Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Kamis, 29 September 2011

Penguasa Jangan Lupa Siapa Yang Harus Diperkuat

BANJARMASIN – Sebuah puisi akan menimbulkan penafsiran yang berbeda, dari orang yang mendengarnya. Karena makna puisi akan menjadi lebih kaya, bila maknanya menjadi beragam. Sementara pemaknaan tersebut, tergantung dari latar belakang profesi dan tingkat pendidikan seseorang.
Seperti beragam penafsiran dari beberapa tokoh, terhadap puisi karya Emha Ainun Nadjib yang berjudul Seribu Masjid Satu Jumlahnya, yang dipentaskan dalam pagelaran dramatisasi puisi di Gedung Seni Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, pada malam Minggu (16/10) yang lalu.
Sebagian dari bait puisinya, yaitu aku menjelma masjid tak berpintu, tak beratap tak berdinding, ayo masuklah, panjatkan do’a: Muhammadkan Hamba ya Rabbi.
Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel Syarifuddin R, mengatakan “puisi ini, ambigu yaitu memiliki pengertian yang banyak, jadi tidak bisa diartikan satu saja. Mungkin si A mengartikan ini, si B mengartikan itu. Kalau diangkat dalam bentuk teater akan lebih jelas lagi penafsirannya dan menjadi lebih kaya.
Jadi, kalau dikatakan puisi itu adalah seribu kata-kata, maka itu adalah benar. Maknanya bisa di interprestasikan kemana saja dan diapresiasikan kemana saja. Sisi-sisi dan kekayaan puisi bisa diambil orang dari sudut mana saja.
Pengertian Seribu Masjid Satu Jumlahnya, menafsirkan dimanapun dan berapapun masjidnya, tapi yang disembah cuma satu. Seperti fenomena yang kita lihat di masyarakat, banyaknya aliran keagamaan dimasyarakat yang saling menyalahkan, merasa benar sendiri, tapi yang harus diingat bahwa yang disembah itu cuma satu jua.
Maka janganlah saling bertengkar. Itulah makna yang aku ambil dari puisi tersebut. Dan bila dibahas lagi puisi Emha ini, akan lebih luas lagi maknanya” ujar Syarifuddin.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparpora Kota Banjarmasin, Mujiyat. SS.n,M.Pd, berkomentar “Seribu Masjid Satu Jumlahnya adalah makna sebuah kehidupan, menggambarkan sistem pemerintah.
Yang mana sistem pemerintah itu, kadang-kadang lupa apa yang dipikirkan. Sehingga seribu masjid itu, kalau digambarkan dengan simbol-simbol kehidupan, akan banyak sekali. Tapi orang jarang menyentuh simbol tersebut.
Salah satu contoh simbol, seperti orang yang dalam posisi kuat hanya memperkuat dirinya sendiri. Tapi lupa siapa yang akan diperkuat, padahal dia milik rakyat. Dia merasa memperkuat rakyat tapi dia berkecamuk dalam kelupaan. Maka satu fisi yang punya kehidupan, hingga akhirnya menyentuh perasaan mereka dan menyadarkan kembali.
Dalam sebuah pertunjukan, menampilkan simbol sangat penting. Dan yang harus diperhatikan, makna dari simbol itu jangan sampai hilang. Bila subtansi hilang, makna tidak akan ada esensinya” pungkasnya, dari sudut pandang penguasa daerah. ara/mb05

-----------------
Di setor Rabu, 20 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 23 Oktober 2010/ 15 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Puisi Punya Banyak Arti
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Demonstrasi Serentak Se-Indonesia

BANJARMASIN –Tepat pukul 10.00 Wita, pada Rabu (20/10), ratusan mahasiswa yang telah berkumpul sejak pagi di halaman gedung KNPI Banjarmasin, mulai bergerak dalam sebuah konvoi kendaraan.
Satu peserta demonstran dari BEM STIMIK Banjarmasin, menjelakan ”demonstrasi hari ini kami beri nama Gerakan Pemuda Kalsel Oktober 2010. Demonstrasi serentak dilakukan seluruh Indonesia, dalam rangka menyikapi satu tahun pemerintahan Presiden SBY.
Menurut kami, dalam Bidang Ekonomi, pemerintahan SBY gagal mempertahankan kekuatan prekonomian nasional. Bahkan perekonomian industrialisasi lebih didominasi oleh asing. Serta semakin meningkatnya hutang luar negeri Indonesia.
Bidang Hukum, tidak adanya prestasi di kelembagaan pemberantasan korupsi (KPK), semakin kuatnya para oknum mafia hukum, serta menghilangnya kasus century tanpa ada kepastian hukum.
Bidang Politik dan Pertahanan, kedaulatan bangsa telah dipermalukan oleh bangsa lain. Terutama kasus perbatasan antara RI dan Malaysia, yang menunjukkan sikap tidak tegasnya kepemimpinan SBY.
Bidang Sosial Budaya, mental dan jiwa nasionalisme bangsa yang semakin luntur. Jalur kekerasan dan penindasan mengalahkan budaya leluhur bangsa, yaitu musyawarah untuk mencapai mufakat.
Bidang Pendidikan, anggaran pendidikan 20% dari pemerintah tidak terealisasi dengan baik” ujarnya.
Di mulai dari halaman gedung KNPI, demonstran bergerak ke gedung RRI Banjarmasin, di depan pagar RRI demonstran bergantian berorasi, setelah itu mereka melanjutkan konvoi ke gedung TVRI.
Di dua tempat ini mereka menyampaikan tuntutannya dan minta untuk disiarkan, yang selanjutnya dipersilahkan oleh pimpinan RRI dan TVRI, agar perwakilan demonstran membacakannya sendiri dalam siaran langsung.
Aksi demonstrasi di kawal ketat oleh aparat kepolisian, yang telah menyiagakan personil Brimop polda 1 kompi, polmas polda 1 kompi, potabes samapta 1 kompi, lalu lintas 1 kompi, dan kompi gabungan polsek 2 kompi. Jumlahnya kurang lebih sekitar 600 orang aparat.
            Kordinator Lapangan Demonstrasi, Fajri dari KAMMI mengatakan “demonstrasi ini adalah gabungan dari beberapa organisasi mahasiswa, yang ada di beberapa Perguruan Tinggi di Banjarmasin. Seperti KAMMI, PMII, GMKI, NKRI, AMAT, KOMPAK, BEM Stimik Banjarmasin, BEM Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin dan BEM Uniska Banjarmasin.
Kami tidak akan berhenti disini saja tapi kami akan terus mengikuti dan memantau perkembangannya” ungkapnya.
Karena tuntutan telah disampaikan, sekitar pukul 11.30 Wita, demonstran membubarkan diri dengan tertib untuk kembali kekampusya masing-masing. ara/mb05

-----------------
Di setor Rabu, 20 Oktober 2010
Di muat Selasa, 21 Oktober 2010/ 13 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Unjuk Rasa Wujud Demokrasi
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4


Selasa, 27 September 2011

Kejutan Bagi SMPN 31 Banjarmasin

BANJARMASIN – Prestasi yang diperoleh dua siswa kelas IX SMPN 31 Banjarmasin, Theo Surya Edoardo yang meraih peringkat satu, dan Kartika Dewi yang juga masuk dalam final dari 35 peserta, dalam kuis KIHAJAR yang dilaksanakan oleh BTIKP Kalsel, pada tanggal 12 dan 13 Oktober yang lalu, menjadi kejutan bagi guru-guru SMPN 31 Banjarmasin.
H.Johanis, Kepala SMPN 31 Banjarmasin, berkata “sekolah sangat kagum dan kaget serta terkesima melihat Theo menjadi juara dalam kuis Kihajar, rasa kada percaya. Alhamdulillah banar, karena tujuannya awalnya hanya untuk berpartisipasi dalam lomba, sakalinya malah jadi juara.
Kalau non akademik kami kada heran, seperti karate dan pencak silat  yang sudah pernah memperoleh prestasi dalam lomba se Kota Banjarmasin dan Se Kalsel tingkat pelajar SLTP pada 2009.
“Tapi kemenangan dalam lomba yang bersifat akademik ini, dengan mengalahkan SMP-SMP unggulan, adalah untuk pertama kalinya. Ini artinya jerih payah bapak dan ibu guru di sekolah ini dalam membimbing, membina dan mendidik sudah cukup maksimal.
Saat ini kami juga menyiapkan siswa untuk mengikuti lomba catur, tingkat pelajar. Latihan giat dilaksanakan tiap Sabtu dalam pengembangan diri” ujar Johanis yang menjadi kepala sekolah di SMPN 31 semenjak Pebruari 2008.
Sementara itu guru pendamping siswa dalam lomba Kihajar, S.Dinato, SPd.MM menceritakan “berdasar penunjukan dari Kepsek, lalu kami menseleksi siswa berdasar akademik yang kemudian kita dapat 22 siswa.
Karena ini menyangkut nama baik sekolah, kemudian diseleksi lagi yang akhirnya di dapat 20 nama. Selanjutnya anak-anak diarahkan dan diberi motifasi bahwa kuis Kihajar itu seperti apa, dan apa yang harus dipelajari.
Dalam kuis Kihajar pertanyaannya itu banyak logikanya, baik logika matematika maupun logika sosial. Dari 400 lebih peserta dalam lomba kuis Kihajar, dua siswa kita masuk 35 besar, hingga akhirnya menjadi juara satu.
Ini merupakan motifasi bagi sekolah kami yang berada dipinggiran kota, malah  bisa meraih prestasi. Jangan sampai kita menganggap orang yang dipinggir itu terpinggirkan, karena prestasi itu sama saja. Dari keberhasilan ini, juga turut memberikan animo bagi siswa yang lain untuk ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba lainnya.
Persiapan bagi Theo untuk dikirim lomba kuis Kihajar tingkat Nasional yang terpenting adalah motifasi dan mental. Itulah yang kami lakukan, karena sejak awal kita tidak ada tekanan, atau beban dan target-target bagi anak didik kita, yang penting mereka berusaha dengan baik, tanpa peduli menang atau kalah” tutur guru mata pelajaran IPS ini.
Theo Surya Edoardo sendiri merasa sangat senang, sudah bisa menang, apalagi akan dikirim ke tingkat Nasional, walau merasa gugup. Sedang  Kartika Dewi merasa cukup bangga walau hanya 16 besar di final, ungkap ke dua siswa ini malu-malu saat ditanya Mata Banua, pada Senin (18/10) siang. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 18 Oktober 2010
Di muat Selasa, 19 Oktober 2010/ 11 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Kejutan Bagi SMPN 31
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Pulihkan Kalsel Untuk Keselamatan Rakyat

BANJARMASIN – Pulihkan Lingkungan Kalsel untuk Keselamatan Rakyat, menjadi tema peringatan milad organisasi gerakan sosial, berbasis pada upaya penyelamatan lingkungan hidup, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), yang dibentuk pada 15 Oktober 1980.
Untuk Kalsel, momentum peringatan hari kelahiran Walhi, bertempat di Aula Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, pada Sabtu (16/10) siang, Walhi Kalsel mengundang beberapa Penyair, tokoh-tokoh lingkungan, wartawan yang peduli dengan lingkungan, dan perwakilan mahasiswa pecinta alam dari beberapa Universitas di Kalsel.
Rangkaian acara, selain di isi degan testimoni dan catatan kritis dari para tokoh dan aktivis lingkungan, juga ada penampilan musik akustik. Untuk parade puisi lingkungan, dibacakan oleh penyair senior Kalsel Micky Hidayat, dengan puisi yang berjudul Kalimantan Selatan 2030 Tahun
Selanjutnya Dramawan Kalsel, Yadi Muryadi membacakan puisi dari D.Zauhidhie yang berjudul Orang Gunung. Lalu dari Penyair muda Kalsel, A Rahman A  membacakan dua puisinya yang berjudul, Musim Alam Terzholim Tangisan Waktu dan Prasasti Kehancuran Alam. Kemudian dilanjutkan dengan Isur Loeweng yang membacakan dua puisi yang berjudul, Ke mana Harus Kami Tanam dan Ibu sebenarnya hutan ni milik siapa?.
Semua puisi yang dibacakan tersebut, terkumpul dalam satu Antologi Puisi Lingkungan Kalsel, yang berjudul Konser Kecemasan yang di tebitkan oleh Walhi Kalsel, KSI Banjarmasin dan Art Partner dan di launchingkan pada peringatan hari Bumi 2010 yang lalu.
Dalam pidato politiknya, Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Hegar Wahyu Hidayat menyampaikan “rakyat dan lingkungan hidup Indonesia saat ini masih diliputi krisis multidimensional, kemiskinan dan korupsi yang merajalela.
Kekayaan alam terus dieksploitasi, diserahkan pada pihak asing dan pemodal besar. Penegakan hukum bagi penjahat lingkungan dan koruptor masih lemah. Bencana ekologis terus terjadi secara massif.
Dari semua yang terjadi itu, maka meletakkan komunitas, serta jejaring organisasi masyarakat sipil, sebagai mitra kerja strategis advokasi, akan terus kami lanjutkan” ujarnya..
Kemudian testimoni dari Dewan Daerah Walhi Kalsel, mengakui bahwa minimnya kepedulian pemerintah terhadap lingkungan. Dan hal-hal yang berkepentingan dengan infestasi dan ekonomi lebih diutamakan oleh pemerintahan, dibandingkan dengan kesejahteraan dan pengakuan kedaulatan rakyat atas sumber daya alam.
Sementara itu, wartawan senior Kalsel,  Ida mawardi menyatakan “dengan usia 30 tahun untuk Walhi adalah usia yang masih produktif, adalah harapan kita berada di pundak Walhi saat ini.
Kami sebagai wartawan akan siap membantu upaya Walhi, untuk menyelamatkan lingkungan dan masyarakat adat yang termarjinalkan dengan pemberitaan” katanya.
Untuk catatan kritis disampaikan oleh Habib Ali yang menyerukan agar Walhi kembali menyatu dengan masyarakat, dan bekerja sama dengan masyarakat, untuk gerakan perbaikan lingkungan. Ia juga mengatakan agar kedepannya, Walhi bekerja sama dengan tokoh agama. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 17 Oktober 2010
Di muat Kamis, 21 Oktober 2010/ 13 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Untuk Keselamatan Rakyat
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Dramatisasi Puisi Seribu Masjid Satu Jumlahnya

BANJARMASIN – Kali ini ada sedikit perbedaan dengan pementasan dramatisasi puisi  yang pernah ditampilkan di Taman Budaya (TB) Kalsel, sebab pagelaran yang di produseri oleh Disbudparpora Kalsel melalui UPTD TB Kalsel, di Gedung Seni Balairung Sari pada malam Minggu (16/10) tadi, memadukan teknologi yang cukup modern.
            Sementara pelaksana pementasan dilakukan oleh Sanggar Lawang Banjarmasin, yang didirikan oleh sekelompok seniman pada 17 Februari 1994. Dengan pemikiran akan pentingnya kebebasan berkesenian tanpa intervensi, maka naskah puisi yang di dramatisasi adalah karya Emha Ainun Nadjib, yang berjudul Seribu Masjid Satu Jumlahnya.
Pimpinan produksi dipegang oleh Anwar Zain SP, Penasihat Produksi dengan Abdulah SP,  YS.Agus Suseno, dan Nurdin Yahya. Sutradara Abdullah Sukur MH, Dramaturugi dengan Iwan Lawang dan M.Syahriel M.Noor. Penata Artistik dengan Ariel Lawang dan Maulidi NB. Penata Gerak, Musik dan Lampu oleh Laila Rizka, MS.Arif, Djumadiansyah dan Riswan.
Seusai menonton pertunjukan, Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel Syarifuddin R, berkomentar “walau kita sudah pernah mengangkat tema dramatisasi puisi yang lain, dan puisi karya Emha ini juga sudah sering dimainkan di daerah lain. Tapi kali ini bagi Banjarmasin cukup bagus untuk perkembangan puisi.
Intinya mendekatkan masyarakat kepada puisi. Sehingga orang yang tidak mengerti akan makna puisi saat membacanya, saat diangkat dalam bentuk teater, bisa menjadi lebih jelas pemaknaannya. Sehingga, penafsiran-penafsiran terhadap puisi menjadi lebih kaya.
Di atas panggung teater, untaian puisi bisa memberikan warna lain dalam pertunjukkan, dan saya kira penampilan dari segi pemeranan cukup berhasil” ujarnya.
Kemudian, Kepala Bidang Kebudayaan Disparpora Kota Banjarmasin, Mujiyat. SSn MPd, yang juga turut menyaksikan pagelaran, mengatakan “penampilan tadi cukup bejalan baik, artinya standart pertunjukan itu, jika penonton tidak jemu, dan itulah kuncinya.
Apabila penonton tidak jemu, maka akan menikmatinya hingga selesai” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 17 Oktober 2010
Di muat Senin, 18 Oktober 2010/ 10 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Pagelaran Dramatisasi Puisi
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4


Jumat, 23 September 2011

LDK BEM Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin

BANJARMASIN – Membangun Karakter Kepemimpinan Mahasiswa Islam yang Kompeten, Profesional, dan Visioner, menjadi tema dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) mahasiswa. LDK dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, selama empat hari.
M.Surya Rifqi, Ketua Panitia Pelaksana LDK, pada Kamis (14/10) siang menjelaskan “kegiatan dibagi menjadi dua pelaksanaan yaitu materi ruangan selama dua hari, bertempat di Aula PSB IAIN Antasari, dan materi lapangan selama dua hari, bertempat di Mandi Kapau Riam Kiri.
Materi ruangan, pada Kamis dan Jumat di isi dengan pemaparan makalah dari Dosen IAIN Antasari dan makalah dari Alumni BEM Fakultas Tarbiyah. Materi makalah utama oleh Prof Dr Mahyudin Barni MAg, yang judul makalahnya dijadikan tema kegiatan.
Sedangkan makalah lain yaitu, Manajemen dan Administrasi Organisasi Menuju Tatanan Kelembagaan Profesional dan Berkualitas, Membangun Komunikasi yang Efektif dan Efisien dalam Sebuah Organisasi, Teknik Dasar Analisis SWOT dan Staratak dalam Pencapaian Visi Organisasi
            “Materi lapangan, pada Jumat sore kita berangkat ke Mandikapau. Di sana sesuai jadwal pada Sabtunya masih ada satu makalah yang akan diberikan yaitu dengan judul Managemen Soft Dimension (Motivasi Orientasi, Nilai, Sikap, dan Simbol) dalam Menjalankan Kepemimpinan” katanya.
Selain materi, dari Kamis hingga Minggu juga di isi dengan beragam kegiatan  secara berkelompok dan praktek, seperti Dinamika Kelompok, Follow Up, Praktek Persidangan, Discussion Group, Sharing Fungsionaris BEMFT, Ajang Kreatifitas, Emotional Comitment, serta Wide Game pada hari terakhir.
Peserta pelatihan ini nantinya akan menjadi pengurus BEM Fakultas Tarbiyah. Dibanding tahun lalu jumlah peserta memang ada penurunan, kalau tahun kemaren dibuka pendaftaran untuk 100 orang dan semuanya diluluskan.
Tapi tahun ini kami lebih selektif, tidak semua peserta yang mendaftar diluluskan untuk mengikuti pelatihan, jadi hanya 79 orang. Sebagian peserta dari mahasiswa baru sekitar 50% dan sisanya mahasiswa lama yang belum mengikuti latihan kepemimpinan. 
Semua peserta diwajibkan untuk membuat makalah tentang kepemimpinan dan makalah tersebut akan dipertanggung jawaban atau disidangkan, kami juga akan memilih makalah dari peserta yang terbaik.
Apabila ada peserta yang tidak mengikuti atau ketinggalan dua materi yang dipaparkan, maka tidak akan kami luluskan, dan tidak bisa menjadi pengurus BEM” ujar Mahasiswa semester 7 Fakultas Tarbiyah ini, kepada Mata Banua. ara/mb05

-----------------
Di setor Jumat, 15 Oktober 2010
Di muat Kamis, 21 Oktober 2010/ 13 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Membangun Karakter Mahasiswa
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Bazar Buku Murah Untuk Kantong Mahasiswa

BANJARMASIN – Untuk menambah minat baca, Mizan melaksanakan Bazar Buku dari kampus ke kampus, dengan harga yang lebih murah dan tentunya terjangkau oleh kantong mahasiswa.
Hanil, salah satu penjaga Bazar Buku, mengatakan “namanya adalah Bazar Pintar Mizan, setiap melaksanakan bazar buku dari kampus ke kampus, kami agen buku-buku Mizan bekerjasama dengan kampus tersebut. Dan Bazar di kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin ini, dilaksanakan dari 12 sd 21 Oktober 2010, dari pukul 08.00 sd 17.00 Wita, tapi bila pada malam harinya kampus sedang ramai, kami akan buka juga.
Bazar keliling ini sudah dimulai dari awal tahun kemaren (2009), dengan sistem penjualan jemput bola, karena kita yang mendatangi tempat pembeli. Harga buku dimulai dari Rp 7000 rupiah, hingga ada yang sampai Rp 350.000 rupiah seperti buku Fiqih Jihad. Pada buku-buku tertentu kami memberikan diskon hingga 70%. Mizan sendiri lebih fokus kepada buku-buku yang Islami, walau ada beberapa buku yang bertema umum.
Tentunya harga buku yang kami tawarkan dibawah harga toko. Buku yang paling banyak dicari seperti buku-buku doa. Untuk penjualan kita tidak ada target,  yang penting laku, ini semua untuk menambah minat baca” ujarnya..
Salah satu mahasiswa yang tengah asik melihat-lihat buku, turut berkomentar. Menurut Chandra “bazar ini sangat berguna bagi mahasiswa, untuk memperluas ilmu dan wawasan.
Apalagi harganya terjangkau oleh kantong mahasiswa. Tadi saya ada membeli buku, yang berjudul Energi Cahaya Ilahi” ungkap mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat, semester 5 Uniska ini sambil memperlihatkan buku yang dibelinya. ara/mb05

-----------------
Di setor Jumat, 15 Oktober 2010
Di muat Rabu, 20 Oktober 2010/ 12 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Bazar Buku Murah di Kampus
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

Lomba Debat Bahasa Inggris Antar SMA Dan SMK Se Kalsel

BANJARMASIN – Untuk meningkatkan kemampuan dan semangat siswa-siswi SMA dan SMK se-Kalsel dalam berbahasa asing, Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel pada Rabu siang (13/10) mengadakan Lomba Debat Bahasa Inggris (LDBI), yang dilaksanakan di aula Disdik Kalsel.
Drs Mardani, kepala seksi pemberdayaan sekolah dan kesiswaan bidang dikmen, pada Kamis siang (14/10) menjelaskan “ini program rutin tahunan Disdik provinsi, karena bahasa inggris saat ini menjadi pelajaran yang diutamakan untuk siswa, maka dengan debat ini diharapkan bisa memfasilitasi siswa, agar kemampuan mereka lebih meningkat, serta menjadi media evaluasi sejauh mana kemampuan mereka.
LDBI yang dilaksanakan Rabu kemaren, pada dasarnya hanya babak seleksi, sedang lomba debat yang sebenarnya (final) akan dilakukan di TVRI, dengan batasan peserta hanya 16 sekolah untuk masing-masing tingkat SMA dan SMK. Sedangkan kapan waktu final tersebut dilaksanakan, masih dibicarakan dengan TVRI, mencari jadwal yang kosong.
Animo peserta tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren, LDBI SMA yang mengikuti ada 21 sekolah, 16 SMA diantaranya lolos ke final. Nilai rata-rata tertinggi 81,67 diraih oleh SMAN 1 Banjarbaru (regu satu), selanjutnya diikuti oleh SMAN 1 Martapura, SMAN1 Banjarbaru (regu dua), SMAN2 Kandangan, SMAN1 Amuntai, SMAN 1 Simpang Tanbu, SMAN 7 Banjarmasin, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Marabahan, SMAN 1 Sei Pandan, SMAN 1 Barabai, SMA Darul Hijrah Puteri, SMAN 1 Kandangan, SMAN 1 Awaian, SMAN1  Banjarmasin dan SMAN 1 Tapin Selatan.
Peserta LDBI SMK hanya ada 14 sekolah yang berpartisipasi, sehingga semuanya lolos ke babak final. Nilai rata-rata tertinggi 85,00 diraih oleh SMK Telkom Banjarbaru, selanjutnya diikuti oleh SMKN 1 Banjarmasin, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Amuntai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 2 Kandangan, SMKN 2 Simpang Tanbu, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 2 Banjarmasin, SMKN 4 Banjarmasin, SMKN 5 Banjarmasin, SMKN 1 Rantau, SMKN 1 Banua Lawas, SMKN 1 Batumandi, dan SMK Darussalam.
Dalam babak final LDBI nanti akan ditentukan, peringkat 1,2, dan 3 baik tingkat SMA maupun SMK, dengan hadiah Pembinaan untuk juara pertama sebesar Rp.7.500.000, juara ke dua sebesar Rp.5.000.000, dan juara ke tiga sebesar Rp.3.500.000.
Pemenang juara pertama akan mewakili Provinsi Kalsel dalam LDBI tingkat nasional. Tentunya sebelum berangkat kesana akan kita bina dulu.
Prestasi yang kita peroleh untuk LDBI tingkat nasional, masuk dalam 10 besar se-Indonesia, yang diperoleh oleh SMK Telkom Banjarbaru pada tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa masuk dalam 5 besar” pungkasnya. ara/mb05
-----------------
Di setor Kamis, 14 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 16 Oktober 2010/ 08 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Lomba Debat Bahasa Inggris
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Sabtu, 17 September 2011

Festival E-Pendidikan Kalsel

BANJARMASIN- Balai Teknologi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel, mengadakan beragam kegiatan lomba yang bertemakan pendidikan dan teknologi, yang dinamakan Festival E-Pendidikan.
Kegiatan dilaksanakan di Taman Budaya (TB) Kalsel, selama tiga hari, di mulai dari Minggu 10 Oktober sd 12 Oktober 2010. Selain itu juga di laksanakan pameran dan bazar yang diikuti oleh beberapa lembaga pendidikan yang ada di kota Banjarmasin.
            Dari Pantauan Mata Banua dalam Festifal E-Pendidikan, pada Selasa (12/10) kegiatan sudah ditutup, namun karena masih ada satu rangkaian kegiatan yang belum di selesaikan, yaitu Kuis KIHAJAR yang bertempat di ruangan Gemilang Kaca TB Kalsel.
Menurut keterangan salah satu guru, yang saat itu mendampingi murid-muridnya, dalam mengikuti Kuis KIHAJAR, “seleksi tahap kedua untuk 35 siswa-siswi SMP peserta kuis yang tersisa, akan dilanjutkan pada Rabu pagi di Aula Disdik Kalsel. Sebab, semenjak pagi hingga sore ini, anak-anak sudah kelelahan“ujarnya.
Di lain pihak, Kepala BTIKP, Chairul Saleh mengatakan “event seperti ini akan kami laksanakan setiap tahun, sebagai media evaluasi sejauh mana hasil dari Diklat yang kita lakukan pada mereka. Sedangkan untuk tahun ini, karena merupakan baru pertama kami melaksanakannya, tentunya masih banyak kekurangan, alhamdulillah teman-teman peserta juga bisa memakluminya.
Tujuan Festival E-Pendidikan, adalah untuk mendorong dan menumbuhkan kometmen bersama, akan pentingnya pengembangan dan pemanpaatan TK, pada semua jajaran di Kalsel. Dan sudah terlihat hasilnya, dari semangat guru dan siswa yang mengikuti kegiatan, bahwa mereka memang insan-insan yang siap berkompetisi” katanya.
Hasil akhir dari Festival E-Pendidikan, pada Rabu (13/10) siang, Hasbi Salim panitia pelaksana kuis KIHAJAR dari BTIKP, menjelaskan “pemenang Kuis KIHAJAR, peringkat 1 di raih oleh Theo Surya Edoardo (SMPN 31), peringkat 2 – Firdy Yantama (SMPN 1), peringkat 3 – Luthfia Haq (SMPN 1).
Pemenang lomba Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK (bagi guru), untuk tingakat SD diraih oleh Exan Rosyadi dari SDN Bangkal 2, dengan judul karya Pesawat Sederhana. Untuk tingkat SMP diraih oleh Sunardi MPd dari SMPN 1 Banjarmasin, dengan judul karya Pembiasan Cahaya pada lensa cembung. Untuk tingkat SMA/SMK diraih oleh  Gusti dari SMKN 1 Batu Mandi, dengan judul karya Mari belajar animasi.
Pemenang lomba Desain Web dan Blog untuk tingkat SMA/MA/SMK, peringkat 1 diraih oleh SMAN 7 Banjarmasin, peringkat 2 – SMAN 1 Amuntai dan peringat 3 – SMAN 1 Kusan Hilir (Tanah Bumbu).
Untuk tingkat SMP/MTs, peringkat 1 diraih oleh SMPN 1 Banjarmasin, peringkat 2 – SMPN 4 Paringin, dan peringkat 3 – SMPN 6 Banjarmasin.
Sedang untuk tingkat SD, hanya diikuti dua sekolah yaitu SDN Pekauman 1 Banjarmasin dan SDN Internasional kabupaten Banjar”.
Menurut Hasbi “salah satu dari pemenang kuis KIHAJAR dan pemenang Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis TIK, akan kami kirim untuk mewakili Kalsel, mengikuti lomba tingkat nasional pada 26 sampai 27 Oktober.
Khusus pemenang kuis KIHAJAR akan kita bila lagi sebelum nantinya di kirim ke tingkat nasional” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Rabu, 13 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 16 Oktober 2010/ 08 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Pemenang E-Pendidikan Diumumkan
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

Senin, 12 September 2011

Stand Poliban Di Minati Anak-Anak

BANJARMASIN – Selama tiga hari Politeknik Negeri (Poliban) Banjarmasin mengikuti Pameran dan Bajar yang dilasanakan oleh Balai Teknologi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Disdik Kalsel di Taman Budaya Kalsel, dimulai dari Minggu hingga Selasa (10-12 Oktober 2010).
Dalam Pameran ini, Jurusan Elektro Poliban menampilkan tema Robotikc. Beberapa robot karya masiswa dipajang di depan stand. Secara bergantian mahasiswa yang menjaga stand, memperagakan dan menjawab pertanyaan bagaimana membuat robot, serta mengajari pengunjung yang ingin belajar mengendalalikan robot yang dipajang.
Khalil, Pembimbing Himpunan Mahasiswa Elekto Poliban, pada Selasa (12/10) menjelaskan “animo dari pengunjung sangat luar biasa, paling ramai bila ada anak-anak yang datang, kemudian minta diperagakan. Bahkan ada yang minta dibuatkan dan minta diajarkan cara membuatnya.
Robot Pemadam api dan Robot KRI 2010, menjadi andalan dalam pameran. Dua robot ini sudah memperoleh prestasi juara dua kontes robot tingkat regional 2010.
Robot KRI 2010 mempunyai kemampuan menyusun balok, dalam bentuk pyramid. Sedangkan Robot Pemadam Api (Black Fire) adalah robot otomatis sederhana, yang mempunyai dua fungsi sekaligus. Ada sensor untuk mendeteksi garis dan sensor mendeteksi panas. Sehingga robot akan mengikuti garis dalam bilik, dan memadamkan api yang dia lewati didepannya.
Robot KRI 2010 diberi kepercayaan penuh, untuk menjalankan tugas yang telah di programkan, tanpa dikontrol oleh remote atau wireless apapun” ujar masiswa yang baru saja wisuda D3 Politeknik tahun ini dan ingin melanjutkan kuliah S1 di Brawijaya Malang jurusan elektronik
Menurut Khalil “untuk kegiatan selanjutnya, kami akan mengadakan Workshop Robotic di beberapa SMK yang ada di Banjarmasin. Rencananya dilaksanakan setelah mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Iregional Robotic pada Juni 2011, satu bulan sesudahnya kembali mengikuti KRI tingkat nasional. 
Sejauh ini, persiapan yang sudah dilakukan adalah riset-riset, dan percobaan program terhadap robot yang akan di ikutkan dalam kontes. Mudah-mudahan kali ini kita bisa kembali meraih prestasi” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Rabu, 13 Oktober 2010
Di muat Jumat, 15 Oktober 2010/ 07 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Poliban Suguhkan Robotic
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Selasa, 06 September 2011

Malam Keakraban Fakultas Teknik Uniska Di Alam Terbuka

BANJARMASIN – Untuk menjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru serta menjalin malam keakraban (Makrab) antar mahasiswa, maka Fakultas Teknik Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, melaksanakan kegiatan langsung di alam terbuka. Makrab berlangsung selama dua hari yaitu pada 9-10 Oktober 2010, bertempat di Mandiangin.
Fauzi ketua panitia pelaksana Makrab, pada Selasa (12/10), menuturkan “pelaksana kegiatan ini dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Uniska Banjarmasin. Panitia yang terlibat berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Fakultas Teknik., yaitu dari Divisi Musik atau Band ada 15 orang, sedang dari Divisi Lingkungan yaitu Mapala Agas ada 10 orang. Sedang jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ada 135 mahasiswa baru.
Pada dasarnya kegiatan ini memang adalah keinginan dari fakultas (kalangan dosen), jadi BEM hanya sebagai pelaksana. Oleh karena itu ada 4 orang perwakilan dosen yang ikut serta ke Mandiangin, dari teknik mesin ada dua orang dan dari teknik informatika ada dua orang.
Rangkaian isi kegiatan, selain mengenai penjelasan tentang organisasi-organisasi yang ada di fakultas teknik, juga ada materi lingkungan, game dan yang terpenting adalah pada saat api unggun, karena disitulah semua peserta dan panitia menjadi satu untuk mengeluarkan ekspresinya,” kata mahasiswa semester 5 di Fakultas Teknik Uniska yang juga anggota dari divisi band.
Mengenai materi lingkungan dalam Makrab, Anggun Fitriani dari Mapala Agas, berkata “kita mengajarkan kepada peserta mengenai kebersihan lingkungan, menghargai alam dan Up Selling Frusikking yaitu bahwa pecinta alam itu bukan cuma naik gunung turun gunung, tapi juga harus bersosialisasi dengan masyarakat. Dalam hal ini kita langsung mengajak peserta untuk melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat.
Setelah ini kita Mapala Fakultas Teknik akan ada lagi kegiatan Latihan Dasar pada awal November dan berselang beberapa bulan kemudian disusul dengan Latihan Pemantapan” ujar gadis manis, mahasiswi semester 3 jurusan Teknik Informatika Uniska, yang juga sebagai bendahara Mapala Agas.
Menutup pembicaraan Fauzi menambahkan “yang terpenting dalam Makrab ini yaitu menekankan kepada mahasiswa baru untuk bisa menjaga nama baik Fakultas dan Universitas” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Selasa, 12 Oktober 2010
Di muat Kamis, 14 Oktober 2010/ 06 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Malam Keakraban Di Alam Terbuka
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4

Jumat, 19 Agustus 2011

SPS Adakan Lomba Menulis Artikel Nasional

BANJARMASIN – Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) menyelenggarakan kegiatan Festival Ekonomi Kreatif tingkat SMA dan sederajat se-Indonesia (FEKSI) 2010, yang merupakan salah satu bagian dari program peningkatan minat baca di kalangan pelajar SMA. SPS dikemas dalam bentuk Lomba Debat dan Lomba Menulis Artikel tentang  Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Dalam Negeri.
Technical Meeting (TM )dilaksanakan pada Senin (11/10) kemaren, di Gedung HJ.Djok Mentaya jalan AS.Musaffa. TM yang dijadwalkan pada pukul 14.00 wita tertunda hingga 30 menit, karena banyak peserta lomba yang belum datang.
Penerima tamu dari SPS, menjelaskan bahwa peserta yang diundang ada 100 sekolah tingakat SMA sederajat, dari tiga kota yaitu Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura. Perwakilan sekolah yang memenuhi undangan TM ada 15 sekolah, ada 21 guru dan 51 siswa.
Direktur SPS pusat Asmono Wikan, dalam pemaparannya mengatakan “T M hari ini di Banjarmasin adalah kota terakhir dalam jadwal 10 kota. Sedangkan untuk pelaksanaan lombanya akan berlangsung secara serial (road-show), dimulai dari Jakarta pada 12 Oktober 2010, dan berakhir di Denpasar, pada 1 Desember 2010.
Banjarmasin akan mendapat giliran urutan ke-8 yaitu pada Jum’at dan Sabtu, 26 – 27 November 2010, pukul 08.00 – 16.00 wita. Event Lomba bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kalsel, Jalan S.Parman Banjarmasin” ujarnya.
Salah satu peserta TM ada yang menanyakan, apa kategore Lomba Menulis Artikel boleh mengangkat tema ekonomi lokal. Menjawab pertanyaan tersebut, mnurut Asmono “itu boleh saja, asal masih dalam ruang lingkup tiga subtema yang akan menjadi bahan kompetisi, yaitu  Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Ekonomi Kreatif dan Bangga Produk Dalam Negeri, serta Ekonomi Kreatif dan Budaya Kewirausahaan” katanya.
Dilain pihak, Suhairiyah guru di SMA1 Banjarbaru, menuturkan bahwa dalam lomba ini mereka belum ada persiapan yang maksimal, karena undangan baru mereka terima pada Jumat.
“Tahun lalu dalam lomba yang sama, untuk lomba debat tingkat daerah, kami memperoleh peringkat pertama dan di tingkat nasional memperoleh peringkat tiga, sedang untuk lomba artikel kami memperoleh peringkat tiga. Jadi walaupun sangat mendadak, kami tetap akan berusaha sebaik mungkin” pungkas pengajar PKN ini. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 11 Oktober 2010
Di muat Selasa, 12 Oktober 2010/ 04 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul SPS Gelar Lomba Menulis Ekonomi
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Penghijauan Serentak Se Asia

BANJARMASIN – Tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 di jadikan momen untuk melaksanakan penghijauan serentak oleh mahasiswa se Asia. Tidak mau ketinggalan Mapala Meratus IAIN Antasari Banjarmasin pun turut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dengan tema Day 1: Building a shared future, Mari Menjalin Solidaritas Hijau Untuk Masa Depan Bersama, tepat pada pukul 10.00 wita bibit pohon yang telah disiapkan mulai di tanam di seputar Kampus IAIN Antasari Banjarmasin.
Ketua Panitia Pelaksana M.Zulfahmi pada Minggu (10/10) yang lalu, menuturkan “ada 100 bibit yang akan kami tanam, antara lain bibit pohon Tanjung, Mahoni, Galam dan Terambesi. Penanaman dilakukan di seputar komplek kampus yang masih belum ada penghijauannya, bibitnya sendiri dari bantuan Dinas Tata kota Banjarmasin.
Latar belakang dari keikut sertaan Mapala Meratus dalam penghijauan ini, adalah tindak lanjut dari pertukaran pelajar dan mahasiswa se Asia, yang untuk Banjarmasin, kemaren di wakili oleh IAIN Antasari Banjarmasin” kata mahasiswa Usuluddin semester III Usuluddin ini.
Lanjut Fahmi “saat ini anggota Mapala Meratus ada 70 orang, yang memang statusnya masih sebagai mahasiswa aktif (masih kuliah). Sedangkan kegiatan Mapala Meratus berikutnya yaitu pada akhir Oktober akan melaksanakan Latdas Indoor di kampus.
Kemudian Awal Nopember baru dilaksanakan Latdas Outdoor di Tahura, dengan melakukan susur hutan hingga Riam Kanan selama lima hari, dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan bakti sosial dengan masyarakat setempat. Selanjutnya pada akhir September, dalam rangka hari pohon sedunia akan melakukan penanaman pohon kembali dan pembagian bibit pohon kepada masyarakat.
Segala upaya penghijauan yang kami lakukan, tidak lain agar alam kita bisa kebali lestari. Mudah-mudahan aktivitas ini dapat memberikan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya penghijauan” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 11 Oktober 2010
Di muat Rabu, 13 Oktober 2010/ 05 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Penghijauan Serentak Se Asia
-

line-height: normal;">         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Meningkatkan Mutu Guru Melalui Karya Tulis

BANJARMASIN – Menulis merupakan salah satu pilihan yang harus diambil para pendidik, agar memperoleh nilai kredit yang baik dalam sertifikasinya. Entah itu menulis esai, opini atau artikel, yang dipublikasikan di media massa. Nilai yang diperoleh dalam menulis ini lebih tinggi dari pada mengikuti seminar dan pelatihan” ungkap Qamaruzzaman dalam Seminar dan Bedah Buku, yang dilaksanakan di SMAN 12 Alalak Utara Banjarmasin pada Sabtu (9/10) kemaren. Dengan mengambil tema Melalui karya tulis, kita tingkatkan mutu guru
Seminar dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI), dengan nara sumber dari Pakar administrasi DR Iswiyati Rahayu MSi direktur Paska Sarjana Setia Bina Banua. Sekertaris umum PWI Kalsel Zainal Helmie perwakilan dari Media Massa dan Drs Ronny Ralin MKes dosen Stikes dan fakultas kedokteran Unlam. Kemudian Muhammad Qamaruzzaman SPd MSi, penulis buku kumpulan tulisan kolom dan opini yang berjudul Tak Lulus UN, Dunia Belum Kiamat
Seminar dihadiri perwakilan guru di Banjarmasin dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Dalam seminar Ronny Ralin memaparkan penelitiannya tentang metode pembelajaran, ia menyimpulkan bahwa metode dan strategi belajar seharusnya tidak hanya mendukung materi yang sedang diajarkan, tetapi juga harus mendukung dan mengembangkan kemampuan pembelajar (siswa). Menurut Ronny “penerapan pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan kualitan pembelajaran dan keaktifan siswa dalam bekerjasama” katanya.
DR Iswiyati melalui pengamatannya pada dunia pengajaran, lebih menyoroti psikologis pembinaan siswa, menurut Iswiyati “pembinaan itu bisa menguatkan mutu pengajaran melalui evaluasi diri pengajar dan evaluasi sistem birokrasi pengajaran. Dan bila ini tidak dilakukan akan menurunkan mutu pendidikan” ujarnya.
Iswiyati juga mempermasalahkan implementasi dan kebijakan dari Diknas yang cepat sekali berubah, sehingga belum lagi selesai tugas yang dilakukan pengajar ada lagi kebijakan baru yang harus dilakukan.
Sementara itu Zainal Helmie, menyerukan pada para guru agar buku yang dibuat Qamaruzzaman dapat menjadi motifasi untuk menulis. Serta para guru jangan cuma bisa memberikan tugas pada para siswa untuk membuat tulisan, tapi gurunya sendiri juga harus menulis, paling tidak tulisan kecil tentang keadaan dirumah. Agar mempunyai bahan menulis maka para guru harus banyak membaca, sehingga mempunyai banyak wawasan.
Saat tanya jawab, Rismalinda Guru SMKN4 Banjarmasin, yang menjadi salah satu peserta seminar berkata “banyak para guru yang bisa menulis, tapi tidak tahu bagaimana caranya agar tulisan tersebut bisa dipublikasikan di media massa” Keluhan guru IPA ini, disambut oleh Redaktur Mata Banua Zainal Helmi yang mempersilahkan para guru untuk mengirimkan tulisannya ke Redaksi Mata Banua. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 10 Oktober 2010
Di muat Senin, 11 Oktober 2010/ 03 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Memotivasi Guru Untuk Menulis
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5



Rabu, 17 Agustus 2011

MB - Di Cari Bakat Yang Berbeda Dan Unik Di Banjarmasin

Di Cari Bakat Yang Berbeda Dan Unik Di Banjarmasin

SETELAH melaksanakan audisi Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2, di 8 Kota Besar Indonesia, yaitu Surabaya-Makasar-Medan-Palembang-Jakarta-Bandung, maka pada 9 dan 10 Oktober 2010, menyusul pelaksanaan audisinya di kota Yogyakarta dan Banjarmasin. Tempat audisi di kota Banjarmasin yaitu di hotel Arum Banjarmasin, yang di mulai dari pukul 08.00 wita.
            Dalam jumpa pers Produser dan Public Relations IMB2 dari Trans TV dengan wartawan pada Jumat (8/10) pagi, menceritakan tentang sukses yang telah di peroleh peserta sebelumnya pada IMB1 seperti Hudson, Putri Ayu, Brandon, Klantink, Rumingkang, Funky Papua, JP Milenix, Fay, Berto Pah, Bonita, Beld, Lius Firdaus, Janice & Ryan. Serta mengharapkan agar sukses tersebut bisa di peroleh pula oleh warga Kalimantan pada umumnya dan warga Banjarmasin khususnya di IMB2.
            Formulir Audisi kota dibagikan secara gratis, yang bisa diperoleh di Radio SAS FM, SKY FM dan Bravo Palangkaraya. Atau peserta bisa langsung datang mengambil formulir pada saat acara audisi kota berlangsung. Persyaratan audisi dapat diikuti oleh segala usia yang memiliki talenta di bidang vocal, tari, musik dan bakat lainnya. Audisi tidak mengikuti nomor urut dalam formulir tapi mengikuti urutan antrian yang pertama datang.
Ke pada Mata Banua,  Associate Produser Trans TV Ahmad Reza Farsy mengatakan ”sama sekali kita tidak ada target berapa peserta yang akan lolos. Peserta yang lolos audisi kota tidak dibatasi, oleh karena itu berapapun jumlah peserta yang lolos akan diberangkatkan dan dibiayai oleh Trans TV.
Kreteria penilaian dilihat dari peserta yang unik, yang berbeda dari peserta lainnya atau pun dari peserta IMB sebelumnya. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam tampilan adalah bersifat menghibur.
Berapapun bakat yang dimiliki seseorang, silahkan tampilkan didepan juri. Dan juri akan menilai bakat mana yang paling dikuasai, kalaupun ada seseorang yang bisa memainkan semua alat musik, tapi tidak maksimal, maka lebih baik cuma menguasai satu alat musik tapi optimal” ujarnya.
Menurut Reza “peserta yang lolos babak semi final akan mendapat bimbingan dan arahan dari Trans TV, baik itu mengenai penampilan, olah vocal dan lain-lain sehingga tampilan mereka menjadi lebih baik. Juri dalam audisi kota semua dari Trans TV, baru setelah semi final akan ada juri dari kalangan selebritis dan tokoh dunia hiburan.
Pengumuman yang lolos seleksi paling cepat satu minggu setelah audisi kota, bisa dilihat di webset IMB. Sudah tentu pada akhirnya nanti peserta yang berhasil masuk final akan mendapat kontrak dari Trans TV dan dibuatkan satu program tersendiri untuknya” pungkasnya. ara/mb04  

-----------------
Di setor Jumat, 08 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 09 Oktober 2010/ 30 Syawal 1431 H
-         dengan judul IMB Cari Bakat Unik Di Banjarmasin
-         kolom Pentas, Mata Banua halaman 6

Percepat Pembangunan Dengan Memberdayakan Masyarakat

BANJARMASIN – Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarmasin sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi swasta yang ada di Kalsel, telah menginjak usia ke-27 dan telah banyak berkiprah untuk membentuk masyarakat madani” kata Rektor Uvaya, Drs Ec H Zainul Arifin Noor MM dalam pidato sambutannya pada Dies Natalis XXVII dan Wisuda Sarjana XXII, yang bertema Kita Percepat Pembangunan Dengan Memberdayakan Masyarakat, di gedung Sultan Suriansyah pada hari Rabu (6/10) kemaren.
Rektor Uvaya juga menyampaikan bahwa “Universitas Achmad Yani menjadi pusat pengebangan sumberdaya manusia yang menghasilkan SDM berkualitas, professional, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab berdasarkan iman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan didukung oleh sistem manajemen yang efisien dan efektif.
Serta dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2009/2010 mengalami peningkatan sebanyak 12,7% di bandingkan tahun sebelumnya,.dapat dijadikan indikator bahwa program studi yang ada di Uvaya masih diminati dan dipercaya masyarakat, apalagi setelah semua program yang ada terakreditasi, dengan 5 fakultas dan 9 program studi.
Fakultas dan program studi tersebut yaitu Fakultas Ekonomi dengan jurusan manajemen dan IESP. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan jurusan Administrasi Pendidikan, Bimbingan Konseling dan PGSD. Fakultas Teknik dengan jurusan Teknik Sipil. Fakltas Pertanian dengan jurusan Budidaya Perairan dan Sosial Ekonomi. Serta Fakultas Ilmu Administrasi dengan jurusan Administrasi Negara” ujar Rektor Uvaya yang akrab di sapa mahasiswa dengan pak Nunung.
Dilain pihak, di ruang kerja Purek III Uvaya Ir Hastirullah Fitrah MP, pada Kamis (7/10) siang, ia menjelaskan berapa jumlah lulusan pada program studi tahun akademik 2009/2010, katanya “Fakultas Ilmu Administrasi ada 29 sarjana, Fakultas Ekonomi ada 40 sarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada 336 sarjana, Fakultas Pertanian ada 27 sarjana dan Fakultas Teknik ada 94 sarjana” katanya.
Mengenai visi dasn misi Uvaya kedepan, menurut Hastirullah “Uvaya akan terus meningatkan penambahan program studi dan membuka program S2, yang semuanya tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan, baik dari kebutuhan masyarakat akan pendidikan maupun dari prospek lapangan pekerjaan” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Kamis, 07 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 08 Oktober 2010/ 29 Syawal 1431 H
-         dengan judul Upaya Jadi Pusat Pengembangan SDM
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Selasa, 16 Agustus 2011

MB - Perda Seni Dan Kebudayaan Belum Juga Disosialisasikan

BANJARMASIN – Tiga bulan sudah Perda Provinsi Kalsel tentang kesenian dan kebudayaan resmi diberlakukan, tepatnya pada  tanggal 1 Juli 2010. Sedangkan tanggal penetapan perda itu sendiri pada tanggal 16 Maret 2009, dengan persetujuan bersama DPRD Provinsi dan Gubernur Kalsel. Kemudian ditandatangani oleh Gubernur Kalsel H.Rudy Ariffin dan Sekertaris Daerah Kalsel H M Muchlis Gafur.
Beberapa kegiatan seperti Festival Pasar Terapung dan Budaya Banjar yang dilaksanakan Pemprov, Peringatan Harlah Kota Banjarmasin yang di laksanakan oleh Pemko Banjarmasin, dan Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai yang dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang semuanya itu mengusung pementasan seni budaya. Tapi tidak ada sedikitpun menyinggung tentang Perda Seni Provinsi.
“Aku sendiri tidak tahu kalau Perda seni itu ada. Jadi peraturan tinggal peraturan, tanpa sosialisasi peraturan hanya akan menjadi ketetapan yang mandul bahkan lebih parah bisa menjadi obyek proyek politisasi”, tutur aktivis seni, anggota salah satu sanggar teater di Universistas yang ada di Banjarmasin. Ia tidak ingin disebutkan namanya, saat ditanya Mata Banua pada malam acara Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai.
Dilain pihak, Okta salah satu mahasiswi baru FKIP Unlam Banjarmasin yang ingin bergabung dalam organisasi seni karena ia sangat suka dengan aktivitas teater, setelah mendengar akan adanya Perda Seni, yang mengatur pula didalamnya bahwa mahasiswa dan pelajar yang berprestasi dalam seni akan mendapat beasiswa, berkomentar “aku siap bergabung untuk memperjuangkan agar Perda ini bisa berjalan” kata gadis hitam manis ini menjadi lebih bersemangat lagi.
Cukup sulit bagi Mata Banua melacak keberadaan arsip Perda Seni dan Kebudayaan, karena tidak ada yang mempunyai arsipnya. Di mulai dari Taman Budaya Kalsel, bahkan para para seniman yang sering nongkrong di Taman Budaya. Lalu Disporbudpar Kalsel, menurut Kabid Kebudayaannya ia juga tidak mempunyai arsipnya.
Pada akhirnya arsip tersebut bisa ditemukan di tempat Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel Drs Syarifuddin R, yang menjadi salah satu penyusun rancangan perda ini.
Isi dari Perda Seni dan Kebudayaan antara lain: Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.6 Th.2009, tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah, ada 13 Bab 18 Pasal. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.7 Th.2009, tentang Pemeliharaan Bahasa dan Sastra Daerah, ada 9 Bab 13 Pasal. Dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, No.8 Th.2009, tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional dan Permuseuman, ada 9 Bab 27 Pasal.
Drs Syarifuddin R, menjelaskan “memang benar perda Seni dan Kebudayaan ini telah diberlakukan, tapi untuk sosialisasinya perlu waktu dan dana yang tidak sedikit. Maka oleh karena itu sosialisasinya masih tidak optimal” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Selasa, 05 Oktober 2010
Di muat Kamis, 07 Oktober 2010/ 28 Syawal 1431 H
-         dengan judul Perda Seni Belum Disosialisasikan
kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

MB - Irwan Anshari Ingin Buat Malioboro Di Banjarmasin

BANJARMASIN – Wakil Walikota Banjarmasin H Irwan Anshari, saat memberikan  sambutan di Badundang Dalam Puisi Kota Seribu Sungai yang dilaksanakan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Jumat (1/10) malam yang lalu mengatakan, ingin membuat sebuah pasar seni seperti yang ada di jalan Malioboro Yogyakarta. Hal ini lahir dari wacana yang mengemuka, mengenai perlunya tempat terbuka untuk berkumpul para seniman selain dari Taman Budaya.
Menurut Irwan “bagi yang pernah datang ke Malioboro, tentunya akan selalu rindu ingin kembali kesana, kembali dapat merasakan susananya yang sangat khas. Suatu tempat dimana senimannya berkumpul menampilkan keahliannya masing-masing, tempat dimana karya-karya seni dipasarkan.
Oleh karena itu terbetik keinginan saya ingin membuat Malioboro di Banjarmasin, agar para senimannya bisa menampilkan dan memasarkan hasil karya seninya. Dan masyarakat bisa menikmati pasar seni khas Banjarmasin.
Dimana pasar seni itu dibangun, akan kita pikirkan sama-sama dan mencari tempatnya yang sesuai. Entah itu nantinya di Taman Budaya Banjarmasin, atau di pasar Sudimampir yang saat ini menjadi lapangan parkir. Pembuatan pasar seni ini, akan disinergikan dengan program pembangunan ruang terbuka hijau di Banjarmasin” katanya.
Sebelumnya, pada Kamis siang (30/8), Camat Banjarmasin Tengah H.Hermansyah, bercerita bahwa ia menginginkan ada suatu tempat di mana para seniman bisa bertemu sambil bersantai, katanya “saat ini kita punya Taman Budaya, tempat seniman bertemu. Tetapi Taman Budaya lebih sesuai untuk tempat latihan dan pertunjukan khusus.
Kita perlu tempat terbuka yang bisa didatangi siapa saja tanpa ada rasa enggan. Seperti Banjarbaru yang punya Minggu Raya, tempat bersantai masyarakat juga tempat mejeng anak muda. serta menjadi tempat bertemunya para seniman yang ingin bersantai dan berdiskusi, bahkan mengapresiasikan karyanya.
Potensi Banjarmasin sangat besar, jumlah senimannya disini juga lebih banyak, dibanding Banjarbaru yang senimannya lebih sedikit. Kalau Banjarbaru bisa kenapa Banjarmasin tidak. Mengenai lokasinya, bisa saja bekas lapangan Kamboja bisa menjadi alternatif untuk merealisasikan hal ini” ujarnya.
Ketika wacana camat Banjarmasin Tengah ini konfirmasikan dengan wakil walikota Banjarmasin, Anshari berkomentar “itu adalah pemikiran yang bagus, nantinya akan kita bicarakan lebih jauh.
Yang terpenting marilah kita meningkatkan dunia seni, lewat kegiatan-kegiatan budaya ataupun lomba-lomba, agar generasi muda seni lebih bersemangat dan dunia seni itu sendiri menjadi lebih hidup. Apa yang telah dilakukan di Kecamatan Banjar Tengah ini, dapat pula diikuti dan dilaksanakan oleh kecamatan lain yang ada dikota Banjarmasin” pungkasnya dengan penuh harapan. ara/mb05

-----------------
Di setor Senin, 04 Oktober 2010
Di muat Rabu, 06 Oktober 2010/ 27 Syawal 1431 H
-         dengan judul Ingin Bangun Malioboro di Banjarmasin
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


MB - Kunjungan Utusan Kedubes Amerika Di Pesta Bloger Kalsel

BANJARMASIN – Terlepas dari rangkaian acara Mini Pesta Blogger yang di adakan di Banjarbaru pada hari Sabtu (2/10) yang lalu,  Utusan dari Kedutaan Besar Amerika, Aurelia Augustine untuk Indonesia juga menyempatkan diri untuk melihat obyek wisata Pasar Terapung di Kuin.
Sementara itu setiap event yang dilaksanakan tentu ada kisah tersendiri dari orang-orang yang bekerja keras untuk terlaksananya suatu kegiatan, tapi mereka bukanlah dari panitia yang tedaftar maka tak ada pula ucapan terimakasih secara formal bagi mereka karena luput dari sorotan media publikasi.
Mengenai kunjungannya ke Kalsel, Aurelia Augustine menuturkan “saya sangat senang disini, karena orang-orangnya sangat bersahabat. Saya melihat bagaimana situasi Pasar Terapung, itu sagat bagus sekali, tapi karena saya baru melihatnya saya tidak bisa berkomentar banyak.
Saya juga mengunjungi Fisip Unlam Banjarmasin, disana saya berdialog dengan mereka, sambutan mereka sangat baik.Kemudian saya mengunjungi Pesantren Rasyidiah di Amuntai, di sana saya berdialog tentang Islam yang ada di Amerika, santri-santrinya sangat antusias begitu juga dengan guru-gurunya.
Di Kedubes Amerika kami banyak punya program beasiswa terutama beasiswa pertukaran budaya. Untuk Kalsel, di lain kesempatan saya akan kembali berkunjung, untuk lebih banyak melihat obyek wisata yang ada di sini, dan belajar banyak tentang budayanya” kata Aurelia melalui orel  penerjemahnya yang cantik.
Pesta Bloger yang disponsori oleh Kedubes AS, mempunyai rangkaian acara di 10 kota di Indonesia, salah satunya yang dilaksanakan di Banjarbaru dan sebagai panitia pelaksana di , Banjarbaru adalah Komuntas Blogger Kayuh Baimbai Kalsel.
Iryani Queencyputri ketua Pesta Bloger pusat tahun 2010 dari Jakarta, berkata “rangkaian Blogshops sendiri diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia aktif menggunakan media sosial, termasuk blog, dengan tujuan untuk mendorong perubahan positif di dalam masyarakat” ujarnya.
 Menjawab pertanyaan Mata Banua tentang kebebasan dalam dunia maya, sehingga banyak para blogger memuat tulisan, yang terkadang menyerempet masalah sosial sesitif seperti SARA, Irayani menjawab “masing-masing blogger punya rambu-rambu sendiri, dengan adanya postingan negatif, maka juga akan muncul postingan yang bernada positif. Oleh karena itu kita juga menghimbau, agar mereka menggunakan media internet secara positif” katanya.
Mengenai kegiatan Pesta Mini Blogger di Banjarbaru yang telah dilangsungkan, Ketua Blogger Kayuh Baimbai Kalsel, Harie Insani Putra menceritakan “acara pertama pada Sabtu pagi dimulai dengan Blogshop dengan tema Pengenalan Blogging dan Social Media bagi Pendidikan, dilaksanakan di Kampus STMIK Banjarbaru, diikuti oleh. 35 pengajar perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Malam Minggunya ada acara pertemuan para komonitas blogger yang ada di Kalsel, dilaksanakan di aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, dan dihadiri pula oleh Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fazar Nuzuli.
Dibalik suksesnya kegiatan ini, salah satu pendiri Kayuh Baimbai, Karbone menuturkan, “susah mengatur panitia-panitia yang ada ini, maunya terima beres saja, aku yang bukan panitia malah yang terkena getahnya, harus menyiapakan 70% semua urusan rangkainan acara dari awal hingga akhir, sampai tidak tidur beberapa malam
Kalau bukan karena Harie, mana aku mau mengerjakannya.. Setelah kegiatan ini, perlu dibuat peraturan, yaitu bila ada kegiatan dan tidak beres bekerja sebagai panitia, maka tidak akan mendapat kartu anggota bloger Kayuh Baimbai” katanya dengan nada marah dan mata kuyu kelelahan kurang tidur.
Ibnu rekan Karbon yang juga anggota blogger, menyahut “harus ada kedisiplinan ditegakkan, agar yang muda-muda bisa belajar, bagaimana caranya menyiapkan suatu kegiatan dengan konsisten dan ini adalah aturan wajib dalam organisasi” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Minggu, 03 Oktober 2010
Di muat Senin, 04 Oktober 2010/ 25 Syawal 1431 H
- dengan judul Pesta Bloger Dihadiri Utusan Kedubes AS
- kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

MB - Respon Positif Dari Seniman Dan Dinas Pariwisata

BANJARMASIN – Beberapa seniman mengeluh, karena mereka merasa sulit menghubungi wartawan, saat ada informasi yang hendak diberikan. Hingga dalam suatu pembicaraan santai di Taman Budaya (TB) Kalsel, terlontarlah suatu wacana untuk membentuk suatu Komunitas Wartawan Seni Budaya dan Pendidikan, agar akses informasi kepada wartawan menjadi lebih mudah.
Selain itu juga bisa menjadi tempat komunikasi bagi sesama wartawan yang berlainan media cetak maupun elektronik, tapi tugas liputannya sama atau wartawan yang peduli dengan dunia seni budaya dan pendidikan. Wacana yang terlontar tersebut langsung mendapat respon positif dari para seniman lain, serta wartawan yang saat itu juga ada di TB.
Menanggapi pertanyaan tentang media yang melakukan pergantian tugas liputan bagi wartawanya serta nama yang akan diberikan, salah satu wartawan yang hadir menjawab santai “dengan adanya komunitas tersebut, dapat menjadi tempat untuk sambung rasa wartawan yang bertugas di bidang seni budaya dan pendidikan atau yang peduli akan hal itu. Mengenai nama, itu hanya soal teknis, bisa saja diberi nama Komunitas Prasasti Budaya atau apalah, saat pertemuan nanti kita bahas sama-sama” ujarnya.
Alfonso dari kelompok Perkusi, berkata “inilah yang kita tunggu selama ini, dengan adanya komunitas ini, maka kita tak perlu lagi bertanya-tanya dan mencari-cari siapa wartawan yang mendapat tugas untuk meliput kegiatan seni budaya, karena sudah ada daftarnya. Karena wartawan adalah salah satu faktor penting dalam peningkatan dunia seni budaya dan pendidikan, melalui berita yang mereka rilis. Terutama yang bisa menyampaikan suara-suara kritis dari arus bawah.”
Sastrawan Kalsel Micky Hidayat dan pemerhati budaya Banjar Mukhlis Maman, senada menanggapi “mudah-mudahan komunitas ini bisa terbentuk secepatnya, agar arus komunikasi bisa semakin lancar.”
Dilain pihak, Mujiyat. SS.n,M.Pd saat ditemui Mata Banua di Dinas Pariwisata Olahraga  Seni dan Budaya Kota Banjarmasin pada Rabu siang (29/9), dengan gembira menyambut baik wacana ini, “sangat bagus sekali, inilah yang kami perlukan agar setiap kegiatan, kami tidak perlu repot lagi mencari-cari wartawan yang ditugaskan. Wartawan itu adalah ruang publik, sehingga wartawan seni budaya tentu terlibat pula dalam ruang seni dan dalam ruang kegatan yang dilakukan. Kami bersedia memfasilitasi pertemuannya, tapi saya minta waktu untuk membicarakannya dengan Kepala Dinas”, kata Kepala Bidang Kebudayaan ini dengan bersemangat.
Dari Media Elektronik, Helman Gellyrian reporter Nirwana FM, menyahut “sip, aku siap mendukung hal ini” pungkasnya . ara/mb05


-----------------
Di setor Jumat, 01 Oktober 2010
Di muat Sabtu, 02 Oktober 2010/ 23 Syawal 1431 H
-         dengan judul Wacana Bentuk Komunitas Wartawan Seni
-     kolom Kotaku, Mata Banua halaman 4