Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 12 (Desember) Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MB - 2010 - 12 (Desember) Rilis Tidak Dimuat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Es Nyiur Jahe Gula Aren

BANJARMASIN – Sebuah wirausaha seorang ibu untuk membantu kebutuhan keluarga, dengan kreatif menciptakan racikan menu minuman yang akhirnya digemari. Es kelapa muda biasanya menjadi salah satu minuman alami yang menyegarkan, apalagi dengan variasi menu yang menarik.
Es Nyiur Jahe Gula Aren itulah sebuah warung yang akan memberikan citarasa tersendiri pada es kelapa muda. Warung ini terletak di jalan Ahmad Yani Kilometer 12
Mariatul Qibtiah adalah pemilik warung tersebut, sajian dalam warung ini adalah Es Nyiur Jahe Gula Aren, yang khas dan menyehatkan. Mama Icha adalah panggilan akrab dari Mariatul Qibtiah.
Menurut Mama Icha pada Minggu (19/12) sore, ia menuturkan, awalnya sekitar tahun 1998, berangkat dari keinginan untuk membantu suaminya yang hanya supir angkot. Untuk menambah penghasilan keluarga, ia berjualan makanan didepan rumah kontrakannya. Merintis usaha dengan hanya 5 sd 10 butir kelapa muda sehari.
Karena tak ada kemajuan, ia berusaha mencari terobosan, dari buku Majarrobat yang menuliskan tentang khasiat jahe, terlintaslah sebuah ide untuk membuat es kelapa muda jahe.
Untuk mempromosikan menu baru es kelapa mudanya, Mama Icha menawarkan langsung kepada pembeli yang datang. Dari pembeli inilah kemudian menceritakan dengan orang lain. Dari mulut kemulut, warung Mama Icha mulai dikenal masyarakat.
Sekarang warung es kelapa muda jahenya, mempunyai pelanggan hingga luar Kalimantan. Warungnya setiap harinya buka sekitar pukul 09.00 sd 17.00 Wita, yang seharinya rata-rata menghabiskan 300 butir kelapa muda. Sedangkan pada hari-hari libur, bisa dua kali lipat dari biasanya.
Kelapa mudanya sendiri sengaja didatangkan dari wilayah Kapuas Kalteng, yang selama ini di kenal sebagai kawasan penghasil kelapa muda kualitas unggul.
Selain menyajikan minuman favorit es kelapa muda jahe gula aren, pengunjung juga bisa mencoba menu lain, seperti es nyiur kelapa muda aren, es nyiur karamel. Cara disajikanpun disesuaikan dengan pesanan pengunjung. Umumnya pelanggan lebih memilih minum langsung di batok kelapa muda.
“Pengunjung mendapatkan tambahan manfaat kesehatan seperti menyembuhkan asam urat, kolesterol, masuk angin dan keracunan. Karena, bahan baku es ini terdiri dari bahan alami yang biasa di gunakan sebagai ramuan obat-obatan. Untuk menikmati satu kelapa jahe gula aren yang penuh khasiat ini, cukup merogoh kocek Rp 8 Ribu hingga Rp 9 Ribu Rupiah” katanya.
Menurut Mama Icha, warung es nyiur jahenya, mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 2004 yang lalu. dalam menjalankan usahanya, ia di bantu kedua putrinya Rezeki Fitria Safitri dan Khairunnisa, serta suami. Serta ada juga 7 orang karyawan yang semuanya masih satu ikatan keluarga.
Sehingga pelayanan untuk pelanggan bisa dengan cepat disajikan. Tidak ingin berpuas diri dengan apa yang sudah ada, Mama Icha mempunyai keinginan untuk terus mengembangkan es kelapa jahenya. Ia sedang berusaha mengumpulkan modal untuk berjualan mi dari sagu khas Pontianak “dengan do’a dan usaha, semua akan tercapai” pungkasnya. ara/mb06

Di masukkan di kolom Ekonomi & Bisnis, Mata Banua
-         pada Minggu 19 Desember 2010 – TIDAK DI MUAT
-         pada Senin 20 Desember 2010 – TIDAK DI MUAT

PIPM Targetkan 1000 Orang Investor Pada 2011

BANJARMASIN – Peluang Investasi Pasar Modal Indonesia, menjadi tema dalam Workshop Wartawan untuk Sosialisasi Pasar Modal, yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) perwakilan Banjarmasin, pada Senin (20/12) pagi di Swiss Bell Hotel Borneo.
Dalam workshop ini menghadirkan nara sumber dari Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Joko Saptono dan dipandu oleh M.Wira Adibrata kuasa perwakilan PIPM Banjarmasin.
Pada awal pemaparannya tentang saham, menurut Joko, media massa dan wartawan adalah ujung tombak dari Bursa Saham, oleh karena itu kerjasama antara Bursa Efek dengan media massa adalah sesuatu yang sangat penting.
Seusai workshop, M Wira Adibrata menjelaskan kepada Mata Banua, mengenai keoptimisannya akan peningkatan investor saham, dari masyarakat Kalsel pada 2011 mendatang.
“Saham memang tidak bisa dipredeksi dengan pasti, tapi dengan pendekatan-pendekatan ekonomi. Seperti BI yang juga masih mematok 6,5 persen BI retnya. Kemudian pemerintah kita, juga optimis bahwa 2011 ini, pertumbuhan ekonomi masih positif.
Maka berdasarkan itu, dalam pasar modal Indonesia, kami juga yakin, indeks kita akan terus meningkat, dan ini menjadi peluang bagi masyarakat Banjarmasin, yang belum terbiasa dengan saham, bisa mulai berenvestasi dari sekarang.
Upaya-upaya yang akan kami lakukan, dengan terus melakukan sosialisasi. Serta melakukan kunjungan kebeberapa instansi
Sehingga, untuk transaksi lokal, kami targetkan jumlah investor di Kalsel bisa 100 persen meningkat, kalau sekarang ada 520 investor yang sudah tercatat, kita harapkan di 2011 ada 1000 investor” pungkas Wira. ara/mb06

-----------------

Di masukkan di kolom Ekonomi & Bisnis, Mata Banua
pada Kamis 20 Desember 2010 – TIDAK DI MUAT

Korban Tabrakan Malah Dipukuli

BANJARMASIN – Biasanya pelaku yang menabrak yang dihajar, tetapi terjadi kejadian sebaliknya. Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.00 Wita, situasi lalulintas di sekitar jalan Pahlawan, dekat MAN1 Banjarmasin, menjadi macet. Warga sekitar berlarian menuju lokasi kejadian.
Seorang pria menghajar remaja yang baru saja di serempetnya. Warga berusaha menengahi keributan. Setelah puas melampiaskan kemarahannya, pria tersebut melepaskan korban yang baru saja dipukulinya, sambil terus marah-marah masuk ke dalam mobil sedan warna merah, yang mempunyai nomor polisi DA9720AQ, selanjutnya ia meninggalkan TKP.
Kejadiannya berlangsung dengan cepat. Menurut Iwan, sopir mobil barang yang menyaksikan kejadian “saat itu aku sedang memuat barang ke mobil, kemudian mendengar suara benturan, kulihat pria dari mobil sedan merah tersebut menghajar remaja itu, dia dipukul beberapa kali, lehernya dicengkram dengan tangan dan diangkat kedinding pagar, kemudian dibanting ketanah” katanya.
Berdasarkan kesaksian warga, mobil sedan merah yang menyerempet lebih dulu, sehinga kendaraan yang didigunakan sepasang remaja tersebut hampir terjatuh ketanah, tahu-tahu pemilik mobil sedan, langsung menghajarnya. “Jangan mentang-mentang orang kaya lalu seenaknya” umpat warga.
Seusai kejadian, korban segera melaporkan penganiyaan yang terlah terjadi padanya ke Poltabes. Korban bernama Fredy Yunatas, mahasiswa Unlam Banjarmasin. ia menderita luka lecet,  lebam dan pakaiannya yang sobek karena dibanting.
Fredy menuturkan “aku hendak ke rumah sakit Ulin Banjarmasin bersama pacarku, ada keluarganya yang sedang operasi. Keadaan jalan di Pahlawan saat itu, sebenarnya tidak terlalu ramai.
Kemudian dari belakang sebuah sedan merah melewatiku, tanpa memberi lampu sein ia menepikan mobilnya. Karena kaget aku reflek merem dan kaki kananku, menendang mobil itu agar kendaraanku tidak membentur mobil. Sementara kaki kiri menahan kendaraan, agar pacarku yang dibonceng tidak jatuh.
Karena kuanggap tidak terjadi apa-apa, aku kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar 20 meter kemudian, mobil sedan merah tersebut mengejar dan menabrakku dari belakang.
Kemudian pemilik sedan warna merah, yang mempunyai nomor polisi DA9720AQ tersebut keluar dari mobil, lalu langsung menghajarku. Katanya aku mau merusak mobilnya” ungkap Fredy. Pernyataan Fredy, diiyakan pacarnya yang menjadi saksi peristiwa naas hari itu. ara/mb

-----------------

Di masukkan di kolom Hukum & Kriminal, Mata Banua
pada Minggu 05 Desember 2010 – TIDAK DI MUAT