Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Sabtu, 25 Februari 2012

080212-rabu(kamis)-Kuliah Kritik Sastra dr sainul.doc

Photo: Sainul Hermawan

Hilangnya Mata Kuliah Kritik Sastra


BANJARMASIN – Sifat orang Indonesia tidak suka dikritik, terlebih lagi dengan karakter masyarakat di Kalsel. Kritik bagi orang Indonesia mungkin sangat menyakitkan atau tidak menyenangkan, warga Indonesia lebih suka dipuji daripada dikritik.
Hal ini diungkapkan oleh Sainul Hermawan, beberapa waktu yang lalu dengan Mata Banua. Menurutnya, penyebab tersebut karena orang Indonesia umumnya tidak punya kultur kritik yang baik, dengan pengertian kita tidak suka mengkritik dan tidak suka dikritik.
Kemudian dari segi pendidikan, tidak ada yang khusus mengajarkan sebagai pendidikan kritikus, tapi kritik dalam pengertian secara lisan itu banyak. Sedangkan untuk menuliskan kritik, itu memerlukan tulisan yang panjang, rasional dan memiliki dasar argumentasi yang kuat.
Terlebih mengenai kritik sastra, para sastrawan mengharapkan agar para akademisi menghasilkan orang-orang yang mampu menjadi kritikus sastra. Bagaimanapun juga ini, tergantung dari kurikulum dan kebijakan fakultas penghasil sarjana itu sendiri.
“Sekitar 2008 sd 2009 sewaktu saya masih mengajar di FKIP Universitas Lambung Mangkurat., masih ada mata kuliah yang namanya kritik sastra. Saat saya melanjutkan pendidikan di luar Kalimantan, mata kuliah tersebut diganti karena ada perubahan kurikulum” katanya.
Saat ini, nama mata kuliahnya menjadi kajian sastra. Kajian sastra itu kajian yang dibagaimana! Dari namanya saja, area pengajarannya sudah menjadi kabur atau abu-abu. Pengajarannya bisa ditarik kemana-mana dan fleksibel, sesuai dengan kemampuan pengajarnya.
Dulu ketika masih menggunakan nama kritik sastra, semuanya menjadi fokus. Sebab kritik sastra itu memang ada pakemnya, bahwa yang harus diajarkan ini dan ini, setidaknya dasar-dasar kritik sastra yang harus harus diajarkan. “Dengan hilangnya mata kuliah ini, nasib kritik sastra semakin tidak jelas” ujarnya. ara/mb05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar