Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Kamis, 13 Oktober 2011

Desain Fashion Meningkatkan Nilai Jual Sasirangan

BANJARMASIN – Selama ini kain sasirangan lebih banyak dijual dalam bentuk  lembaran kain, sedikit yang dijual dalam bentuk pakaianjadi. Kalaupun ada yang menjadi pakaian, desain fashionnya pun sangat sederhana. Sehingga dalam kompetisi pangsa pasar nasional, akan kalah bersaing dengan motif desain pakaian dari daerah lain.
Menyikapi permasalahan ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, melaksanakan Pelatihan Motif dan Desain Fashion Sasirangan. Pelatihan berlangsung dari 02 sd 05 Nopember 2010, di Hotel Batara. Peserta pelatihan diikuti dari pengrajin kain sasirangan dan penjahit fashion se-Kota Banjarmasin.
Di sela-sela acara pelatihan. pada Kamis (04/11) siang, Ketua pelaksana pelatihan M Bakhri menjelaskan “ penanggung jawab dari kegiatan pelatihan ini adalah Ir Aham Markham MSc.
Melihat keadaan desain fashion sasirangan yang tidak terlalu berkembang, kami kemudian mengusulkan kepada Dinas Perindustrian Pusat, untuk mengadakan pelatihan desain fashion. Pelatihannya sendiri diperuntukkan bagi pengrajin kain sasirangan dan penjahit baju sasirangan. Alhamdulillah usulan kami disetujui.
Selama ini, produk kain sasirangan sebagian besar cuma bahan atau kainnya saja. Belum begitu berani memasarkan pakaianjadi, terutama untuk wanita. Kalau pakaian jadi untuk pria seperti hem, sudah banyak. Karena lebih mudah, dan tidak perlu model dalam proses desain fashionnya.
Lalu kami programkan, bagaimana supaya ada peningakatan dan berkembang lebih jauh lagi. Supaya produk-produk kain sasirangan kita ini, bisa pula bersaing membuat pakaianjadi, yang sesuai dengan perkembangan mode fashion, seperti batik-batik di pulau Jawa.
Soalnya, kalau hanya terbatas dari kain untuk kain saja, nilai tambahnya rendah. Misalnya untuk harga kain permeter 10 ribu rupiah, ya hanya segitu saja, tidak ada peningkatan. Tapi kalau dibuat pakaianjadi, untungnya jadi lebih banyak beberapa kali lipat” ujarnya.
Menurut Bakhri, peserta pelatihan terdiri dari 15 orang penjahit dan 15 orang dari pengrajin kain sasirangan. Pengrajin dan penjahitnya dipilih dari yang sudah lama berproduksi, dan aktif  dalam membuat kain sasirangan dan pakaianjadi sasirangan.
Dari 30 orang peserta, tidak ada yang saling mengenal. Peserta di acak, lalu di bagi menjadi lima kelompok. Pelatihan ini juga menghadirkan instruktur dari Jokjakarta, yaitu desainer Soroso yang punya showroom sendiri di Bantul, dan sudah sering keluar negeri, untuk memperkenalkan hasil desain fashion batiknya.
“Kenapa kami hadirkan penjahit, karena ini fashion. Maka agar si pembuat atau pengrajin desain motif sasirangan, dan penjahitnya bisa saling nyambung. Kadang-kadang kalau desain bebas, si penjahit menjadi bingung untuk meletakkan motif yang sesuai, pada pakaian yang di desainnya. Seperti, di mana motif yang pas tangan, dan dimana motif untuk bagan dada dan seterusnya.
Kalau keduanya bisa bertemu seperti ini, mereka bisa saling bekerja sama. Sehingga bila penjahit atau desainer menginginkan motif tertentu, maka pengrajin bisa membuatkannya dengan cepat. Akhirnya desain baju yang mereka buat jadi lebih bagus.
Pada jumat sore hasil desain pakaian masing-masing, akan kami tampilkan, yang menjadi model dari peserta sendiri. Nanti dari instruktur pelatihan, juga akan mengajarkan bagaimana cara berjalan seorang model kepada mereka.
Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, ada pikiran lebih maju dari penjahit dan pengrajin kain sasirangan kita” kata Bakhri yang juga menjabat sebagai Kasi Industri, di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin
Salah satu peserta pelatihan, Hj Hajrah, mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan, karena banyak pengetahuan yang didapat. Sekarang ia punya banyak rencana dalam desain motif sasirangan selanjutnya.
“Dengan adanya pelatihan ini, maka peluang kerjasama dengan desainer atau pun penjahitnya sekarang menjadi lebih baik” tutur Hajrah, pemilik (pengrajin) Rubiyah Sasirangan di jalan Gatot Sobroto XI Banjarmasin. ara/mb06

-----------------
Di setor Jumat, 05 Nopember 2010
Di muat Sebagian, Sabtu, 06 Nopember 2010/ 29 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Pengrajin Sasirangan Dibekali Tehnis Desain
-         kolom Ekonomi & Bisnis, Mata Banua halaman 9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar