Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Jumat, 01 Juni 2012

270512-minggu(senin)-larangan corat coret dan konvoi tidak diindahkan.doc


Photo:mb/ara
-          KONVOI – Aksi corat-coret yang dilanjutkan dengan konvoi kelulusan siswa SMA/MA/SMK di jalan Vetran Banjarmasin
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK dilingkungan sekolah
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK di depan sekolah
-          CORAT-CORET – Aksi corat-coret seragam siswa SMA/MA/SMK di tempat berkumpul yang ditentukan siswa

Larangan Corat-Coret dan Konvoi Tidak Diindahkan

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalsel dan Disdik Kota Banjarmasin telah menghimbau, agar pengumuman kelulusan dilaksanakan dengan cara yang positif tanpa ada corat-coret seragam dan aksi konvoi. Namun himbauan ini ternyata tidak diindahkan oleh siswa.
Sebelumnya dalam perbincangan Mata Banua dengan Sekertaris Disdik Provinsi Kalsel, Drs H Herman Taupan. Menurutnya telah disampaikan himbauan kepada sekolah-sekolah di kabupaten/kota provinsi Kalsel. Agar saat pengumuman kelulusan dilaksanakan dengan cara yang positif. “Jangan sampai ada corat-coret, lebih baik pakaian seragamnya disumbangkan bagi siswa yang tidak mampu” katanya.
Kadisdik Kota Banjarmasin, Hesly Junianto pada Jumat (25/5) sore, mengatakan pula bahwa ia telah membuat surat edaran bagi sekolah-sekolah. Yang isinya agar pada saat pengumuman kelulusan, siswa tidak mengenakan pakaian seragam putih. Jadi siswa hanya boleh mengenakan pakaian sasirangan atau paramuka. “Ini dilakukan untuk menghindari aksi corat-coret. Apabila ada siswa yang melakukannya, maka sekolah yang bersangkutan akan diberikan tindakan. Bisa saja ijazahnya ditahan dulu” ujarnya.
Hesly juga telah meminta Kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi kendaraan, karena bisa mengganggu lalu lintas. Ia juga telah meminta kepolisian untuk menindak siswa yang kedapatan melakukan konvoi.
Dari pantauan Mata Banua pada beberapa SMA/MA/SMK dan titik ruas jalan di Kota Banjarmasin yang berdekatan sekolah, pada Sabtu (26/5) dari pagi hingga siang. Konvoi terbanyak di jalan Manggis, jalan Gatot Subroto, jalan Pramuka, dan jalan Vetran hingga memacetkan lalu lintas.
Beberapa kelompok siswa yang sedang corat-coret dengan tergesa-gesa menghindari bidikan kamera. Beberapa kelompok siswa lainnya tampak acuh tak acuh dan tetap melanjutkan aksinya, seperti di SMK Muhammadiyah 3 dan SMKN 3.
Pengumuman kelulusan siswa SMA/MA/SMK, dilaksanakan serentak pada pukul 10.00 Wita. Beberapa sekolah menuruti himbauan Disdik Kota Banjarmasin, agar siswa tidak mengenakan seragam putih dan hanya mengenakan pakaian sasirangan atau pramukan. Namun beberapa sekolah tidak melakukannya.
Seusai pengumuman, setelah orang tua siswa dan para guru meninggalkan sekolah, para siswa mulai mengganti pakaian sasirangan dan pramukannya masing-masing dengan seragam putih.
Bahkan ada siswa yang terang-terangan mengganti pakaian pramuka dan sasirangan, walau para guru masih ada disekolah. Seusai mengganti pakaian dengan seragam putih, aksi corat-coret pun mulai berlangsung. Setelah itu dilanjutkan dengan aksi konvoi.
Drs Gunarto MM Pd, salah satu kepala sekolah yang berhasil ditemui dan bersedia memberikan keterangan. Ia menjelaskan bahwa telah menyampaikan himbauan Kadisdik Kota Banjarmasin kepada siswa dan orang tuanya. “Pada awalnya siswa menuruti, tapi setelah pengumuman situasi tidak bisa lagi dikendalikan, akhirnya dibiarkan saja. Kami sudah berusaha untuk mencegahnya” ujarnya. ara/mb05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar