Isi Berita

Rilis yang di buat oleh ARAska dalam melaksanakan tugas sebagai Jurnalis

Sabtu, 31 Desember 2011

301111-rabu(kamis)-eksplorasi puisi dr p'asa (Dm.021211)

Photo: Drs Ali Syamsudin Arsi

Dicari Tafsiran Baru Pementasan Puisi

BANJARMASIN – Pencarian bentuk-bentuk tafsiran baru terhadap puisi sangat memungkinkan. Interprestasi puisi di atas panggung harus dikembangkan lebih jauh lagi, kita tidak bisa terpaku pada sesuatu yang sudah ada saat ini.
Hal ini diungkapkan Drs Ali Syamsudin Arsi atau yang akrab disapa dengan Asa, dengan Mata Banua beberapa waktu yang lalu di Taman Budaya (TB) Kalsel.
            Menurut penyair Kalsel ini, adanya jurusan Sendratasik di Universitas Lambung Mangurat dan jurusan Seni Tari di FKIP STKIP PGRI, membuka peluang pemikiran yang lebih maju terhadap pementasan sastra dan puisi.
            Jangan sampai lomba-lomba puisi hanya terbatas pada dramatisasi atau teaterikalisasi puisi, musikalisasi puisi, dan puisi yang dinyanyikan saja.
Penjelajahan pada puisi tidak terikat atau tidak berdiri pada satu posisi, tapi puisi akan merambat pada celah-celah yang lain, dan itu sangat memungkinkan. Karena puisinya sendiri adalah membuka untuk tafsiran.
“Akan menjadi lebih kaya apabila puisi berada dalam multi tafsir pertunjukan. Seperti satu kesatuan pertunjukan puisi dalam drama yang terdapat pula tarian, lalu diiringi dengan musik dan nyanyian” katanya.
            Bentuk-bentuk tampilan baru memperkaya khajanah perpuisian, tiap orang boleh mencari tanpa batasan. Eksplorasi-eksplorasi seperti ini, pada akhirnya menimbulkan istilah baru, dan itu sah saja. Sehigga kehidupan berseni menjadi lebih dinamis, dan bersaing untuk menjadi lebih kreatif.
            Untuk mencari bentuk-bentuk baru, dalam menafsirkan sastra dan perpuisian, diperluakan wawasan yang luas dan mau belajar kemana saja. Tidak terpaku dengan keadaan di dalam daerah saja.
            “Siapa dan dimana harus memulai ini? Siapapun dan tidak ada tempat yang dapat membatasi. Dimana bisa memungkinkan, disitulah bisa ditampilkan.
            Tapi, TB sebagai sentral seni budaya di Kalsel, tentunya lebih memungkinkan, untuk melakukan eksplorasi dan pengembangan bentuk-bentuk baru pementasan sastra” ujarnya. ara/mb05


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar