat

Photo yang tidak dimuat - Dokumentasi Panitia

MB - Meditasi Rindunya Micky Hidayat

BANJARMASIN - Agus R.Sarjono, berkata "negeri kita tahun-tahun belakangan ini kelewat bising dengan pelbagai soal. Suara-suara keras yang dulu ditekan kini berhamburan tanpa aturan, mirip bising klakson di Indonesia yang kelewat sering dibunyikan, kadang bahkan tanpa alasan apa-apa.
Kehadiran sajak-sajak Micky Hidayat (dalam antologi puisi Meditasi Rindu) yang lirih menggemakan kembali kerinduan kita pada suara alam yang asali, seperti lantunan seruling ditengah ingar-bingar rock dan organ tunggal; ibarat nyanyi burung ditengah sirene yang menggambarkan hutan yang terbakar, ibarat bisik ditengah riuh demo dan debat parlemen" ujarnya.
Kritikus sastra Nasional ini kembali berkomentar “tetap menulis sajak-sajak - diterima maupun tidak, digubris maupun diabaikan, dicintai maupun dibenci - adalah sikap hidup sekaligus kredo MIcky. Menulis sajak adalah jalan yang dipilih dengan tegas oleh penyair sebagai cara hadir sang penyair ketengah dunia ini. Menulis sajak adalah pilihan dan jalan hidup yang diletakkannya atas dasar kerinduan, kesepian, luka, dan cinta" katanya.
Micky Hidayat menceritakan bagaimana awal perjalanan sastranya "saya mulai belajar menulis sajak ketika masih duduk di kelas 1 SMP Negeri 2 Banjarmasin. Sudah barang tentu, dalam setiap menulis sajak itu sama sekali tak terpikirkan sedikitpun di benak saya, apakah diri saya sudah menjadi seorang penyair atau bukan. Apalagi keinginan untuk jadi penyair, jauh panggang dari api. Waktu itu saya menulis atau menciptakan sajak hanya sekedar iseng ingin menulis, tidak ada pretensi meraih predikat sebagai penyair.
Saya selalu tak kuasa menolak keinginan naluri untuk terus berkarya. Gagasan yang lalu lalang dan berkelebat-kelebat dalam benak seolah tak bisa dibendung. Bagi saya, bergelut dengan dunia sajak pada hakikatnya merupakan sebuah wacana yang memungkinkan saya untuk mengalami kembali kehidupan, membuat saya terlibat lebih intens dalam menjalani kehidupan ini" pungkasnya. ara/mb05

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua – Tidak di muat

MB - Dua Festival Seni di Hari yang Sama

MARTAPURA – Keringat mengucur, panas menyengat membuat pakaian adat Banjar yang mereka pakai terlihat menyala dalam terik matahari pukul 11.30 wita di halaman gedung pemuda Martapura pada Kamis (5/8) yang lalu.
"Group Sinoman Hadrah Surya Abadi dari Sei Rangas adalah peserta nomor urut terakhir untuk tampil dalam Festival Sinoman Hadrah diantara enam peserta group lainnya. Selanjutnya setelah acara festival sinoman itu selesai dan tinggal menunggu keputusan juri menentukan pemenang" kata Maudah menjelaskan
Wanita yang juga sebagai Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar ini mengajak untuk menyeberang ke Taman Cahaya Bumi Slamet "disana ada pameran ekspo dan Festival Tari Kreasi Daerah Banjar Bernuansa Islami, dua kegiatan ini dilaksanakan hari ini dari rangkaian acara lainnya dalam rangka memperingati hari jadi ke 60 Kabupaten Banjar" ujarnya sambil tersenyum.
Setelah kedua festival itu selesai, Mada (panggilan akrabnya) memberikan catatan nama-nama peserta festival dan urutan pemenangnya. Peserta Festival Sinoman Hadrah ada 7 group, dengan para juri Abdul Rasyid, Abdullah.Sp, dan Drs.Mukhlis Maman.
Sedangkan pemenangnya: Juara I disabet oleh Group Sinoman Hadrah Karya Baru dari Sungai Batang Ilir. Juara II jatuh kepada group Surya Abadi dari Sungai Rangas Hambuku kecamatan Martapura Barat. Juara III diperoleh group Al Hikmah yang juga dari Sungai Rangas Hambuku kecamatan Martapura Barat. Harapan I di terima oleh group Al Bab dari Desa Pinggiran kecamatan Astambul.Sedang pemayung terbaik di sabet oleh Riduansyah dari Karya Baru.
Peserta Festival Festival Tari Kreasi Daerah Banjar Bernuansa Islami ada 10 group, dengan para juri Sirajuh Huda, Novi Andriani, dan Yuli Astuti Ningrum. Juara I dari SMPN I Martapura dengan judul Tari Rebana. Juara II dari Mts Model Martapura dengan judul Tari Rudad. Juara III kembali dari SMPN I Martapura (yang menampilkan dua group) dengan judul Tari Berusaha Bersama. Harapan I dari SMAN I Martapura, harapan II dari SMAN I Karang Butan, harapan III dari SMAN I Gambut.
Dilain pihak, menurut Sirajul Huda, pensiunan kepala museum Banjarbaru, yang juga seorang penari dan dosen tari di STIKIP PGRI Banjarmasin dan Banjarbaru), mengatakan "hampir semua group tari tidak pas membawakan tariannya dengan tema (judul) tarian, hanya ada beberapa yang cukup baik.
Hal ini bisa kita maklumi, karena penata atau desain tarinya cuma dari pengajar seni disekolah-sekolah tersebut. Yang tentunya guru-guru tersebut bukanlah penari prefesional, mereka hanya guru pengajar, tetapi hal ini bisa diatasi bila sebelum kegiatan, diadakan dulu sarasehan atau workshop agar mereka mengerti bagaimana seharusnya suatu tarian di desain." katanya secara panjang lebar.
Komentar senada juga dikatakan Abdullah SP sebagai juri Festival Sinoman juga mengharapkan agar sebelum festival, diadakan dulu workshop bagi para penata tari sinoman, agar menjadi lebih baik lagi "hal ini sudah saya sampaikan dengan kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjar" pungkasnya. ara/mb05

-----------------

Di masukkan di kolom Kotaku, Mata Banua – Tidak di muat

Minggu, 08 Agustus 2010

MB - Truk Nyungsep

Sabtu siang (21/8) sebuah truk penuh muatan kayu galam nyungsep di samping depan Markas Detasemen Polisi Militer VI/2, karena menghindari sebuah mobil yang keluar dari jalan Gatot Subroto X dengan kecepatan tinggi. Untung saja kecelakaan ini tidak ada memakan korban jiwa. mb/ara

-----------------

Di masukkan di kolom Hukum & Kriminal, Mata Banua – Tidak di muat

Photo yang tidak dimuat - Sebagian dokumentasi ARAska