Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Kamis, 13 Oktober 2011

Memaksakan Kehendak Adalah Keliru

BANJARMASIN – Pendidikan budaya dalam masyarakat atau pun dalam lembaga pendidikan, sudah seharusnya semakin ditingkatkan secara dini. Agar kearifan sosial dalam diri generasi mendatang, bisa kembali menjadi bagian dalam denyut nadi kehidupan suatu daerah.
Seiring perkembangan jaman, banyaknya terjadi pergeseran nilai-nilai budaya, bahkan salah dalam memahami budaya.
Menurut Ketua Harian Dewan Kesenian Kalsel Syarifuddin R “setiap daerah mempunyai budayanya sendiri, maka kita perlu mengkaji budaya-budaya itu dengan lebih mendalam. Dengan pemahaman terhadap budaya tersebut, kita bisa melakukan kehidupan sosial dengan baik” ujarnya pada Minggu (7/11) sore.
“Bila kita memperlakukan orang lain, sama dengan budaya yang kita anut, ini sangat keliru. Itulah pentingnya kita belajar tentang budaya, karena dalam budaya ada nilai-nilai yang harus dihormati. Rambu-rambu kehidupan itu sebenarnya ada dalam budaya.
Bagaimana orang bertingkah laku dalam kehidupan sosial, bagaimana kalau terjadi konflik. Walaupun nantinya budaya tidak bisa membendung konflik, akan ada lagi rambu-rambu lain, yang diatur dalam masyarakat untuk mencegahnya.
Kita melihat dewasa ini, ada suatu kelompok yang memaksakan budaya, yang dianutnya kepada kelompok lain. Atau menyalahkan orang lain dan merasa kelompoknyalah yang benar. Kemudian mencap bahwa orang lain salah.
Perilaku seperti ini, adalah cerminan dari pemahaman yang keliru dalam budaya. Saling menghormati walau saling berbeda adalah merupakan faktor inti dalam budaya,” pungkasnya. ara/mb05

-----------------
Di setor Selasa, 09 Nopember 2010
Di muat Kamis, 11 Nopember 2010/ 04 Dzulhijjah 1431 H
-         dengan judul Rambu Kehidupan Ada Dalam Budaya
-         kolom Kotaku, Mata Banua halaman 5


Tidak ada komentar:

Posting Komentar