Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Kamis, 13 Oktober 2011

Nilai Ekonomi Dari Segi Sosial

BANJARMASIN – Nilai ekonomi keuntungan dari suatu usaha, tidak hanya dinilai dari  rupiah. Tetapi juga ada keuntungan lain dari sisi sosial masyarakat.
Subhan Fitriadi SP MP, Dosen Pengajar Kewirausahaan Fakultas Pertanian Universitas Achmad Yani Banjarmasin, pada Sabtu (13/11) siang, memisalkan sebuah keuntungan yang diperoleh dari segi sosial.
Ada seorang pedagang bakso keliling, yang setiap harinya bisa menjual 50 mangkok bakso. Namun pada suatu hari, ia hanya bisa menjual 40 mangkok bakso. Berarti hari itu ia bisa dikatakan rugi 10 mangkok bakso.
Daripada bakso tersebut menjadi rusak pada keesokan harinya, pedagang tersebut memberikan 5 mangkok bakso gratis kepada kenalan-kenalannya para tukang ojek yang sedang menanti penumpang dipangkalan ojek.
Sedangkan 5 mangkok sisanya lagi, diberikan dengan tetangga di sekitar rumahnya. Dari 10 mangkok yang diberikannya dengan gratis dan iklas, si penjual bakso malah mendapat keuntungan yang berkali lipat.
Dalam kebudayaan masyarakat, khususnya orang Banjar, akan membalas apa yang diberikan oleh orang lain kepadanya.
Tukang-tukang ojek, akan membantu dengan suka rela pula, pada saat tukang bakso memerlukan bantuan, yang bila dinilai dengan rupiah, bisa saja bantuan itu lebih besar dari harga 1 mangkok bakso.
Begitupun dengan tetangga yang ada disekitar rumah. Mangkok yang dikembalikan, tidak akan kembali kosong, tetapi berisi dengan makanan lain. Entah itu nasi sop, nasi goreng ataupun makanan lain.
Inilah nilai ekonomi berdasar keuntungan sosial yang diperoleh diluar dari rupiah” ujarnya. ara/mb06

-----------------

Di masukkan di kolom Ekonomi & Bisnis, Mata Banua
pada Kamis 18 Nopember 2010 – TIDAK DI MUAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar