Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Sabtu, 31 Desember 2011

291111-selasa(rabu)-penjual ember keliling (Dm.di ekonomi)

Photo: mb/ara
KELILING – Penjual baskom keliling, tiap hari harus berjalan lebih dari 35 km, dari satu komplek ke komplek yang lain, keluar masuk kampung

Jual Baskom Keliling Untuk Biaya Sekolah Anak

MARTAPURA – Duk duk duk, dari jauh terdengar dua benda dibenturkan. Tampak seorang pria di berjalan di terik matahari, dengan membawa tumpukan baskom plastik di atas kepala dan digantung di sisi kanan dan kiri tubuhnya.
            Suara duk duk berasal dari dua baskom kecil dan baskom besar yang dibenturkan oleh pria tersebut, untuk menarik perhatian masyarakat di wilayah perumahan yang dilewatinya.
            Raji (40 th) penjual baskom keliling, tiap hari harus berjalan lebih dari 35 km. Dari satu komplek ke komplek yang lain, keluar masuk kampung, dari Martapura hingga kota Banjarbaru.
            “Tumpukan baskom yang ada di kepala ini beratnya minimal 35 kg. Membenturkan dua baskom untuk menarik perhatian orang, kalau tidak tahu tekniknya bisa pecah.
Hari ini baru laku satu baskom kecil. Satu baskom paling untungnya Rp 3 ribu. Kalau lagi ramai bisa laku 7 baskom atau ember. Tapi bila lagi sepi, bisa saja tidak ada yang membeli” katanya bercerita kepada Mata Banua.
            Raji hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas 3 SD. Jauh merantau dari kampung halamannya di Kota Probolinggo Jawa Timur, ke Kalimantan Selatan untuk mengumpulkan uang buat biaya sekolah dua putrinya.
            Di Kota Probolinggo, sebelumnya ia hanya seorang tukang bangunan. Putri pertamanya berusia 15 tahun duduk di kelas 1 SMA, dan putri ke duanya berusia 13 tahun duduk di kelas 2 SMP.
            “Sulit mencari kerja di Probolinggo, oleh karena itu aku merantau ke Kalsel. Apabila sudah terkumpul hingga Rp 300 ribu, baru dikirim ke sana.
Ini kulakukan untuk mencari uang buat biaya sekolah dua putriku, mudah-mudahan keduanya bisa sekolah hingga perguruan tinggi” harapnya dengan pandangan sendu, merindukan keluarganya yang nun jauh di seberang lautan. ara/mb06


Tidak ada komentar:

Posting Komentar