Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Sabtu, 08 Oktober 2011

Memorandum Banjarmasin

BANJARMASIN – Mimbar Bebas Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010, yang dijadwalkan pada pukul 14.00 wita, baru bisa dilaksanakan pada pukul 15.00 wita, setelah peserta berhadir sepenuhnya di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Unlam Banjarmasin.
Peserta yang berhadir dalam mimbar bebas antara lain perwakilan-perwakilan dari KAMMI Daerah Kalsel, KAMMI Komisariat IAIN Antasari, KMHDI, BEM Uvaya, BEM STIE Pancasetya, BEM STIMIK Indonesia Banjarmasin, BEM Unlam, HTI Chapter Unlam, KKI Fisip Unlam, HMI Komisariat Unlam, KSI Ulul Albab, UKMM Unlam, dan LP2DH FH Unlam, serta beberapa seniman muda Banjarmasin.
Satu persatu secara bergantian peserta menyampaikan orasi atau mendeklamasikan puisi mereka. Hampir senada dalam orasinya, mereka menyerukan kepada para pemuda untuk peduli kepada Bangsa dan daerah, menjaga persatuan dan meningkatkan bidang keilmuan. Sebagian lagi dari peserta juga mengkritisi pemerintahan daerah dan pusat.
Dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Universtas Lambung Mangkurat menyerukan kepada seluruh pemuda dan masyarakat, seluruh lapisan mahasiswa Kalsel, untuk menolak segala bentuk kekerasan dan mencintai serta   menjadikan negeri ini lebih baik.
Kurang lebih pukul 17.30 wita, rangkaian acara ditutup dengan menetapkan kesepakatan memorandum yaitu:
Mengembalikan peran gerakan kepemudaan yang berperan aktif dalam membangun Kalimantan Selatan. Reposisi gerakan pemuda yang berkontribusi nyata dalam mengatasi problem-problem masyarakat akar rumput. Mengokohkan kembali komitmen idealisme dan konsistensi serta moralitas gerakan pemuda. Menguatkan basis karakter keilmuan, pengetahuan dan pemikiran yang matang dalam membangun aksi dan menawarkan solusi. Membangun karakter gerakan pemuda yang mampu menjadi perekat atau pemersatu segala elemen dalam upaya perbaikan banua.
Muhammad Pazri, Ketua Umum  KAMMI Komisariat Banjarmasin, menjelaskan bahwa “memorandum ini didorong oleh keinginan luhur untuk memurnikan kembali jiwa gerakan kepemudaan, yang sesungguhnya berakar dari kepedulian sosial, dan keinginan kuat untuk membaktikan intelektualitasnya, dalam memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa khususnya daerah.
Maka kami gerakan pemuda Kalsel, dengan ini menyatakan mosi rekonstruksi gerakan pemuda, yang kami namakan “Memorandum Banjarmasin”.
Mosi rekonstruksi gerakan yang juga kami jadikan rekomendasi gerakan pemuda se-Kalsel ini, kami rangkum dalam 5 butir point dari memorandum tersebut” ujarnya.
Pazri menegaskan “dengan Memorandum Banjarmasin ini, kami nyatakan dengan harapan akan masa depan gerakan pemuda, yang semakin kontributif serta menjadi bagian dari solusi problematika banua”. ara/mb05

-----------------
Di setor Jumat, 29 Oktober 2010
Di muat Senin, 01 Nopember 2010/ 24 Dzulkaidah 1431 H
-         dengan judul Memorandum Sumpah Pemuda
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar