Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2012

080412-minggu(senin)-Mubes IKMA Tanbu di rektorat Unlam.doc


Photo: mb/ara
MUBES – Mubes Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu di Aula Rektorat Unlam

IKMA TANBU Programkan Pengawasan Kebijakan Pemerintah Provinsi

BANJARMASIN – Mahasiswa Tanah Bumbu mempunyai peran utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai penerus pembangunan di segala bidang kehidupan. Serta tanggap terhadap perubahan dan perkembangan yang dihadapi masyarakat.
            Hal ini diungkapkan oleh Masdar (mahasiswa IAIN Antasari), Ketua Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu (IKMA TANBU), pada Minggu (8/4) siang di Aula Rektorat Unlam, lantai dasar. Menurut Masdar, Mubes ini adalah yang ke tiga dan bertempat di Unlam, sedangkan sebelumnya yang ke dua bertempat di IAIN Antasari pada 2011.
            Hadi Sukrosono (mahasiswa Unlam), Ketua Umum IKMA TANBU periode kepengurusan 2011, menambahkan. Jumlah Mahasiswa Tanah bumbu seleruhnya yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan Kotabaru, lebih dari 1000 orang. Belum lagi mahasiswa Tanbu yang berada diluar Kalsel, yang belum mengorganisir dirinya menjadi sebuah organisasi/ikatan mahasiswa.
Bahwa kedepannya IKMA TANBU mempunyai program untuk merangkul ikatan mahasiswa daerah lain di Kalsel, dan membentuk Ikatan Mahasiswa Kalsel. Dengan tujuan agar bisa turut serta mengawal kebijakan pemerintah provinsi.
Kemudian merangkul pelajar-pelajar Tanbu, memberi masukan agar mereka bisa meraih prestasi dan cara-cara agar dapat meraih beasiswa apabila kelak melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
            Sampai saat ini untuk tingkat daerah (Tanbu), sudah banyak persoalan yang disoroti. IKMA TANBU turut menjadi lembaga pengontrol dari pemerintahan. Sehingga IKMA tidak hanya mengikuti apa yang dikatakan pemerintah kabupaten, tapi juga memberi masukan kepada pemerintah kabupaten. Apabila ada kebijakan yang tidak berpihak dengan masyarakat, hal itu bisa bisa di kontrol. Agar pemerintahan Tanbu berjalan lancar.
            “Permasalahan utama yang disoroti IKMA TANBU adalah tidak terkendalinya pengelolaan sumber daya alam di Tanbu, kemudian konflik antar masyarakat, maupun masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya pertambangan dll. Dilain pihak apabila ada kebijaka pemerintah kabupaten yang baik untuk rakyat, IKMA TANBU tentu turut memberi pengertian dengan masyarakat” ujar Hadi yang juga menjabat sebagai Sekjen Bem Unlam.
Minggu malam, seusai Mubes IKMA TANBU, Masdar mengabarkan dengan Mata Banua, bahwa dari tiga calon ketua IKMA TANBU yaitu dari IAIN Antasari (Masdar), Uniska (Abdul Razak) dan Unlam (Hadi Sukrosono). Maka yang memperoleh suara terbanyak dan terpilih kembali sebagai Ketua Umum adalah Hadi Sukrosono. ara/mb05

Sabtu, 31 Desember 2011

190811-jumat(sabtu)-penguburan ketua DPW PKB Kalsel (Dm.di Berita Kaki.hal 1)

Photo:mb/ara
JENAZAH – Sekalian tokoh masyarakat, fungsionaris DPW PKB Kalsel, serta keluarga almarhum, nampak berduka mengantarkan jenazah Mulyadi Mangin ke tempat peristirahatan terakhirnya

DPW PKB Kalsel Berduka

DPP PKB sangat berduka, dan merasa kehilangan atas putra terbaik PKB di Kalsel. Serta mohon maaf kepada keluarga almarhum, karena walaupun saat sakit, kami sempat menjenguk,  tapi saat berpulang ke Rahmatullah tidak sempat menemani” ungkap H Imam Nahrawi sekertaris jenderal DPP PKB, yang khusus datang melayat ke pemakaman Ketua DPW PKB Kalsel H Mulyadi Mangin SE, pada Jumat (19/8) sekitar pukul 14.30 wita di pemakaman umum Guntung Loa Banjarbaru, setelah jenazah di sholatkan di Masjid Agung Al Karomah Martapura.
Dengan sedikit tersendat menahan perasaannya, Nahrawi melanjutkan “dia sudah membuktikan kemampuannya memimpin DPW PKB Kalsel. Seperti yang kita lihat, dalam situsi PKB yang penuh masalah dan khususnya di DPW PKB Kalsel, Mulyadi mampu memimpin, serta memberikan semangat, motivasi sekaligus suritauladan kepada kader-kader PKB. Sikapnya yang penuh dengan kesabaran dan ketekunan, tidak pernah marah, hanya senyum, tapi ada solusi.
Itulah yang kami kagumi dan banggakan dari kepribadiannya. Semangatnya akan kami terus perjuangkan. Saya harap semua kader PKB juga meniru kebaikan-kebaikannya, model dan wataknya dalam memimpin partai DPW PKB di Kalsel.
Hari ini kami masih berduka, tentang pengganti kepemimpinan di DPW PKB Kalsel, setelah saya kembali ke Jakarta, akan kami bicarakan lebih lanjut dengan partai” katanya.
            Diantara yang turut menghadiri prosesi pemakaman, antara lain Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel H Sarbaini Khairat, Rosehan NB SH dan Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, serta fungsionaris DPW PKB Kalsel, ketua DPC PKB Banjarmasin, kader-kader PKB Kalsel, keluarga almarhum, sahabat dan rekan-rekan politiknya, serta beberapa tokoh masyarakat dari Banjarbaru dan Martapura.
            Hilyah Aulia sekertaris DPW PKB Kalsel, mengatakan “kami keluarga besar PKB Kalsel merasa sangat kehilangan, beliau sosok ketua yang bersahaja dan akrab sama semuanya” ujarnya seusai pemakaman.
            Sebelumnya mengenai keadaan kesehatan Mulyadi Mangin, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP PKB Ahmad Ni’am Salim, dalam acara peresmian sekretariat baru DPW PKB Kalsel di km 3 Banjarmasin, pada Senin (27/6) malam, mengatakan “saya sangat prihatin dengan kondisi Mulyadi Mangin, karena yang menemani maupun yang menjenguk saat dirumah sakit Surabaya, mereka agak panik, katanya Mulyadi seperti sudah mau pergi jauh dan tak akan kembali, saat itu kami berharap beliau sehat kembali, kalau memang Allah menghendaki lain, semoga beliau tetap khusnul khatimah” pungkasnya. ara/mb02

180811-kamis(jumat)-isu calon ketua DPW PKB Kalsel

Ketua DPW PKB Kalsel Harus Kader

BANJARMASIN - Kita lihat siapa orang yang pas untuk memimpin DPW PKB Kalsel, apabila DPW PKB Kalsel bisa maju dengan saya, maka saya akan maju, tidak karena maju untuk  mengejar masalah  pribadi.
Pemimpin yang seharusnya di DPW PKB Kalsel, adalah benar-benar kader PKB, bukan orang yang mengaku seperti model penyelamat” ungkap Drs H Bambang Heri Purnama ST, anggota DPR-RI dari Dapil DPR Kalsel I Komisi XI partai PKB, memberi komentar kepada Mata Banua, seusai buka puasa bersama, pada Senin (9/8) yang lalu di sekretariat DPW PKB Kalsel, km 3 Banjarmasin, saat di minta komentarnya calon ketua DPW PKB Kalsel mendatang.
H Imam Nahrawi sekertaris jenderal DPP PKB, yang juga menghadiri acara buka bersama tersebut, mengatakan “silahakan seluruh kader terbaik PKB untuk bersama-sama membesarkan partai. Persyaratannya harus bekerja, mau berjuang, mampu menyatukan seluruh kekuatan partai yang ada.
Karena DPP melihat untuk bulan Ramadhan ini, seluruh konsentrasi partai PKB di fokuskan untuk bersilaturahmi, buka puasa bersama, dan intropeksi diri, jadi agenda Muswil sengaja diundur oleh DPP PKB. Batasan waktu yang di berikan untuk melaksanakan Muswil, maksimal akhir September semua harus sudah kelar” ujarnya.
Keinginan Bambang agar ketua DPW PKB Kalsel berasal dari kader PKB, ternyata berbeda dengan peluang yang dinyatakan oleh Hilyah Aulia sekertaris DPW PKB Kalsel. Menurut Hilyah “walau bukan sebagai kader PKB, siapapun akan kami terima, asal berkometment untuk membesarkan PKB.
Sementara belum ada calon yang bersilaturahmi ke DPW PKB Kalsel, tapi sudah ada beberapa calon yang bersilaturahmi kebeberapa cabang. Sejauh ini ada beberapa nama yang mencuat seperti Drs H Idis Nurdin Halidi M AP bupati Tapin, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel H Sarbaini Khairat dan Rosehan NB SH” katanya.
Sebelumnya, mengenai di sebut-sebutnya nama Rosehan NB yang akan kembali memimpin DPW PKB Kalsel, Budi Wijaya ketua DPC PKB Banjarmasin, berkomentar “dengan kembalinya Rosehan itu adalah suatu berita besar bagi kader PKB, karena Rosehan adalah salah satu tokoh yang disegani di Kalsel, dan nama Rosehan dikalangan internal PKB masih tetap diperhitungkan.
            Serta tidak sedikit orang-orang yang menjadikan Rosehan sebagai panutan, tentunya akan mengembalikan suara-suara yang telah terpecah belah, untuk kembali ke PKB pada pemilu akan datang.
Dari yang aku dengar, bahwa Garda Bangsa PKB sebagai ormas pemuda PKB, juga mendukung kembalinya Rosehan, karena dengan kembalinya Rosehan, besar harapan Garda Bangsa DPW PKB Kalsel dapat menemukan kembali kejayaannya dan kembali disegani seperti saat rosehan memimpin PKB Kalsel dulu” pungkasnya. ara/mb05


140811-minggu(senin)-rencana muswil PKB (Dm.180811)

Photo: H Imam Nahrawi

Akhir September Muswil Semua DPW PKB Harus Kelar

BANJARMASIN - Karena PKB mengalami beberapa konflik dan terjadi pegantian pengurus di tengah jalan, sehingga menyebabkan beberapa DPW dan DPC PKB masih banyak yang belum melaksanakan Muswil dan Muscab” ungkap Ketua bidang organisasi dan kaderisasi DPP PKB Ahmad Ni’am Salim, pada Senin (27/6) malam, seusai peresmian sekretariat baru DPW PKB Kalsel di km 3 Banjarmasin.
            Menurut Ni’am “oleh karena itu DPP PKB mengeluarkan kebijakan nasional, bahwa sebelum verifikasi rampung, dimulai dari Maret sampai Oktober maka PKB tidak akan ada berfikir untuk Muswil atau Muscab.
Kalau ada DPC yang belum melakukan Muscab lalu habis di bulan-bulan ini (Juni 2011), maka masa kepengurusannya diperpanjang satu tahun, untuk persiapan melakukan Muscab di tahun berikutnya. Tapi ferifikasi sudah selesai, sekarang menuju 2012, PKB akan melakukan penataan kembali” ujarnya.
Kemudian pada Senin (9/8) malam yang lalu, seusai buka puasa bersama DPW dan DPC PKB se Kalsel, sekertaris jenderal DPP PKB H Imam Nahrawi, mempertegas kebijakan DPP PKB.
Menurut Imam “adanya DPW dan DPC PKB yang masih belum melakukan Muswil, ini murni karena persoalan teknis. Tetapi, untuk daerah-daerah yang belum melaksanakan Muswil DPW PKB, maka tidak boleh melaksanakan Muswil di bulan ini (Agustus 2011). Karena DPP melihat untuk bulan Ramadhan ini, seluruh konsentrasi partai PKB di fokuskan untuk bersilaturahmi, buka puasa bersama, dan intropeksi diri, jadi agenda Muswil sengaja diundur oleh DPP PKB.
Ada beberapa wilayah yang belum melaksanakan Muswil dan diundur waktunya, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Batasan waktu yang di berikan untuk melaksanakan Muswil, maksimal akhir September semua harus sudah kelar” pungkasnya. ara/mb05


090811-selasa(rabu)-PKB buka puasa bersama (Dm.di kolom ramadhan hal.16)

Photo: mb/ara
PESAN – KH Ahmad Bakeri berpesan pada ceramah Agama yang disampaikannya dalam buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh DPW PKB Kalsel, agar kader-kader PKB benar-benar berjuang untuk umat

Buka Puasa Bersama Untuk Intropeksi Diri

BANJARMASIN - Kalau memang berniat untuk membesarkan Ahlussunnah wal jama’ah lewat partai PKB, kemudian menggunakan pangkat dan jabatan hanya untuk kepentingan umat, insyaallah PKB akan kembali menjadi partai yang besar” pesan Guru Bakeri (KH Ahmad Bakeri). dalam ceramahnya saat menunggu buka puasa bersama, pada Senin (9/8) di sekretariat DPW PKB Kalsel, km 3 Banjarmasin.
Guru Bakeri juga berpesan kepada kader PKB yang hadir dalam buka puasa bersama tersebut, untuk bercermin kepada orang-oran tua dahulu, yang mampu menyatukan dari sabang sampai merauke, karena mempunyai niat yang ikhlas untuk umat, bukan untuk kepentingan pribadi.
Kata guru Bakeri selanjutnya “seperti halnya pula yang telah di contohkan oleh kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab, yang tidak mau mencium gemerlapnya dunia, semata-mata hanya berjuang untuk akhirat, betul-betul lillahita’ala. Saidina Umar Radiallahu'anhu, tidak mau menggunakan seperserpun uang negara hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
Sekarang apakah bisa mengaplikasikan disiplin dengan tegas dalam PKB, tanpa ada dendam dan dengki. Serta mempersatukan umat dengan damai dan bersikap adil” pesannya.
Seusai ceramah agama dari Guru Bakeri, di tutup dengan doa dari KH Birhasani. Buka puasa DPW PKB dihadiri pula oleh H Imam Nahrawi sekertaris jenderal DPP PKB dari Jakarta, pengurus DPW, ketua-ketua DPC dan PAC PKB se Kalsel, Garda Bangsa PKB Kalsel serta kader-kader PKB Kalsel lainnya.
Setelah berbuka puasa, Imam Nahrawi mengatakan kepada Mata Banua “bulan Ramadhan tahun ini, konsentrasi partai PKB murni hanya untuk silaturahmi, buka puasa bersama, dan intropeksi diri” ujarnya. ara/mb06


050811-jumat(sabtu)-rosehan vs PKB

Photo:mb/ara
SILATURAHMI – Rangkaian peringatan Harlah PKB, maka DPW PKB Kalsel, DPC PKB Banjarmasin dan Garda Bangsa melaksankan silaturahmi dengan Rosehan NB SH, yang sebelumnya menjadi salah satu tokoh yang membesarkan PKB

Rosehan Bantah Kembali Ke PKB

BANJARMASIN – Beredarnya kabar mengenai keterlibatan atau bergabungnya Rosehan NB SH dengan beberapa partai politik, baik partai besar maupun partai kecil yang baru dibentuk, dibantah oleh mantan wakil gubernur Kalsel ini.
            Sebelumnya, tersiar kabar bahwa Yeni Wahid putri dari almarhum Gusdur, telah mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa yang baru (PKB Yeni), dengan Rosehan sebagai sekjennya.
            Sementara, ketua bidang organisasi dan kaderisasi DPP PKB Ahmad Ni’am Salim, dalam acara peresmian sekretariat baru DPW PKB Kalsel di km 3 Banjarmasin, pada Senin (27/6) malam, mengklaim bahwa Rosehan NB sudah menyatakan dengan Muhaimin Iskandar, bahwa ia akan bergabung kembali dengan PKB lama (PKB Muhaimin), “hubungan komunikasi Rosehan dengan Muhaimin Iskandar, sudah lancar. Dan melalui sms Rosehan kepada Muhaimin, ia menyatakan akan balik lagi ke PKB lama” kata Ni’am.
            Kemudian, ketua DPC PKB Banjarmasin Budi Wijaya, mengatakan “dengan kembalinya rosehan itu adalah suatu berita besar bagi kader PKB, karena Rosehan adalah salah satu tokoh yang disegani di Kalsel, dan nama Rosehan dikalangan internal PKB masih tetap diperhitungkan.
            Serta tidak sedikit orang-orang yang menjadikan Rosehan sebagai panutan, tentunya akan mengembalikan suara-suara yang telah terpecah belah, untuk kembali ke PKB pada pemilu akan datang. Bagi Garda Bangsa PKB, sebagai ormas pemuda PKB, dengan kembalinya Rosehan, maka akan kembali menemukan kejayaannya dan kembali disegani seperti saat rosehan memimpin PKB Kalsel dulu” ujarnya.
            Lalu, sekertaris DPW PKB Kalsel Hilyah Aulia menambahkan bahwa Rosehan NB SH, telah menjadi salah satu pengurus di DPP PKB.
            Dilain pihak, terkait rangkaian acara Harlah PKB yang ke-13, pengurus DPW PKB Kalsel, DPC PKB Banjarmasin dan Garda Bangsa, pada akhir Juli, Kamis (28/7) pagi, yang melakukan silaturahmi dengan ulama-ulama Nahdatul Ulama (NU) di kota Banjarmasin dan tokoh-tokoh yang telah membesarkan PKB, yaitu salah satunya adalah Rosehan NB SH.
            Dan seusai kunjungan silaturahmi pengurus PKB di rumah rosehan di Jl S Parman tersebut, Rosehan membantah keterkaitannya dengan PKB Yeni maupun PKB Muhaimin, ia mengatakan “ini hanya kunjungan silaturahmi biasa, yang namanya tamu harus disambut dengan baik. Kalau dikatakan, saya dijadikan salah satu pengurus DPP PKB, saya tidak tahu akan hal itu.
            Mengenai partai politik lain, apakah itu partainya Yeni atau yang lainnya, yang jelas saya tidak ikut dengan partai politik baru ataupun partai kecil, kalaupun ikut, saya hanya mau dengan partai yang besar” pungkasnya tanpa memberikan jawaban yang jelas, seperti halnya tokoh politik lainnya. ara/mb05

290711-jumat(sabtu)-silaturahmi PKB

Photo: mb/ara
DOA – Sialturahmi DPW PKB Kalsel, DPC PKB Banjarmasin dan Garda Bangsa dengan salah satu tokoh ulama NU di rumah KH Birhasani untuk meminta doa dan restu

Harlah PKB Kalsel Silaturahmi Dengan Ulama NU

BANJARMASIN – Menjelang Ramadhan tidak hanya tradisi masyarakat Banjar, yang berkunjung kepada sanak keluarga yang masih hidup, ataupun melakukan ziarah kubur. Tapi juga dilakukan secara organisasi oleh pengurus DPW PKB Kalsel dan DPC PKB Banjarmasin, beserta organisasi pemudanya yaitu Garda Bangsa, sebagai rangkaian peringatan Harlah PKB.
            Kepada Mata Banua, pada Kamis (28/7) pagi, Hilyah Aulia sekertaris DPW PKB Kalsel menjelaskan “ini adalah rangkaian dari kegiatan Harlah PKB yang ke-13, dengan melakukan silaturahmi kepada ulama-ulama Nahdatul Ulama (NU) di kota Banjarmasin dan tokoh-tokoh yang telah membesarkan PKB.
            Tentunya sudah menjadi kewajiban bagi kami yang masih muda, untuk mengunjungi tokoh-tokoh agama, meminta doa dan restu mereka atas semua aktivitas yang dilakukan, baik secara organisasi maupun secara pribadi, karena PKB dari NU dan NU dari Ulama.
            Silaturahmi pertama kali dilakukan kepada tokoh yang telah membesarkan PKB seperti Rosehan NB SH, selanjutnya kepada tokoh-tokoh NU, seperti KH Birhasani, KH Salim Ahmad, KH Muhammad Syukrani, KH Ibrahim Hasani, KH Humaidi Dahlan dan KH Musni Tafsir” ujarnya.
            Lanjut Hilyah “dengan silaturahmi ini diharapkan, agar semangat kader-kader PKB tetap kuat dan semakin bangkit. Selanjutnya, kami akan melakukan ziarah ke Kelampayan dan Sekumpul” ungkapnya. ara/mb05

060711-rabu(kamis)-Tidar Gerinda bantu korban kebakaran

BANTUAN - Pengurus Daerah TIDAR Kalsel, yang merupakan sayab partai GERINDRA, memberikan bantuan sembako kepada warga korban kebakaran di Km 7 Kertak Hanyar

TIDAR GERINDRA Bantu Warga Korban Kebakaran

BANJARMASIN – Kepedulian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sebuah partai dan para pengurusnya, serta organisasi pemuda yang berada dibawahnya, tidak hanya pada saat mendekati kampanye pemilu saja, tetapi kepedulian sebenarnya adalah ketika masyarakat sedang berada di dalam kesusahan.
            Sedikit atau banyaknya bantuan yang diberikan, yang terutama adalah tindakan nyata dan kesigapan ketika dibutuhkan dan diperlukan. Pada Selasa (5/7) sore, Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalsel, yang merupakan organisasi pemuda (sayab partai) dari partai GERINDRA, memberikan bantuan sembako yang terdiri dari puluhan dus mie, susu kaleng, sarden, teh, gula, minyak goreng dan kecap, kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Jl A Yani Km 7, Kertak Hanyar, kabupaten Banjar.
            Sebelumnya pada Senin (4/7) sore, si jago merah melahap dua gang yang ada di Jl A Yani Km 7 tersebut, yaitu gang Keladan Indah Rt 16 dan gang H Ikas Rt 7, dengan jumlah rumah yang terbakar ada 30 buah rumah, 48 KK, 183 jiwa kehilangan tempat tinggal.
            Penyerahan bantuan diiringi oleh Andri Yulan, sekertaris DPC GERINDRA Banjarmasin, yang juga secara aklamasi melakukan penyerahan bantuan kepada warga korban kebakaran, yang di wakili oleh M Halbi ketua RT 16. Halbi merasa terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan.
            Azhari Fadli sekertaris TIDAR mengatakan “semoga bantuan sembako yang kami berikan ini, dapat meringankan beban warga yang sedang mendapat musibah kebakaran” ujarnya seusai penyerahan bantuan. ara/mb05

030711-minggu(senin)-PKB muhaimin vs rosehan

Photo: Ahmad Ni’am Salim

DPP PKB Muhaimin Klaim Rosehan Bergabung Kembali

BANJARMASIN -  Konflik internal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa tahun yang lalu, antara Muhaimin Iskandar sebagai ketua Umum PKB dengan Abdurahman Wahid atau Gusdur, menyebabkan PKB terpecah. Di Kalsel, Rosehan NB yang pro dengan Gusdur juga keluar dari PKB lama, yang berada di bawah pimpinan Muhaimin (PKB Muhaimin).
            Beberapa waktu ini, tersiar kabar bahwa Yeni Wahid putri dari almarhum Gusdur, telah mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa yang baru (PKB Yeni), dengan Rosehan sebagai sekjennya. Kontroversi PKB baru dan status keberadaan Rosehan, baik dalam PKB Yeni maupun PKB Muhaimin, terus bergulir.
Dalam acara peresmian sekretariat baru DPW PKB Kalsel di km 3 Banjarmasin, pada Senin (27/6) malam yang lalu, Ketua bidang organisasi dan kaderisasi DPP PKB Ahmad Ni’am Salim, mengklaim bahwa Rosehan NB sudah menyatakan dengan Muhaimin Iskandar, bahwa ia bergabung kembali dengan PKB lama (PKB Muhaimin).
Menurut Ahmad Ni’am Salim “berdasarkan hitungan PKB (Muhaimin), dengan adanya persyaratan administratif untuk partai yang sangat ketat, yang ditentukan Depkumham ini, maka partai-partai baru, akan banyak yang tidak lolos verifikasi.
Persyaratan yang ditentukan oleh Undang-undang yang diterjemahkan lebih detil Depkumham tersebut yaitu, DPW Partai harus seratus persen berdiri di seluruh wilayah Indonesia, dan mempunyai DPC minimal 75 persen, kemudian mempunyai DPAC minimal 50 persen” ungkapnya.
Kata Ni’am “Gusdur tidak pernah mendirikan partai PKB yang baru, dan PKB yang didirikan Gusdur yaitu yang sekarang di pimpin oleh Muhaimin Iskandar ini. Sedangkan PKB yang baru itu adalah didirikan oleh putrinya” ujarnya.
Saya sangat tidak yakin kalau PKB Yeni akan bisa lolos verifikasi, dari pada mubajir usaha-usaha mereka itu, lebih baik gabung dengan PKB yang sudah ada saja. Bisa dilihat secara faktual, apakah di Kalsel saja, PKB Yeni itu eksis?
Kami yakin, orang-orang yang keluar setelah konflik internal PKB, pasti akan balik kembali, bahkan Rosehan juga akan balik lagi. Karena hubungan Rosehan dengan Hilyah Aulia (sekertaris DPW PKB Kalsel) dan Mulyadi Mangin (ketua DPW PKB Kalsel), saat ini agak malu-malu kucing, atau gengsi menyatakan untuk kembali bergabung.
Tapi, hubungan komunikasi Rosehan dengan Muhaimin Iskandar, sudah lancar. Dan melalui sms Rosehan kepada Muhaimin, ia menyatakan akan balik lagi ke PKB lama” pungkasnya. ara/mb05

290611-rabu(kamis)-PKB sekretariat baru


Photo: mb/ara
SYARAT – Syukuran kantor DPW PKB Kalsel yang baru di dalam kota Banjarmasin, sebagai persyaratan untuk mengikuti pemilu

DPW PKB Kalsel Pindah Kantor

BANJARMASIN – Karena harus memenuhi persyaratan dari Kesbanglimas provinsi, mengenai domisili kantor partai, maka sekretariat DPW PKB Kalsel pindah ke gedung yang baru di dalam kota Banjarmasin.
            Sebelumnya kantor DPW PKB Kalsel berada di Km 7, di luar dari pintu gerbang kota Banjarmasin di km 6, yang secara wilayah, lokasi kantor DPW PKB Kalsel tersebut berada di kabupaten Banjar.
            Peresmian kantor DPW PKB Kalsel yang baru di km 3 dalam kota Banjarmasin, pada Senin (27/6) malam tidak dihadiri oleh Ketua DPW PKB Kalsel Mulyadi Mangin, karena masih dalam keadaan sakit.
Namun beberapa ketua DPC kabupaten/kota, seperti Ketua DPC PKB Banjarmasin Budi Wijaya, dan Ketua DPC Kabupaten Banjar Saleh Yusran, turut hadir  menemani utusan DPP PKB yaitu ketua bidang organisasi dan kaderisasi Ahmad Ni’am Salim, yang akan meresmikan penggunaan sekretariat baru PPW PKB Kalsel.
Seusai acara peresmian, sekertaris DPW PKB Kalsel Hilyah Aulia, menjelaskan “sesuai dengan ketentuan Kesbanglimas provinsi, untuk mengikuti pemilu persyaratannya domisili kantor DPW partai harus berada di dalam kota Banjarmasin.
Maka pada malam ini kita meresmikan kantor baru, dengan rangaian acara yaitu sholat hajat bersama, peringatan Isra Mi’raj, dan pemotongan nasi tumpeng ala Banjar yaitu nasi kuning. Selain itu juga sekaligus mendoakan ketua DPW PKB Kalsel agar cepat sembuh.
Kantor lama di km 7, sementara masih kami gunakan untuk pemenangan pemilu. Sedangkan kantor baru di km 3 ini, sebagai administrasi DPW PKB Kalsel” katanya.
            Dilain pihak, ketua bidang organisasi dan kaderisasi DPP PKB Ahmad Ni’am Salim, menambahkan “saya sudah sering menghadiri peresmian kantor DPW PKB yang baru. Di republik ini ada 33 provinsi, tapi saya menghadiri pembukaan kantor baru lebih dari 33 kali.
Biasanya perpindahan kantor itu karena ada konflik internal partai, tapi saya tahu, DPW PKB Kalsel pindah kantor, bukan karena konflik, tapi karena tuntutan konstitusi yaitu tuntutan undang-undang pemilu, bahwa kantor partai harus berada pada ibukota tingkatannya masing-masing.
Mengenai perifikasi, secara nasional PKB sudah sangat siap, pada 27 Juli tadi, kami sudah mendaftar di Depkumham, pada hal batas akhirnya pertengahan Agustus” ujarnya.
Menurut Ni’am “meskipun tanpa ketua DPWnya, PKB Kalsel masih berjalan dengan baik, bahkan dari 13 DPC, tinggal 3 DPC yang belum memenuhi mendapat persyaratan terdaftar dari Kesbanglimas.
Dan DPP tidak ingin ada satu DPC pun yang tidak mendapat surat keterangan terdaftar di Kesbanglimas. Karena tidak mau ada satu suara umat pun yang akan terlewat” pungkasnya. ara/mb05


Minggu, 25 Desember 2011

140311-senin(selasa)-politik muhaimin1 (Dm. di Headline hal.1)


Photo: mb/ara
MUHAIMIN - Konsolidasi DPC Kabupaten/ kota dan DPW PKB Kalsel dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Permatain Hotel, Banjarbaru

Siasat Politik Muhaimin Dalam Koalisi

BANJARBARU – Sepak terjang PKB kubu Muhaimin yang setia dalam pemerintahan SBY, tidak terlepas dari manuver politik Muhaimin Iskandar sendiri sebagai  Ketua Umum Tanfidz DPP PKB.
Dari beragam sumber menyebutkan, sejauh ini Muhaimin Iskandar terlihat memiliki ambisi besar dalam karier politiknya. Manuver politik yang dilakukannya sejak dalam internal partai, menyebabkan PKB terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu PKB Muhaimin dan kubu loyalis Ketua Dewan Syoro Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Hingga akhirnya kubu Muhaimin berkoalisi dengan partai Demokrat. Kedekatan Muahaimin dengan SBY membuatnya masuk dalam bursa Cawapres, meski tidak terpilih. Tapi akhirnya ambisi Muhaimin mendapat imbalan, ia terpilih sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi pada Kabinet indonesia bersatu II.
Melalui kedekatan politik Muhaimin beserta PKB, tidak perlu diragukan dihadapan SBY. Karena jika dibanding dengan partai politik koalisi pendukung SBY-Boediono lainnya, PKB menjadi salah satu partai yang tidak merepotkan, ragam keputusan SBY dalam pemilu yang lalu didukung oleh PKB. Hal ini jelas menjadi modal Muhaimin untuk mulus menduduki posisi menaker dan transmigrasi.
Kemudian untuk mendukung loyalitasnya, kepada partai pendukung SBY-Boediono, ia mencopot Effendy Choirie dari jabatannya sebagai ketua fraksi kebangkitan bangsa karena menyetujui hak angket daftar pemilih tetap.
Sejauh mana dari siasat politik PKB Muhaimin selanjutnya, sedikit terungkap dalam pengarahan Konsolidasi DPC Kabupaten/ kota dan DPW PKB Kalsel oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, di Permatain Hotel, Banjarbaru, pada Jumat (11/3) Maret yang lalu.
Dalam Konsolidasi pada Jumat tersebut, Muhaimin mengatakan “yang ingin saya kemukakan adalah kita harus jaga momentum stabilitas, untuk negara yang pluralitas politik begitu banyak kekuatan politik, begitu banyak nafsu politik berkeliaran dimana-mana untuk kekuatan politik yang memiliki ego.
Mengapa PKB konsisten dalam koalisi, bukan karena kita mau membebek demokrat dan bukan karena lainnya. Karena kita yakin negara ini harus stabil, agar tahapan transisi pematangan demokrasi stabil dulu, baru kita bisa naik kelas, kita harus melampau itu semua. Untuk menyongsong era keemasan PKB yang ditargetkan terwujud pada 2019” ujarnya.
Selanjutnya menurut Muhaimin “karena itu pilihan kita bersama (PKB), koalisi itu bukan sekedar pilihan pragmatis. Kalau teman-teman PKB pada nanya, koalisi yang dipegang PKB secara konsisten dengan SBY itu kita dapat apa? Jawaban saya, percayalah kalau kita yakin dengan pegangan ini, kita pasti dapat banyak hal” pungkasnya. ara/mb02

150211-selasa(rabu)-PKB dan ahmadiyah

Photo : ketua DPC PKB Banjarmasin Budi Wijaya

JADIKAN ISLAM BENAR-BENAR RAHMATAN LIL ALAMIN

BANJARMASIN – Rangkaian peristiwa penyerangan oleh kelompok tertentu terhadap Jamah Ahmadiyah, sudah berulang kembali terjadi. Islam adalah Agama Rahmatan lil alamin, tidak sepatutnya bertindak anarkis.
Menyikapi permasalahan Jamaah Ahmadiyah, pada Rabu (9/2) yang lalu, dengan dihadiri beberapa tokoh lintas agama, DPP PKB telah menggelar Deklarasi Gerakan Kebangsaan di Jakarta Pusat, yang bertujuan untuk menjamin kebhinnekaan dan kebebasan beragama, berkeyakinan dan beribadah. Dalam deklarasi tersebut, ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar meminta Kaum Nahdliyin dan kader partainya untuk melindungi warga Ahmadiyah.
Menjelaskan seruan Muhaimin, pada Sabtu (12/2) pagi, Ketua DPC PKB Banjarmasin Budi Wijaya yang baru pulang dari mengikuti Deklarasi Gerakan Kebangsaan, menjelaskan apa yang dikatakan Muhaimin, bahwa sebenarnya kelemahan dalam menghadapi Ahmadiyah adalah SKB  yang tidak dijalankan sebagai mana mestinya.
Maksudnya SKB hanya dipandang pada saat kondisioner waktu ada masalah, sedang dalam keadaan tidak ada masalah, tidak ada lagi menjalankan SKB, jadi SKB tidak perlu dicabut tapi dijalankan sebagaimana mestinya dengan maksimal dilapangan dengan pendekatan dialog.
Pendapat Muhaimin kedua, bahwa untuk sementara Ahmadiyah jangan terlalu reaktif, yaitu jangan menyebarkan agamanya selama belum ada pengakuan pemerintah.
PKB sendiri berpendapat bahwa SKB tiga menteri, memang sejalan dengan yang dikatan Menteri Agama, yaitu SKB tidak ada masalah, sudah relevan. Yang perlu ditinjau kembali secara komprehensif adalah implementasi SKB itu di lapangan.
Sudahkah SKB itu ditaati atau belum, dan apakah SKB itu sudah dilaksanakan oleh semua pihak atau belum. Penerapan di lapangan inilah yang kemudian perlu dievaluasi secara komprehensif.
Kemudian, yang dimaksud Muahaimin melindungi Ahmadiyah, bukan berarti siap pasang badan bila terjadi tindakan anarkis. Tapi PKB Pusat ataupun di daerah, khususnya di DPC PKB Banjarmasin, akan siap memperjuangkan aspirasi dan hak Ahmadiyah secara konstitusi sebagai warga Negara di Dewan dan pemerintahan.
Masalah keyakinan berbeda, itu adalah kebebasan beragama. Apalagi bila masih  mengakui Allah sebagai Tuhan. Soal perbedaan pengakuan terhadap kenabian itu cuma diluar konteks. Ahmadiyah sendiri ada dua keyakinan yaitu kelompok yang mengakui kenabian Muhammad dan kelompok yang tidak. “Yang jelas kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu tersebut adalah diluar dari ajaran Islam yang kita anut” kata Budi.
Kekerasan yang ditampilkan di televisi Indonesia, hanya sebagian kecil. Tapi di media televisi luar negeri, dengan demikian jelas ditampilkan bagaimana brutalnya pembantaian yang dilakukan terhadap Ahmadiayah, dengan judul This is Islam.
Kita mengatakan Islam adalah Rahmatan lil alamin tapi degan adanya perbuatan sekelompok orang yang radikal, malah mebuat nama Islam semakin buruk di mata dunia luar. Orang-orang yang katanya memperjuangkan agama islam, tapi malah merusak citra islam. Sebagai warga yang mayoritas janganlah kita menganiyaya yang minoritas.
“Kalau ajaran Ahmadiya dianggap mengancam bagi akidah anak cucu kita, ya kita perkuat akidah anak cucu kita agar tidak terpengaruh, yaitu memperkuat pendidikan agamanya.
“Secara pribadi sebagai penganut pluralisme yang diajarkan oleh Gus Dur, aku sangat tidak setuju dengan tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan oleh sebagian kelompok masyarakat terhadap Jamaah Ahmadiyah. Apapun mereka – siapapun mereka – mereka adalah makhluk Tuhan yang sama-sama mempunyai hak untuk hidup.
Islam adalah Agama yang Rahmmatan lil alamin, maka tidak sepatutnya berlaku aniyaya pada kelompok yang minoritas” ujarnya.ara/mb05

Sabtu, 24 Desember 2011

310111-senen(selasa)-PKB Muhaimin vs Rosehan.1 (Dm.010211)

Photo: mb/ara
PKB - Konsolidasi dan verifikasi internal PKB se Kalimantan Selatan

MULYADI MANGIN MALAH SENANG ROSEHAN JADI SEKJEN

BANJARMASIN - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalibata atau PKB Gus Dur dalam Muktamar III yang di gelar di Surabaya pada Senin 27 Desember 2010 yang lalu, telah memilih secara aklamasi Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menjadi Ketua Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur. Sementara itu, H M Rosehan NB akan dipilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk periode 2010-2015.
Menanggapi kabar tersebut, disela-sela verifikasi (26/1) H.Mulyadi Mangin Ketua DPW PKB Muhaimin, menjelaskan dengan Mata Banua “kalau memang Rosehan menjadi Sekjen di PKB-nya Yeni, dengan begini kami lebih senang, dari pada dia selalu merongrong kami.
Pada saat dia (Rosehan) tidak mempunyai perahu, malah mungkin ada usaha-usaha untuk menjatuhkan kepengurusan PKB yang ada, baik di DPW maupun di DPP. Serta selalu menyatakan bahwa mereka masih PKB yang legal dibawah kepemimpinan Yeni Wahid.
Masalah Gus Dur, beliau adalah bapak bangsa, dan kita sangat menghormati. Karena  PKB inipun dibentuk atas inisiatif dan prakarsa Gus Dur, dan kami sangat apresiasi dengan beliau.
Soal dia santer menjadi Sekjen di partai PKB gusdur, yang jelas aturan  perundang undangan untuk partai tidak boleh sama, baik lambang maupun logo. Lambang bola dunia dan bintang Sembilan adalah punya Muhaimin, sebagai PKB yang sah dan dibentuk secara kelembagaan oleh pengurus besar Nahdatul Ulama pada waktu itu. Kalau sebutan ‘ok’ seperti PDI dengan PDIP” katanya.
Menurut Mulyadi “dengan dia sudah punya perahu sendiri, silahkan saja ‘monggo’. Jadi anggaplah mereka tetangga. Masalah bersaing kita lihat dulu, karena dari sempalan-sempalan PKB dari dulu, seperti PKNU dan partai kecil lainnya, tidak pernah bisa eksis sampai sekarang.
Kita akan berjalan terus, DPP PKB telah melakukan rekrutmen dengan pecahan-pecahan yang dulu, kita masukkan, kita islah dan konsolidasi. Dengan adanya verifikasi faktual internal, kita harapkan PKB mempunyai struktur yang sangat bagus.
Untuk verifikasi di Kalsel ada batasan waktu bagi kita, dari 13 kabupaten kota, sudah ada 11 DPC yang sudah melaksanakan musyawarah cabang. Tinggal 2 DPC yang belum musyawarah cabang. Kalau berdasarkan undang-undang partai politik, cuma 10 DPC saja, Kalsel ini sudah masuk, tinggal kita Muswil. Paling tidak ada 30 orang pengurusan dan perwakilan perempuan 30 persen” ujarnya.
Dilain pihak, ketua DPC PKB Kalsel Budi Wijaya berkomentar “masalah Rosehan adalah hak politik beliau, karena beliau sekarang diluar struktural PKB. Kalau beliau membikin partai atau bergerak, itu wajar-wajar saja, sebagai warga Negara yang mempunyai hak suara dan politik. Dengan catatan selama tidak merugikan PKB dan  tidak membawa-bawa PKB.
Untuk anggota kepengurusan kita, saya yakin tidak akan lari lagi ke PKB yang dibawah kepengurusan Yeni, karena DPC-DPC yang ada saat ini sudah tahu mana yang harus diikuti dan mana yang harus tidak diikuti” pungkasnya. ara/mb05

270111-kamis(jumat)-cal.ketua DPW PKB.1

Photo : Budi Wijaya (Ketua DPC PKB Banjarmasin).

KURSI PANAS CALON KETUA DPW PKB KALSEL

BANJARMASIN – Lobi-lobi dan penilaian kriteria calon-calon Ketua Dewan Pimpinan (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Selatan (Kalsel), antara kalangan muda dan kalangan tua PKB Kalsel mulai memanas.
Selain Mulyadi Mangin yang saat ini menjabat sebagai ketua DPW PKB Kalsel, beberapa nama lain mulai beredar mencalonkan diri sebagai Ketua DPW, antara lain Bambang Heri Purnomo (Anggota DPR RI) dan Budi Wijaya (Ketua DPC PKB Banjarmasin).
Sebelumnya dalam Konsolidasi dan Verifikasi Internal PKB Kalsel pada 26 Januari 2011, ketua-ketua DPC yang menghadiri verifikasi DPP PKB mengharapkan seorang pimpinan yang melakukan pembenahan internal organisasi dengan cepat, mau memberikan perhatian lebih dan terjun langsung ke daerah-daerah, bukan hanya sekedar duduk manis di kantor.
Sementara itu, Saleh Yusran Ketua DPC Kabupaten Banjar yang baru terpilih, disela-sela verifikasi mengatakan pada Mata Banua “kita akan membenahi kepengurusan dan PAC di kabupaten Banjar. Untuk ketua DPW PKB Kalsel, tentunya kita harapkan adalah orang yang mau benar-benar bekerja keras dalam membesarkan PKB” ujarnya.
Terkait munculnya calon-calon Ketua DPW PKB Kalsel, Mulyadi Mangin, berkomentar” insya Allah Februari kita akan mengadakan Musyawarah Wilayah DPW PKB Kalsel. Saya siap untuk memimpin kembali DPW, tapi silahkan saja siapapun kader untuk maju menjadi calon ketua. Tentunya bagi mereka yang merasa mampu memimpin dan kalau memang ada yang lebih bagus dan pantas, saya legowo saja” katanya.
Dilain pihak, Budi Wijaya pada Rabu pagi (26/1) mengatakan “sebagai seorang kader, harus siap menjadi pimpinan. Semenjak PKB berdiri pada 1998, aku sudah berkecimpung didalamnya, bahkan dimulai dari Garda Bangsa PKB, hingga sekarang menjadi ketua DPC.
Dengan kata lain aku lahir batin benar-benar tahu bagaimana itu PKB. Dari pengalaman inilah yang menjadi andalanku untuk membesarkan partai dan ini adalah keinginan yang benar-benar murni.
Program-program utama yang aku jalankan bila menjadi ketua DPW adalah pembenahan internal yaitu membenahi DPC se Kalsel, karena tanpa DPC yang solid mustahil kita akan bisa meraih suara yang banyak di pemilu akan datang.
Lalu, kembali mengaktifkan Garda Bangsa PKB yang merupakan suara potensial dari kelompok muda. Seperti yang diketahui, Garda Bangsa yang paling solid dan aktif saat ini adalah garda Bangsa DPC PKB Kota Banjarmasin.
Kemudian, melengkapi dan mengutamakan kepengurusan dari 30 persen keterwakilan perempuan. Jujur aku katakan, ini adalah program terberat bagi semua partai. Padahal pempuan adalah ujung tombak dari suara.
Selanjutnya mensenergikan dengan Program DPP PKB yaitu kembali meraih suara masyarakat atau program kiayi kampung dari kaum Nahdiyin yang saat ini suaranya termarjinalkan atau tidak digarap sebenar-benarnya” ungkapnya.
Budi mengaku bahwa “untuk dukungan suara sebagai Ketua DPW, sudah ada 40 persen dari 13 DPC Kalsel. Saya harap kawan-kawan yang punya kometmen tidak tergiur dengan janji-janji yang muluk.
Bagi kawan-kawan di DPC saat ini, pilihlah ketua DPW yang terbaik tanpa memandang finansial atau jabatan. Tapi bagi siapa pun yang punya tekad untuk membesarkan PKB, bukan karena kepentingan sesaat” pungkasnya. ara/mb05

230111-minggu(senin)-konsolidasi PPKB

Photo: mb/ara
PEREMPUAN - Konsolidasi Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa di Banjarmasin.

PERGERAKAN PEREMPUAN KEBANGKITAN BANGSA KALSEL

BANJARMASIN – Kebijakan publik, banyak yang masih belum berpihak kepada perempuan, karena tidak sepenuhnya keterwakilan perempuan dalam kabinet. Menyikapi keadaan tersebut Partai Kebangkitan Bangsa dari kubu Muhaimin Iskandar melakukan konsolidasi Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB) di setiap provinsi di Indonesia.
Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PPKB Hj.Anna Mu’awanah, SE,MH, seusai konsolidasi pada Sabtu siang (22/1) menjelaskan ”kita memanggil perempuan bukan cuma sekedar politik tapi untuk tujuan mulia dan terlibat dalam menentukan kebijakan. Bahwa perempuan juga bisa menentukan arah pembangunan.
Hari ini di Banjarmasin adalah konsolidasi ke-11, dalam konsolidasi yang sudah dijalankan sebulan setengah ini, dilakukan di setiap Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) yang ada di setiap provinsi untuk membentuk PPKB wilayah, Insya Allah pada Maret atau April akan sudah selesai” ujarnya.
Mengenai misi dari PPKB, Hj.Anna mengatakan “saya ditugaskan menjadi ketua umum PPKB, dan misi PPKB ingin mendongkrak suara PKB ke depan. Dalam konsolidasi ini, kita membawa kebersamaan kembali. Karena pada tingkat kebijakan lokal, suara perempuan sangat potensial, dilihat dari kacamata tingkat kesetiaan lebih cenderung dalam melakukan pemilihan.
PPKB sendiri tentunya sebagai pengkaderan, sehingga pada saat pencalekan nanti tidak bingung untuk mencari kader yang akan dicalonkan atau dengan kata lain calon yang instant, kalau instant hasil yang dikeluarkan tidak maksimal” katanya.
Untuk pengambilan keputusan kebijakan dalam perpolitikan, menurut Hj.Anna “dalam tingkat kebijakan nasional, keterwakilan harus dimaksimalkan. Kemarin pada pemilu 2009, dari 30 persen kursi yang disediakan untuk perempuan, hanya terrisi 18,21 persen.
Kita harapkan pemilu yang akan datang minimal 50 persen dari suara PKB untuk perempuan di DPR RI. Mudah-mudahan 75 kursi dapat kita peroleh, paling tidak minimal minimal 30 kursi” tegasnya dengan yakin.
Sementara itu sekertaris DPW PKB Kalsel Hilyah Aulia mengatakan “kita diberi waktu satu minggu untuk melakukan pembentukan pengurus DPW PPKB dan meminta SK ke DPP PKB.
Hari ini juga kita melakukan pembentukan tim formatur, yang terdiri dari 5 orang anggota. Tim formatur diwakili dari beberapa unsur perempuan yaitu dari DPW PKB, PPKB yang dulu, anggota DPR faraksi PKB, dari cabang Banjarmasin dan cabang Rantau. Susunan pengurus DPW PPKB Kalsel akan kita informasikan setelah SK DPP PKB kita terima” pungkas Hilyah. ara/mb05